The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Kegilaan dan Penolakan


__ADS_3

"Hey kau! Apa yang kau lakukan pada kekasih ku! Ayo lawan aku jika berani, dasar pengecut! Hey jawab... " seru wanita itu yang terhenti karena merasakan sesuatu yang panas menghampiri pipi nya.


Plaaak...


Satu tamparan yang di rasa kan wanita itu kini menatap sendu pria yang kini berdiri tegak dengan amarah di mata nya, yah Trish menampar wanita yang menghina istri nya. Tubuh nya seakan mendapatkan kekuatan nya kembali mendengar ucapan wanita yang di anggap nya lembut selama ini tapi nyata nya perangai nya sangat tidak dewasa.


"Dia ISTRI ku! Dia berhak melakukan apapun pada ku, karena aku suami nya. Pergi! " bentak Trish dengan geram dan menahan emosi nya karena kesadarannya masih mengingatkan nya tentang penyakit wanita di depan nya itu.


Bruuug...


Wanita itu seperti mendapatkan sebuah skot jantung hingga membuat tubuh nya langsung ambruk dengan mata terpejam, Trish merasa kasihan tapi hati nya terlanjur kecewa dengan ucapan kasar wanita itu. Clara yang tahu hanya bisa menggelengkan kepala nya dan rasa kemanusiaan nya membuat kaki nya bergerak mendekati Trish dan menepuk bahu suami nya itu dengan sebuah permintaan kecil.


"Angkatlah, bawa ke dalam." ucap Clara dan berjalan masuk kerumah pohon terlebih dahulu.


Sedang kan Trish merasa terkena sengatan listrik saat tangan lembut istri nya menepuk bahu nya, dengan menggelengkan kepala nya untuk menyingkirkan fikiran nakal nya dan menatap malas wanita yang kini terlihat seperti mayat. Bukan nya mengangkat wanita itu tapi justru meminta bantuan penduduk desa mati yang melewati rumah pohon nya, pria paruh baya yang tidak keberatan sama sekali membopong wanita yang tergeletak seperti karung berat dan membawa masuk kerumah pohon pemimpin nya.


"Terimakasih." ucap Trish sebelum pria paruh baya itu keluar dari rumah pohon nya.


Kepergian pria paruh baya itu membuat Trish kembali termenung, sungguh rasa bersalah itu semakin besar ketika melihat istri nya masih bersedia memeriksa keadaan wanita yang tak sadar kan diri. Bahkan tangan lembut Clara juga menyalurkan element cahaya nya dan perlahan kelopak mata wanita itu mulai bergerak, namun reaksi wanita itu membuat Trish semakin mendidih hati nya.


"Jangan sentuh aku!" ucap wanita itu dengan sinis dan menepis kasar tangan Clara dengan tatapan benci.

__ADS_1


"Duduk lah, Trish kamu juga." ucap Clara dengan senyuman yang nyata.


Senyuman yang justru menusuk di hati Trish, senyuman itu seharusnya menjadi kebahagiaan tapi kini senyuman itu menjadi penutup rasa kecewa istri nya. Trish berharap Tuhan tidak murka karena kesalahan nya justru melukai istri nya semakin dalam, dengan pasrah Trish duduk tapi tidak dekat Clara apalagi dekat wanita itu.


"Katakan aku harus apa? " tanya Clara dengan menatap kedua lawan bicara nya secara bergantian.


"Tinggalkan Trish, biarkan... " jawab wanita itu tanpa malu dan dengan tegas.


"Tidak akan pernah, jangan bermimpi bersama ku. Istri ku hanya satu yaitu Clara dan selama nya hanya akan ada Clara di hidup ku! " ucap Trish memotong jawaban wanita itu.


"Trish, apa kamu melupakan kebersamaan kita? Bukankah kamu berjanji akan selalu bersama ku? Lalu mana janji mu itu? " ucap wanita itu dengan wajah sedih yang memang nyata seperti perasaan nya yang nyata.


"Aku berjanji bersama mu untuk membantu pengobatan mu bukan menjadi kekasih apalagi pasangan mu. Dan berani nya kamu meminta ku dari istri sah ku! Aku tidak akan pernah bisa bersama wanita lain selain istri ku Clara." jawab Trish dengan mengepalkan tangan nya.


Tatapan yang selama satu bulan terakhir menjadi andalan nya untuk meluluhkan keras kepala nya seorang Pangeran Trish, sulit di awal namun semakin lama jalan untuk semakin dekat akhirnya terbuka untuk nya. Meskipun sebuah tamparan keras dan bekas nya masih ada di pipi nya, tetap saja itu bukan lah masalah untuk nya karena cinta nya lebih besar dari sebuah tamparan.


"Hentikan ini Viola! Istri ku hanya Ratu Africiana putri raja Lucas Armadeo. Jangan bermimpi menjadi istri ku. " bentak Trish dengan tatapan yang semakin tajam membuat Viola menundukkan kepala nya.


"Trish tenang, semua berawal dari mu. Viola hanya meminta pembuktian dari setiap ucapan dan tindakan mu selama ini, harapan yang kamu pupuk membuat gadis ini merasa memiliki mu dan berhak atas diri mu. Dan Viola, aku bisa mengatakan isi hati dan juga fikiran mu tapi ku harap kamu bersedia jujur saat ini juga tentang keadaan mu." ucap Clara yang merasa tidak ingin lagi mendengarkan perdebatan dengan rasa sakit yang menggerayangi hati nya.


"Apa maksud mu? Tidak ada yang perlu ku jelas kan, aku ingin Trish bersama ku dan itu harus! Jangan dengarkan wanita ini Trish, dengarkan.. " ucap Viola dengan sombong nya.

__ADS_1


"Diam!" bentak Trish dan menatap Clara berharap istri nya itu mau menjelaskan apa maksud nya meminta Viola untuk bicara jujur.


Bukan hanya tatapan Trish yang meminta penjelasan tapi tatapan Viola yang semakin tajam membuat Clara semakin memasang wajah datar nya, kini tatapan nya menantang tatapan Viola dengan aura yang di miliki nya. Terlihat tubuh Viola bergetar seakan menahan sesuatu, yah gadis itu tengah bertahan untuk tetap kuat menatap tajam Clara namun hanya tiga puluh detik saja mampu bertahan hingga tubuh nya menjadi tak terkendali dengan wajah yang menunduk.


Ada sesuatu yang menekan keberanian di dalam jiwa nya, seakan tatapan Clara adalah malaikat pencabut nyawa. Melihat Viola sudah merasakan apa arti nya sebuah penekanan membuat Clara mengurangi aura nya yang ternyata Trish pun ikut terpengaruh meskipun pria itu hanya terlihat pucat saja, tapi Clara tahu Trish masih bisa bertahan jauh di banding kan Viola.


"Racun ular itu sangat sulit di dapat kan akhir-akhir ini, tapi darah mu memiliki aroma darah ular. Bukan kah bersama nya kamu bisa semakin cantik? Jika kamu sendiri tidak ingin membuang darah ular itu, ramuan seperti apapun mujarab nya maka tidak akan menjadi obat penyembuh. Katakan jujur Viola, sebuah pengkhianatan bukan hanya dari cara kalian berdua bertindak tapi juga dari kepercayaan yang kamu permainkan." ucap Clara yang membuat wajah Trish semakin memerah, sekuat tenaga Trish menatap tajam Viola yang masih meringkuk akibat tidak sanggup menahan aura Clara.


"Ti...dak." ucap lirih Viola dengan rasa sakit nya.


"Darah ular di tubuh mu tidak akan menyatu dengan Trish, dia tidak akan membiarkan milik nya memilih pria lain seperti impian mu. Saat ini darah ular mu masih bisa di keluarkan tapi setelah bulan baru, semua terlambat. Keputusan milik mu sendiri." ucap Clara dan beralih menatap Trish yang masih setia menatap tajam Viola namun tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.


Dengan mengunci jiwa Trish membuat Clara mengendalikan suami nya agar tidak bersikap jauh dan semakin banyak mengeluarkan kata-kata kasar, Clara tahu kini Trish merasa bodoh dengan tindakan nya yang menolong Viola. Dengan bangkit dari duduk nya Clara mendekati Trish dan duduk di depan pria itu dengan menghadangi pandangan Trish yang kini menatap mata nya dengan penuh penyesalan, mata itu bukan hanya menyesal tapi juga tercampur dengan perasaan lain nya.


"Seorang pemimpin harus bertindak waspada dan hati-hati, ujian tidak selalu datang dari musuh tapi dari sekeliling kita. Tanggungjawab mu adalah tanggungjawab ku, dari sini tanggungjawab Viola adalah milik ku." ucap Clara dan mengedipkan kedua mata nya.


Seketika Trish bisa mengendalikan dirinya sendiri namun kedua wanita yang seharusnya ada di depan nya sudah menghilang bersamaan dengan keadaan nya yang normal kembali, sungguh tidak ada kata lagi selain merutuki dirinya sendiri dengan segala kebodohan nya selama ini. Namun dengan kedatangan raja Argus membuat Trish berbagi rasa sakit nya, hingga penghujung peluapan rasa sakit nya membuat Raja Argus mengucapkan satu kebenaran yang membuat nya tertampar tanpa ada yang menampar.


"Lady Cristal bukan hanya milik mu tapi milik semesta, kamu hanya lah salah satu bagian dari dunia nya. Tidak ada ikatan pasti untuk nya tapi semua hubungan akan mendapatkan perlindungan, hak dan tanggungjawab yang sama oleh nya. Jika tanggungjawab seluruh alam saja sanggup dia pikul, kesalahanmu masih seperti butiran debu untuk nya. Tapi kehancuran dan rasa sakit di hati nya, hanya tanggungjawab mu seorang tuan." ucap Raja Argus dan kembali masuk ke liontin untuk membiarkan Trish berfikir dan introspeksi diri.


*Maafkan aku Clara, sungguh aku menyesal dengan tindakan ku. Kembali lah pada ku Clara.* batin Trish memejamkan mata nya.

__ADS_1


Sebuah hembusan angin menyapu dataran yang di penuhi dengan tumpukan jerami, hingga semua jerami terbang meninggalkan tempat nya dan kepergian jerami-jerami itu kini menampakkan sebuah gundukan tanah yang sangat besar seperti sebuah batu raksasa di sungai.


__ADS_2