The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Duel


__ADS_3

Kabut hitam menyelimuti alam, seluruh pepohonan seakan mengering dan aroma lezat itu semakin menarik indra penciumaan ku. Air liur ku mulai menetes tanpa henti, semakin dekat aroma nya semakin membuat ku tidak tahan.


Hutan bayangan dimana hutan yang bersebelahan dengan Hutan Cahaya Wilayah Bangsa Peri, ntah apa yang terjadi selama beberapa hari karena hutan itu semakin terlihat aneh. Banyak pepohonan yang kian mengering, suara hewan-hewan pun sudah tidak terdengar lagi, kini jika di lihat hutan bayangan seperti awan mendung.


Grrrgh... Srak.. srak... Grrrgh... bukh.. bukh...


Suara erangan dan menyibakkan sesuatu membelah hutan bayangan, dengan derap langkah yang teramat berat seakan berlari di tengah gelap nya keadaan. Suara nya semakin tak menentu seakan berputar ke segala arah, sedangkan seorang pria masih dengan santai nya mengamati sebuah air terjun di dalam hutan bayangan.


Aroma segar dari air mengalir menusuk hidungnya, tak ada masalah apa pun bagi nya dengan kabut hitam yang menutupi sekitarnya.


"Seperti nya budakku sudah terlepas dari kendali ku, lihat lah hutan ini menjadi seperti Istana ku. Gelap! Aroma segar ini menyatu dengan aroma mematikan, pasti Pedang itu disini." ucap pria itu.


Air terjun dengan bebatuan yang cukup besar-besar di bawah nya, dan seorang pria tengah berdiri di atas salah satu batu. Derap langkah besar dan suara erangan terdengar di telinga nya, dengan memejamkan mata nya pria itu menerawang setiap jangkah dari hutan bayangan hingga sesosok makhluk tengah berlari kesana kemari seakan kehilangan sesuatu atau mencari sesuatu. Sekali lagi dengan mata batinnya pria itu menyusuri seluruh hutan bayangan mencari apa yang membawa nya ke tempat dirinya berdiri, sebuah kilatan memanjang dengan aura yang berbeda dari sekitarnya.


Aura murni dari Element Cahaya Biru, Cahaya nya begitu dominan di antara kabut hitam membuat siapa pun seperti melihat berlian di antara karang.


"Dapat!" batin pria itu.


Wush....


"Aura yang sama dengan gadis bercadar, aaah aroma suci ini sungguh bertolak belakang dengan Aura ku. Tapi aku harus mengambil Pedang Azalia." ucap pria itu dan mendekati kilauan yang memanggil nama nya.


Grrrgh.. Grrrgh...


Belum sempat tangannya terulur, suara erangan terdengar cukup keras di belakang nya. Membuat pria itu menghentikan niat nya dan berbalik ke belakang, sesosok makhluk dengan bulu di seluruh tubuhnya, gigi nya bertaring runcing atas dan bawah ditambah deretan gigi kecil namun tetap di anggap besar karena ukurannya. Tubuh makhluk itu melebihi tinggi nya pepohonan di dalam hutan, meskipun terlihat jalan nya seperti seekor kelinci, tapi makhluk itu tidak melompat-lompat dan mulut nya yang terus meneteskan air liur.

__ADS_1


Grrrgh... Grrrgh....


"Keterlaluan! Awas saja Kau Raja Darl." gumam pria itu menatap makhluk di depan nya dengan jengah.


**Grrrgh... Grrrgh..


"Pergi lah Yahela! Katakan pada Tuan Mu itu, Pedang Azalia adalah Milik ku**!" seru pria itu.


Tanpa menjawab Yahela mulai berlari menuju pria di depan nya, pria itu hanya berpindah menggunakan portal nya, hingga beberapa kali di lakukan membuat Yahela semakin menyerang dengan bringas. Cakaran,hentakan dan sapuan di lakukan tanpa jeda membuat pria itu lelah berpindah dengan portal nya.


*Petir Api Kegelapan* seru pria itu.


Ctaar.. Ctaar.. kraak.. brugh...


Kilatan petir menyambar ke seluruh arah membuat makhluk yang bertubuh besar itu tidak bisa menghindari meskipun berusaha, beberapa pohon langsung hangus terbakar dan beberapa langsung tumbang.


Makhluk itu terjatuh karena keseimbangan tubuhnya tidak stabil, tanpa mempedulikan keadaan makhluk yang seperti nya cukup terluka. Pria itu kembali menghampiri Pedang Azalia, bersiap untuk menghancurkan perisai di luar Pedang itu namun hembusan angin di belakang nya seakan mengatakan ada yang berniat menyerangnya.


Wuuss...


Pria itu melompat dan memutarkan tubuh nya di atas udara seakan melakukan salto berulang kali dengan beberapa gulingan di udara menghindari kibasan tangan Yahela, masih dengan air liur yang menetes dan dalam keadaan terbaring di tanah pun makhluk itu masih berusaha menyerang.


*Rantai Kegelapan* seru pria itu dengan melemparkan sebuah benang hitam yang ada di tangannya.


Benang hitam itu langsung berubah menjadi sebuah rantai yang mengikat Yahela dengan erat membuat pergerakan nya langsung terhenti , pria itu langsung turun dari posisi nya begitu makhluk itu sudah tidak bisa melakukan apa pun. Suara erangan nya yang juga disertai erangan rasa sakit di abaikan, tujuan nya hanya lah Pedang Azalia di belakang nya.

__ADS_1


*Bola Api Kegelapan* seru pria itu dan melemparkan element Api nya ke arah Pedang.


Tidak terjadi apa pun...


*Petir Api Kegelapan* seru pria itu itu melepaskan element Api nya lagi...


Kilauan Aura murni element Cahaya Biru masih menantang dengan berani nya membuat pria itu memejamkan mata nya dan detik berikutnya mata nya terbuka dengan perubahan warna mata yang hitam gelap bak lautan yang siap menenggelamkan siapa pun yang melihat nya.


*Element Kegelapan* ucap pria itu dan kini sinar mata nya mengunci Pedang Azalia.


Tatapan itu perlahan mengisi ujung Pedang dengan kekuatan kegelapan, perlahan perubahan terjadi. Pedang Azalia kembali menyatukan kekuatan di dalam nya dan bersatu dengan kekuatan kegelapan yang lebih kuat, hanya gagang Pedang yang sudah teraliri kegelapan hingga aliran itu mulai menyentuh Perisai Cahaya Biru.


Retak...


Duuuarr...


Ledakan itu bersamaan dengan tercabut nya Pedang dari dalam tanah, kini pria itu telah menggenggam Pedang Azalia dengan senyuman puas. Dengan portal nya pria itu meninggalkan Yahela dan kembali ke Istana nya untuk memulai rencana selanjutnya, sedangkan di tempat lain seorang gadis tengah menyeka darah yang keluar dari bibir nya.


Setelah merasakan sesuatu menghantap dari dalam, bibir gadis itu mengeluarkan darah segar tanpa disertai batuk, Sesaat memejamkan mata nya mencoba menetralkan rasa sakit yang masih belum seberapa.


"Nak, Apa yang terjadi? " seru seseorang dari depan pintu.


"Bukan apa-apa nek. Ayo kita duduk lagi di sana." jawab gadis itu.


"Tunggu, apa ini Clara? Darah! Ayo berbaring biar nenek periksa! " perintah Itu suri.

__ADS_1


"Tenang lah nek. Clara baik-baik saja. Ayo kita bahas kembali masalah kerajaan." ucap Clara mengusap tangan nenek nya agar tenang.


* Maaf nek, tapi Clara tidak bisa mengatakan apa pun. Ini sudah menjadi Takdir ku, Ku harap pengorbanan ku nanti akan menyelamatkan hidup semua makhluk* batin Clara dengan senyuman di bibir nya.


__ADS_2