The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Keputusan Sidang Kejahatan *Dibalik Rahasia*


__ADS_3

"Siapa Tuan Mu? Ksatria Niel! " seru sosok itu.


Hening...


*Perisai Es* seru Pangeran Lars yang melihat gerakan ksatria Niel ingin kabur.


"Sudah lah Pangeran bawa dia pada sidang kejahatan besok, biarkan semua melihat siapa pengkhianat dalam Kerajaan. Setidaknya Dalang, Pengikut dan bukti sudah terkumpulkan. " ucap Achela meredam amarah Lars.


Lagi pula bagaimana Ksatria Niel akan bicara setelah di bekukan oleh Pangeran Lars,dan lebih baik membekukan orang itu agar tidak bisa melarikan diri.


Sekali lagi Lars hanya bisa menuruti perintah Achela dan meredam amarah nya, sungguh selama beberapa hari dirinya harus menahan amarah nya karena secara perlahan mengetahui kejahatan yang dilakukan seseorang yang selalu di anggap sebagai paman. Hati nya hancur ketika mengetahui bahwa pria itu diam-diam menyimpan rasa pada Bunda dan berniat untuk merebut Bunda nya dari Ayahanda nya, hutang budi yang dilakukan keluarga nya seakan menjadi sia-sia karena kebebasan yang di berikan pada ksatria Niel justru semakin mempermudah setiap kejahatan pria itu.


Berkat rencana yang di buat Achela, kini musuh di dalam selimut sudah terungkap meskipun hal ini akan membuat banyak hati yang hancur. Dengan menggunakan portal nya Achela, ketiga makhluk itu kembali ke istana tentu saja setelah meletakkan ksatria Niel ke tempat yang aman dimana tak seorang pun bisa memasuki ruangan itu selain Achela dan Pangeran Lars. Ruangan yang tidak memiliki jendela atau pun pintu itu sengaja di siapkan Achela tentu saja di bantu Pangeran Lars yang memiliki Istana dan tentu saja melepaskan perisai es agar ksatria Niel tidak mati membeku.


Flashback


"Semua pasti akan ku jawab, tapi lakukan perintah ku tanpa mempertanyakan alasan ku. Semua ini untuk menyelesaikan masalah pengkhianat di Kerajaan Es. " ucap Achela dengan serius.


Hening....


"Lakukan ini Pangeran , Kembalilah ke jamuan makan dan katakan bahwa kau mempunyai kabar yang menggembirakan dengan penangkapan para pengkhianat dan katakan bahwa bukti akan di serahkan pada Sesepuh Putri Sisilisa dan pastikan seluruh tamu undangan malam ini mengetahui berita keberhasilan mu menangkap para pengkhianat. Hanya serahkan bukti nya saja di depan semua orang,bukan para pengkhianat nya. Jika ada yang bertanya di mana para pengkhianat nya maka jawab saya ada dalam perlindungan mu agar tetap aman hingga sidang kejahatan di gelar." ucap Achela.


Setelah mendengarkan perintah Achela, Pangeran Lars segera mengganti pakaiannya dan kembali ke Aula Kerajaan, beruntung semua orang masih berdiskusi tentang pernikahan nya sembari menikmati anggur Kerajaan. Kemunculan Pangeran Lars membuat semua orang menyambut nya dengan senang, mempersilah kan sang pewaris duduk di samping Raja.


"Nak bukankah kau lelah, kenapa tidak istirahat saja? " ucap Raja memberikan segelas anggur kepada Putra nya.


"Maaf Yang Mulia, sebenarnya aku kembali karena memiliki berita gembira untuk kita semua. " jawab Pangeran Lars dengan tersenyum.


"Berita apa nak, apakah ini soal pernikahan mu? " tanya Raja.


"Eh.. Bukan. Baik lah, Yang Mulia Raja dan seluruh tamu undangan , kemarin di saat aku melakukan patroli bersama pasukan ku. Akhirnya kami menangkap para pengkhianat Kerajaan yang belakangan ini telah meresahkan Kerajaan dengan pencurian senjata Kerajaan, dan bukan hanya itu, karena Penangkapan disertai Bukti. Maka esok Bukti akan diserahkan pada Sesepuh Putri Sisilisa agar di amankan. Ku harap berita ini cukup membuat kita semua sedikit merasa lega." ucap Pangeran Lars dengan serius.


"Benarkah itu Pangeran?"


"Bagaimana itu bisa terjadi?"

__ADS_1


"Dimana para pengkhianat itu? "


"Dimana bukti nya? "


Suara dari para tamu undangan yang mengajukan berbagai pertanyaan membuat Pangeran Lars hanya tersenyum dan diam. Hingga Sesepuh Putri Sisilia menenangkan semua tamu undangan dan mempersilahkan Pangeran Lars untuk melanjutkan berita yang baru saja disampaikan.


"Saya hanya bisa mengatakan Bukti akan diserahkan esok hari pada Sesepuh Putri Sisilia sebagai Pemimpin seluruh prajurit Kerajaan Es dan untuk Para pengkhianat berada di bawah pengawasan ku. Itu saja yang Saya sampaikan, selamat malam untuk kalian semua. " ucap Pangeran Lars.


Setelah menjelaskan itu Pangeran Lars melambaikan tangan dan meninggalkan semua tamu yang masih kasak kusuk dan ada yang hanya hanya melongo. Namun ada satu orang yang mengepalkan tangan nya di bawah meja dan mengeratkan gigi nya, terlihat kerutan di atas alis nya namun tak seorang pun yang menyadari hal itu kecuali sosok mungil yang tak terlihat menatap orang itu dengan senyuman.


Selama beberapa hari permainan petak umpet dilakukan oleh Pangeran Lars, Sesepuh Putri Sisilia dan Achela hingga akhirnya semua kebusukan dari seorang ksatria Niel terungkap tanpa sisa. Dari mulai lukisan Ratu Es yang ada dikamarnya , pencurian senjata yang di pimpin oleh nya, dan beberapa kejadian seperti pemberontakan yang juga di dalangi oleh nya.


Semua nya semakin jelas ketika secara langsung Achela mengatakan siapa tersangka nya dan membuat Pangeran Lars berserta Sesepuh Putri Sisilia untuk berjanji mengikuti rencana yang sudah di sepakati, penggeledahan kamar Ksatria Niel di serahkan pada Sesepuh Putri Sisilia dan sisa nya di lakukan Pangeran Lars dan Achela. Hingga hari ini adalah hari terakhir rencana mereka dan ksatria Niel sudah masuk perangkap tanpa usaha yang keras, dengan sendiri nya ksatria Niel mengikuti pengawal khusus Pangeran Lars yang ditugaskan untuk menjaga para pengkhianat.


Tanpa di ketahui Ksatria Niel bahwa tahanan sudah di pindahkan ke dalam penjara Istana dan penjara milik Pangeran Lars hanya ada Pangeran Lars dan Achela di dalam nya, rencana yang sangat baik. Pertama kali ksatria Niel mengikuti pengawal khusus Pangeran Lars memang di perlihatkan bahwa disana lah tempat para pengkhianat namun hari berikutnya sudah berganti dan semua ini di lakukan tanpa memberitahukan siapa pun karena perpindahan tahanan pun di lakukan oleh Achela dengan portal nya.


.............. ...


Keesokan hari nya aula Kerajaan sudah di penuhi dengan rakyat dan para petinggi Kerajaan untuk Sidang kejahatan yang dilakukan para pengkhianat namun semua mata tertuju pada rantai besi yang sudah dikalungkan pada seorang ksatria, ksatria penjaga keluarga Kerajaan. Ada teriakan penuh tanda tanya di hati setiap orang yang melihat itu, namun di Sisi lain ada wajah baru yang akhir-akhir ini juga sering mondar-mandir di jalanan Kerajaan sudah terantai juga dan 2 buah peti yang ada di hadapan mereka.


"Yang Mulia Raja Yourin beserta Ratu dan Pangeran Lars memasuki ruangan. " seru penjaga pintu.


"Sebelum sidang kejahatan di mulai, Saya Raja Yourin mengumumkan pengangkatan Raja Baru dari Kerajaan Es Yaitu Pangeran Lars Calleum. Mulai Hari ini Kerajaan Es akan di Pimpin oleh Raja Lars Calleum dan Saya mengundurkan diri sebagai Raja hari ini juga." seru Raja Es dengan sekali tarikan nafas.


Semua menjadi diam sesaat mencerna pengumuman Raja yang mendadak namun detik berikutnya semua orang menyambut kabar itu dengan penuh suka cita, kecuali orang yang menjadi alasan kebahagiaan semua orang. Pangeran Lars masih terpaku dengan keputusan Ayahanda nya namun tangan lembut Bunda nya menyadarkan bahwa semua sudah di putuskan dan tatapan Rakyat beserta petinggi Kerajaan penuh kepercayaan mengarah pada nya.


"Ayo nak, maju dan jalani Tanggung Jawab mu. " ucap lembut Bunda.


"Saya Pangeran Lars Calleum menerima Tanggung Jawab sebagai Raja Kerajaan Es , Bagaimana pun ke depan nya Saya berharap dukungan dan kepercayaan kalian tetap bersama ku mengiringi di setiap langkah kepemimpinan ku." ucap Pangeran Lars dan membungkuk kan badan nya untuk menghormati semua orang.


Raja Yourin mendudukkan Pangeran Lars di tahta Kerajaan dan mengganti Mahkota Pangeran dengan Mahkota yang di gunakannya selama ini, dengan pergantian Mahkota maka pergantian Pemimpin sudah di anggap sah. Meskipun di dalam hati Pangeran Lars masih belum siap untuk menjadi Raja namun di balik semua ini pasti ada alasan Ayahanda nya maka Pangeran mencoba menerima keputusan orang tua nya dengan lapang dada.


"Sidang Kejahatan di buka! Silahkan para terdakwa dan para saksi mengutarakan pembelaan dan tuduhan serta bukti yang kalian miliki. " ucap Pangeran Lars membuka sidang.


Satu persatu memberikan pernyataan, pembelaan, tuduhan serta bukti di dengarkan semua orang dengan seksama hingga semua kebenaran terungkap. Rasa hormat yang ditujukan pada Ksatria Niel kini berubah menjadi rasa benci dan sinis dari berbagai pihak, ada yang masih mendukung dan ada terang-terangan memberikan cacian namun Pangeran Lars dengan sigap memerintahkan untuk tetap tenang.

__ADS_1


"Bagi tiga orang yang tertangkap di saat membawa keluar senjata Kerajaan akan di hukum Penjara selama 10 tahun disertai hukuman cambuk 100 kali setiap satu minggu sekali dan Untuk Ksatria Niel , gelar yang selama ini di sandang akan di cabut dengan tidak hormat karena tindak kejahatan nya mencemari pangkat yang di penuhi kepercayaan Rakyat pada nya di tambah hukuman nya di kurung di penjara khusus hingga waktu tak terbatas. Sidang kejahatan di tutup! " seru Pangeran Lars dan berdiri meninggalkan Tahta nya.


Para prajurit melaksanakan perintah Raja baru mereka dengan hati-hati dan waspada agar tidak ada tahanan yang kabur, kecuali Ksatria Niel yang langsung di tangani oleh Sesepuh Putri Sisilia sendiri.


"Ini tempat mu yang baru Niel! Berfikir lah apa yang sudah kamu lakukan!" ucap Sesepuh Putri Sisilia dan mengunci Penjara khusus Ksatria Niel dengan mantra yang tidak di pahami oleh Niel.


"Salam Sesepuh Putri Sisilia. " ucap Achela.


"Master apa yang kau lakukan disini? " tanya Sesepuh Putri Sisilia.


Achela hanya menunjuk ke arah Ksatria Niel yang menghadap tembok.


"Baik lah, Saya harus menemui Leum. Pasti anak itu memiliki banyak pertanyaan." ucap Sesepuh Putri Sisilia yang memahami keinginan Achela.


"Katakan saja yang sebenarnya Putri Sisilia, ini sudah waktu nya Pangeran Lars tahu seperti apa kondisi Ke dua orang tua nya. " ucap Achela di saat Putri Sisilia sudah mulai berjalan.


"Seperti Perintah anda Master. " jawab Putri Sisilia dan meninggalkan Penjara khusus.


wuush..


Dengan pintu berkunci mantra maka hanya portal yang bisa di gunakan Achela untuk mendekati ksatria Niel, muncul di depan pria itu dengan cara yang tidak biasa. Namun kemunculan Achela seakan tidak membuat pria itu terkejut, begitu pula Achela tidak terkejut dengan reaksi dari pria di depan nya.


"Siapa kau sebenarnya? " tanya ksatria Niel.


"Dimana kau sembunyi kan Ratu Es? " tanya Achela tanpa emosi sedikit pun.


"Aapa maksudmu? " tanya Niel dengan wajah terkejut nya.


"Dimana KAU SEMBUNYI KAN RATU ES YANG SEBENARNYA!" seru Achela menggema di ruangan itu.


"Siapa kau sebenarnya? bagaimana kau tahu tentang hal itu! " tanya Niel dengan keringat bercucuran.


"Jawab atau ku buang Adik Mu Itu! " ucap Achela dengan serius.


"Hahaha.Terserah apa mau mu! " jawab Niel.

__ADS_1


"Seperti Keinginan Mu Niel! " ucap Achela dan meninggalkan Penjara khusus.


Setelah kepergian Achela, berulang kali tangan kekar itu dibenturkan dengan sengaja ke dinding berulang kali hingga darah menetes dengan luka yang cukup banyak, perasaannya sungguh kacau dan kalang kabut. Ntah bagaimana keluar dari tempat ini dan dirinya diam tidak melakukan pembelaan apa pun di dalam sidang agar sesuatu yang tersimpan rapat di hati nya tidak ikut terungkap namun kenapa seekor kucing yang bisa berbicara menanyakan hal yang sudah ditutupi serapat mungkin, padahal rahasia itu hanya dirinya dan Adik nya yang tahu.


__ADS_2