
"Hmm seperti nya akan gagal. Lebih baik aku pergi saja dari sini. " gumam wanita bertopeng.
Meninggalkan kamar nya dan kembali ruang utama, kehebohan kembali terjadi disaat dirinya keluar, tatapan mendamba dan ingin memangsa terlihat sangat jelas membuat nya risih, namun semua disimpan dalam hati .
"apakah Nona tidak menyukai pelayanan kami? " tanya pemilik tempat itu yang terburu-buru menghampiri wanita bertopeng.
"Bukan dia yang kuinginkan. Sudahlah. Aku ingin orang yang sudah menjadi pelanggan mu 5 tahun ini. " Jawab wanita bertopeng itu dengan datar.
"Maaf mengecewakan nona. Apakah yang nona maksud Tuan Naimoto seorang Menteri dari Kerajaan sebelah? " tanya pemilik tempat itu.
"Seorang pria yang masih muda memiliki goresan luka ditangan kirinya,tapi sikapnya sangat lah temperamen, selalu berpakaian bangsawan tanpa pandang tempat dan waktu. Pria itu yang ku inginkan." ucap wanita bertopeng dengan berbisik di telinga wanita pemilik tempat hiburan.
*Beliau Tuan Naimoto, tapi sudah seminggu tidak mengunjungi tempat ini. Beliau sudah membawa seorang wanita untuk tinggal bersama nya selama 1 bulan ke depan." ucap wanita pemilik tempat itu.
"Dimana aku bisa menemui nya? " tanya wanita bertopeng itu masih berbisik.
"Sebuah pondok pribadi miliknya di dekat hutan wilayah ini juga. " jawab wanita pemilik tempat itu.
"Terimakasih." ucap Wanita bertopeng sekali lagi memberikan 3 keping mas dan membuat mata wanita paruh baya itu kegirangan.
................
__ADS_1
Meninggalkan tempat hiburan, kini Lady Cristal menyusuri jalan menuju ke tempat yang diarahkan oleh wanita tadi. Yah wanita bertopeng itu tidak lain Lady Cristal yang tengah menyelidiki kasus Neraka rumah tangga Deby, yah setelah mendengarkan cerita Deby, dirinya merasa harus membantu wanita itu. Dengan sedikit informasi yang didapatnya akhirnya dirinya menemukan tempat dimana harus mencari orang yang menjadi awal masalah Deby, bagaimana Lady Cristal bisa dengan cepat menemukan informasi nya, tentu saja dengan kepintaran dan jangan lupa dirinya memiliki Pery Fyra yang siap membantunya kapanpun, peri itulah yang menyelidiki dengan permintaan pendamping nya. Perjalanan yang tidak telalu jauh dan juga tidak terlalu dekat, di dekat perbatasan wilayah dan hutan berdiri sebuah pondok nan elegan tidak begitu besar tapi tetap menampilkan Kemewahan, disanalah tujuan Lady Cristal saat ini, bukan tanpa sebab kenapa dirinya menyuruh peri nya pergi mengamankan Deby, karena jika sesuatu terjadi setidaknya Wanita itu sudah aman di tempat yang lebih layak dan tentu tidak akan membuat wanita itu harus menjadi budak ***** karena suaminya sendiri. Tapi tanpa disadari ada seseorang yang membuntuti sejak dirinya keluar dari tempat hiburan tadi.
Melihat pondok yang dimaksudkan membuat dirinya tersenyum, dan melihat sekeliling pondok untuk memastikan keadaan nya.
"Sangat tenang. Mari mulai bermain. " batin Lady Cristal.
" Permisi, apakah ada orang? " seru Lady Cristal setengah mengetuk pintu.
Hingga beberapa kali seruannya tak ada jawaban, namun tetap mencoba kembali, dan seruan ke 6 kali barulah terdengar langkah kaki mendekat, seseorang membuka kunci pintu nya dan membukakan nya.
"Siapa Ganggu Waktu ku! " seru orang yang baru keluar.
"Maaf ,saya ingin meminta tolong, saya merasa sangat lapar dan haus, sudikah Tuan memberikan saya sedikit nasi dan air minum untuk melepaskan dahaga penggembara ini. " ucap Lady Cristal membalikkan tubuhnya yang sedari tadi tidak berhadapan dengan Tuan rumah.
Tanpa menunggu lama pria itu membawa masuk Lady Cristal dengan senang hati dan Lady Cristal tersenyum penuh arti melihat tangan terbuka target nya, tanpa basa basi pria itu langsung memanggil pelayan dan meminta mereka untuk menjamu dengan baik, sedangkan Lady Cristal hanya diam melihat semuanya itu.
"Silahkan nona, maaf hanya seadanya, " ucap pria itu, yang dibilang seadanya tetaplah makanan yang disajikan sangatlah banyak dan lezaat, begitu banyak buah-buahan juga, seakan pria itu mengeluarkan semua isi rumah hanya untuk tamu tak dikenalnya.
"Apakah Tuan sedang bermalam dengan seseorang? " tanya Lady Cristal basa basi.
"Tidaak, hanya sedang beristirahat saja. " jawab pria itu gugup.
__ADS_1
"Baiklah, terimakasih sudah menjamu saya. " ucap Lady Cristal dengan tersenyum membuat pria itu menahan fantasy yang sudah mulai berkeliaran di dalam benaknya.
Lihatlah pria itu yang berpakaian tapi tak seperti punya pakaian, tubuhnya yang masih muda sudah memiliki banyak tanda merah, namun tetap saja menyangkal jika tidak sedang bermain bersama wanita, sungguh pria tidak tahu malu, Lady Cristal hanya mencoba mengalihkan pandangan nya yang sangat risih melihat penampilan vulgar pria itu,akhirnya lebih memilih memakan buah-buahan didepannya.
"Nikmatilah semuanya nona, saya permisi sebentar. " ucap pria itu dan meninggalkan Lady Cristal bersama para pelayan.
"Ini nona minuman terbaik milik Tuan kami. " ucap seorang pelayan wanita yang masih muda menuangkan cairan merah kedalam cawan emas.
"Itu minuman yang memabukkan. Tidak Terimakasih, Jus buah akan lebih baik untuk kesehatan. " jawab Lady Cristal menolak halus .
"Tentu nona. " ucap pelayan itu mengganti cawan nya dengan yang baru dan menuangkan jus mangga.
Saat mengambil cawan nya dengan sengaja ditumpahkan ke pakaiannya, dan sedikit membuat drama untuk tujuannya.
"Maaf, biar saya bersihkan. " ucap Lady Cristal hendak membereskan kekacauan yang dibuatnya.
"Jangan Nona, bersihkan gaun anda yang terkena jus. Ini pekerjaan saya, Pergilah ke kamar tamu depan lorong itu nona. " ucap pelayan itu menunjukkan jalan ke arah kamar.
"Terimakasih Nona , saya permisi dulu. " ucap Lady Cristal berjalan ke arah yang di tunjukkan.
Memasuki kamar terlihat nuansa layaknya tempat penginapan kelas bangsawan, tentu saja seperti itu, pemiliknya saja juga seorang Menteri, namun ntah kenapa rasanya kamar itu memiliki penghuni nya atau hanya perasaan nya saja, tentu saja dirinya membersihkan tumpahan jus tadi terlebih dulu dan sekaligus menyelidiki apa yang tersimpan didalam pemilik pondok itu. Tanpa sepengetahuan siapapun Lady Cristal menyusuri setiap sudut pondok dan mencari petunjuk sekecil apapun untuk dijadikan bukti. Sedangkan di sebuah kamar terdengar Sayup-sayup suara ******* wanita dan pria, rasanya risih mendengarkan itu semakin jelas namun rasa penasaran nya lebih besar. Ntah apa yang terjadi di dalam kamar itu, tanpa mau ambil pusing Lady Cristal kembali menyusuri ruangan lain hingga sampai di sebuah tempat penuh dengan buku dan ada sebuah meja ditengah ruangan itu, dengan teliti memeriksa setiap buku dan catatan tanpa melewatkan sedikit pun, satu persatu dilihatnya tanpa terkecuali tapi tentu saja dengan rasa was-was takut ketahuan.
__ADS_1
"Kisah Gadis Surga, Kisah gadis Jelata, dan masih banyak lagi. Apa ini semua Buku yang ditulisnya. " gumam Lady Cristal yang menemukan 1 Rak lemari penuh buku yang semua nya berawal dengan kata *Kisah Gadis*, dan terlihat disudut kiri Buku sebuah tanda tangan bertuliskan *Naimoto Pengelana Cinta *.
Lady Cristal dengan teliti mencari bukti untuk Deby, dan ntah kenapa Buku-buku tentang Kisah Gadis membuat nya tertarik, dan tanpa sengaja sebuah buku terjatuh dan terbuka dan disana tertulis nama Deby. Meski itu tak disengaja tetaplah itu yang dicarinya, dan dengan cepat membereskan semua buku dan fokus membaca buku yang terjatuh * Kisah Gadis Surga" itulah judulnya. Lady Cristal sibuk membaca kisah tulisan tangan itu dengan memendam amarah dan geram di dalam hatinya, sedangkan di luar pondok seseorang merasa sangat gelisah karena wanita yang dibuntuti nya tidak kunjung keluar dari pondok itu, ntah kenapa dirinya cemas jika wanita itu mendapatkan kesulitan bagaimana. Ingin rasanya masuk dan langsung membawa pergi wanita itu namun apa daya nya jika dirinya saja sudah diperingatkan agar tidak ikut campur.