
"Izinkan aku menjadi pelindung penerus anda Yang Mulia. Takdir ku memang masing panjang, tapi takdir anda baru dimulai setelah perang." pinta Naga Suci Tlexcitli Belenda.
"Diterima. Bersiaplah, tempatmu ada di garis tengah. Mereka juga siap dengan perang ini. Semoga alam memberkati kita." ucap Clara dan mengecup kepala Naga Suci Tlexcitli Belenda.
Setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Takdir bahkan bisa menjadikan semua orang boneka atau sang pemain sandiwara. Tapi alam memiliki hukum karma. Inilah yang disebut dengan hukum karma. Pertemuan, perpisahan, permintaan, jawaban dan juga penolakan.
Kebersamaan Clara bersama Naga Suci hanyalah sesaat, seperti pelangi setelah hujan. Langkah Clara meninggalkan Naga Tlexcitli Belenda, menghampiri Ailey yang terpaku di tempat. Mata sendu gadis itu masih terlihat menyimpan kekaguman. "Sekali lagi aku bertanya, apa jalanmu masih sama?"
Ailey hanya mengangguk dengan sepenuh hati. Kini tidak ada alasan lagi untuk mundur, hatinya telah jatuh cinta. Cinta akan simfoni cinta. Tanpa bertanya, Clara tahu jika Ailey akan tetap bersamanya. Tapi ada benang takdir yang tidak bisa dijelaskan. Sekali lagi Clara mengulurkan tangannya, Ailey menyambut dengan senyuman tulus.
Wuussshhhh….(menghilangnya Clara bersama Ailey, membuat Naga Suci kembali menembus awan putih)
Di balik awan putih itu. Tersimpan dunia lain, dunia para naga. Seperti Clara menjadi pemimpin dan titisan alam. Begitupula dengan Naga Tlexcitli Belenda, di alam naga menjadi pemimpin seluruh naga. Meskipun, naga Hitam tak menjadi penghuni alam naga lagi. Tetaplah di alam naga masih memiliki beberapa naga Hitam. Pesona naga Tlexcitli Belenda membuat semua naga menunduk dengan jiwa tulus.
__ADS_1
Alam naga berbeda dengan alam lainnya, dimana semua ikatan batin para naga bersatu. Dan naga Tlexcitli Belenda sebagai pemimpin memiliki kemampuan mengendalikan seluruh naga, selama para naga tidak memiliki kontrak darah dengan makhluk lain atau seorang manusia.
Naga Suci Tlexcitli Belenda menggulung tubuh dengan posisi seperti melilit sesuatu, kepalanya tegak dengan menatap seluruh penghuni naga. Melalui ikatan batinnya, naga Suci mengirimkan telepati pada seluruh naga untuk berkumpul. Hembusan angin berputar-putar dengan kemunculan berbagai jenis naga. Dari naga tertua hingga bayi naga, menyerbu mengelilingi naga Suci dalam waktu singkat.
*Perisai Api Cahaya Biru*
Naga Suci menyemburkan nafas Api bersama sinar mata biru secara bersamaan.
Wiuuung… wiuuung.. Wiuuung..
Sebuah perisai terbentuk, satu lubang kecil perlahan membesar. Dari perisai itu terlihat gulungan badai menanti. Naga Suci masih tak bergeming dari tempatnya, membiarkan perisai api cahaya biru melakukan tugasnya. Perlahan tapi pasti suara para naga terdengar bingung dan panik. Satu persatu para naga terserap ke dalam perisai, tidak peduli tua, muda ataupun bayi sekalipun. Perisai menyerap para naga tanpa henti hingga dalam waktu 5 menit perisai mengecil dan lenyap di telan alam.
"Hiks..hiks..hiks…Abion putraku."
__ADS_1
"Ibu….."
"Raja kenapa memisahkan kami dari keluarga kami?"
"Bagaimana kami hidup tanpa mereka?"
"....."
Semua ucapan dan bisikan para naga yang tersisa, membuat naga Suci melepaskan element cahayanya. Membiarkan menyebar untuk menenangkan kaum naga. "Kalian adalah naga pilihan! Bagaimana kalian mengeluhkan takdir? Takdir memisahkan kita dari orang terkasih, sang Dewi Alam pun memberikan pengorbanan demi kita! Apakah kita harus berpangku tangan? Apa kodrat kita sebagai Klan naga? Apa bersembunyi menjadikan kita berguna? Ingatlah, pada janji kalian."'
Seruan naga Suci membuat klan naga terdiam tanpa kata. Satu kebenaran yang tak mungkin diingkari. Dengan kemampuannya, naga Suci memperlihatkan kembali ingatan para naga. Semua naga yang tersisa kembali mengingat, apa alasan mereka masih di alam ini. Dan para bayi naga yang tetap terpilih memiliki garis reinkarnasi dari naga sebelumnya.
"Bersiaplah! Alam membutuhkan klan naga. Bukan sebuah pertarungan melawan musuh, tapi kita harus menyadarkan sesama klan naga. Mempersatukan seluruh naga tanpa terkecuali. Inilah takdir kita." Naga Suci kembali meluruskan tubuh panjangnya.
__ADS_1
Di tempat lain, di dalam kabut kegelapan. Aura kemarahan sangat terasa, semakin lama kabut itu semakin tebal tanpa memiliki jarak pandang. Tapi ada satu kilatan menyala menembus kegelapan kabut. Kilatan yang semakin terang, samar-samar memperlihatkan satu sosok berdiri tegak diantara kabut dengan rambut terbang mengikuti hembusan angin.
Ini masih belum terlambat! Aku tidak akan mengampunimu. Tidak akan pernah! ~ batin sosok itu dengan mencengkram pedang di tangannya semakin erat.