
"Berikan aku Kitab Suci itu. " perintah Lady Cristal pada peri itu.
Tanpa menjawab peri itu menerbangkan kitab Suci ke tangan Lady Cristal, dengan tenang kembali membaca Kitab Teka-teki berikutnya.
"Bukan keangkuhan Milikku, Pancaran Ketulusan Mencerminkan Mata Hati. Keraguan menjadi Musuh Terbesar. " ucap Lady Cristal sambil memikirkan apa arti dari teka-teki ini.
Perlahan buku itu kembali disimpan nya dengan kekuatan nya agar tidak perlu bingung menaruhnya dimana, melihat Naga yang tertidur pulas membuat nya berfikir untuk mengambil pedang itu tanpa mengganggu Pemilik Pedang itu. Dengan hati-hati Lady Cristal mendekati arah belakang Naga untuk melihat Seperti apa Posisi Pedang Cahaya biru itu, ekor sang Naga melingkari sebuah batu panjang dimana pedang itu tertancap disana, melihat hal itu Lady Cristal menghela nafas.
"Takdir ku adalah Keajaiban. Tubuh kecil ini harus melawan Naga Suci yang begitu gagahnya. " batin Lady Cristal.
Kabut yang mulai menghilang membuat Sang Naga memiliki kesadaran perlahan, bukan tanpa alasan kenapa gua itu sangatlah gelap dan masih ada ilusi dan kabut yang melindungi Peri dan Naga itu, Setiap hal itu menjadi perisai dan melindungi Inti dari Kekuatan Suci yang tidak bisa dijamah dan dikuasai oleh sembarangan orang. Merasakan sebuah aura yang cukup besar namun penuh ketenangan , meski matanya belum sepenuhnya terbuka tetap saja kekuatan Naga Suci tidak dapat diremehkan, karena Sejatinya sosok itu sendiri kekuatan Suci pemberantas angkara murka. Apakah ini waktu Miliknya Bersatu dengan Pendamping nya, bahkan aura Peri yang menyimpan sebagian jiwa nya juga sudah bangkit dan itu bisa dirasakan dengan kesadaran jiwa Sang Naga Suci semakin menyatu dan tubuh nya menjadi semakin ringan dan kuat.
Lady Cristal hanya berdiri di depan Naga Suci setelah melihat posisi pedang yang memang tidak bisa diambil begitu saja, merasakan Aura yang sangat besar perlahan memenuhi gua itu membuat nya menyadari Sang Naga sudah bangkit dari tidurnya, tentu saja dirinya harus lebih waspada. Mata perlahan mulai terbuka, menunjukkan mata besar nan garang penuh ketegasan memancarkan aura mematikan untuk pertama kalinya .
"Siapa berani membangunkan Aku. " seru Sang Naga dengan suara yang menggelegar didalam gua, bahkan air dibelakang sana ikut bergetar karena suara itu.
Tanpa menjawab Sang Naga, Lady Cristal justru hanya focus menatap Sang Naga dengan senyuman dan tetap berdiri dengan tenang, dan itu membuat Sang Naga mempertajam matanya. Siapapun yang tidak bisa menahan tatapan matanya bisa menjadi pasir karena aura dari Sang Naga. Namun tidak dengan Lady Cristal Sang kunci Kitab Suci, karena sudah Takdirnya Untuk Menaklukkan Sang Naga tentu nya.
"Bisakah aku mendapatkan Pedang Bercahaya itu? " tanya Lady Cristal dengan tenang mengalihkan pandangan nya ke cahaya yang kini terlihat sekilas karena Sang Naga menutupi pedang itu dengan posisi berdiri saat ini.
"Jika itu Takdir mu. Jika Bukan. Hidupmu Berakhir. " jawab Sang Naga menghembuskan nafasnya dan kabut mulai menyelimuti sekitarnya dan Lady Cristal.
Inilah ujian kekuatan dan kepintarannya, tanpa mengikuti amarah dan menenangkan fikiran nya, Mengayunkan tangan nya mengeluarkan kekuatan anginya untuk menghilangkan kabut didepannya itu, kabut tingkat 3 itu bisa menghilang dengan cepat, Sang Naga kembali memberikan kabut tingkat 2 dimana Lady Cristal melawan nya dengan kekuatan Air, melihat kabutnya hanya seperti sebuah mainan. Sang Naga Kembali menghembuskan nafasnya namun kali ini bukan hanya kabut tapi Api yang berwarna biru juga menyelimuti kabut itu. Aura kekuatan itu semakin meningkat membuat Lady Cristal harus lebih waspada dan tenang jika hanya menghilangkan kabut berselimut Api biru tapi tetap tidak mendapatkan Pedang Itu lalu perjuangan menjadi sia-sia, meski dirinya tahu mengalahkan Sang Naga akan sulit tapi jika bisa mendapatkan kepercayaan nya itu akan lebih baik. Sejenak berfikir mencari jalan terbaik namun suara Naga itu memberikan ide untuknya.
"Tanpa Jiwa Suci jalanmu hanyalah abu. Hati adalah Takdir sesungguhnya. " ucap Sang Naga memberikan teka-teki terakhir.
__ADS_1
"Argh.. " rintihan Sang Naga tiba-tiba yang merasakan linu di ekornya karena sesuatu terjatuh disana dan kini matanya menatap Lady Cristal tidak percaya.
Lady Cristal sudah berdiri menyangga tanganya pada Pedang bercahaya biru itu, ntah sejak kapan gadis itu mengambil Pedang Suci, karena kabut berselimut api baru menghilang dan menampilkan Lady Cristal yang berdiri didepannya dengan tenang dan tatapan teduh.
"🅣🅘🅓🅐🅚.Bagaimana aku bisa lengah. " ucap Sang Naga yang masih tidak percaya namun ekornya tidak mampu digerakkan karena tertimpa sesuatu.
"Diamlah.Luka mu akan lebih dalam jika bergerak. " ucap Lady Cristal mendekati Sang Naga yang semakin berusaha melepaskan dirinya sendiri.
"Berhenti! " Seru Lady Cristal dengan menatap Sang Naga dan menunjukkan wajah tegasnya bak pemangsa mengunci targetnya, mata yang beradu mampu menciptakan getaran didalam gua, namun hanya sesaat karena Sang Naga merasakan kehangatan dan keteduhan di mata Lady Cristal didetik berikutnya.
Tanpa melawan kini Sang Naga memberikan jalan untuk membantu nya membebaskan ekornya, sebuah batu yang menimpanya memang tak seberapa besar namun batu itu lah yang menjadi sarung Pedang Suci selama ini , tentu saja batu itu menjadi ikut merasakan dan mendapatkan kekuatan tanpa permintaan. Sekali lagi Lady Cristal menggunakan kekuatan Angin nya untuk memindahkan batu itu agar Sang Naga menjadi bebas, namun saat bebas tiba-tiba Sang Naga justru melilit tubuh Lady Cristal dengan ekornya yang tergores itu.
"Siapa dirimu berani menipuku? " tanya Sang Naga yang merasa dipermainkan.
"Tunjukkan Ramalan itu! " perintah Sang Naga.
"Lihatlah tangan ku,tapi baiklah. " jawab Lady Cristal yang tubuh dan tangannya terhimpit ekor Naga yang melilitnya, memejamkan matanya dan dengan ucapan di hatinya, sebuah Kitab muncul didepannya dan membuka sebuah halaman bertinta emas yang berisikan Ramalan tentang Dirinya "Sang Kunci Kitab Suci".
" Pendamping Sang Naga Suci, Pemilik Pedang Suci, Pemimpin Ramalan Takdir Masa Depan. " ucap Sang Naga setelah membaca Ramalan yang membuat nya sadar bahwa inilah Pendamping dan waktunya dirinya bangkit untuk menjadi Kesetiaan bagi Sang Takdir Ramalan.
"Kemarilah , satukan Pedang itu dengan Kita bersama! " perintah Sang Naga setelah menurunkan Lady Cristal perlan-pelan.
Tanpa menjawab Lady Cristal hanya berjalan mendekati Sang Naga dan melakukan permintaan nya, Pedang Suci yang berada ditengah Keduanya membuat lingkaran api biru mengelilingi keduanya. Didalam sana Sang Naga menyatukan jiwa, kekuatan dan kesetiaan kepada Lady Cristal, dan Lady Cristal bisa melihat apa yang menjadi kelemahan dan kekuatan Sang Naga, begitu pula sebaliknya, jiwa keduanya menjadi satu dalam kekuatan namun bukan berarti jiwa mereka hanya dimiliki salah satunya saja, jiwa yang bersatu memiliki arti ikatan mereka akan semakin kuat dan tanpa halangan, dimana komunikasi keduanya pun hanya menggunakan telepati dan tidak perlu membuang banyak kekuatan ketika saling membutuhkan, Pedang Suci seperti pengikat keduanya, faktanya Tanpa Pedang Suci, Sang Naga dan Pendamping nya tidak akan bisa saling memberikan kekuatan satu sama lain. Setelah cahaya menghilang kini penampilan Lady Cristal berbeda dengan topeng yang melekat di wajahnya dan Sang Naga yang lebih bersinar dan lukanya seketika sembuh.
"Takdirmu menjadi milikmu Dan Perlindungan Sang Naga adalah mutlak. " ucap peri yang membuat Lady Cristal dan Sang Naga kembali sadar dan menatap peri itu bersamaan.
__ADS_1
"Jiwa ku menjadi awal bangkitnya Dirimu Peri Henna. " jawab Sang Naga tanpa basa basi.
"Nama yang indah Peri Henna. " ucap Lady Cristal tersenyum.
"Pengabdian ku adalah mutlak untuk Anda Yang Mulia. " ucap Peri Henna membungkuk kan tubuhnya kearah Lady Cristal.
"Lady Cristal,ingatlah itu. Jadilah sahabat ku. Biarkan suka duka menjadi dasar perjalanan kita." balas Lady Cristal sembari memgulurkan tangannya.
Melihat hal itu peri Henna dengan senang hati menjabat tangan Lady Cristal dan ekor Sang Naga ikut menggenggam tangan Lady Cristal dan peri Henna . Setelah melihat semuanya membuat mereka saling menyalurkan aura masing-masing agar lebih terikat dari hati.
"Bagaimana Caramu mengambil Pedang Itu tanpa aku sadari? " tanya Sang Naga yang masih penasaran dengan kejadian beberapa saat lalu.
Lady Cristal hanya tersenyum dan memberikan isyarat pada peri Henna untuk bercerita karena peri itu tidak melewatkan satu detik pun kejadian tadi.
𝙛𝙡𝙖𝙨𝙝 𝙗𝙖𝙘𝙠
Saat Sang Naga memberikan sebuah nasehat, dalam fikiran Lady Cristal langsung terbersit sebuah jalan, dengan mantap dirinya mengucapkan sebuah mantra untuk membentuk sebuah jalan menuju pedang itu tanpa menghilangkan Kabut berselimut api, jalan terbuat dan dirinya menuju ke Pedang bercahaya itu, diperhatikan pedang itu dengan tegap nya berdiri tanpa keraguan akan patah. Kitab Suci di keluarkan, didalamnya , Dirinya pernah membaca sebuah mantra untuk pembebasan Sejati. Kitab itu mengetahui isi hati Sang kunci dan langsung menunjukkan apa yang diinginkan Sang kunci sebelum mengucapkan secara lisan.
"Waktu Tanpa Akhir menjadi Kehidupan Awal. Waktu Tanpa Awal menjadi Akhir Kehidupan. Bangkit lah Untuk Takdirmu. " ucap Lady Cristal dengan tenang dan tangan nya sudah memegang ujung Pedang Suci dan disaat mantra selesai terucap, Pedang itu Mengeluarkan Cahaya Biru yang lebih terang dan dalam sekali tarikan mampu tercabut namun batu yang menjadi sarungnya selama ini membelah menjadi dua dan satu bagian ternyata menimpa ekor Sang Naga, dengan cepat Lady Cristal kembali ke posisi nya dan berdiri memegang Pedang Suci ditangannya, begitu kabut mulai tersingkirkan justru pandangan mata Naga itu yang terkejut, namun bukannya takut justru Lady Cristal merasa terluka karena melihat luka ekor Naga itu yang tertimpa batu sebagian tadi, tentu perasaan nya merasa bersalah dan itu membuat nya bergerak untuk menolong Sang Naga.
................
Mendengarkan Cerita dari Peri Henna membuat Sang Naga menyadari, Takdir akan selalu Memiliki Jalannya walau Badai menerjang begitu kuat.
Kini misi dan Tujuan Awal Lady Cristal dimulai, bertemu dan menjadi pendamping Naga Suci, Pedang Suci dan seorang Peri Henna bukanlah menjadi akhir, Tanggung jawabnya kini dimulai, yaitu menyelamatkan Orang-orang yang membutuhkan nya.
__ADS_1