The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Kembali nya Para Peri


__ADS_3

"Apa kalian sudah siap kembali? " tanya Clara setelah memulai pertemuan nya.


"Lady Cristal tapi kekuatan para peri kini terbatas, meskipun wabah itu sudah berhenti namun dampak dari wabah itu masih terlihat dan tertinggal. " ucap Peri Ziyanka.


"Iya Tuan ku, Beruntung sebelum wabah itu meraja lela, para Peri yang masih anak-anak sudah di simpan di dalam Bunga Cahaya." ucap Peri Fyra.


"Jika kami kembali pada Tuan kami, siapa yang akan menjaga Bangsa Peri? " ucap Peri Gracia.


"Tapi kita semua memiliki Tuan, kecuali para Peri selain kita berempat. Hanya kita yang harus meninggalkan hutan cahaya dan melanjutkan tugas sebagai pendamping para putri Kerajaan langit. " ucap Peri Henna.


"Bukan hanya kalian yang akan meninggalkan hutan cahaya! Karena akan ada pemilihan Peri untuk seorang Ratu dan seorang wanita muda, tapi jika Peri Ziyanka mengizinkan? " ucap Clara dengan tenang.


"Apakah itu sangat penting Lady Cristal? Aku tidak ingin Bangsa ku terluka , kami berempat siap untuk kembali kepada Tuan kami. Tapi biarkan Peri lainnya tetap di hutan cahaya! " ucap Peri Ziyanka dengan keputusan terakhir nya.


"Diterima! Peri Gracia dan Peri Ziyanka kembali lah kalian ke Istana Langit dan pasti kan tidak seorang pun tahu pertemuan kita! Dan Peri Fyra dengan Peri Henna kalian ikut dengan ku untuk melakukan sesuatu. Tapi dimana Peri Ghea dan Kakak nya Giel? " ucap Clara.


"Mereka berdua sibuk melayani Bangsa Peri, dan keduanya bekerja sama untuk melindungi wilayah perbatasan yang sudah terkena wabah." jawab Peri Ziyanka.


"Baiklah, kita akan berpisah. Peri Ziyanka dan Peri Fyra, Aku ingin kalian waspada dengan Permaisuri Adreo. Wanita itu pasti akan mencoba menembus pertahanan Kerajaan Langit." perintah Clara.


Setelah kepergian Peri Ziyanka dan Peri Fyra, Clara mencoba melihat keadaan hutan cahaya dengan mata hati nya. Semua terlihat baik dan tenang, namun ada yang harus di lakukan Clara di hutan cahaya.


"Peri Henna pergilah kau temui Pendeta di Hutan Bisu, Aku ingin kamu membantu ku , untuk menyalurkan energi mu pada Raja Dexter. Aku harus membawa jiwa nya kembali, Jangan lepaskan Raja Dexter sebelum Aku mendapatkan Jiwa nya. Aku akan mulai mencari Jiwa Raja Dexter disaat energi mu sudah dapat ku rasa kan." Ucap Clara memandang Peri Henna.


"Seperti perintah anda Lady Cristal." jawab Peri Henna dan meninggalkan Hutan cahaya.


"Peri Fyra, tolong bawa Peri Ghea dan Giel kemari!" perintah Clara lagi.


"Baiklah." jawab Peri Fyra.


Semua Peri kini tidak ada di dekat Clara, waktu nya untuk Clara melakukan yang seharusnya. Sesuatu yang akan menjadi masa depan kehidupan selanjutnya, dimana semua telah mulai berputar. Sebuah Takdir yang harus di ciptakan bukan di hindari, disini lah peran Clara sebagai Lady Cristal, dengan Jiwa murni nya harus membuat Jalan masa depan.


Keamanan dan kehidupan akan bergantung dengan semua tindakan yang Clara lakukan, semua yang bisa di lakukan telah di lakukan oleh Clara. Meskipun itu membuat Jiwa murni Clara terbagi dari semua aspek kehidupan, ini lah tanggung jawab Clara sebagai Raga pemilik Jiwa Murni.


*Simbol Bunga Teratai* batin Clara.


Dengan element cahaya biru yang mengalir ke dalam jemari nya, sentuhan jemari itu mulai mengukir dengan gerakan cepat di pohon pusat Kehidupan Bangsa Peri. Sebuah pintu Dimensi kembali di buat oleh Clara, dimana mereka yang di Takdir kan selamat maka akan berjalan menuju masa depan. Dan mereka yang tidak selamat maka akan ikut menjadi darah pengorbanan untuk Kehancuran Alam, setiap Jiwa yang memiliki garis masa depan akan melewati pintu Dimensi cahaya biru.

__ADS_1


"Salam Lady Cristal, apa ada perintah untuk kami? " tanya Peri Ghea setelah sampai di tempat Clara.


"Apa kakak mu itu selalu bersembunyi seperti sekarang? " tanya Clara dengan melihat wajah yang bersembunyi di bahu Peri Ghea.


"Maaf Lady Cristal, ka Giel merasa malu untuk bertemu dengan anda. Tapi sungguh ka Giel sudah berubah, saya bisa menjamin itu." ucap Peri Ghea dengan serius.


"Giel! Apa kamu tidak mau tahu apa yang sebenarnya tentang hidup mu? " tanya Clara mencoba menarik Giel dengan memancing rasa ingin tahu pria itu.


"Apa maksud anda? Saya tahu siapa diri Saya! " jawab Giel dengan pelan.


"Boleh ku katakan pada Peri Ghea? " tanya Clara dengan santai nya.


Terlihat jelas raut wajah gelisah di wajah Giel, ada rasa takut yang membuat tubuhnya gemetar. Perubahan itu dapat di rasa kan oleh Peri Ghea, membuat gadis itu penasaran apa yang di maksud Clara, tatapan mata kakak nya seakan menjerit untuk tetap merahasiakan semua nya dari Peri Ghea.


"Ka? Ada apa ini? Apa ada yang harus Ghea ketahui.Jawab Ka! " ucap Peri Ghea dengan mengoyangkan tubuh Giel.


" Akuu... " jawab Giel seakan tidak sanggup mengatakan yang sebenarnya.


"Tenang lah Peri Ghea, Giel hanya tidak mau, kamu tahu jika selama ini semua yang di lakukan kakak mu itu atas dasar ancaman Raja Kegelapan. Kakak mu hanya ingin selalu melindungi mu meskipun itu berarti dia harus menjadi penjahat sekali pun. Benar begitu Giel? " jelas Clara tentu nya hanya setengah dari kebenaran.


"Benar Ghea, maaf in kakak yang tidak bisa melindungi mu sebaik mungkin. " ucap Giel dengan menunduk, ada rasa sesak di dada nya karena kenyataan masih tersimpan rapat di hati nya.


"Peri Ghea tolong bawa kan Aku , satu Bunga Cahaya di wilayah utara, Bunga Cahaya dengan kilau putih seputih sinar rembulan! " ucap Clara.


" Baik Lady, Aku akan segera kembali membawa keinginan anda. " jawab Peri Ghea dan meninggalkan kakak nya bersama Clara.


Dengan mata yang tajam Clara mendekati Giel yang mulai merasakan aura mencekam, aura yang penuh dengan tekanan. Seakan sesak di dada nya semakin memperlambat denyut jantung nya, semakin mendekati maka semakin terasa sakit tak tertahan kan.


*Cahaya Bintang* ucap Clara disaat pergelangan tangan Giel sudah di raihnya.


"Jangan bermain dengan ku! Aku tahu semua yang tersimpan di dalam hati mu! Jika aku memiliki hak, maka sudah ku katakan semua nya pada Peri Ghea, tapi Aku memberi mu satu kesempatan untuk melindungi Peri Ghea. " bisik Clara dengan suara yang begitu tajam.


"Aaapaa yaang aanda tahuu? " tanya Giel dengan gugup.


"Bukankah...... " bisik Clara yang berhasil membuat tubuh Giel melorot bagaikan tak bertulang.


Tatapan nya sangat nanar, penuh ketakutan, penyesalan dan juga kebencian. Di Sana lah semua nya akan terungkap, di dalam mata nya yang selalu berubah dengan mudah nya. Siapa pun Giel, Giel masih menjadi salah satu makhluk langka yang tidak di ketahui banyak orang.

__ADS_1


Dialah Bangsa Penyihir tingkah dewa, dimana darah nya mengalir dari dua ras. Darah para Klan Elf dan juga Penyihir, Giel adalah keturunan terakhir dari Bangsa nya setelah pembunuhan massal yang di lakukan Raja Kegelapan ratusan tahun lalu. Tentu nya seorang bayi yang tidak mengetahui apa pun kini hanya menjadi budak Raja Kegelapan namun secara perlahan kekuatan sihir nya muncul setelah umurnya mencapai 100 tahun.


Wajah memang menutupi usia aslinya namun sebagai Bangsa Penyihir tingkat dewa maka Giel di anugrahi umur panjang, sedang kan Ghea memang lah hanya manusia biasa yang di asuh oleh Giel karena sebuah alasan.


"Asahlah sihir mu di tempat ini! Lindungi Ghea karena dia juga sasaran Raja Kegelapan! Jangan bersikap seperti seorang pengecut, dan Aku akan mengawasi mu mulai hari ini." ucap Clara dan kembali menjauhi Giel setelah mencium aroma tubuh Ghea yang mendekat.


"Kakak ada apa? Kenapa kau duduk seperti itu?" tanya Peri Ghea dengan bingung karena melihat Giel yang duduk seperti orang bersimpuh ketakutan.


"Tenang lah Peri Ghea, kakak mu hanya lelah berdiri. Terimakasih atas Bunga Cahaya nya." ucap Clara dan menerima Bunga dari tangan Ghea.


"Kalian jaga diri! Ayo Peri Fyra kita harus pergi." ajak Clara dan berjalan meninggalkan kakak beradik itu.


Apa pun yang terjadi akan menjadi keputusan Giel, dimana tanggung jawab nya akan di mulai, sihir yang selama ini di sembunyikan akan menjadi kawan atau lawan hanya pria itu yang akan menentukannya. Sedang kan tugas Clara hanya mengingatkan meskipun Clara tahu membangkitkan Jiwa seorang Penyihir tingkat dewa akan membuat alam semakin terbakar namun di dalam Takdir jalan nya memang semua yang telah mati akan bangkit dengan hukum Alam.


"Tuanku? Apa yang terjadi? " tanya Peri Fyra yang melihat wajah Clara begitu serius.


"Ayo kita kembali ke Istana Raja Kegelapan, Peri Fyra bersiaplah karena kamu yang akan menjadi penunjuk arah untuk menemukan Jiwa Raja Dexter." ucap Clara mengalihkan pertanyaan Peri nya dan membuka portal nya membawa keduanya kembali ke Istana Kegelapan.


...*******...


.


.


.


. Siapa Peri Ghea sebenarnya ya? kenapa seorang Penyihir tingkat dewa harus menjaga Manusia biasa?


.


.


. Apakah Clara dan Peri Fyra mampu membawa Jiwa Raja Dexter kembali?


.


.

__ADS_1


. Tunggu kelanjutannya 😁


__ADS_2