
"Ibu, ini aku Putri mu Rosea. " ucap sosok tak kasat mata yang perlahan menunjukkan dirinya.
Air mata yang membasahi wajah penuh luka itu membuat sosok tak kasat mata tertunduk di depan jeruji besi di depan nya hingga kedua nya saling menatap memancarkan rasa rindu yang dalam. Suara yang sangat dirindukannya selama bertahun-tahun, cahaya dari Bola Api menyinari wajah seorang wanita. Perubahan yang begitu besar dari seorang gadis yang selalu ceria dengan mata berbinar, kini gadis itu sudah menjadi wanita dewasa dengan mata menghanyutkan meski masih tersirat pancaran kehangatan.
"Anak ku Rosea, hiks.. Hiks.. Benarkah itu kamu Nak? " ucap wanita yang dengan rantai nya mendekati jeruji besi.
Tangannya terulur menyentuh pipi putri nya yang sudah lama tidak bertemu, ada rasa bahagia dan bersyukur bisa melihat anak nya itu kembali. Rasa nya waktu pun sangat tidak adil membuat nya kehilangan banyak hal tentang perkembangan putri nya, kini air mata keduanya saling membanjiri pipi. Melihat begitu banyak luka di wajah ibu nya, sentuhan tangannya di setiap goresan itu meninggalkan luka dan dendam di hatinya, tak ingin melihat rasa sedih di mata putrinya kini sang ibu mencoba tersenyum meski senyuman itu tidak mengubah wajah nya yang sudah rusak.
"Ini pasti sakit sekali kan bu? Apa yang sudah iblis itu lakukan, goresan ini, mata ini dan seluruh luka ditubuh ini. Akan ku pasti kan iblis itu menerima karma nya! " ucap Rosea menahan amarahnya.
"Pergilah nak! Sebelum wanita itu melihat mu, ibu tidak mau jika tangannya melukai mu. Cepat Pergilah. " ucap sang ibu yang mendadak ingat dimana keduanya berada.
"Aku akan keluar, Tapi tidak sendiri. Tak akan kubiarkan iblis itu semakin menyakiti mu ibu. " ucap Rosea dan berdiri.
Sebuah ramuan dituangkan Rosea di gembok penjara dan gembok itu meleleh, ramuan dituangkan juga ke rantai yang membelenggu ibu nya. Kini rantai itu sudah meleleh dan tidak lagi menyakiti ibu nya, Tubuh yang sangat lemah membuat ibu nya sangat sulit untuk bangun hingga Rosea harus ikut memapah ibu nya untuk berdiri dan berjalan.
"Minumlah ini bu, Kita akan keluar dari sini dengan aman. " ucap Rosea dan memberikan Ramuan Kepada ibu nya dan membantunya untuk meminum, dirinya juga ikut minum.
.......................
Bugh.. Bugh.. kraak..
__ADS_1
"Ampun Yang Mulia. Ampuun.. " ucap seorang Prajurit.
"Dasar Bedeb*h,Menjaga satu orang saja bisa sampai kabur! Cepat Cari Wanita Tua itu! Jangan sampai ada yang menemukannya! " ucap Permaisuri Adreo yang masih mencengkram leher Prajurit nya setelah mematahkan satu tangannya.
Arghhhh...... (erangan Permaisuri Adreo )
Setiap sehari sekali seorang prajurit yang ditugaskan untuk menjaga persembunyian bawah tanah Milik nya itu, Prajurit itu akan datang ke penjara memberikan siksaan yang sudah di perintahkan dan itu terjadi selama ber tahun-tahun. Disaat amarahnya tidak bisa tersalurkan dengan baik, dirinya ingin melampiaskan pada tahanan nya namun disaat mendatangi penjara bawah tanah yang kedua Kali nya, justru sebuah kejutan yang didapatkan. Ruangan yang baru ditinggalkan selama beberapa jam itu kini sudah tidak berpenghuni lagi, wanita Tua yang di rantai sudah menghilang dan prajurit penjaga tempat itu juga seperti orang linglung karena mendapatkan teriakan dari Tuannya.
Setelah prajurit nya pergi melakukan perintah nya, kini didalam fikiran masih menerka siapa yang membawa kabur tahanan nya, karena tidak mungkin wanita Tua yang tidak memiliki kekuataan ataupun sihir itu bisa meninggalkan penjara sendiri. Pasti ada yang membantunya tapi siapa yang mau bersusah payah hanya untuk menyelamatkan wanita Tua, banyak kemungkinan yang bisa terjadi setelah semua yang dilewatinya. Banyak yang menginginkan dirinya jatuh, tapi kemungkinan terbesar yang terjadi adalah Hanya penyihir Rosea yang akan melakukan tindakan menyelamatkan wanita Tua yang menjadi ibu gadis itu. Namun penyihir Rosea menghilang ntah kemana setelah peristiwa Kegagalannya melenyapkan keluarga Istana Langit, dan kemarin saat mendatangi gua nya pun penyihir itu tidak ada di tempat nya, terlebih lagi gua itu seperti tak berpenghuni karena kondisi nya sangat berantakan dengan berbagai bahan dan ramuan yang berceceran di mana-mana.
"Tidak! Itu tidak mungkin, Pasti ada orang lain yang ingin bermain dengan ku. Apa mungkin Dexter? Tapi dia bahkan tidak tahu rahasia ini. " gumam Permaisuri Adreo yang masih memikirkan segala kemungkinan.
"Tabib tolong obati ibu saya. Tolong jangan biarkan ibu saya keluar dari tempat ini sampai saya kembali, dan ini untuk semua kebutuhan ibu saya. " ucap Rosea dengan memberikan sekantung koin emas.
Setelah memastikan ibu nya di tempat aman dan akan diobati pula, Rosea sudah berpamitan untuk melakukan rencana nya lagi. Meski sang ibu meminta nya untuk melupakan semua nya dan tinggal bersama seperti dulu lagi, tetap saja hati nya tidak bisa melepaskan dendam pada Permaisuri Adreo. Wanita iblis itu yang membuat ketenangan hidupnya hancur berkeping-keping, ntah sudah berapa banyak korban yang harus disingkirkannya hanya demi memenuhi perintah Permaisuri Adreo. Kini alasannya melakukan kejahatan sudah tidak ada ditangan wanita iblis, sudah waktu nya untuk berganti arah buruannya, kini sasarannya adalah memotong sayap keegoisan Permaisuri Adreo.
Setelah meyakinkan sang ibu agar menerima keputusannya dan memberikan dukungan pada putrinya, kini Rosea meninggalkan pondok pengobatan itu dengan langkah yang sejuta kali lebih ringan dari biasanya. Meski hati nya berat dan masih ingin bersama ibu nya tapi setiap luka ibu nya semakin mengingatkan dirinya akan Permaisuri Adreo yang menjadi wanita iblis, apalagi setelah mendengar semua penyiksaan yang diterima ibu nya. Membuat hati dan fikiran nya terbakar, dendam untuk melihat kehancuran Permaisuri Adreo semakin besar dan kini Tujuannya hanya membuat buruannya merasakan arti kehilangan dan siksaan batin seperti yang dirinya dan ibu nya rasa kan.
"Aku akan menjadi mata-mata sekaligus Penghalang terbesar untuk mu Wanita iblis, Akan ku buat hidup mu penuh duri, luka dan kegagalan. Selamat atas hidup baru mu Permaisuri Adreo. " batin Rosea melangkahkan kakinya menjauhi tempat pengobatan.
......,.............
__ADS_1
Kini langkah nya akan kembali di tempat rahasia milik Permaisuri Adreo, ingin melihat betapa kacaunya buruannya itu.
Sedangkan di Hutan Ajaib kini Putri Starla dan Pangeran Lars saling berhadapan disisi yang berbeda, Danau yang dipenuhi Bunga Teratai Emas menjadi Penghalang keduanya.
...***********...
.
.
. hay All readers karena hari ini masih tahun baru dan di tempat author tak ada perayaan apapun , akhirnya author lanjut nulis aja 😁😁
. 𝚃𝚎𝚝𝚎𝚙 𝚜𝚝𝚊𝚢 𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚁𝚎𝚊𝚍𝚎𝚛'𝚜 𝚢𝚊 𝚝𝚊𝚖𝚋𝚊𝚑𝚒𝚗 𝚕𝚒𝚔𝚎 𝚖𝚊 𝚌𝚘𝚖𝚖𝚎𝚗𝚝 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊, 𝚋𝚒𝚊𝚛 𝚊𝚞𝚝𝚑𝚘𝚛 𝚝𝚎𝚝𝚎𝚙 𝚗𝚞𝚕𝚒𝚜 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 45 , 😁
. Meski sebenarnya nih ya author lagi broken heart 💔, bayangin aja di tahun baru yang seharusnya dapet hadiah senyuman manis dari do'i, malah berakhir ditinggalin tanpa pemberitahuan. 🤧😫😭😭
.Semua aplikasi aja pasti ada pemberitahuan nya iya kan, tapi hubungan malah gak ada sama sekali, main block gitu aja,kan nyesek.. 😭🤧
. hehehe maaf author lagi feeling sad more...
takecare All readers.. 😊
__ADS_1