
Sedangkan di tempat lain, di sebuah tempat yang di penuhi oleh air biru dengan berbagai hiasan mutiara membuat tempat itu bersinar dengan keindahaan alam yang menakjubkan, terlihat empat orang tengah berkumpul dan membahas sesuatu hingga satu kue coklat muncul di antara ke empat orang itu.
"Ambillah kue coklat itu dan makan. Pergilah, dia sudah memberikan jaminan atas kehidupan kami." perintah seorang pria paruh baya dengan mahkota mutiara berpola bintang di atas kepala nya.
"Apa aku harus kembali?" ucap seseorang yang hanya menatap kue coklat yang masih terbang di depan nya.
"Apa kamu tidak ingin melihat pertumbuhan anak mu? Jika tidak, tinggal lah di sini selama yang kamu mau dan biarkan dia menanggung semua sendiri." ucap pria paruh baya dengan mahkota di kepala nya yang terkesan seperti sebuah sindiran.
"Anak?! " ucap ulang seseorang dengan menaikkan alis nya seakan ingin memperjelas apa yang di dengarnya.
"Kembali lah Pangeran Trish, atau kamu mau raga mu menjadi milik Raja kegelapan agar bisa bersama Lady Cristal? " ucap pria paruh baya dengan mahkota di kepala nya mengalihkan pertanyaan Trish tentang anak karena itu bukan hak nya meskipun diri nya juga sudah membaca ramalan dari dunia air.
"Tidak! Aku akan kembali." ucap Trish dan mengambil kue coklat yang masih terbang dengan langsung melahap nya sekali suapan.
"Pergi lah karena tempat mu disisi nya, bertahan lah dalam badai yang menerpa mu." ucap pria paruh baya dengan mahkota di kepala nya bersamaan dengan menghilang nya jiwa Trish yang sengaja di tahan oleh nya untuk meminta perlindungan dari Lady Cristal.
"Yang Mulia, tidakkah kita menjadi serakah dengan melakukan ini? Jaminan yang anda minta sama seperti menentang takdir. " ucap seorang wanita paruh baya yang memakai kalung mutiara dan paras nya masih saja anggun.
"Takdir itu tidak akan berubah, ini bagian dari takdir itu sendiri. Aku meminta perlindungan bukan untukku sendiri tapi untuk klan duyung yang memang takdir nya tetap menjadi penghuni dunia baru. Ratu ku jangan cemas, tindakan ku bukan lah keserakahan karena ini juga garis yang membuat kita terlibat dalam perang nanti, dan kamu putri Merlyn sebagai Ratu baru harus tahu jika perang nanti lawan mu sendiri tak akan pernah berubah." ucap Raja Duyung dengan mata penuh ketajaman dan menjeda ucapan nya sesaat sebelum menghembuskan nafas nya kasar.
"Dia Raja kegelapan dan kegelapan nya akan menyebar seperti kobaran api, membangkitkan jiwa iblis di setiap alam. Mari kita persiapkan klan kita." ucap Raja Duyung dengan serius.
"Aku hanya ingin dunia baru nanti bisa lebih baik, dunia saat ini sudah penuh kegelapan. Lautan indah menjadi lautan darah pun tak bisa di hindari meskipun kita mengharapkan semua membaik, Ayahanda dimana kah Naga suci? " ucap Putri Merlyn yang juga memberikan satu pertanyaan pada Raja Duyung.
"Hanya pemilik nya yang tahu, ingat lah alam pun memberkati jiwa murni nya. Maka alam akan murka jika kita melukai sang penjaga alam." jawab Raja Duyung dengan keseriusan yang berbeda.
"Sudah lah, ayo kita persiapkan klan kita. Alam akan melakukan tugas nya tanpa kita minta." ucap Ibunda Putri Merlyn dengan menengahi perbincangan suami dan Putri nya itu.
__ADS_1
"Mari." jawab Raja Duyung dengan mengulurkan tangan nya ke arah istri nya yang langsung tersipu malu dengan tindakan suami nya yang masih hangat dan semakin mencintai nya.
"Ekhem! Aku harus berpatroli dulu, permisi Yang Mulia." ucap Putri Merlyn yang memilih menghindari kemesraan kedua orang tua nya.
Di hati terasa hampa seakan jiwa nya sudah terhenti dengan kejadian masa lalu nya, ada rasa trauma yang tersimpan di dalam hati nya. Jika cinta bisa membuat seseorang buta, maka dirinya memilih untuk sendiri tanpa cinta, meskipun kedua orang tua nya selalu memberikan asupan cinta yang positif tetap saja hati nya masih memiliki ketakutan tersendiri.
"Salam Putri, ini laporan hari ini dari setiap perbatasan." ucap seorang prajurit dengan tombak klan duyung yang memang baru saja di buat untuk senjata baru dan tombak klan duyung itu juga di aliri sihir milik Putri Merlyn sehingga tombak hanya akan patuh pada Putri Merlyn dan tidak akan di salah gunakan oleh seorang pun.
Dengan menerima beberapa daun ajaib yang memiliki tulisan klan duyung, Putri Merlyn membaca setiap laporan dan juga mengamati apa saja yang berubah dari setiap hari ke hari hingga tangan nya terhenti ketika melihat laporan yang cukup menarik untuk nya.
"Sampaikan pada Raja, Aku akan berkunjung ke sisi barat. " perintah Putri Merlyn dengan berenang meninggalkan prajurit yang menunduk melihat kepergian nya.
Lautan yang tenang dengan warna biru yang menenangkan di dalam kedalaman yang menyimpan surga tersembunyi, wilayah klan duyung yang kembali normal ketika kutukan Iblis Dandelion di hancurkan. Namun akibat dari kutukan itu tetap lah ada, karena klan duyung kini menjadi sangat sensitif dengan berbagai sihir yang berlawanan dari milik klan duyung.
Orang-orang mengatakan air mata duyung bisa menjadi sebuah mutiara dan menjadi sebuah obat langka namun itu tidak berlaku lagi setelah kutukan Iblis dandelion terjadi bahkan kehancuran kutukan itu tetap membuat klan duyung dalam kurungan sihir tak kasat mata. Sungguh kekuatan Iblis dandelion tidakkah main-main, meskipun jiwa dan raga nya sudah hancur bersama seluruh pengikutnya tetap saja sisa energi Iblis itu masih menyebar dan menetap.
Melewati beberapa karang dengan berbagai bentuk dan ketajaman, hingga sebuah karang berlubang di tengah seperti pintu keluar berdiri kokoh di depan nya. Sejenak Putri Merlyn berhenti berenang dan mengawasi sekitar nya, wilayah yang akan di tuju terasa sangat sunyi dari biasa nya bahkan tidak nampak seekor ikan kecil pun yang mendekati tempat nya berhenti.
Ada sesuatu yang tengah mengawasi setiap pergerakan nya, sesuatu yang membuat wilayah itu dihindari semua makhluk penghuni lautan. Aura dingin dengan aroma engap yang menyambut mata batin Putri Merlyn seakan tengah memperkenalkan diri dengan suka cita pada Ratu baru di lautan biru itu.
Wuusss... Sleees...
"Pergilah! Jauhi tempat itu! " seru seorang wanita yang memasuki gendang telinga Putri Merlyn dan menarik paksa mata batin Putri Merlyn untuk kembali ke raga duyung nya.
Tidak ada pertanyaan selain mengikuti perintah seruan wanita di dalam gendang telinga nya, seruan itu langsung membuat bulu di tangan nya meremang. Seakan memberikan perintah mutlak dan membuat jiwa dan raga nya hanya bisa menurut, sedangkan di tempat lain dua wanita tengah berhenti di antara para makhluk yang tidak melihat kehadiran kedua wanita itu di sekeliling mereka.
"Ukhuk.. ukhuk.." suara batuk salah satu wanita dengan menahan telapak tangan kanan nya di depan bibir.
__ADS_1
...~~...
.
.
. hay reader's 😁
.
.
. Othoor minta maaf ya, jadi nya malah tiga hari up sekali.. 🤦♀️
.
.
. Jujur aja masih pusing dengan alur mana dulu yang harus othoor tulis karena alur di part semakin kesini hampir semua tokoh akan muncul seperti kembang api.
.
.
. Kuharap masih sabar nunggu up dan stay ya buat dukung Karya othoor yang recehan 🤕
.
__ADS_1
.
. Selamat sahur.. 😊