The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Misi Putri Starla


__ADS_3

Ditengah Hutan seorang gadis sibuk mencari tumbuhan langka untuk membuat ramuan obat terbaik, yah siapa lagi jika bukan Putri Starla yang diberikan tugas sang nenek untuk mencari obat bagi Ayahnya yang sudah terkena Racun mematikan.


Terbiasa hidup di istana dan kini dirinya berada di tengah hutan tentu rasanya berbeda, bahkan keahliannya bertarung akan sangat berguna jika ada hewan buas yang menyerang, Neneknya memperingatkan agar Putri Starla tidak menggunakan elemen kekuatan yang dimilikinya selama berada diluar hingga akhirnya harus mengandalkan kekuatan alaminya, tujuannya mencari bunga kematian dimana bunga itu hanya akan tumbuh satu tangkai di setiap Bulannya dan waktu ini adalah dekat dengan mekarnya bunga itu. Bunga kematian adalah bunga mawar hitam yang tetap menjadi kuncup dan mekar disaat bulan purnama, banyak orang yang akan mengincar bunga itu untuk membuat Racun atau penawar Racun. Hal itu dikarenakan bunga Kematian bisa menyembuhkan dan juga mematikan tergantung dengan pilihan pembuat Racikan nya.



Sebuah tempat luar ditengah hutan terlihat sangat tenang namun aura disana sangatlah dingin, Putri Starla memutuskan untuk duduk diatas pohon agar lebih leluasa memandang ke segala arah. Bunga kematian yang yang diinginkan olehnya juga memiliki magis, dimana tidak terlihat mata selama bunga itu tidak disirani sinar rembulan dan hanya diwaktu yang sama juga bunga akan mekar , jika bunga dipetik disaat bulan purnama maka tidak akan melukai pemetik nya namun jika melewati waktu bulan purnama maka akan menarik kekuatan dari bunga itu sendiri yang bearti hanya sia-sia meski mendapatkan nya.

__ADS_1


Malam beranjak semakin larut, suasana yang begitu hening hanya dari sekilas pandangan saja, karena kenyataannya disana sudah banyak yang menunggu kemunculan bunga kematian termasuk Putri Starla. Tak jarang pertarungan singkat dan sengit harus mewarnai untuk mendapatkan bunga kematian ini, Pantulan sinar bulan yang sempurna perlahan mengarah ke tengah lahan yang ada didepan Putri Starla. Perlahan sebuah kolam kecil muncul dan menunjukkan bunga teratai Yang bermekaran, dan ditengah kolam itu terdapat sebuah pohon kecil yang kokoh dan ada sekuncup bunga mawar hitam yang perlahan mulai mekar . Semua yang sudah siap untuk mendapatkan bunga kematian bermunculan dan Putri Starla tidak ketinggalan, hanya ada 3 orang yang muncul bersamaan. Dan kini Putri Starla harus bertarung dengan mereka untuk mendapatkan bunga kematian, pertarungan yang tidak bisa dielakkan namun dirinya hanya bisa bertarung dengan kekuatan alaminya, namun pertarungan tetap lah dimenangkan Putri Starla karena dirinya sudah dibekali sang nenek ilmu bela diri yang jauh diatas dulu tentu menjadi keuntungan buatnya.


Disaat ingin mengambil bunga kematian, sebuah serangan datang dari belakang dan Putri Starla yang memang tetap waspada berhasil menghindarinya meski sebuah goresan tercetak di lengan nya yang mulus, darah mengalir meski tidak begitu banyak.


"Sial.Kenapa kamu masih waspada. " umpat orang itu yang melihat kesigapan Putri Starla.


"Apa! Siapa yang gila? " tanya orang itu yang membuka tudungnya dan terlihat seorang wanita, dari penampilannya seperti seorang penyihir.

__ADS_1


"Oh.Penyihir." gumam Putri Starla yang melihat wajah wanita itu.


Tanpa melanjutkan pembicaraan, penyihir itu terus menyerang Putri Starla namun hanya dihindari tanpa melawan sedikit pun. Melihat hal itu membuat penyihir semakin marah dan geram, akhirnya penyihir mengeluarkan seluruh kekuatannya dan langsung menyerang Putri Starla bertubi-tubi, disaat masih menghindari serangan Putri Starla tersandung dan hampir saja jatuh namun tiba-tiba ada tubuh yang menahannya dan seketika menghentikan serangan sang penyihir. Setelah bisa berdiri sendiri, orang yang menolongnya tadi kini sibuk bertarung dengan penyihir itu, dan Putri Starla mengambil kesempatan itu untuk mengambil bunga kematian agar bisa menyelamatkan sang Ayah.


"Hai, kamu tidak mau berterimakasih? " seru orang itu setelah berhasil mengalahkan penyihir dan melihat Putri Starla yang hendak meninggal tempat kejadian.


"Terimakasih Tuan." ucap Putri Starla menoleh sesaat dan kembali melangkah meninggalkan tempat itu dengan membawa bunga kematian di tangannya.

__ADS_1


Melihat hal itu, orang tadi diam-diam mengikuti Putri Starla, Putri Starla yang buru-buru tidak menyadari bahwa seseorang mengikutinya.


__ADS_2