The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Ritual Untuk Naga Hitam


__ADS_3

Bulan purnama terlihat sangat hampir sempurna di atas langit, hanya menunggu waktu saja hingga menjadi sempurna. Di tengah sebuah hutan dalam kegelapan yang seharusnya menjadi ketenangan bagi penghuni hutan, namun malam ini tercipta kesibukan beberapa orang yang tengah menyiapkan untuk ritual rahasia.


"Semua sudah selesai? " tanya seseorang dengan suara paraunya.


"Sudah Tuan." jawab salah satu yang ikut mempersiapkan segalanya.


"Bagus.Pergilah! " perintah Orang itu dengan tegas.


Semua yang mempersiapkan kebutuhan ritual sudah meninggalkan tempat itu dan hanya seorang pria yang tersisa melihat semua yang ada di depannya. Tidak berselang waktu lama seseorang muncul dari sebuah kegelapan memakai pakaian bertudung dan muncul naga dari atas langit, kini ditengah hutan itu ada dua orang dan seekor naga.


"Sudah siapkan dengan semuanya? " tanya orang pertama yang berada di tempat itu.


"Apa masih meragukan keputusan ku? " tanya balik Orang bertudung itu dengan menyedekapkan tangannya didada.


"Ratuku memang keras kepala." ucap orang itu dengan mengelus pipi wanitanya.


"Pergilah.Bukankah masih ada urusan kerajaan? " ucap orang bertudung itu.


"Baiklah.Berusahlah yang terbaik ratuku. " jawab orang itu dengan memeluk kekasihnya sesaat sebelum pergi meninggalkan tempat ritual dan meningkatkan ratunya bersama seekor naga yang sudah menunggu untuk memulai ritualnya.


........


Tok.. Tok.. Tok.. (Clara mengetuk pintu kamar Raja)


"Ayahanda, bolehkah saya masuk? " tanya Clara setelah mengetuk pintu kamar yang tidak tertutup rapat.


"Masuklah, ada apa Putri Clara?" ucap Raja dengan memberikan isyarat pada Clara untuk duduk disebelahnya.

__ADS_1


Clara menghampiri Ayahnya dan duduk di tepi ranjang bersebelahan dengan ayahnya, melihat ayahnya masih membuat dirinya tidak percaya, Tiba-tiba dalam waktu singkat hidupnya menjadi lebih lengkap.


"Ada apa Putriku? Kenapa melamun? " tanya Raja mengelus kepala putrinya yang termenung .


"Eh.. Em.. Maaf ayahanda. Clara hanya ingin meminta Izin untuk kembali ke hutan. Masih ada urusan yang belum Clara selesaikan disana. Bolehkan untuk sementara Starla yang menjadi Putri Mahkota selama Clara di luar istana?" ucap Clara dengan hati-hati agar Ayahnya tidak menolak.


Perdebatan cukup berlangsung lama hingga akhirnya Raja setuju dengan permintaan putrinya karena keputusan putrinya juga memiliki alasan dan dasar yang kuat, dan terlebih Ibu suri juga sudah memberikan izin.


Tanpa menunda waktu lagi Clara kembali ke kamarnya untuk memulai tujuannya, rencana sudah dibuat dengan sangat hati-hati dan sekali lagi Starla hanya bisa menuruti apapun yang di limpahkan kepadanya. Karena nenek dan kakaknya itu tidak menerima penolakan, yah setidaknya Starla bisa bebas berkeliaran diistana tanpa takut ada yang melihat ada dua gadis yang sama di istana dan terlebih ayahnya sudah sembuh jadi dirinya bisa kembali berlatih pedang bersama ayahnya itu seperti di masa lalu, sebuah kesempatan yang langka harus dimanfaatkan sebaik mungkin.


.......


"Sudah siapkan Dirimu Clara? " tanya seseorang bertudung putih didalam istana Hutan Bisu.


"Siap! " jawab Clara dengan keyakinan.


"Latihlah di hutan bisu, dia sudah menunggu mu. Dan setelah mencapai keseimbangan, datanglah padaku. " ucap sang pertama dengan tegas.


"Apakah bunda Risa sangat tangguh pertapa? " tanya Clara tiba-tiba.


"Bunda mu sangatlah lembut hatinya, namun sisi luarnya menutupi kelembutannya. Dia tangguh namun saat melahirkan kalian kekuatannya menjadi terbagi dan mengalir dalam diri kalian, itulah titik lemah nya. " jawab sang pertapa dengan suara lirihnya yang terdengar kesedihan di dalamnya.


"Maaf sudah membuat Anda sedih. " ucap Clara yang menyadari pertanyaannya mengingatkan pertapa dengan masa lalu yang menyakitkan.


"Sudahlah.Dia itu Bunda mu. Seandainya Risa masih hidup, pastilah bangga memilikimu dan Starla sebagai putri nya." ucap Sang pertapa menegarkan hati nya dan mencoba mengalihkan rasa sedihnya.


Tanpa membalas lagi, Clara hanya mengangguk dan permisi melakukan tugasnya dan berjalan keluar istana hutan bisu untuk menemui pendampingnya di hutan bisu, Kali ini Clara harus fokus dengan tugasnya karena disinilah titik pusat untuk keseimbangan kekuatan yang mengalir didalam tubuhnya.

__ADS_1


"Bersatulah dengan ku, Hadapi setiap badai bersama,Biarkan Mengalir dalam Nadi dan nafas bersama. " ucap Clara didepan seekor naga putih nan indah dan memikat, siapa lagi jika bukan Dragon Tlexictli Belenda sang Naga suci yang menjadi pendampingnya itu.


Meski Clara sudah mulai terbiasa dengan kekuatan nya namun dirinya sadar keseimbangan kekuatan dalam tubuhnya masih tidak stabil, sebelumnya tubuhnya tersegel tanpa kekuatan apapun , hingga akhirnya kenyataan hidupnya membawa dirinya pada hal-hal yang di luar dugaannya. Percaya tidak percaya kini dirinya salah satu orang di Kerajaan langit yang memiliki kekuatan besar, bahkan dirinya sudah di peringatkan oleh sang pertapa tentang Takdir yang sudah diramalkan, dirinya yang seperti buku tanpa tinta setitik pun akhirnya kini penuh dengan coretan dengan tanggung jawab dan misi, tugas dan rahasia.


Clara memulai untuk berlatih setiap aliran kekuatan didalam dirinya, Dalam Pedang Suci, kitab Suci dan Sang Dragon Tlexictli Belenda. Setiap partikel dari kekuatan nya harus menyatu dengan aliran darah dan detak jantungnya, setiap kekuatannya harus mampu ter netralisir dengan pengendalian emosinya. Pedang Suci harus diasah dengan pelatihan bela diri bersama sang Dragon, kitab Suci yang harus semakin dipelajari untuk memperdalam setiap segel dan rahasia dari banyak hal yang harus diketahui oleh nya.


...............


...Di satu sisi Clara yang mulai sibuk dan fokus dengan jalannya, seorang wanita sudah kembali memakai tudungnya setelah selesai melakukan ritual yang cukup membuat siapapun yang melihat nya akan bergidik ngeri dan pingsan....


"Ingatlah bahwa ikatan ini akan berakhir jika Tuanku meninggalkan mu. " ucap sang naga sebelum pergi meninggalkan wanita yang kini menjadi tuan keduanya setelah Tuan sang pewaris naga Hitam.


Flash Back


"Mari mulai. " ucap orang bertudung itu dingin.


"Lakukan! Aku sudah menunggu. " jawab naga itu dengan tenang.


Orang itu melepaskan tudungnya, dan kini terlihat seorang wanita yang sudah tidak muda lagi hanya memakai sehelai kain untuk menutupi tubuhnya itu, seperti sebuah selendang yang dibalut dengan seadanya. Tanpa peduli rasa dingin di tengah hutan wanita itu mendekati sebuah area ritual, sebuah tempat untuk menyalakan api ritual kini di nyalakan dengan menyiram minyak kedalam kayu di tengah sebuah lingkaran, api yang sudah mulai stabil hingga membuat wanita itu mulai merapal mantra yang sudah diajarkan oleh kekasihnya.


"Nyawiji karo nyawa kawula kanthi getih minangka kurban. rasane nyawa malih dadi ngelak getih uripe." ucap wanita itu dengan menggoreskan sebuah pisau di lengan tangan kirinya dan membiarkan darah mengalir didalam sebuah cawan istimewa, cawan itu baru muncul setelah ritual memasuki tahap terakhir.


Dimana tahap pertama wanita itu harus menyembelih sepasang merpati berbulu hitam dan sepasang ular berkulit putih, dan kedua hewan itu harus lah pasangan sejatinya bukan asal main tangkap saja. Untunglah kekasihnya itu memenuhi semua kebutuhan ritual tanpa kesulitan, namun bukan penyembelihan seperti pada umumnya yang harus dilakukan dalam ritual ini. Wanita itu harus membuat sepasang merpati itu mati dengan gigitannya , yah dirinya harus mengigit leher merpati itu hingga darah akan membasahi mulutnya dan darah yang melewati bibirnya itu harus jatuh tepat diatas perapian, nasib kedua merpati sama yaitu dibiarkan mati menikmati rasa sakit yang luar biasa setelah sekuat tenaga digigit oleh wanita yang dengan teganya melemparkan tubuh lemah merpati sekarat begitu saja di belakang dirinya berdiri setelah kedua merpati itu memberikan darah untuk ritual dan nasib sepasang ular putih itu juga tak kalah mengenaskan, tubuhnya harus terpotong tanpa rupa karena cakaran dan kuku panjang wanita itu , yang sebelumnya sudah mencekik tubuh ular putih itu tanpa ampun, tangan satunya yang masih mencekik tubuh ular dan tangan satunya lagi untuk mencabik-cabik ular putih itu tanpa ampun.


Darah merpati dan ular putih itu sudah menyatu dengan api ritual dan api itu berubah menjadi berwarna merah darah bertepatan dengan bulan purnama yang sempurna, namun bulan purnama ini berbeda dengan bulan purnama lainnya karena malam ini juga adalah bukan purnama merah. Setelah api ritual berubah keuarlah sebuah sang naga menggoreskan kukunya diujung ekornya untuk mendapatkan darah dari tubuhnya dan digabungkan kedalam perapian ritual sehingga cawan istimewa muncul dan cawan itulah yang kini sebagai tempat untuk menampung darah wanita itu. Tubuhnya kini dipenuhi goresan, bukan hanya satu lengan saja tapi kedua lengan dan kedua pahanya juga harus menjadi syarat ritual.Hingga cawan itu terisi setengah darah milik wanita itu dan saat sudah terisi setengah sang naga hitam menambahkan darahnya ke cawan itu, bersatu nya darah keduanya membuat darah berubah warna menjadi hitam dan membeku menjadi sebuah bola kristal hitam dan setelah sempurna cawan menghilang bersama padamnya api ritual.


"Simpan lah Kristal itu bersama mu. Itu akan menjadi penghubung antara kita. " ucap sang naga hitam sebagai peringatan.

__ADS_1


Kini wanita itu kembali ke tempat persembunyiannya dengan tubuhnya yang kehilangan darah cukup banyak, meski hanya sedikit yang dibutuhkan tapi tubuhnya luka di empat bagian tentu saja membuat dirinya lemah namun setelah mendapatkan keinginannya itu, dirinya tidak masalah dengan luka yang di dapatkan.


__ADS_2