The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Roh Dewi Iblis


__ADS_3

Dari segala penjuru bermunculan makhluk yang berbeda-beda dengan segala jenis bentuk dari usia dan kekuatan juga wujud nya, membuat tahta tak bertuan semakin memancarkan aura yang hitam penuh kegelapan dengan aroma menyesatkan. Pintu-pintu raksasa menjadi awal kemunculan pada makhluk itu, pintu yang berdiri di empat arah mata angin membuat langit tak lagi menampakkan awan putih nya dan berganti dengan kilatan petir merah yang sangat mengerikan.


Di satu sisi sang Lady Cristal tengah melakukan tugas nya dengan jalan nya seperti takdir yang telah di gariskan dan di sisi lain di tempat penuh awan kegelapan juga tengah mempersiapkan pasukan perang nya. Ntah sudah berapa banyak yang berdatangan seakan tak ada henti nya, hingga pintu besar akan menutup dengan sendiri saat sudah berakhir.


Suara petir yang terasa merdu membuat senyuman di balik tirai merah darah muncul, senyuman yang merasa puas dengan pencapaian nya. Setelah ritual persembahan utama gagal maka rencana nya pun menjadi berubah dengan cepat, memiliki kekuatan yang luar biasa di tambah batu permata hitam dalam tubuh nya dengan jiwa kegelapan yang kini telah menyatu dalam jiwa manusia nya membuat kekuatan nya berkali-kali lipat.


Pintu besar dari empat penjuru adalah pintu neraka yang di buka dengan penyatuan kekuatan nya, kali ini semua takdir dan dewa dewi di tentang nya. Tidak akan ada yang bisa mengalah kan nya saat kekuatan nya sudah mencapai puncak nya dan para dewa dewi bahkan tidak berani menyentuh nya meskipun alam yang di tentang oleh nya.


"Dunia ini indah yah sangat indah saat orang yang paling ku cintai masih bernafas dan bersama ku, tapi tidak ada keindahan lagi setelah kepergian nya. Bagi ku semua orang hanya lah pion yang harus ku kendali kan, aku tidak takut mati karena jiwa ku telah binasa." gumam seorang pria di balik tirai merah darah dengan menatap awan kegelapan disertai kilat petir merah.


"Tuan, sebentar lagi waktu nya. Apa anda akan berkunjung ke kerajaan iblis terlebih dulu? Karena pengaruh anda di sana semakin menipis." ucap seseorang yang berdiri jauh dari tuan nya.


"Hmm.Pergilah." jawab pria itu dengan isyarat tangan nya.


Suara langkah kaki yang menjauh membuat nya menghilang dengan portal kegelapan milik nya, semakin lama portal nya semakin bertambah jarak tembus nya. Hembusan angin segar yang menyambut nya sungguh mengusik hati nya, namun pemandangan nya beredar di setiap penjuru.


Hutan yang tidak lagi seperti awal nya, dengan kuncup bunga baru bermandikan aura kebaikan membuat nya merasa terjebak. Seakan aura kebaikan itu mulai menyerang nya dari segala penjuru, dengan mata batin nya terlihat jelas cahaya biru mulai mengelilingi dirinya seakan ingin mengurung nya. Begitu banyak nya cahaya biru yang berdatangan dari hutan dengan jangkauan yang sangat luas membuat nya menggunakan element kegelapan untuk menyerang balik element cahaya itu, meskipun element cahaya itu hanya lah serpihan jejak sang Lady Cristal.

__ADS_1


Tusukan yang memasuki dada nya mulai terasa, tusukan yang tak begitu sakit namun mengalir kan cairan hangat dari sudut bibir nya. Selama beberapa saat pertarungan element itu terjadi hingga element kegelapan berhasil menyerap sebagian element cahaya yang justru semakin membuat dada nya merasa kan nyeri, hingga dengan menghentak kan kaki nya element cahaya yang tersisa terpaksa kembali ke dalam tanah untuk mempertahankan alam dari penyebaran element kegelapan.


Sedang kan di tempat lain seseorang terbatuk-batuk dengan cairan merah keluar dari hidung nya, kali ini tidak begitu sakit tapi tetap saja harus mengeluarkan element kegelapan yang menyerang nya. Tanpa di sadari oleh nya jika semua orang kini memandangi nya dengan cemas, namun senyuman manis nya membuat semua orang salah tingkah dan hanya lima orang yang merasa semakin cemas melihat tingkah aneh dari gadis yang mimisan namun malah tersenyum.


Kembali ke hutan dan meninggalkan sejenak tentang gadis mimisan, dimana kini seorang pria tengah memandangi sebuah gua yang sangat besar namun juga sangat tua. Hingga jentikan jari nya menarik seseorang dari dalam gua, dengan ikatan perjanjian yang sudah terjadi maka jiwa abdi nya adalah milik nya seutuhnya.


Seorang wanita paruh baya yang masih tertidur dengan pakaian yang sangat terbuka kini berdiri di hadapan nya, dengan mengalir kan aura permata hitam milik nya maka aura permata hitam yang ada pada tubuh wanita paruh baya di depan nya juga terpancar. Dengan mudah nya dua permata hitam keluar dari tubuh wanita itu yang seketika membuat tubuh wanita itu mengejang hebat dengan mata melotot, kekuatan yang menjadi penopang nya selama ini telah di cabut.


"Aaarrrggghhhh." teriakan yang menggema di seluruh hutan membuat burung-burung beterbangan tanpa arah dengan kepakan sayap yang cepat.


*Roh dewi Iblis.* ucap pria itu dan memegangi kepala wanita paruh baya di depan nya dengan sebuah sinar yang keluar dari telapak tangan kiri nya.


"Sembah abdi Tuan Raja ku." ucap wanita itu dengan membungkuk dengan membusungkan dada nya yang sangat sital dengan pakaian yang kebesaran setelah perubahan wujud nya.


"Pergi lah bawa peliharaanmu, persiapkan pasukan mu." perintah pria itu tanpa tergoda sedikit pun dengan tubuh wanita yang sangat menawan di depan nya.


"Seperti titah anda tuan, Dewi ini siap melayani tuan Raja ku." jawab wanita itu dengan mengibaskan rambut nya dan ber jalan kembali ke dalam gua untuk bersiap melakukan perintah tuan Raja nya.

__ADS_1


"Sekarang tinggal satu persiapan lagi, bukan aku yang menentang alam tapi Alam lah yang menentang ku." ucap pria itu dan menghilang menuju ke tempat selanjutnya yang di jadi kan sebagai persiapan terakhir.


Sedang kan di hutan ajaib menjadi penuh ketegangan, dimana setelah melihat darah keluar dari pemimpin mereka dan berakhir dengan sebuah senyuman manis membuat keraguan dan kecewasan di hati masing-masing orang. Tidak ada yang mendapatkan jawaban dari tatapan penuh tanya meskipun keheningan kini melanda, membuat pertemuan menjadi hanyut dalam diam.


"Terimakasih atas perhatian kalian semua, itu sangat berarti untuk ku. Tapi saat ini bukan waktu nya untuk mencemaskan hal sepele seperti mimisan yang saya alami, bukan begitu pertapa Delion pemimpin pertapaan Hutan Hujan?" ucap gadis itu dengan menatap seorang pria tua yang memilih menggunakan jubah besar dan bertudung sehingga tidak ada yang melihat rupa nya tapi ucapan gadis itu mampu mengalihkan perhatian semua orang dengan memandang ke arah seseorang yang bernuansa putih.


"Bagaimana itu mungkin? Pertapa Delion bukan kah... " ucap seorang pria paruh baya yang sangat terkejut.


"Apa harus sekarang Lady Cristal? Bukan kah ada hal yang lebih penting selain identitas ku? " ucap pria yang kini melepaskan tudung nya dan menatap Clara dengan senyuman di bibir nya.


"Waktu bisa berkhianat anda tahu ini dengan baik, aku juga manusia biasa Pertapa. Aku tetap membutuhkan dukungan dan bantuan kalian semua tanpa terkecuali meskipun aku seorang pewaris Pedang Suci." jawab Clara dengan serius tanpa panjang lebar.


"Seperti yang di katakan anda Yang Mulia, hamba hanya lah bagian dari masa lalu yang masih menetap di masa kini. Yah saya adalah pemimpin pertapaan Hutan Hujan Delion. Penjaga hewan suci Achela yang selama ini melindungi dan menjadi pendamping Lady Cristal. " ucap pertapa Delion dengan tenang dan membuat semua mata menatap nya dengan kekaguman dan juga rasa penasaran.


"Tugas mu baru di mulai pertapa Dezan, jangan berfikir kembali nya pertapa Delion maka tanggungjawab anda berakhir." ucap Clara yang langsung membuat pertapa Dezan alias sang pendeta menundukkan kepala nya.


Untuk pertama kali nya fikiran tidak baik memasuki kepala nya dan langsung mendapatkan teguran halus namun sopan dari Clara, sungguh malu rasa nya namun sesaat dirinya merasa tidak berarti ketika sebuah kebenaran muncul ke permukaan. Pertama yang selama ini sangat di sanjung dan di hormati ternyata masih hidup meskipun sudah ratusan tahun membuat jiwa seorang pertapa kecil seperti nya menciut, tapi keraguan di hati nya menjadi patah dengan ucapan Clara yang sangat jelas.

__ADS_1


"Setiap orang di dalam ruangan ini memiliki tanggungjawab masing-masing dengan jalan yang berbeda, mari kita mulai pertemuan ini." ucap Clara dengan mengubah posisi duduk nya lebih tegak dari sebelum nya.


__ADS_2