The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Munculnya Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Mungkin sudah jalan Takdir Achela yang kini perlahan-lahan menyeimbangkan dirinya sendiri dengan kekuatan yang dimilikinya saat ini. Sungguh dirinya bersyukur bisa merasakan bagaimana memiliki kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya namun dirinya juga memahami jika Tuannya seperti mempersiapkan dirinya untuk kepergian tuannya yang dirasakan semakin dekat, fikiran Achela sungguh terbagi antara perintah dan khawatir dengan kondisi Tuannya. Sekali lagi perintah Tuannya adalah mutlak dan Achela harus melakukan perintah Tuannya pergi ke peristirahatan Sang Naga yang konon masih tertidur pulas hingga sang Pendamping nya datang menaklukkan dirinya. Perjalanan yang dilalui Achela dengan kondisi belum stabil meski dirinya terkadang terbang yang masih terseok-seok dan terkadang lari agar lebih cepat, sedangkan di sisi lain seseorang yang sudah siap membidik mangsanya tersenyum senang melihat kepergian Achela.


...................


Perlahan orang itu keluar dari persembunyian dan ingin segera melakukan aksinya namun ntah kenapa masih ada yang mengganjal hati dan fikiran nya.


"Ramalan itu bukankan benar, atau aku harus melihat apa yang dilakukannya. " batin orang itu menimbang baik buruknya.


"Ah Sudahlah! Jika dia hidup hanya akan menjadi penghalang, akan lebih lenyap untuk selamanya. " gumam orang itu akhirnya dan tersenyum sinis.


Tok.. Tok.. Tok.. (ketukan Pintu terdengar dari dalam)


Klek.. (Penyihir Calista membereskan ruangannya dengan sihir yang tidak seperti sebelumnya dan membuka pintu)


"Yang Mulia mari silahkan masuk. " ucap Penyihir Calista melihat siapa yang bertamu.


"Firasat ku sangat buruk, apa semua baik Penyihir Calista? " tanya tamunya.


"Semua baik Yang Mulia. Apa ada hal penting Yang Mulia? " tanya Penyihir Calista yang tetap bersikap tenang.


"Aku ingin menanyakan beberapa hal tidak ku pahami dari Kitab Suci ini. " jawab tamunya dan mengeluarkan Kitab Suci dari jubahnya.


"Silahkan duduk dan tanyakan yang tidak dipahami oleh Yang Mulia. " ucap Penyihir Calista dan ikut duduk di satu meja dengan tamunya.


"Apa maksudnya dari Teka-teki terakhir ini? " tanya tamunya tanpa basa-basi.


"Jawaban ada di Pertanyaan itu Yang Mulia. " jawab Penyihir Calista dengan memberikan teka-teki.


"Artinya? " tanya tamunya dan menatap Penyihir Calista dengan tajam.

__ADS_1


"Bagaimana dengan kondisi Ratu Rara Yang Mulia? " tanya Penyihir Calista mengalihkan pembicaraan.


"Dia baik dan sedang beristirahat, tapi kedatangan ku kemari untuk mendapatkan jawaban dari mu! " ucap tamunya dengan tatapan tajamnya.


"Tenanglah Yang Mulia. Ketika waktunya Takdir yang akan menjawab pertanyaan Anda. " jawab Penyihir Calista dengan tersenyum penuh arti.


Sungguh dirinya mulai tidak bisa menahan rasa kesalnya karena sikap Penyihir Calista yang seperti mempersulit tujuannya, tidak mungkin Penyihir Calista sadar siapa dirinya sebenarnya bukan. Semuanya sudah dipersiapkan dengan matang olehnya untuk saat ini. Mencoba bersabar dan akan berusaha membuat Penyihir Calista mau memberitahu dirinya arti teka-teki di Kitab Suci itu.


"Jika menunggu takdir tentu aku sebagai seorang Raja tidak akan bisa membuat persiapan, bagaimana jika itu akan menyulitkan seluruh rakyatku atau akan menjadi malapetaka, Kuharap Penyihir Calista memahami yang kumaksud. " ucap tamunya merayu Penyihir Calista agar luluh.


"Takdir tidak akan sejahat itu, Setiap niat seseorang itulah awal Kebahagiaan atau Malapetaka, Yang Mulia percaya Pada Takdir. " ucap Penyihir Calista tenang.


"Atau harus Ku Panggil Pengkhianat? " tanya Penyihir Calista sedetik kemudian yang membuat tamunya itu bangun dari duduk karena terkejut.


"Apa maksud mu Penyihir Calista!? " seru tamunya dengan gugup.


"Hahaha, sungguh aku terkesan. Karena dirimu tidak bisa dibodohi. Apakah artinya selama ini kamu tahu niatku? " tanya tamunya yang akhirnya membuka wajah aslinya dari topeng yang menutup wajah aslinya.


Tuan Muda Felix, orang yang tampan dan cerdik namun tujuannya jauh dari kata baik, hanya saja dengan sikap polosnya yang selama ini menjadi penampilan nya membuat siapapun tidak akan curiga, semua berfikir Tuan Muda yang satu ini tidak menginginkan tahta, harta atau kekuasaan. Namun ada satu orang yang selalu memantau dan memahami seperti apa Tuan Muda Felix, yaitu Penyihir Calista yang menjadi kekasih dari Tuan Muda Felix meski dirinya tahu hanya dimanfaatkan tapi dirinya tetap diam karena untuk menghentikan tujuan kekasihnya maka dirinya yang harus menjadi tameng dan berkorban. Bukan hal mudah untuk bertahan mencintai kekasih nya dan melakukan tanggungjawab untuk melindungi umat manusia , dirinya memanglah Penyihir hebat namun dirinya tidak meminta keabadian hidup, hanya menginginkan semua orang bahagia tanpa dendam dan iri hati. Namun apa ada ketika Takdir juga mempermainkan dirinya, dirinya membuat ramalan untuk orang-orang namun Ramalan dirinya sendiri lebih rumit dan jalan Takdir nya semakin terasa sesak setelah menyadari jika Tuan Muda Felix tidak pernah ingin merubah tujuan hidupnya, meski tidak pernah dirinya mengatakan pada Tuan Muda Felix jika dirinya tahu siapa sebenarnya lelaki itu dan karena sikap tenang Penyihir Calista lah Tuan Muda Felix tidak pernah sadar jika selama ini di dalam pengawasan sang Penyihir.


Tuan Muda Felix



"Semua sungguh sempurna tapi sepertinya kamu tidak tahu jika Yang Mulia Justine tidak pernah memaksakan sesuatu dan tidak pernah memanggilku Penyihir Calista. Dan Kitab Suci itu bukan Milikmu, meski darahmu sama dengan Pemilik Kitab Suci itu. " jawab Penyihir Calista dengan duduk tenang seakan dirinya sudah siap dengan segalanya.


"Sungguh wanita luar biasa. Menikahlah denganku! Dan mari wujudkan impian untuk menguasai Dunia, Dunia tiga alam. " ucap Tuan Muda Felix mengulurkan tangannya.


"Kabulkan satu permintaan ku. " jawab Penyihir Calista menopang dagunya dengan satu tangan.

__ADS_1


"Baiklah.Katakan! " ucap Tuan Muda Felix.


"Lepaskan semua niat burukmu! " jawab Penyihir Calista dan tersenyum.


Tuan Muda Felix menarik tangannya kembali, dirinya tidak mungkin mundur setelah semua usahanya. Apalagi dirinya menjalin hubungan dengan Penyihir Calista karena untuk mendapatkan kesempatan lebih besar untuk segera mewujudkan tujuannya, siapapun tahu siapa Penyihir Calista dan seberapa dekat Penyihir Calista dengan para Raja dari ke empat kerajaan, dan dengan rencana nya pula seorang Tuan Muda Felix akhirnya masuk ke dunia Penyihir Calista. Perjuangan nya yang harus terlihat polos dan tidak mengharapkan tahta atau harta pun harus dilakukan agar citra baiknya semakin tertanam di mata semua orang. Dirinya bahkan akan mengkhianati bayangannya sendiri agar tujuannya tercapai, lalu bagaimana dirinya akan bisa berhenti hanya karena permintaan dari gadis yang berstatus kekasihnya itu, jangan harap. Semua usahanya tidak sebanding dengan kehilangan gadis itu, dirinya sudah keras hati untuk tujuan satu hidupnya.


Tap.. Tap.. Tap.. (Tuan Muda Felix mendekati Penyihir Calista dan meminta nya berdiri, Dan Tuan Muda Felix langsung memeluk Penyihir Calista dengan erat)


Jleb.. (Tusukan Pisau tepat di rusuk Penyihir Calista)


"Jika itu Permintaan mu! Lebih baik kau lenyap! " bisik Tuan Muda Felix yang ternyata sudah menusuk Penyihir Calista didalam pelukannya.


"Takdir tidak akan Berkhianat Tuan Muda, Anggap lah aku berkorban untuk menebus Dosa ku yang terlambat menghentikan Sang Penghancur. " ucap Penyihir Calista dengan tersenyum melepaskan pelukan dari kekasihnya.


Tubuh Penyihir Calista langsung jatuh ke lantai, andai dirinya tidak kehilangan banyak kekuatan dan kondisinya memang benar baik dirinya bisa memulihkan raganya dengan cepat melalui sihir nya, namun mungkin inilah Takdirnya harus berkorban demi masa depan.


"Katakan apa arti Teka-teki ini! " seru Tuan Muda Felix tanpa ekspresi.


Tangannya dengan keras mencengkram dagu Penyihir Calista namun gadis di depan nya tetap saja bungkam dan hanya memancarkan ketenangan tanpa rasa takut sedikitpun.


"Argh, si*al! " umpat Tuan Muda Felix karena tidak berhasil membujuk Penyihir Calista.


Jleb.. (Sekali lagi dirinya menusuk gadis itu tepat di dadanya)


"Tidak berguna! " gumam Tuan Muda Felix dan meninggal Penyihir Calista yang sudah bersimbah darah namun tetap tersenyum.


Brak.. (Pintu tertutup secara paksa)


Setelah kepergian Tuan Muda Felix, Penyihir Calista berusaha membuka portal dengan sisa kekuatan nya yang tidak seberapa untuk ke tujuannya sebelum waktunya berakhir.

__ADS_1


__ADS_2