The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Siapa Dirimu Sebenarnya!


__ADS_3

"Starla, Ayo temui Clara. Ayah merindukannya. " ajak Raja saat selesai berlatih pedang bersama Starla.


"Tapi bagaimana dengan nenek? Ayahanda tahu nenek melarang hal ini. " ucap Starla sendu karena dirinya juga ingin menemui kakaknya namun alasan apa yang harus diberikan kepada sang nenek tercinta.


"Ayolah nak. Kita ajak Nenekmu juga biar seru. " ucap Raja dengan senyuman penuh rencana dan dibalas pelukan oleh Starla.


.............. ...


"Siapa itu?" tanya Raja yang melihat seorang pria sibuk berlatih dengan Clara dari kejauhan, dengan segera berniat mendekati putrinya itu.


"Ayahanda! Dia teman kami. " ucap Starla memegang lengan ayahnya untuk tenang.


Ditengah kesibukan berlatih pedang keduanya dikejutkan dengan kedatangan 3 orang secara bersamaan.


"Ayah merindukanmu Clara. " ucap Raja menghampiri Clara sedikit berlari.


"Ayahanda! " gumam Clara terkejut dengan menerima pelukan dari sang ayah, sungguh dirinya sangat merindukan ayahnya itu karena baru bertemu harus berpisah lagi karena tanggung jawabnya, seandainya dirinya bukan seorang putri kerajaan dan sebagai pewaris Kitab Cristal Of Life mungkin dirinya bisa berkumpul dengan keluarga nya.


"Bagaimana keadaan mu? Apa tidak merindukan Ayah?'" tanya Raja mengelus kepala Putri sulungnya itu.


"Mari kita ke pondok, bicara disana Ayahanda. Clara selalu merindukan Ayahanda dan semuanya. " jawab Clara dengan tersenyum.


Semua orang berjalan menuju ke pondok yang ada dihutan bisu tempat Clara dibesarkan, pria yang berlatih tadi juga ikut bergabung tanpa diminta.


"Tunggu sebentar, Biar Clara ambilkan minum. " ucap Clara masuk ke dapur pondoknya dan diikuti Starla dan sisanya duduk diruangan depan.


"Apa hubungan mu dengan Putriku? " tanya Raja penuh selidik menatap tajam ke arah pria didepannya itu.


"Teman berlatih Tuan. " jawab pria itu tanpa ragu dan risih akan pandangan tajam Pria baruh baya didepannya.


"Cara pakaian mu bukanlah orang biasa. Dari mana asalmu? " tanya Raja lebih detail.


"Nak! Biarkan Cucuku bebas! " ucap Nenek mencoba menghentikan putranya itu, wajar saja Raja posesif karena ke-dua putrinya itu hidupnya.


"Baiklah Ibunda. " jawab Raja Pasrah, karena selama ini dirinya tidak pernah melawan ucapan ibunya itu .


Ibu suri berbincang tentang perkembangan pelatihan Clara kepada teman cucunya itu, dengan senang hati Trish bercerita bagaimana Clara sangat mengagumkan, setiap pelatihan selalu menambah kemahirannya. Disisi lain Starla sibuk memberikan banyak pertanyaan tentang Trish, kapan, kenapa dan apa yang terjadi hingga Pria itu bisa berlatih dengan kakaknya, sedangkan Clara hanya diam mendengarkan setiap kata yang dikeluarkan oleh adiknya dan sibuk membuat minuman dan makanan.


"Sudah? Berikan ini ke mereka! " perintah Clara seketika membuat Starla ingin berceloteh lagi namun Clara langsung menaruh jari telunjuk nya di bibir nya agar diam dan melakukan perintah nya.


"Minumlah Ayahanda, nenek dan Trish. " ucap Starla setelah meletakkan minuman dengan bibir yang mengerucut karena kesal.


"Hei ada apa Starla? Kenapa bibirmu begitu? " tanya nenek yang gemas melihat cucu bungsunya itu.

__ADS_1


"Tanya saja ka Clara. " jawab Starla kembali ke tempat kakaknya itu.


"Biarkan saja Ibunda. Pasti Starla langsung memberikan pertanyaan tanpa henti. " ucap Raja yang paham sifat Starla, Starla memang selalu seperti anak kecil ketika bersama keluarga.


"Kalian bicaralah. Nenek ingin menemui orang dulu. " ucap Ibu suri bangkit dari duduknya dan keluar dari pondok meninggal dua pria itu.


"Starla, Bagaimana keadaan kerajaan? Apa permaisuri Adreo sudah ditemukan? " tanya Clara yang sudah selesai membuat makanan.


"Starla adikku sayang. " panggil Clara untuk meredakan rasa kesal adiknya itu yang masih dengan setia mengerucutkan bibir nya dan bersedekap.


"Baik.Baiklah ka. Semua baik dan belum ada kelanjutannya tentang pencarian wanita itu. " jawab Clara yang akhirnya menyerah karena kakaknya memeluknya dengan hangat, rasanya seperti pelukan seorang ibu bagi Starla.


"Bagus.Terus waspada. Starla terbaik. " ucap Clara menggoda adiknya itu.


"Jangan mengalihkan pembicaraan ka! Ceritakan bagaimana Trish bisa bersama ka Clara! " jawab Starla yang masih kekeh dengan penasaran.


"Baiklah.Tapi senyumlah. " bujuk Clara dan disetujui Starla dengan senyuman.


Flash back


"Pergilah! Sudah tidak ada lagi kan yang dibutuhkan. " perintah Clara yang melihat Trish selesai makan.


"Tapi masih belum bertemu Starla, aku akan menetap disini beberapa hari. " ucap Trish tanpa malu.


"Ayolah.Biarkan aku bertemu Starla terlebih dulu Clara. " bujuk Trish.


"Baiklah.Tapi ada syaratnya. " jawab Clara yang tiba-tiba merencanakan sesuatu.


"Apapun syaratnya akan aku lakukan. " ucap Trish dengan semangat tanpa berfikir apa syaratnya nanti.


"Ajari aku ilmu Bertarung Anda! Itu syaratnya. " ucap Clara dengan membalikkan tubuhnya untuk menghadap Trish.


"Apa? Ilmu mu lebih besar dariku tapi masih belajar dariku? " tanya Trish yang tidak percaya dengan syarat Clara.


"Jika menolak, maka pergilah! " jawab Clara berjalan meninggalkan Trish.


"Aku setuju. " seru Trish setelah berfikir sejenak, tidak masalah jika harus mengajari Clara, jujur saja hati nya ingin berdekatan dengan gadis itu lebih lama.


Yah sejak itu Trish menjadi guru sekaligus samsak untuk Clara berlatih, tapi dengan sabar Trish tidak mengeluh jika terluka karena latihan, justru dirinya semakin kagum akan sosok Clara dan tentu saja hati nya semakin tidak karuan setiap dekat dengan gadis itu, hanya saja sayangnya hanya dirinya saja yang tahu hal itu.


Setelah Clara selesai bercerita justru terdengar keributan dari luar dapur, ke-dua gadis itu menghampiri asal suara, alangkah terkejutnya saat melihat pemandangan di depannya. Ke dua pria yang ditinggalkan berdua itu justru sibuk berdebat tentang hal sepele, bagaimana tidak sepele jika hanya tentang pakaian mereka menjadi seperti anak kecil yang tidak mau mengalah.


"Pakaian itu bukan dibuat orang biasa. Seorang Penjahit Kerajaan yang memiliki Lambang seperti itu! " seru Raja yang melihat gambar matahari terbakar api di sudut lengan kanan pakaian Trish, meski kecil tapi gambar itu sangat kontras sehingga terlihat.

__ADS_1


"Bukan, bukan. Ini hanya tiruan saja. " jawab Trish yang tidak ingin identitasnya ketahuan.


"Jangan bercanda denganku! Aku tahu benar itu bukan dari sembarangan tempat. " ucap Raja kekeh dengan pendiriannya.


"Sudah Cukup! " ucap Clara dengan nada keras agar ke-dua pria itu berhenti, yah benar saja ke-dua berhenti dan langsung memandang ke arah suara yang menghentikan perdebatan keduanya. Lihatlah gadis bermata tegas sudah dalam mode serius, jika tidak berhenti bisa jadi bubur.


"Ayahanda tidak masalah pakaian nya dari mana, selama itu masih layak untuk dikenakan. Dan Trish ingatlah kenapa masih tetap disini, tujuanmu sudah tercapai bukan! Maka segeralah pergi. " ucap Clara setelah menghembuskan nafas agar tenang.


"Tapi... " jawab Trish belum selesai.


"Marilah kawan. Kita berbicara diluar. Biarkan Ayahanda dan Ka Clara berdua. " potong Starla menarik tangan Trish tanpa permisi.


Didalam rumah Clara membicarakan tentang Kerajaan dan apa saja yang harus dilakukan kedepannya, sedangkan Starla berbicara dan Mengintrograsi Trish, bukannya tidak percaya pada kakaknya namun dirinya ingin tahu dari kedua belah pihak. Setelah selesai berbincang dengan Trish, Starla meminta Trish untuk pergi karena ini waktu nya bersama keluarga, menghargai keinginan Starla maka Trish pamit namun meminta izin agar bisa berpamitan dengan Clara dan ayahnya, tentu saja Starla tidak masalah namun Starla tidak ikut masuk karena harus pergi ke tempat lain untuk urusan lainnya terlebih dulu.


"Ayahanda masih tetaplah seorang Raja. Sebagai Putri Mahkota, Clara akan melakukan yang terbaik untuk Kerajaan. Bukan janji, hanya bukti yang bisa Clara tunjukkan untuk kedepannya. " ucap Clara dengan lembut di depan ayahnya.


"Putri ku sangatlah dewasa seperti Bunda mu dulu. Ayah percaya pada Putri-putri ku. " jawab ayah dengan senang hati memeluk putrinya itu.


Keduanya dikagetkan dengan kemunculan Trish, namun segera di netral kan agar Trish tidak curiga. Trish bersikap biasa saja namun setelah berpamitan pulang dan meninggalkan pondok itu dirinya berfikir apa arti ucapan Clara dan ayahnya tadi.


"Siapa Dirimu, apa semua yang kulihat hanyalah satu sisi dari dunia mu? Seperti kehidupan ku selama ini. " batin Trish yang sudah berjalan untuk kembali pulang ke asalnya.


................ ...


.


.


.


. Maaf yang udah nungguin up karyaku.. 🙏


setiap my work sift night, rasanya susah buat bagi waktu.. tapi tenang, novel ini masih akan berlanjut meski up sangat telat.. 😖☝️


.


.


. tolong bantu kasih semangat ya para readers 🙏👌


. thank you for Reading My Novel.. 😌🙏


...🥰 ...

__ADS_1


__ADS_2