The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Keputusan


__ADS_3

Sudah diputuskan solusi dari setiap masalah yang kita hadapi, Setiap jalan yang sudah kita sepakati bersama, maka kita akan menghadapi semua ini bersama dengan kekuatan dan dukungan bersama.


*Untuk masalah pertama Dari Wiyalah Alam bawah seperti yang dikatakan Sesepuh Hira, Maka Sang Pendeta akan ikut mengatasi keadaan di wilayah itu dan mencari tahu kabut apa yang sudah menyebabkan semua itu terjadi. Dengan ramuan untuk mengobati rakyat yang terjangkit penyakit dan segala pengetahuannya yang bisa dipastikan jika sang Pendeta akan sangat dibutuhkan di wilayah itu dan jika ada hal yang memang tidak bisa dipecahkan maka sang Pendeta akan dengan mudah mengirimkan pesan kepada Lady Cristal.*


*Masalah yang kedua dari Sesepuh Helius, maka Lady Cristal memilih Achela untuk menetralkan wilayah itu dari semua aura yang tidak dapat dilihat manusia biasa. Dengan kedatangan Achela maka dengan mudah melihat apa yang sebenarnya terjadi, karena sejatinya para manusia biasa yang di anggap tidak memiliki kekuatan ataupun sihir itu tetap memiliki penyakit hati dan haus akan harta, kekuasaan ataupun keabadian. Manusia biasa yang tidak mempercayai Takdir dan Tuhan, akan menyerahkan jiwa mereka dengan suka rela demi kepuasaan sesaat. Maka Achela akan bisa menyelamatkan manusia-manusia yang masih bersih tanpa mengikuti aliran sesat, semakin mendekati Bulan Merah total maka kegelapan akan semakin menggerogoti manusia-manusia tak berdosa sebagai persembahan Dan berusaha menyadarkan manusia-manusia yang sudah mengabdi pada kegelapan.*


*Masalah yang ketiga berasal dari Kerajaan Api yaitu perisai gaib yang melemah dan pemberontakan yang terjadi semakin banyak dengan keadaan Ratu Alona yang melemah, maka Lady Cristal sendiri yang akan menemui seseorang yang pasti bisa menghadapi masalah itu setelah pertemuan selesai. Lady Cristal hanya meminta Sesepuh Barbarus menjaga Istana Api selama beberapa hari lagi hingga bantuan nya akan datang ke Istana Api, meski keputusan ini terlihat sangat tidak jelas bagi Sesepuh Barbarus tapi sebagai seorang ksatria yang mengetahui jika gadis didepannya ini bisa dipercaya maka dengan senang hati Sesepuh Barbarus memyetujui hal itu.* (bukan tanpa alasan clara memutuskan hal ini, melihat kondisi yang masih di anggap lebih baik dari masalah lain nya maka Clara sendiri yang akan mencarikan bantuan nya)


*Masalah ke empat dari Kerajaan Es, Melihat kondisi yang sudah tidak aman membuat Lady Cristal membuat sebuah rencana keamanan baru yang harus segera diterapkan oleh Kerajaan Es. Dan dengan adanya Pangeran Lars yang sudah kembali ke Istana maka Lady Cristal meminta Sesepuh Putri Sisilia untuk bekerja sama dengan cucunya itu dan dengan tanggung jawab baru nya maka Sesepuh Putri Sisilia semakin bisa mengajari Pangeran Lars untuk menjadi Calon Raja yang bijaksana. Karena sejatinya Raja saat ini terbilang cukup lemah dari segi luar dan dalam, bahkan jika Sesepuh Putri Sisilia tidak ada lagi maka sudah dipastikan banyak jiwa yang akan melengserkan posisi Raja saat ini. Dan masalah misteri kematian saudari Raja dan Kematian Ratu sebelum nya, maka Lady Cristal sendiri yang akan menyelesaikan tugas itu tentunya setelah melakukan tanggung jawab lain nya terlebih dahulu.*


*Masalah kelima dari Kerajaan Langit sendiri seperti yang di sampaikan oleh Sang Pendeta, Disinilah yang memiliki masalah paling berbahaya. Meski begitu bukan berarti Lady Cristal menjadi bertindak gegabah, Dan dirinya tidak akan berbuat tidak adil untuk kesejahteraan semua insan bernafas. Masalah di dalam Istana Langit akan dibahas langsung dengan Ibu Suri Valeria yang berarti Lady Cristal tidak mengatakan apapun rencana nya untuk menyelesaikan masalah di Kerajaan Langit kepada seluruh Sesepuh yang ada di pertemuan itu.*

__ADS_1


"Baik lah pertemuan ini berakhir, Jika masalah yang kita hadapi masih belum teratasi maka gunakan pesan rahasia kepada ku. Dimana pun Dan kapankun, Sebagai Lady Cristal aku siap dengan tanggung jawab ku."


*Cahaya Bintang* ucap Clara memejamkan mata nya.


Perlahan dengan mata tertutup Clara membuat sebuah simbol yang bersinar terang di setiap pergelangan tangan kanan para Sesepuh yang menghadiri pertemuan itu, garis demi garis itu membentuk seperti Bintang. Semua merasakan panas di pergelangan tangan kanan mereka yang menampakkan sinar biru terang, terasa goresan yang menancap dikulit mereka meski tidak setitik darah pun keluar hingga sinar itu menghilang bersama rasa panas nya.


"Simbol Bintang kalian akan menjadi tempat kalian mengirimkan pesan pada ku, cukup usap Simbol Bintang dua kali dan katakan apa yang ingin kalian sampaikan. Simbol ini hanya akan berguna jika kalian yang menggunakan, bahkan jika jiwa kalian tertukar ataupun jiwa kalian tidak lagi di dalam raga kalian maka simbol Bintang itu tidak akan berguna lagi. Dengan darah kalian yang tidak bisa ditukar meski pun darah itu darah satu keluarga sekali pun, dan dengan simbol ini kita semua tidak akan ada yang tertipu meski musuh berniat menggunakan simbol yang sama bukan berarti aura dan kekuatan nya sama. Satu hal lagi hal yang lebih penting, 𝘿𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙏𝙖𝙣𝙙𝙖 𝘿𝙖𝙧𝙞 𝙠𝙪 𝙈𝙖𝙠𝙖 𝙉𝙮𝙖𝙬𝙖 𝙆𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙅𝙖𝙪𝙝 𝙏𝙚𝙧𝙖𝙣𝙘𝙖𝙢 𝘽𝙖𝙝𝙖𝙮𝙖, 𝙆𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝘼𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙄𝙣𝙘𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙋𝙖𝙧𝙖 𝙋𝙚𝙣𝙜𝙞𝙠𝙪𝙩 𝙆𝙚𝙜𝙚𝙡𝙖𝙥𝙖𝙣 𝙉𝙖𝙢𝙪𝙣 𝙃𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙎𝙞𝙢𝙗𝙤𝙡 𝘽𝙞𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙄𝙣𝙞 𝙔𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝙆𝙞𝙩𝙖 𝙎𝙚𝙢𝙪𝙖, 𝙃𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙋𝙖𝙙𝙖 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 𝙣𝙮𝙖 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞 𝘼𝙠𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙡𝙚𝙥𝙖𝙨𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝘿𝙖𝙧𝙞 𝙇𝙞𝙣𝙜𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙆𝙚𝙢𝙖𝙩𝙞𝙖𝙣 𝙎𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙇𝙖𝙙𝙮 𝘾𝙧𝙞𝙨𝙩𝙖𝙡. " ucap Clara dengan serius.


.............. ...


Kini semua Sesepuh sudah meninggalkan ruangan tanpa batas itu, yang tersisa hanya Achela Dan Putri Clara. Achela sengaja meminta Sesepuh Helius untuk kembali ke wilayah Daratan terlebih dahulu, tentu saja setelah mendapatkan persetujuan dari Tuannya. Wajah Tuannya yang terlihat begitu sangat tenang dengan sejuta misteri, aura nya yang semakin kuat setelah kembali dari meditasinya hingga ada aura yang membuat Achela tidak sanggup menahannya ketika semakin mendekati Tuannya. Merasakan jika aura nya terpancar lebih kuat disaat fikirannya penuh dengan berbagai masalah hal lain nya, membuat nya memejamkan mata untuk menetralkan aura nya.

__ADS_1


"Maaf Achela, kemarilah. Bagaimana keadaan Bangsa Peri? Apa mereka bisa kembali sebelum Gerhana Bulan Merah? " ucap Clara dengan duduk di bawah mengayunkan kaki nya ke dalam air yang tenang.


"Seperti nya semua sudah lebih baik Tuanku, hanya saja wabah itu tetap meninggalkan bekas yang suram. Bahkan bibit pohon ajaib yang ditanam tidak bisa hidup meski sudah dirawat, tentu saja Peri pendamping kalian akan segera kembali meski kekuatan mereka tidak seperti dulu lagi. " jawab Achela duduk disamping Tuannya tanpa mempermasalahkan aura Tuannya yang sangat mempengaruhi dirinya.


"Hmm. Baik lah, Sebelum kita berpisah lagi, mari Kita satukan Kekuatan yang kita miliki Achela. Kekuatan mu masih belum bisa menetralkan aura ku saat ini dan aku tidak mau melukai mu hanya karena meningkatnya kekuatan ku seperti saat ini. Dan rasakan lah hembusan angin ini yang semakin mendekati kehancuran. Apakah tugas ku yang lain sudah selesai Achela? " ucap Clara.


"Sang Ular masih mencari mangsanya, bahkan harus merendahkan dirinya sendiri hanya untuk mendapatkan tambahan dukungan. Apakah Tuan akan menemui gadis Bulan itu? Apakah semua itu tidak akan berbahaya? " jawab Achela dan menanti jawaban dari Tuannya.


"Pertemuan itu akan terjadi baik cepat ataupun lambat. Biarkan gadis Bulan itu tetap menjadi mata dan telinga kita, semua akan membuka rahasia di balik sang Waktu. Sekarang tujuannya akan berakhir dengan muara yang sama, Berilah dia kepercayaan diri untuk melakukan tanggung jawab nya juga. " ucap Clara.


"Ayo kita berlatih sesaat sebelum berpisah Dan Gerhana Bulan itu menelan semua kebaikan di Alam ini." ucap Clara bangun dari duduk nya dan meninggalkan ruangan tanpa batas diikuti oleh Achela.

__ADS_1


__ADS_2