
"Uhuk.. uhuk.. uhuk... " suara batuk itu semakin terdengar.
"Apa yang dia rencanakan? Kenapa sampai detik ini aku tetap tidak bisa membaca fikiran nya dan juga rencana nya! Tapi ikatan ini membuat kami terluka dari dalam." gumam nya sembari melihat gambar dirinya di dalam pantulan air yang jernih.
Byur.. Byur...
Terlihat darah yang mengalir di sudut bibirnya, di saat ingin melakukan tujuannya, Tiba-tiba dada nya terasa tertusuk dan tekanan itu semakin membuat sesuatu di dalam tubuhnya ingin keluar. Dengan memutuskan pergi maka kini tidak seorang pun yang melihat keadaannya saat ini, di basuh nya wajah nya itu dengan air yang ada di depannya.
"Aku harus segera menemukan Bunga Teratai Biru sebelum Gerhana Bulan Putih terjadi.Tapi tidak satu pun kitab menggambarkan keberadaan Bunga itu! Bagaimana aku menemukan nya? Hanya perjalanan ini yang harus aku lakukan." ucap nya dan memulai melangkahkan kaki nya menapaki air yang ada di danau.
Perjalanan kali ini dilakukan tanpa menggunakan seluruh kekuatan jiwa murni, air yang begitu dingin langsung menyambut telapak kaki nya. Dengan tenang langkah nya semakin masuk ke dalam, perlahan seluruh tubuhnya terendam ke dalam air yang dingin hingga seluruh tubuhnya tak terlihat di permukaan. Dengan melihat pemandangan yang indah di dalam air membuat nya sejenak berfikir apa langkah selanjutnya nya untuk menyelamatkan seluruh Alam, dengan gerakan anggun kedua tangan dan kaki nya mulai berayun untuk berenang di dalam danau.
Sebuah batu yang besar terlihat kecil dari titik kedatangannya, batu itu yang akan menjadi tujuannya untuk menjelajahi ruangan waktu berbeda. Danau mata yang memiliki sebuah batu besar dengan lubang di tengah nya dan biasa digunakan untuk pertapa untuk mendapatkan kekuatan dalam meditasi nya.
*Perisai Cahaya Biru* ucap nya setelah memasuki lubang di dalam batu.
"Kuharap kalian melakukan tugas kalian dengan baik, Apapun yang terjadi aku harus kembali dengan Bunga Teratai Biru." batinnya dan mulai duduk di atas rerumputan menyila kan kaki nya dengan kedua tangan dibatas paha nya, memejam kan mata nya.
...................
"Salam Tuan Raja ku, hamba sudah membawa yang Tuan Raja ku inginkan. " ucap seorang seseorang yang baru saja memasuki sebuah aula kerajaan.
"Bagaimana dengan penyatuan mu dan Naga Hitam? " tanya Raja Kegelapan.
__ADS_1
"Hampir setengah jiwa nya menjadi Milik ku dan Pasukan Ku mulai menuruti perintah ku, Apakah ada perintah lagi Tuan Raja ku? " tanya orang itu.
"Mendekatlah! " ucap Raja Kegelapan.
Langkahnya tidak seberat dulu setelah semua yang terjadi akhir-akhir ini, dengan Permata Alam lebih dari satu yang kini ada di tubuh nya, membuat nya semakin lebih kuat dan menyabotase darah keturunan Naga hitam membuatnya semakin memiliki kekuasaan yang tidak pernah di bayangkan nya. Dengan bantuan Raja Kegelapan membuat nya lebih kuat dari sebelumnya, sekarang sebuah pasukan sudah di miliki oleh nya.
Tak... Tak.. Tak..
Dengan senang hati langkah nya berhenti di bawah Raja kegelapan dan bersimpuh di kaki nya, jika seseorang melihat nya dari jauh. Pasti semua akan berfikir betapa menjijikkan dan rendah nya wanita yang kini seperti seekor hewan peliharaan hanya demi mendapatkan tujuan hidupnya, tidak ada kata harga diri lagi untuk nya kecuali urat malu yang sudah terputus sejak pertama kali wanita itu mendatangi istana Kegelapan.
Kraak.. Arghh...
Tangan kuat dan berotot itu langsung mencekram dagu wanita yang ada di bawah kakinya, kilatan ancaman di dalam mata nya seakan menembus jantung. Sedetik saja akan terasa lebih baik mati dibandingkan di tatap bak seekor hewan menjijikkan, namun wajah wanita itu masih mencoba menahan rasa sakit di wajah nya dan juga tekanan aura yang membuat tubuhnya membeku.
Deg..
*Apakah Pria ini tahu apa rencana ku? * batin Wanita itu.
Tatapan itu semakin tajam dan mulai menampakan warna hitam, perubahan yang terjadi semakin membuat wanita itu meringkuk ketakutan. Dengan hentakan keras Raja kegelapan menghempaskan dagu pelayan di depannya, bangun dari tahta nya dan berjalan meninggalkan anak tangga satu persatu hingga di tangga terakhir, Raja kegelapan berhenti dan berbalik.
"Hahahaha wanita bodoh! Pergilah! Bawa Putri mu kembali ke Istana Kegelapan." perintah Raja kegelapan dan menghilang dengan portal nya.
Deg.. Deg.. Deg...
__ADS_1
Pacuan irama di dalam tubuhnya kini semakin kuat dan kecang, ucapan Raja kegelapan membuat nya mengingat sesuatu yang telah di lupakan nya. Sebuah kenyataan yang sudah di kuburnya selama puluhan tahun dan hari ini Raja kegelapan membuat nya mengenang kisah satu malam nya yang membuahkan hasil.
Apapun yang terjadi di masa lalu tentang kisah satu malam itu, dirinya sudah meninggalkan itu sejak kenangan dan bukti nyata kisahnya telah di asingkan oleh Raja kegelapan sendiri. Namun permintaan Raja Kegelapan mengoyahkan hati nya, apapun tujuan Raja kegelapan untuk membawa kembali kisah satu malam itu sangatlah merisaukan hati.
"Tidak! Aku tidak ingin melihat nya, dia tidak pernah ada untuk ku! Apa yang harus aku lakukan sekarang? " gumamnya dengan gusar.
"Lebih baik aku lenyapkan saja sebelum Tuan Raja ku membawa nya kembali! Yah ini yang akan ku lakukan." gumamnya lagi dan bangun dari duduk nya.
Langkah kakinya semakin tak beraturan, seakan berlomba dengan sang Waktu. Membuat setiap hentakan kaki nya nenggema di lorong Istana kegelapan, membuat prajurit yang berjaga waspada dengan langkah yang seperti seseorang berlari. Namun begitu melihat siapa yang datang, prajurit kembali tenang dan tidak peduli dengan sosok yang kini melewati pintu gerbang dan meninggalkan istana.
"Dasar penjilat!"
"Hanya Sampah murahan! "
"Sudah Tua."
Suara itu berasal dari prajurit yang menjaga pintu, bukan sebuah bisikan melainkan suara yang sengaja di keraskan hanya untuk membuat sosok yang melewati mereka sadar betapa rendah dirinya di dalam Istana Raja mereka.
"Aku tidak peduli dengan mereka! Aku hanya peduli dengan impian ku! Akan ku balas kalian di saat semua pasukan ku menjadi milikku sepenuhnya." batin nya dan melangkah lebih cepat meninggalkan Kerajaan Kegelapan.
................... ...
Sebuah kesegaran yang menyambutnya dari hembusan angin yang mencurahkan kedamaian, warna warni dari bunga bertebaran di sepanjang perjalanan nya. Kabut awan yang menutupi sinar matahari tak membuat kegelapan menyelimuti tempat nya berpijak, bahkan sinar yang menyorot dengan penghalang kabut membuat keindahan yang lebih mempesona.
__ADS_1
"Apa aku di tempat yang tepat? Tapi kenapa ini tidak seperti yang pernah ku dengar! Tempat ini sangat indah bahkan seakan surga yang terlewat, aku akan menyusuri wilayah ini dan jika tempat ini benar, maka aku akan melenyapkan dia tanpa menunggu hari esok. Itu janji ku! " batinnya dan mulai menyusuri setiap jengkal tanah di tempat yang indah itu.