The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Hidangan Pertama


__ADS_3

Tanah berpijak bergetar, seakan ribuan gajah berlari an di tempat itu, suara seruan terdengar dari kejauhan namun tak menyurutkan Clara dan Achela,keduanya dengan senang hati menyambut apa pun hidangan yang akan dipersembahkan, tak dipungkiri melihat hewan yang berlarian menjauh dari suara seruan dan burung-burung terbang dengan suara yang nyaring.


"Tuan, Apa boleh aku menyambut mereka? " tanya Achela.


"Apa kamu ingin bersenang-senang? " tanya balik Clara.


"Ingin mencicipi Hidangan pertama hehe. " jawab Achela.


"Baik lah, aku serahkan Hidangan pertama untukmu. Aku hanya akan melihat tidak membantu. " ucap Clara dan menurunkan Achela dari gendongannya.


Tiba-tiba suasana menjadi sunyi, suara seruan yang tadi terdengar seakan ditelan bumi. Bukankah itu aneh, Achela yang mulai menajamkan telinganya dan padangannya sedang kan Clara hanya berdiri bersedekap tangan dengan tenang di belakang Achela.


Diam nya keadaan sekitar menandakan bahaya itu sudah semakin dekat dan benar saja seketika udara semakin sesak seakan tempat itu dipenuhi nyawa yang bernafas, melihat Achela yang masih blum menggunakan kekuatan membuat Clara berfikir apa yang terjadi dengan Pendampingnya itu.


"Achela! Apa yang terjadi dengan mu? " tanya Clara lewat batinnya.

__ADS_1


"Ntah lah Tuan ada yang mencoba mengalihkan perhatian ku di tempat lain. " jawab Achela melalui batinnya.


"Kita akan cari tahu nanti, tapi sekarang hadapi yang ada didepan kita. Mereka bukan manusia seutuhnya, kita harus berhati-hati. " ucap Clara lewat batinnya.


"Tentu Tuanku. Rupanya mereka ingin bermain curang. " jawab Achela melalui batinnya.


Hening itu lah yang dirasakan, tapi dari dalam tanah muncul Akar-akar hidup yang mulai menunjukkan kekuasaan mereka di tempat itu, Akar-akar itu bermunculan dalam jumlah yang tidak sedikit karena kini sudah mengepung Clara dan Achela.


Dengan sigap Achela melompat kesana kemari untuk menghindari akar yang menyerang nya, sedang kan Clara hanya membuat Perisai Cahaya Biru agar tak tersentuh oleh akar-akar yang berusaha menangkapnya. Seperti yang dikatakan Clara hidangan pertama hanya untuk Achela, Achela yang melihat Tuan nya hanya diam dan masih berdiri bersedekap tangan dengan tenang di dalam Perisai hanya bisa tersenyum karena Tuan nya itu menepati ucapan nya sendiri.


Akar-akar itu tidak ada bosannya muncul dari sini dan Sana mencoba menangkapnya, jika hanya melompat terus menerus tidak akan selesai. Achela mulai terbang dan menyerang balik lawannya dan sesekali menghindari sabetan dari akar-akar itu.


brugh.. trash.. trash.. brugh..


Pisau Bintang di ayunkan untuk menebas akar-akar yang mengganggunya hingga potongan demi potongan jatuh ke tanah, tapi seakan tidak ada habis nya akar-akar itu tetap bermunculan membuat Achela mencari sumber nya agar bisa menuntaskan dari akar masalah nya.

__ADS_1


"Seperti nya aku harus melakukan sesuatu. " batin Clara yang merasa kasihan karena Achela harus membuang tenaga se banyak itu hanya untuk akar-akar hidangan pertama.


Akhirnya Clara menutup mata nya dan menajamkan indra penglihatan dengan kekuatan nya, pepohonan yang rindang memiliki aura yang tidak bersahabat dan benar saja setelah melihat sekeliling Clara melihat pasukan manusia yang mengelilingi tempat itu dan mereka seperti sedang menyatukan tubuh dengan pohon-pohon di tempat itu. Ntah apa yang dirapalkan oleh mereka, yang jelas rapalan itu terdengar sangat kuno bahkan Clara tidak tahu rapalan jenis apa yang musuh nya itu bacakan tapi satu hal yang bisa Clara lihat mereka seperti menghidupkan pohon itu dan menggerakkan seluruh pohon dengan sesukanya.


Tapi sedikit menjauh dari tempat itu ada sekelompok manusia aneh, tubuh mereka sangat besar dengan taring panjang dan tanduk yang panjang , rambut yang menutupi dari pinggang hingga ke kaki bahkan kelompok itu tidak memerlukan pakaian apa pun untuk menutupi tubuhnya. Senjata kapak dan tombak ada di kedua tangannya, mata yang menyala seperti kobaran api, telinganya sangat lebar seperti gajah tapi kaki mereka seperti kera yang sangat besar.


Di belakang mereka sedikit jauh lagi ada manusia seutuhnya tapi melihat pandangan mereka seperti nya itu hanya ilusi, penampilan tidak boleh sampai membuat nya lengah karena yang terlihat wajar dan normal belum tentu seperti itu kenyataan nya. Setelah selesai mengamati, Clara kembali membuka mata nya dan memperhatikan Achela apa kah sudah waktu nya membantu Pendampingnya itu atau belum.


"Musuhmu bermain di balik rindang nya pepohonan, jika ingin berakhir enyahkan Para dalang nya. Berikan keadilan pada pohon-pohon yang tidak bersalah, cukup enyahkan para dalang nya bukan pohon-pohon itu Achela. " ucap Clara melalui batinnya, yah akhirnya Clara harus membantu Achela agar cepat menyelesaikan hidangan pertama karena masih ada hidangan Utama dan penutup yang menanti.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Tuan nya membuat Achela melesat terbang ke balik pepohonan, meski akar-akar itu mencoba menangkapnya tapi Clara menghalaunya dengan menahan gerakan akar-akar pohon agar tidak mengganggu tujuan Achela. Disaat Achela sibuk melumpuhkan para dalang dengan setimpal, Clara hanya sibuk menepis setiap akar yang mendekati nya dengan tangan.


Baru saja Achela kembali setelah melenyapkan para dalang yang mempermainkan pohon-pohon tak berdosa dan kini pisau Achela sudah bermandikan darah dan tentu saja akar-akar itu sudah tidak bermunculan. Clara memberikan isyarat untuk melanjutkan perjalanan, lawannya tidak berniat menyerang di satu tempat secara bersamaan tapi mereka sudah menunggu diperbatasan masing-masing. Clara bisa saja menggunakan portal untuk menghindari tapi tujuan nya masih belum menemukan titik terang dan tentu saja ada rasa penasaran pada sosok tak bernama yang memiliki berbagai jenis Pengikut dan melihat dari Aura setiap kelompok saja Clara tahu mereka bukan manusia biasa atau monster biasa, kekuatan mereka sudah bercampur dengan sesuatu yang Clara sendiri tidak tahu apa itu.


Sedang kan di tempat lain seseorang tersenyum sinis karena mengetahui pasukan pertama sudah gugur, di dalam fikirannya ada rasa penasaran siapa yang bisa mengalahkan Pengikut nya yang sudah setengah berjiwa iblis.

__ADS_1


"Jika tidak ada yang bisa mengalahkan mu, maka aku sendiri yang akan melenyapkan mu!Itu Janji Ku. " batinnya dengan mata nya yang semakin tajam.


__ADS_2