
Desa yang terletak paling utara adalah tujuannya kini, tanpa membuang waktu, Clara memilih menggunakan teleportasi untuk mempersingkat waktu. Meski harus muncul di tempat yang sudah diperkirakan sebelumnya, yaitu sebuah sungai yang menjadi pembatas antara Desa terakhir dan hutan utara, sebelum memulai misinya. Kunjungan yang sudah di janjikan nya harus dilakukan terlebih dulu agar beban hati nya tidak terbagi saat melakukan misinya. Dengan penampilan seorang Putri Tanpa Hiasan Kepala, tanpa pengawal dan tanpa kereta kuda, hanya berjalan kaki dan untung saja Clara menaruh pedangnya dibelakang punggung layaknya Ksatria. Meski pakaiannya tetap gaun, tetap tak mengurangi sisi coolnya, saat berjalan diatas jembatan, sayup-sayup terdengar suara yang memanggilnya, suara anak-anak yang berlarian dengan memanggilnya itu terlihat sangat buru-buru , seakan tak mau ada yang mengalah.
"Putri... Putri Caca. " seru anak-anak yang semakin mendekati Clara, Clara yang melihat itu masih tenang dan sengaja berhenti di atas jembatan menanti kedatangan anak-anak itu.
"Prince and Princess peluk kakak. " ucap Clara setelah melihat anak-anak berhenti didepannya mengatur nafas mereka yang berburu karena pacuan lari.
Tanpa menunggu aba-aba, semua anak-anak langsung memeluk Clara, dan gadis itu tak kelihatan karena dikerubungi 10 anak yang berusia 10 tahun an. Hanya terlihat pucuk gagang pedangnya, tentu saja kehabisan nafas juga hampir jika tidak diakhiri pelukan itu, dengan lembut Clara melepaskan anak-anak dan memasuki Desa bersama pasukan kecilnya itu. Warga yang melihat anak-anak bersama Putri Kerajaan langsung tersenyum ramah dan menyapa dengan hormat dan menawari Clara untuk mampir kerumah masing-masing, Clara menanggapi itu dengan senyuman dan ucapan maaf sekaligus terimakasih. Karena tidak mungkin dirinya yang hanya satu orang akan mengunjungi setiap rumah warga, memangnya lebaran yang harus maaf-maafan. Tujuan di desa itu hanya sekolah yang sudah didirikannya dan bertemu beberapa pengurus nya dan melihat perkembangan desa itu setelah beberapa waktu. Memang benar desa itu terlihat semakin maju dulunya yang kebanyakan rumah hanya dengan dinding daun kelapa yang di anyam, sekarang sudah memiliki dinding dari tanah, anak-anak juga semakin menunjukkan perubahan tubuhnya yang mulai terisi, desa ini bukan hanya tertinggal tapi juga kurang dalam segalanya. Mungkin bisa dikatakan seperti manusia setengah jadi, bagaimana tidak jika rumah saja bisa terbang jika terkena angin kencang, makanan mereka memang lebih menyehatkan namun tetap saja kekurangan gizi karena makanannya tak seimbang. Tapi ada satu orang yang hidup nya makmur di desa itu, yah bisa dikatakan itulah tuan tanah nya yang suka memeras tanpa belas kasihan. Untuk membuat desa ini terbebas dari parasit itu, Clara sendiri harus membuat dekrit kerajaan,dimana semua lahan yang sah milik Kerajaan diambil secara hukum dan tidak bisa di ganggu gugat, semua bukti pemerasan dan ketidakadilan Tuan Tanah di bubuhkan ke Istana Kerajaan sehingga akhirnya ibu Suri memberikan hukuman kepada Tuan Tanah itu untuk mengembalikan semua hak warga dengan pengawasan ketat, jika masih ada keluhan dari Warga , maka Kerajaan dengan tegas membekukan haknya sebagai warga kerjaan Istana Langit.
" Mainlah Prince and Princess."ucap Clara dengan senyuman manisnya dan dirinya masuk kedalam sekolah untuk bertemu pengurus nya.
Jangan tanya kapan pengurus sekolah tahu dirinya datang, karena cukup membuka lebar telinga maka warga akan membuat semua orang didesa itu bangun dari tidurnya ketika dirinya datang mengunjungi desa itu. Bukankah itu sudah dipastikan kedatangan Clara sangat ditunggu oleh warga, bagi mereka Clara dewi penyelamat dan rasa terimakasih saja tidak akan cukup. Namun Clara dengan tegas itu tanggung jawabnya dan meminta maaf karena kerajaan dan sebagai Tuan Putri tidak tahu penderitaan Rakyatnya, sungguh ironis bukan.
"Tuan Putri. Bukankah kunjungan beberapa hari lagi seharusnya? " tanya seseorang yang menyambut Clara didepan pintu sekolah.
"Hmm.Masuk." jawab Clara tanpa basa basi.
"Salam Tuan Putri. " ucap serempak 2 orang yang sudah duduk didalam dan langsung berdiri setelah melihat Clara masuk diikuti teman mereka dibelakangnya.
"Tidak perlu formal. Katakan bagaimana perkembangan prince and princess? " tanya Clara dengan tenang.
"Prince and princess semakin maju ilmu pengetahuan nya bahkan semua selalu semangat saat belajar. " Jawab pria yang masih seumuran dengannya tanpa ragu.
"Lalu bagaimana dengan pelatihan fisik mereka? " tanya Clara tanpa mengalihkan wajahnya.
"Prince siap namun Princess masih menolak. " ucap seorang wanita yang tadi menyapanya pertama kali. ( maksud pelatihan fisik ialah berlatih bertarung dan senjata, Clara sengaja mendidik anak-anak untuk mandiri agar bisa menjadi pelindung di desanya suatu saat nanti, karena bagaimana pun desa ini bisa menjadi sasaran pertama musuh karena letaknya di perbatasan namun para lelaki didesa ini pun juga sudah mulai di gembleng oleh urusan ibu suri)
"Drey tetap berikan yang terbaik pada Prince And Princess. Yuka pergilah siapkan anak-anak untuk melihat pertunjukan sekarang. Dan Azra aku butuh bantuanmu. Lainnya silahkan keluar. " perintah Clara dengan lembut namun tegas.
Drey adalah pria yang bertugas memberikan ilmu pengetahuan umum dan sejarah kerajaan, Yuka seorang Ksatria kepercayaan ibu suri juga meski cantik namun saat bersama senjata sudah seperti hidupnya saja Karena itu hidup nya. Dan Azra yang sangat irit bicara selalu menjadi pendengar baik. Drey kembali ke rumahnya yang menjadi seperti asrama di zaman sekarang untuk para guru. Yuka melakukan perintah Clara dengan memanggil anak-anak menuju tempat pelatihan fisik dan kini hanya tinggal berdua didalam sekolah.
"Apa yang Putri Cari? " tanya Azra dengan sopan.
__ADS_1
" Bunga Pelangi " jawab Clara dengan serius memandang Azra.
"Jurang akhir dari sisi pegunungan ini.Apa harus saya ambilkan? " tanya Azra tanpa rasa takut.
"Tidak! Tugasmu disini! Ingatlah apa yang menjadi tujuanmu. " ucap Clara dengan serius.
"Putri tidak perlu khawatir. Ini tanggung jawab saya. Tapi Bunga Pelangi saat ini juga menjadi incaran untuk kecantikan. " jawab Azra dengan menundukkan kepala nya.
"Pastikan saja semua baik-baik saja. Dan lakukan satu hal untukku, selalu pastikan pelindung di Kerajaan tetap aman. " perintah Clara.
"Siap Putri. " ucap Azra.
"Rahasiakan pencarian ku! Aku harus pergi melakukan pertunjukan untuk membuat anak-anak sadar jika hidup bisa sangat kejam. " ucap Clara dan meninggalkan sekolah menuju ke tempat pelatihan Yuka.
"Anda sangat mirip Bunda Risa. Andai Bunda Risa tidak meninggal tragis. Tunggu balasan ku Pembunuh. Aku akan melindungi Keluarga Bunda dengan Nyawaku" gumam Azra dengan menahan amarah dan dendam dihatinya.
Siapapun Azra sebenarnya dan apa tujuannya nanti akan ada waktunya terbongkar, saat ini Clara sudah bersiap dengan melepaskan gaun Putri nya dan penampilan seorang ksatria menjadi kekaguman para anak-anak dan warga, yah Clara tidak membatasi siapapun menggunakan senjata disana untuk berlatih.
Namun tiba-tiba ada angin yang datang semakin lama semakin kencang, dari aura nya ini bukan angin sembarangan. Clara bisa merasakan udara berubah menjadi pengap seakan angin itu menghilangkan oksigen, dengan cepat Clara menghentikan pertunjukkan dengan memberikan isyarat pada Yuka untuk mengevakuasi Rakyat. Tanpa menunggu perintah dua kali, Yuka melakukan perintah Clara, sedangkan Azra keluar dari sekolah ketika merasakan aura yang tidak enak itu. Matanya terhenti ketika menuju tempat pelatihan dirinya melihat Putri Clara dikepung angin beliung, meski angin kencang itu bisa membuat siapapun terbawa terbang namun lihatlah Clara yang masih dengan santai memegang pedangnya yang belum di sarung kan, bahkan dirinya hanya diam datar layaknya tak peduli dengan yang terjadi.
"Sudah cukup! Keluar lah! " ucap Claramenutup matanya dan seketika angin itu berhenti namun setelah seseorang bertopeng mucul didepannya, angin lebih besar menyelimuti keduanya. Azra yang melihat itu berniat membantu, namun setelah mendapatkan perintah menjauh dari Putri Clara lewat batinnya itu, maka Azra mengurungkan niatnya dan hanya bisa mendengus kesal karena hanya diam saja bisanya menjadi penonton.
"Pertunjukan yang indah. Apakah bisa bergabung. " ucap orang bertopeng itu dengan lembut.
"Hmm." jawab Clara dengan tenang dan tanpa membuka matanya.
Tanpa aba-aba orang bertopeng itu mengeluarkan pedangnya dan mengarahkannya ke Clara, Dengan tenang Clara meladeni permintaan Orang asing itu. Pertarungan one with one menjadi pemandangan terbaik semua rakyat didesa itu, tanpa berkedip melihat dua nyawa itu bermain pedang dan Putri Clara tetap saja menutup matanya melawan orang bertopeng itu. Setelah pertarungan sengit dan juga tenang, karena keduanya tidak menggunakan kekuatan sesungguhnya, Clara juga bisa merasakan niat orang didepannya ini hanya ingin menguji saja bukan melukai siapapun, maka tidak perlu merasakan khawatir. Orang bertopeng itu sendirilah yang menghentikan pertarungan karena melihat Clara masih menutup matanya.
"Apa Putri Kerajaan Langit sangat menyukai terpejam? " tanya orang bertopeng itu dengan kembali memasukkan pedangnya.
"Sudah cukupkah Ujianmu? " tanya Clara dengan tenang.
__ADS_1
"Waw.Percuma aku membuat drama jika ketahuan dengan mudah. " keluh orang bertopeng itu dengan tertawa.
"Hmm." jawab ' jawab Clara dan memasukkan pedangnya ke sarungnya.
"Maaf lancang Bermain Dengan Tuan Putri. " ucap orang bertopeng itu dan bersimpuh didepan Clara.
"Lakukan Tugasmu. Nenek pasti tidak salah pilih. " ucap Clara dengan menutup membuka matanya dan seketika angin menghilang.
"Kekuatan yang menakjubkan. Queen. " ucap orang bertopeng itu melihat angin ciptaan nya lenyap dengan kedipan mata Clara.
"Hmm.Pergilah.Temui aku di jembatan. " perintah Clara tanpa melihat orang didepannya.
"Baiklah." ucap orang bertopeng itu dan menghilang.
Tentu saja Clara tahu siapa dan kenapa orang bertopeng itu datang, pasti neneknya sudah memberitahu jika dirinya didesa ini , meski dirinya hanya tahu dia seorang pria seumuran dengan nya, bukan tahu wajah atau namanya, namun neneknya sudah memberitahu jika pria itu juga memiliki element angin dan juga es, dan pria itu pula yang menjadi Sekutu neneknya untuk melindungi kerajaan Langit dan pria itu juga yang membantu Starla mengalihkan perhatian Penyihir Rosea saat membebaskan Peri Gracia. Setelah kepergian orang bertopeng itu, warga berkumpul dan bertanya apakah Clara baik-baik saja, dan basa basi terjadi pada akhirnya, sedangkan Azra masih berdiri ditempatkan setelah melihat pertarungan tadi, dirinya paham jika Clara yang baru saja mendapatkan ilmu dan sebagai penerus Key Of Kitab Cristal Of Life ternyata jauh melebihi Bundanya Risa, dulu Bunda Risa bahkan membutuhkan waktu tahun untuk menjadi kuat tapi Putrinya ini hanya hitungan bulan. Meski begitu terlihat Clara lebih tenang dan mematikan dibandingkan Bundanya, apapun dasar dari kekuatan dan kepercayaan nya itu pasti sangatlah kuat niatnya. Setelah selesai berpamitan dengan warga desa, starla menghampiri Azra yang hanyut dalam fikiran hya sendiri.
"Ehem." deheman Clara yang membuat Azra sadar dirinya ditatap Clara dengan intens.
"Ketika Hati mu sudah menentukan pilihan. Ingatlah itu selalu, kekuatan, kepercayaan dan harapan menjadikan pilihan hati mu sebagai nyawa dalam raga mu. Itulah nasehatnya saat aku masih belajar bertarung pertama kali. Dan itu juga menjadi sumber inspirasi hidup ku selama ini. " ucap Azra tanpa sungkan.
"Semua memiliki Takdir dan Kepedihan hidup masing-masing. Buatlah Luka menjadi obat terbaik. Maka rasa sakit itu akan menjadikan mu kuat. Ingatlah ini! Aku tahu waktu tak mengizinkanku merasakan cinta nya,namun aku bisa melihat kasih sayang nya dari dirimu. Maka selalu ingatlah siapa dirimu untuknya. " ucap Clara tanpa segan memeluk Azra dan membuat Azra merasakan kehangatan yang sudah lama hilang.
Setelah selesai menenangkan Azra, kini Clara melanjutkan perjalanan sesungguhnya dan tentu kembali menemui orang bertopeng itu, tanpa ada rasa amarah, Clara bersikap biasa saja , tanpa membahas sikap orang bertopeng itu dan orang bertopeng itu tentu saja merasa bersalah sudah bersikap sesukanya. Meski niatnya hanya ingin tahu seperti apa kekuatan Clara, karena Ibu Suri mengatakan jika Sulit memahami Cucunya itu, dan jangan memasang perangkap yang bisa melukai dirinya sendiri, tentu saja orang bertopeng itu menjadi penasaran dengan apa yang diucapkan ibu suri, karena seingatnya, dulu dirinya saat membantu mengalihkan perhatian Penyihir Rosea , terlihat dengan jelas jika Putri kerajaan Langit tidak bisa mengatasi situasi rumit, lalu bagaimana bisa ibu suri dengan tegas mengatakan kepadanya seperti *Jangan Usik Ketenangan Putri Africiana* . Maka dari itu dirinya melakukan drama itu tanpa niat melukainya,Tapi dirinya selalu orang bodoh yang masuk kedalam kandang ilusi, dimana tanpa sadar sudah berada diatas jembatan maut dan hanya selangkah lagi bisa terjun hilang tinggal nama, tapi apapun itu kini fikiran nya terganggu dengan dua jawaban di hatinya yang berputar-putar seperti gasing, kenapa gadis dulu dan yang saat ini bertolak belakang. Bahkan gadis yang berjalan didepannya ini Dingin, tenang, tegas dan jangan diragukan lagi mematikan jika tertipu dengan ketenangan nya itu. Apalagi kekuatan nya yang hanya dengan mengedipkan matanya dan bagaimana indra, perasaan dan batin gadis itu sangat tajam. Lalu bagaimana jika dirinya bertarung sungguh-sungguh, apakah akan selamat, apakah benar tujuannya menjadi pelindung gadis itu adalah Takdir nya karena Gadis itu sudah pasti bisa melindungi dirinya sendiri.
"Tinggalkan Semua Rasa mu!Bukan Saatnya Bermain! " ucap Clara menghentikan langkahnya dan berbalik menatap pria didepannya yang masih memakai topeng.
"Nasib.Bibir diam pun masih terdengar. " jawab pria bertopeng itu tanpa ragu membalas tatapan tajam Clara dengan keteduhan nya.
"Hmm.Pergilah jika ini bukan Pilihanmu. " ucap Clara dan kembali melanjutkan jalanya setelah berbalik lagi tanpa menunggu jawaban dari lawan bicaranya.
"Waw.Ibu Suri kenapa tidak bilang jika cucunya memiliki dua kepribadian. Lihatlah Tuan Putri ini yang menjadi sempurna dengan kelebihannya. " gumam pria itu dan mengikuti Clara yang sudah cukup jauh.
__ADS_1
Orang bertopeng itu hanya tidak tahu jika dirinya bertemu dengan orang berbeda, bahkan meski dirinya sudah pernah bertemu dengan Clara, tapi situasi yang berbeda membuat dirinya tak sadar tentang kenyataan kedua gadis berbeda itu. Ingatannya memperlihatkan gadis yang sama dengan kepribadian ganda, tapi melihat wajahnya Clara dirinya ingat betul pertemuan nya dulu, namun sepertinya sebuah momen lupa atau terhapuskan ingatanya dari memori otaknya. Karena pria bertopeng itu sudah pernah bertemu twin princess bersama meski sesaat , makhluk mungkin ingatannya tertekan dengan tanggung jawabnya yang tiba-tiba menjadi pelindung orang terpenting untuk masa depan dunia nanti.