
Hilang tanpa jejak, berganti sebuah hutan dengan pepohonan yang rimbun dengan keseragaran alam yang memanjakan mata. Tubuh bersimbah darah dengan satu pedang bertuah tertancap di jantung Ailey, Clara menekuk satu kaki kirinya dan menyadarkan satu kaki kanannya di atas rerumputan nan hijau mendamba.
"Bangunlah ketika alam mengabulkan keinginanmu Ailey." ucap Clara dengan lembut mengalirkan element cahaya birunya ke pedang bertuah dan mencabut pedang itu dengan cepat agar goresan tidak semakin dalam.
Tidak ada pergerakan dari tubuh Ailey yang sudah bersimbah darah, namun selimut kabut putih mulai membungkus tubuh gadis itu. Semakin tebal dan menyelimuti seluruh tubuh Ailey, membuat tubuh Ailey tenggelam dan tak terlihat. Sedangkan Clara memilih menatap alam yang terasa menarik hatinya untuk sedikit melepaskan rasa yang membendung di hatinya, matanya menyusuri setiap sudut dari jangkauan matanya.
"Dunia menanti kalian, cepatlah bangun karena alam merindukan kalian." batin Clara dengan suara hati terdalamnya yang mengalir melewati ikatan batin hingga mencapai pada tujuannya.
"Eeeuumm." Ailey terbangun dengan suara lenguhan pelan dengan mata terbuka secara perlahan.
Kabut putih berangsur mulai meredup membuat Ailey beberapa kali mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang memasuki matanya, alam yang terbuka dengan suara kicauan burung menyambut kembalinya Ailey.
"Bukankah orang yang sudah tiada, tidak bisa hidup kembali?" tukas Ailey sembari meraba jantungnya yang tertutup kulit dengan sempurna.
Hanya darah yang telah menyebar diseluruh pakaiannya membuat Ailey ragu jika dirinya sudah kembali hidup dan bisa memiliki jalan tujuan hidupnya sendiri.
"Ayo." ajak Clara dengan mengulurkan tangan kanannya.
Tangan putih dan lembut tergantung di depan wajah Ailey membuat putri kerajaan bayangan itu tersadar akan permintaan terakhirnya, namun ingatannya kembali pada fase dimana Clara menjadikannya sebagai tameng dan akhirnya tertutup pedang bertuah kakaknya.
Pluk...
"Aku tidak ingin menjabat tangan yang telah mengorbankan ku!" bentak Ailey dengan emosi memuncak menepis tangan Clara.
Sekali lagi Clara mengulurkan tangan kanannya dan tanpa mengatakan apapun, selain menunggu sambutan tangan dari Ailey.
__ADS_1
Pluuk...
"Pergilah!" usir Ailey tanpa memandang wajah Clara dan menepis tangan Clara sekali lagi.
Bukannya menyerah, tapi justru kedua kaki Clara di tekuk dan mensejajarkan dengan posisi Ailey yang masih terduduk dengan kaki berselonjor. Sekali lagi Clara mengulurkan tangan kanannya dan kali ini uluran tangannya memberikan hembusan angin panas dingin, Ailey merasakan bulu kuduknya merinding.
"Aku Lady Cristal sang pewaris Kitab Suci, apapun yang kulakukan adalah jalan takdirku. Pergi lah jika memang itu membuat mu bahagia, tapi ingatlah. Raja Aro beserta kerajaan bayangan akan hancur ketika pedang bertuah bermandikan darah pewarisnya, dan hanya kamu yang tersisa dari keluarga kerajaan bayangan setelah kakakmu itu. Pergi lah Ailey aku membebaskan mu dari permintaan mu sendiri." tutur Clara dan mulai menarik uluran tangannya.
Hap....
"Permintaan ku adalah janjiku pada diri ku sendiri. Aku akan memenuhi janjiku apapun yang terjadi." tegas Ailey dengan mantap dan menggapai tangan Clara sebelum uluran tangan gadis itu benar-benar kembali ke tempat seharusnya.
"Apa kamu siap menjadi tameng ku? Bukankah kamu berfikir aku mengkhianatimu?" Clara menatap Ailey dengan mata jernih tanpa emosi jiwa.
"Yah aku berfikir anda mengkhianati ku, tapi penjelasan anda membuat ku sadar. Apapun yang telah terjadi hanyalah proses dari hukum alam, maafkan aku yang emosional." jelas Ailey dengan bersungguh-sungguh.
"Hidup baruku berasal dari anda, maka aku siap berkorban untuk melindungi anda." jawab Ailey dan menatap Clara.
Tatapan Clara sangat tenang dan menenggelamkan, berbeda dengan tatapan mata Ailey yang dipenuhi semangat dengan keteguhan niat.
"Senjata apa yang kamu bisa?" tanya Clara melepaskan genggaman tangannya.
"Pedang dan panah, tapi aku memiliki baju zirah khusus." jawab Ailey dengan kesedihan.
"Lepaskan masa lalu mu! Alam membutuhkan putri bayangan, lawan mu bukan sembarangan. Ayo kita bertarung." ajak Clara dan bangkit dari tempatnya bersimpuh.
__ADS_1
"Bertarung?" tanya Ailey.
"Ayo. Bertarung tanpa senjata." tukas Clara dengan mengulurkan tangannya yang langsung di sambut baik oleh Ailey.
Keduanya mulai bersiap untuk bertarung dengan jarak satu setengah meter, terlihat jelas posisi tubuh Ailey seperti seorang ksatria yang sudah siap menyerang dan benar saja kaki Ailey mulai terayun dan menerjang Clara dengan seluruh tenaga.
Hap... Wuuss.. Taak.. Sraak..
Ailey menyerang berulang kali dan mendapatkan tangkisan serta serangan balik berulang kali dari Clara, kekuatan yang digunakan hanyalah untuk pertarungan biasa sebagai ajang pelatihan semata.
"Sudah cukup!" tangan kiri Ailey terangkat ke atas dan menyerah setelah nafasnya terasa memburu.
Ada sesuatu yang berbeda di dalam tubuhnya, stamina dan sihir dalam tubuhnya seakan lenyap. Ada yang salah dengan tubuhnya setelah berlatih, Clara yang tahu dengan baik isi hati dan fikiran Ailey hanya tersenyum simpul. Benar Ailey hidup kembali tapi kelahirannya juga menggambil berkat yang sudah menjadi identitasnya.
"Tenanglah, sihirmu akan kembali nanti." Clara mendekati Ailey dengan memberikan sebuah permata.
"Apa ini?" Ailey menatap permata biru muda yang ada di genggaman tangan Clara.
"Ini milikmu." ucap Clara dan menenggelamkan batu permata biru ke dalam jantung Ailey.
"Tidak berasa apapun, apa ini..." jelas Ailey.
Dengan berhenti nya suara Ailey yang berganti dengan rasa sakit di dalam jantungnya, permata biru dari Clara adalah batu kehidupan yang didapat dari ruangan dimensi waktu. Batu permata biru ini menjadi jantung baru untuk Ailey dan akan memberikan kekuatan sihir Ailey yang baru, tapi Ailey tidak memiliki berkat yang menjadi warisannya lagi.
Tidak ada persembahan yang akan memasuki tubuh Ailey lagi, sungguh hidup Ailey seperti di mulai dari awal seperti baru lahir. Seperti seorang anak yang baik saja, Ailey hanya menikmati rasa sakit yang menyebar di seluruh tubuhnya meskipun hanya sesaat.
__ADS_1
Sedangkan di dalam Kerajaan Langit tengah terjadi rapat kerajaan dengan anggota rapat yang berasal dari kerajaan lainnya.