The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Sebuah Syarat


__ADS_3

Menunggu Clara bangun, kini Ibu Suri menjelaskan apa saja yang terjadi pada Raja Lucas dan meminta Starla untuk memberikan ramuan untuk Clara, sedangkan Kedua Pangeran hanya bisa mendengarkan dan khususnya Trish yang hanya terpaku memandang wajah Clara berharap melihat pergerakan dari pujaan Hati nya itu. Namun tetap saja mata gadis itu setia memejamkan matanya dengan bibir pucat nya, andai bisa mengambil semua tanggung jawab Clara pasti dengan senang hati akan Trish lakukan asalkan pujaan nya itu tetap baik-baik saja.


....................


"Starla gantilah pakaian mu dan kakak mu, Kami akan menunggu di Sebelah. Panggil kami jika kakakmu sudah sadarkan diri. " ucap Ibu Suri dan mengajak yang lain nya keluar.


"Pangeran Trish kenapa masih berdiri disitu? Ayo keluar juga. " ucap Ibu Suri yang melihat Trish tidak mau meninggalkan cucunya itu.


Dengan berat hati Trish mengikuti yang lain nya keluar dari kamar Starla, kini Ibu Suri menanyakan kepada kedua Pangeran itu Tentang Permata Alam. Kedua Pangeran bergantian menceritakan bagaimana mereka mendapatkan Permata Alam, ada kalanya menjadi tertawa karena keusilan nenek nya Pangeran Lars namun kedua Pangeran itu mampu mendapatkan Permata Alam dengan usaha mereka sendiri.


"Nek, cepatlah ke kamar." Ucap Starla buru-buru masuk ke kamar Sebelah.


Semua nya kembali ke kamar Starla, khawatir jika terjadi sesuatu pada Clara namun mereka bernafas lega karena melihat Clara sedang duduk dan menyambut dengan senyuman. Ibu Suri memeriksa keadaan Clara kembali dan Clara tidak masalah dengan pemeriksaan itu .


"Apa yang Clara rasakan? Apa yang bisa Ayahanda bantu? " ucap Raja Lucas duduk di Sisi Clara.


"Katakan padaku juga apa yang bisa ku lakukan untukmu? " ucap Pangeran Trish tidak mau kalah.


"Tenanglah Ayahanda, Clara baik-baik saja. Bolehkan Clara meminta sesuatu pada Ayahanda? " ucap Clara memeluk Raja Lucas.


"Apapun untuk Putri ku, katakan apa yang Clara mau? " tanya Raja Lucas.


"Ambillah tahta Kerajaan sampai Clara siap menjadi Penerus Ayahanda dan Izinkan Starla ikut bersama ku. " ucap Clara dengan tenang.


"Apakah kamu sudah memikirkan ini baik-baik Clara? " tanya Ibu Suri menatap cucunya.


"Meski Ayahanda memberikan izin, tetap lah keputusan ada di tangan Starla nek. Jika Starla mau, Starla bisa menjadi Penerus Ayahanda dan Clara akan melanjutkan perjalanan yang masih setengah jalan nek. " ucap Clara memandang adiknya yang tengah sibuk bergelut dengan fikirannya itu.


Semua menatap Starla, menunggu apa yang akan di katakan oleh gadis itu setelah mendengar permintaan Clara pada Raja Lucas. Setelah bergulat dengan fikirannya akhirnya Starla menghembuskan nafas nya dan mendekati Raja Lucas dan Clara, menggenggam kedua tangan orang yang dicintai nya itu.


"Ayahanda, izinkan Starla menemani dan berjuang bersama ka Clara dalam perjalanan nya. Kami akan saling melindungi dan mendukung satu sama lain hingga nafas terakhir. " ucap Starla dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


"Baiklah, Ayahanda hanya akan mendukung kalian dan berdoa untuk keselamatan kalian. Tapi ada satu syarat yang harus kalian lakukan sebelum melanjutkan perjalanan ber bahaya lagi. " ucap Raja Lucas.


"Apapun syarat nya akan kami lakukan Ayahanda. " ucap Starla dengan tersenyum, sedangkan Clara hanya bisa terdiam karena Clara sudah bisa membaca apa syarat dari Raja Lucas.


"Nak bagaimana dengan mu? " tanya Raja Lucas memandang Clara dan masih menunggu persetujuan satu Putri nya .


"Baiklah, Jika itu akan membuat Ayahanda merasa tenang melepaskan kami. Aku setuju dengan syarat apapun dari Ayahanda. " ucap Clara.


"Menikahlah kalian sebelum melanjutkan perjalanan. Dan itu harus di lakukan secepatnya! " ucap Raja Lucas dengan senyuman.


"APA! " ucap Starla yang terkejut sedangkan Clara hanya memejamkan matanya mendengar ucapan Raja Lucas dan teriakan Starla yang terkejut sedangkan Ibu Suri hanya tersenyum dan kedua Pangeran juga terkejut sibuk memikirkan pernikahan, padahal belum tentu mereka berdua yang akan jadi mempelainya.


"Ayahanda bisa tentukan hari nya dan siapkan segalanya tapi pernikahan ini hanya untuk Keluarga, Clara akan datang sebelum acara pernikahan. Sekarang Clara harus pergi menyelesaikan tanggung jawab terlebih dahulu." ucap Clara yang langsung menghilang dengan portal nya tanpa menunggu jawaban apapun.


Sedangkan yang lain nya hanya melongo karena melihat kelakuan Clara, kini tinggal Ibu Suri, Raja Lucas, Starla dan kedua Pangeran. Raja Lucas sudah memikirkan pernikahan ini lama namun melihat kedua Putri nya yang harus menjalankan kewajiban sebagai Putri Kerajaan membuat Raja tidak bisa melindungi keduanya dengan baik. Terlebih setelah mendengar bahwa ada dua Pangeran yang mencintai kedua Putri nya, tentu Raja Lucas mencari tahu siapa kedua Pangeran itu dan memastikan pasangan yang tepat untuk kedua Putri nya.


Bagi Starla dan Pangeran Lars mungkin ini hal yang wajar jika hubungan keduanya berlanjut tapi bagi Pangeran Trish yang masih belum mendapatkan persetujuan dari sang pujaan hati pasti ada rasa khawatir meski Raja Lucas sudah memberikan persetujuan untuk menikah dengan Putri nya itu.


Dengan lemas Pangeran Trish memasuki kamar tamu yang sudah disiapkan oleh Raja Lucas, memandang pemandangan diluar jendela sebuah taman bunga yang bunga nya masih belum bermekaran.


"Apakah Clara akan bahagia bersama ku, Aku hanya ingin melihat senyuman dan kebahagiaan di dalam hidupnya. Jika cinta ku memiliki nya, Aku akan menjadi pria paling beruntung, tapi apakah perasaannya juga sama seperti ku. " ucap Trish menghela nafas.


"Berjanjilah padaku untuk melindungi Adikku, Aku akan bersedia menjadi Pendamping mu. " ucap seseorang dari belakangnya.


Suara yang sangat dikenalnya terdengar begitu jelas dan benar saja pujaan hati nya berdiri menatap nya , rasa nya tidak percaya dengan penglihatannya. Untuk meyakinkan diri bahwa itu benar pujaan hati nya Trish mencubit pipi Clara dengan keras.


"auw.Apa yang kau lakukan! " ucap Clara mengelus pipi nya yang sakit akibat Trish.


"Maaf Aku kira ini hanya ilusi, (biasanya hanya bayangan mu yang menemani ku, rasa nya ini seperti mimpi juga akhirnya) " ucap Trish dan melanjutkan dalam hatinya.


"Terserah! Fikirkan baik-baik syarat ku! " ucap Clara dan kembali menghilang dengan portal nya.

__ADS_1


"Jadi apa pernikahan ku jika istri ku selalu suka menghilang tanpa menunggu jawaban dari ku, tapi Apapun syarat mu akan Aku terima dengan senang hati. Kini Aku tidak harus selalu bermimpi hanya untuk memiliki mu sebagai pasangan hidupku, cinta ku berlabuh di hati impianku. " ucap Trish dan membaringkan tubuhnya di atas kasur menenggelamkan wajah nya untuk menjemput mimpi yang indah berharap hari pernikahan akan segera datang.


......................


Begitu banyak yang berlalu lalang mempersiapkan membuat tempat pembaringan yang di hiasi bunga Ajaib dari pohon Ajaib, dimana sesuai arahan Achela para Bangsa Peri membantu nya membuat sesuatu yang dibutuhkan oleh Lady Cristal. Di tengah kesibukan itu kemunculan Clara tidak disadari oleh mereka, Clara yang melihat tubuh Achela mulai membiru segera menghampiri Hewan Suci itu.


"Tempat nya sudah siap, Achela keluar kan dia sekarang. Sekuat apapun diri mu, dia juga tidak bisa diremehkan. Racun itu bisa menyiksamu meski tidak bisa mengambil nyawa mu karena kamu abadi. " ucap Clara di samping Achela.


Mendengar perintah Tuannya, Achela tidak perlu membantah atau menjawab nya selain itu memang ucapan Clara benar, tubuhnya merasakan sakit karena menjaga apa yang diambilnya di dalam Istana Kegelapan.


*Keluar lah* ucap Achela.


Ruangan tanpa batas milik Achela kini terbuka dan sebuah patung es mulai keluar dari ruangan tanpa batas, Clara yang melihat itu langsung mengayunkan tangan nya untuk menerbangkan patung es itu ke atas tempat yang sudah disediakan.


*Perisai Cahaya Biru* ucap Clara.


"Terima kasih kalian sudah membantu ku, tapi jangan dekati tempat ini sekarang. Kuharap kalian mengerti ucapan ku. Jangan Ada yang masuk ke dalam Perisai ku. " ucap Clara dengan serius.


Clara melakukan perpindahan secara cepat Dan sudah kembali dengan satu sosok lain nya, dua pembaringan kini sudah terisi , melihat hal itu Achela mendekati Clara, Keduanya saling pandang Dan mengangguk sebagai tanda siap langkah selanjutnya.


.............. ...


.


.


. Buat Para Reader, makasih yang masih setia buat baca karya ku Dan support karya ku 😊


.


.

__ADS_1


. Selamat Hari Natal untuk yang merayakannya ☃️⛄☃️


__ADS_2