The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Tempat Mengadu


__ADS_3

"Aku tidak suka melihat mu seperti ini, apakah kurang semua jerih payahku hingga kamu tidak mengatakan apapun kepada ku dan hanya melampiaskan dengan semua yang ada didekatmu seperti ini. " rintih pria itu memeluk wanita nya setelah membuat wanita itu lemah.


"Aku gagal. Aku bodoh. " ucap wanita itu pelan dan meneteskan air matanya.


"Akan kuberikan apapun keinginananmu Ratuku. Aku selalu menjadi pelayanmu. " batin pria itu memeluk erat wanitanya untuk menenangkan cintanya.


.................


"Permisi Yang Mulia. Ini semua informasi yang kami dapatkan. " ucap seorang informan yang baru saja meminta izin untuk bertemu seorang Raja.


"Tinggalkan.Pergilah dan ambil ini sebagai upah murah. " ucap seseorang dengan melemparkan sekantong emas pada informan itu.


"hmm.Jadi ini yang terjadi! Baru ku tinggal sesaat sudah kacau saja. " gumam orang yang membaca laporan hasil dari informan nya.


Disisi lain Kerajaan Langit mulai menjadi lebih aman, tentram dan bahagia, Kabar kesembuhan Raja Lucaz Armadeo pun sudah mulai tersebar. Yah sejak peristiwa malam itu, Raja sudah diberikan obat oleh Putrinya dan obat itu menetralisir Racun yang sudah menyatu dengan darahnya. Tentu itu hal yang membahagiakan karena Raja dan Keluarga nya kini kembali bersama, meski ibu suri masih menyimpan Rahasia tentang satu putrinya yang dianggap sudah meninggal itu masih hidup. Raja hanya tahu kejahatan dari Permaisuri Adreo selama ini dan kedatangan Putri sulungnya yang baru saja muncul bersama ibunya, tentu saja Raja merasakan terluka dan sedih dengan kepergian Putri Starla yang sejak lahir dibesarkan penuh cinta tapi justru meninggal ditangan ibu tirinya, kebahagiaan pun juga dirasakan nya karena masih memiliki seorang Putri yang sangat mirip dengan Putri Starla hingga hatinya sedikit terobati akan kerinduan nya pada Putri satunya lagi. Hati nya juga memiliki amarah dan dendam pada wanita yang selama ini dianggap nya sebagai istri, permaisuri dan juga ibu putrinya, semua hanyalah topeng belaka.


"Kemarilah nak. " ucap Raja Lucaz memanggil Putrinya yang menemaninya untuk tahap pengobatan akhir.


"Iya Ayahanda. Apa Ayahanda perlu sesuatu ? " tanya Putri nya.


"Tetaplah bersama Ku nak. Ayah tidak mau kehilangan Putri ayah kembali. " ucap nya mencium tangan putrinya dengan lembut.


"Kami Menyayangi Ayahanda. Semua yang Menjadi Tanggung jawab Kami. Percayalah kepada kami Ayahanda. " balas Putri nya.


"Kami? Tapi sekarang hanya kamu saja nak. Adikmu sudah tidak... " Jawab Raja Lucaz tanpa bisa menyelesaikan kata-katanya karena matanya mulai berkaca-kaca.


"Sama saja Ayahanda. Aku adalah Dia dan Dia adalah Aku. Kami ini Kembar dan kami menjadi satu sejak awal. " balas Putrinya dan memeluk Ayahnya.


Rasa harus melihat itu membuat Ibu suri ikut menangis dan tersenyum bahagia meski masih ada yang kurang karena cucu satunya lagi masih terasingkan demi masa depan yang tidak terduga.


...............


Rasanya berat sekali membuka mata, mimpi dalam gelap yang mengurungnya memperlihatkan bagaimana kegagalan dirinya dan suara tawa dari orang-orang yang membuat rencana nya gagal membuat telinganya sakit, rasa nya berdengung keras sekali hingga tangan pun menjadi penutup telinga .


"Diam Kalian Semua! Aku masih belum menyerah. Kalian binasa ditanganku. " teriak orang itu yang masih berada di alam bawah sadar dan membuat orang di samping nya terkejut dengan teriakan itu.


"Banguun Ratu ku. " ucap orang itu sambil menggoyangkan tubuh didepannya.


Usaha yang cukup lama namun akhirnya berhasil meski lengannya harus terluka karena Ratunya itu seakan sedang asyik membalaskan kegagalannya dialam mimpi.

__ADS_1


plak.


"Apa mau mu hah! " melihat orang didepannya,seketika orang itu berteriak dengan keadaan sangat berantakan.


"Cukup! Balas dendam itu yang selalu kamu katakan! Mengendalikan dirimu saja tidak becus! " bentak orang yang menunggu nya tadi tanpa berkedip setelah merasakan tamparan dari Ratunya.


"Apa kau bilang! " seru orang itu sambil mencengkram tangannya di lengan orang yang menunggunya.


Dengan santai orang yang menunggu itu sudah menepiskan tangan Ratunya dan berdiri begitu saja.


"Lupakan saja Ambisi dendam mu itu! " sindir nya.


"Bangs*t !Kamu Lupa dengan Janjimu! Hah! " seru orang itu.


"Ratu ku bukan orang lemah!" jawabnya kembali menatap orang didepannya.


Tanpa menjawab orang didepannya langsung memeluk dan melepaskan beban dihatinya, melihat hal itu membuat kesedihan nya berkurang.


"Ratu ku. Janjiku selalu menjadi Nyawaku. Kamu adalah Kehidupan ku. Segala Perintahmu adalah Mutlak untukku. " ucap orang itu dengan serius dan tegas dengan menaruh tanganya di kepala wanita nya.


"Aku sudah tidak menjadi Seorang Permaisuri lagi, bahkan kini aku buronan. Lalu apakah Cintamu masih sama untukku My Lord. " ucap wanita itu dengan menunduk.


"Cinta ini bukan tentang apa status mu. Aku mengenal mu sejak lama dan akan kubuktikan cinta ku bukan karena status mu. " ucap Sang pria dengan memberikan pelukan hangat dan disambut baik oleh wanitanya.


"Kemarilah.Jelaskan apa yang terjadi dan kenapa tiba-tiba menjadi seperti ini. " ucap pria itu kembali mengajak wanitanya duduk diranjang.


Wanita itu mengela nafas dan menetralkan hatinya yang masih penuh dengan amarah.


𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝 𝘽𝙖𝙘𝙠


"Waktunya beraksi. " senyum khas kejahatan terpancar di wajah nya.


Memasuki sebuah kamar yang mewah dan besar, yah kamarnya suaminya sendiri yang memang tidak bisa menjadi kamarnya sampai kapanpun, Raja Lucaz tidak mengizinkan dirinya tinggal dikamar mendiang Istrinya Permaisuri Risa. Dan itu adalah perintah mutlak Sang Raja, tentu sebagai istri satu satunya menjadikan ada rasa tidak terima untuknya. Sejak menikah dengan seorang Raja, hidupnya tetap seperti seorang gadis tanpa pasangan. Bahkan Raja pun tidak menyentuh nya sampai 2 tahun pernikahan mereka, Raja disibukkan dengan tugas kerajaan dan istri pertamanya dan itu membuat bibit dendam nya tumbuh setiap harinya tanpa orang lain sadari.


"Selamat tinggal sayang. Selamat berkumpul bersama keluarga dan istri tercinta mu. Kerajaan ini untukku saja. Tidak ada gunanya untukmu. " ucap Permaisuri Adreo mendekati Suaminya yang masih dalam keadaan lemah.


Sebuah suntik sudah diletakkan di samping meja dan dirinya sibuk berpamitan dengan suaminya namun tiba-tiba ada suara ribut dari luar kamar Raja dan itu membuat Permaisuri Adreo terganggu.


"Diamlah! Apa kalian tidak tahu Raja sedang Istirahat! " bentak Permaisuri Adreo yang memeriksa keadaan diluar pintu kamar Raja, dan saat itulah Seseorang menukar suntik kan yang dibawa Permaisuri Adreo dengan sigap tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Permaisuri Adreo kembali dengan Target pertama nya dan itu setelah membereskan keributan kecil, tanpa disadari jika rencana nya sudah mulai digagalkan.

__ADS_1


"Selamat tinggal Pria Tua. " ucap Permaisuri Adreo ditelinga Suaminya dan menyuntikkan Racun yang dibawa nya ke tubuh Raja.


Melihat perubahan wajah Raja Lucaz yang perlahan membiru tentu membuat Permaisuri Adreo tersenyum puas, tanpa memastikan apakah sudah tiada atau masih hidup, dirinya menuju ke target ke tiga yaitu Putri tirinya yang baru menginjakkan kakinya di istana selama beberapa minggu, untuk target ke dua dirinya tidak perlu susah payah karena seseorang sudah melakukan itu untuk nya.


"Putri tiriku sudah tidur pulas sekali. " senyumnya merekah melihat targetnya sudah tertidur.


Mendekati sang target dan memperhatikan lebih seksama wajah gadis didepannya yang terlelap itu.


"Sangat mirip. Aku tidak percaya jika kamu kembarannya. Lebih baik mati Dua kali bukan. " gumamnya dan mengeluarkan sebuah pedang yang sudah diolesi racunnya.


"Jika kamu bangun. Lihatlah Pedang ku ini, Ibu mu juga M*ti karena Pedang ku, hanya saja tidak ada racunnya. Darahmu sama saja miliknya dan aku Membenci Darahmu itu! " ucap Permaisuri Adreo dengan datar dan tidak begitu keras sehingga sang putri tiri tidak bangun dari tidurnya.


Sreet, Jleb, jleb 🗡(goresan di lengan dan dua tusukan di perut dan jantung putri tirinya)


Tanpa belas kasihan Permaisuri Adreo dengan bringas memuaskan ***** dendamnya, melihat darah yang mengalir di pedang dan tubuh putri tirinya itu membuat nya hidup tenang dan damai, kebenciannya selama ini menjadi aliran darah untuk musuhnya.


Saat hendak menusukkan Pedangnya ke jantung, tiba-tiba Sekumpulan orang masuk dan dipimpin oleh Ibu suri, tentu dirinya terkejut dan itu membuat nya terdiam sesaat sampai ditelinga nya menyambar perintah ibu suri yang untuk menangkap dirinya dan itu membuat dirinya tanpa fikir panjang mengambil langkah seribu dengan berbalik kearah jendela dan melompati nya meski itu cukup tinggi. Dalam keadaan panik dirinya bahkan sampai lupa dengan kekuatannya sendiri dan susah payah melompati jendela dan berlari, padahal bisa menghilang.


Setelah sibuk kejar mengejar dirinya berhasil masuk ke kawasan rahasianya, tempat pribadinya bersama sang pujaan hati dan disinilah Permaisuri Adreo kini berada dengan pujaan hatinya yang masih setiap menemaninya.


.................


"Lihatlah." ucap pria itu memberikan sebuah laporan.


"Apa! Bagaimana mungkin, Aku sudah menghabisi mereka berdua. " seru Permaisuri Adreo setelah membaca bahwa Raja Kerajaan Langit dan keluarganya masih selamat dan hidup lebih bahagia.


"Pasti kesalahan rencana mu menjadi jawabannya. " ucap Pria itu dengan tenang.


"Rencana ku sempurna! Apa ada yang berhianat denganku! " ucap Permaisuri Adreo seakan berfikir apa yang sebenarnya terjadi.


"Dimana peri mu?" tanya pria itu dengan nada serius.


"Kurungan kamar ku. " jawab Permaisuri Adreo tanpa memperhatikan pertanyaan pujaannya.


"Dia sudah tidak ada diruangan itu. " jawab Pria itu dengan santai dan membuat Permaisuri Adreo melotot kan matanya.


"Apa dia PENGKHIANAT nya! " seru Permaisuri Adreo.


"Kamu penyebabnya! " bentak pria itu.

__ADS_1


"Kamu membentak ku! Hah! " teriak Permaisuri Adreo yang tidak Terima dibentak.


"Sudahlah.Semua sudah terjadi! Diamlah. Akan ada waktunya kamu mendapatkan keinginanmu. " ucap pria itu melunak dan mencoba memeluk wanitanya meski ditolak dengan keras tetap saja maju untuk memeluknya.


__ADS_2