
"Ini hukuman Kalian! Makhluk yang tidak bisa menghargai bantuan tulus dari orang lain! " ucap Starla mengambil semua senjata nya dan meninggalkan kedua pemburu yang sudah tidak berdaya.
Perjalanan yang baru di mulai itu kini waktunya sudah berkurang hanya karena dihabiskan mengurusi makhluk aneh yang tidak tahu terimakasih.
Waktu yang semakin larut membuat Starla melanjutkan perjalanannya, baru saja melangkah cukup jauh dari tempat pertama. Dirinya sudah disambut dengan hawa yang sangat dingin dan tidak ada air yang turun dari langit atau pun angin yang menerpa namun hawa dingin itu semakin menusuknya hingga ke tulang meski kini pakaian nya adalah pakaian seorang ksatria dimana bahan nya cukup tebal. Rasa dingin itu semakin membuat nya kesulitan bernafas karena sulit menyesuaikan dengan udara di sekitar nya yang tidak bersahabat, mencoba bernafas di dalam tangkupan tangannya yang sedikit memberikan kehangatan.
Ngiiing... Ngiiing...
Tiba-tiba telinga nya berdengung kencang yang membuatnya secara reflek menutupi telinga nya karena itu sangat menyakitkan rasa nya seperti akan pecah gendang telinga nya , setelah dengungan berhenti sejenak kini berganti dengan suara samar-samar yang seakan ada didekatnya namun tidak terasa kehadiran nya.
"Hey berhenti bermain! Tunjukkan siapa diri mu! " seru Starla yang sudah geram dengan suara-suara yang mengganggunya itu.
Seketika hawa dingin dan suara-suara itu berhenti berganti dengan keheningan yang teramat dalam hingga hembusan nafas Starla bisa terdengar dengan jelas. Suasana yang berubah drastis membuat Starla lebih menajamkan pendengarannya, bukan penglihatannya yang sudah jelas di sekeliling nya hanya gelap dan sunyi.
Sliiing.... Sliiing... Sliiing..
Suara benda tajam yang dilemparkan saling berdenting seakan benda itu bergesekan dengan benda tajam lain nya, dengan memutar tubuhnya beberapa pisau yang sudah terbang ke arah nya bisa dihindari namun masih banyak pisau yang terbang menuju ke arah nya. Bergegas Starla mengambil Panahnya, bergerak kesana kemari, melompat hingga berguling untuk menghindari hujan pisau dengan sesekali melepaskan panah nya ke arah sang penyerang. Hujan pisau bukan nya semakin mereda namun justru semakin banyak, semakin berusaha menghindari dan menyerang balik justru semakin banyak hujan pisau itu berdatangan. Bukan hanya dari satu arah lagi hujan pisau itu datang, sekarang dari seluruh arah pisau itu berdatangan hingga Starla harus menggunakan pedang nya untuk menangkis pisau yang mendekati nya meski beberapa pisau berhasil mengores kulitnya. Merasa hujan pisau tidak ada habis nya dan senjata panah atau pun pedang nya tidak cukup menangani situasi nya , akhirnya Starla mulai mengeluarkan kekuatan di dalam tubuhnya.
*Bersatulah Permata Alam* ucap Starla.
Sinar merah darah itu kini mulai menyelimuti tubuhnya, semakin lama sinar itu semakin menyala terang hingga membuat perubahan pada warna mata nya. Dengan mata semerah darah tatapannya lebih tajam , kini Starla bisa melihat semua nya dengan jelas meski berada dalam kegelapan, pohon-pohon yang mengelilinginya itu bak sebuah makhluk hidup yang bergerak dengan sendiri nya. Pisau yang tiada henti itu berdatangan dari pohon-pohon itu , bahkan pohon-pohon itu selalu bergeser setiap kali melepaskan hujan pisau hingga membuat Starla kesulitan untuk menghentikannya.
__ADS_1
*Panah Cahaya* seru Starla dengan mengarahkan Panahnya ke langit.
Duaar.. Duaar..
Ledakan itu terjadi seperti perkiraan Starla setelah panah Cahaya yang memenuhi langit bergerak seperti air mancur menghujani pohon-pohon yang masih menghujani pisau, sesaat benturan terjadi akhirnya menjadi ledakan yang luar biasa. Perisai Cahaya merah darah yang masih menyelimuti tubuhnya sudah melindungi Starla dari ledakan itu , pandangan nya berangsur kembali normal setelah Cahaya merah darah yang menyelimuti tubuhnya mulai menghilang.
"Akhirnya berakhir juga, hah tapi sudah banyak luka. Sebaik nya aku lanjutkan dan selesai kan tugas ku dulu. Lumayan juga Permata Alam bisa menembus kegelapan. " gumam Starla.
Langkah nya semakin dipercepat hingga rimbunnya pepohonan berganti dengan semak belukar yang rendah, beberapa meter didepannya nampak kilauan air yang terkena sorot Cahaya rembulan. Tanpa menunda waktu lama Starla mendekati tepi danau, disaat mengamati danau untuk melihat dimana Bunga Teratai Emas itu berada tatapannya bertemu dengan sepasang mata yang sangat dikenalnya itu .
Busur panah kini terarah kedalam tenang air, dengan kepastian Starla melepaskan panah nya hingga menembus air, beberapa Bunga Teratai Emas kini terombang ambing.
Kilauan cahaya merah kini muncul dari telapak tangan Starla, dengan mengalirkan cahaya itu pada Bunga Teratai Emas yang sudah terpisah dari kawanannya. Kini Starla sudah menggenggam Beberapa tangkai Bunga Teratai Emas.Dengan Panah ajaib yang digunakannya itu menjadi senjata yang sangat disayanginya, kini tugasnya sudah selesai dan waktu yang masih tersisa sedikit membuat Starla bergegas kembali ke tempat semula meninggalkan sepasang mata yang memperhatikannya.
...,...............
"Apa Kalian Tidak Sadar dimana kesalahan Kalian! " seru Achela dengan nada yang sangat tinggi.
Keduanya masih saling pandang dan menyorotkan tatapan tidak tahu, hingga membuat Achela menghela nafas panjang, rasanya dibutuhkan ceramah untuk keduanya. Disaat seperti ini hanya satu yang dirindukan Achela, kehadiran Tuannya yang selalu menjadi pemimpin dengan sejuta misteri di setiap rencana dan tindakannya. Hanya ada satu sikap untuk menghadapi tugasnya kali ini, bersikap seperti seorang guru bagi anak asuhnya meski niat hati ingin membuat kedua manusia didepannya itu untuk kuat tapi apa yang diharapkan memang terjadi meski akhirnya juga karena kecerobohan keduanya, Achela lah yang harus mengembalikan kehidupan di Danau ajaib itu.
"Kalian memang berhasil melewati setiap rintangan yang sudah aku siapkan, tapi kalian gagal disaat terakhir! Apa kalian tidak Sadar akibat tindakan ceroboh kalian, Makhluk hidup di dalam Danau bisa tiada tanpa sisa! Kamu Putri Starla tanpa memikirkan terlebih dahulu menghujani panah ke dalam Danau hanya untuk mendapatkan Tujuanmu, tanpa kamu sadari banyak ikan didalam Danau yang terkena panah mu itu! Dan Kamu Pangeran Lars, dengan santainya membekukan seluruh air Danau dan setelah mendapatkan Tujuanmu, bukannya mengembalikan Danau pada keadaan semula justru kamu membiarkan Danau itu tetap membeku! Apa gunanya Bunga Teratai Emas itu jika kalian dapatkan dengan pengorban makhluk hidup lain nya, Bunga Teratai Emas itu juga di anggap Suci. Apakah kalian tahu jika Kitab Suci juga terbuat dari Bunga Teratai Emas! Kalian berhasil meningkatkan kekuatan dan menyatu dengan Permata Alam namun kalian tetap sudah gagal dalam Tujuan kalian. Sebagai hukumannya kalian harus kembali ke Istana masing-masing dan nenanggung masalah dikerajaan kalian tanpa bantuan Orang lain. Hukuman Kalian yang sebenarnya akan kalian dapatkan setelah Lady Cristal kembali!" ucap Achela setelah meredakan amarahnya.
__ADS_1
"Aku minta maaf karena bersikap ceroboh tapi bisakah aku menemui ka Clara? Aku ingin tahu bagaimana keadaanya, untuk kegagalanku. Aku siap menerima hukuman seperti perintahmu, tapi izinkan aku menemui ka Clara. " ucap Starla
"Maafkan aku juga yang masih saja ceroboh, aku akan belajar lagi dan lagi untuk bertindak lebih bijaksana kedepannya dan aku menerima hukuman dari mu. " ucap Pangeran Lars menunduk.
"Kembali lah kalian ke Istana masing-masing! Putri Starla bukannya aku tidak ingin mempertemukan mu dengan Lady Cristal kakak mu tapi Tuanku akan kembali setelah tujuannya tercapai, aku juga masih memiliki tugas lain yang harus aku selesaikan ebelum Tuanku kembali. Aku akan mengantar mu Putri Starla dengan portal ku, dan untuk kamu Pangeran Lars gunakan portal mu sendiri!. " jawab Achela.
"Apa! Pangeran Lars bisa menggunakan portal? " ucap Starla menatap tunangannya itu dengan penuh selidik.
"Aduh kenapa Achela membeberkan hal itu, aku harus jawab apa. Lihatlah tatapan singa betina ku ini. " batin Pangeran Lars dan memaksa sebuah senyuman di bibirnya.
"Hey berhenti berbicara dalam hati! Pulanglah sekarang, dan kamu Putri Starla ikut dengan ku. " ucap Achela menghentikan ketegangan yang terjadi.
Wussh.. (Kesempatan yang diberikan Achela tidak disia-siakan Lars yang langsung pergi dengan portal nya meninggalkan Starla yang semakin penuh tanda tanya)
Melihat Putri Starla yang masih saja memikirkan kebenaran tunangannya membuat Achela sekali lagi menghembuskan nafas nya dengan kasar.
"Dia itu Pangeran Es yang sudah di takdirkan sebagai salah satu pendamping Lady Cristal, maka sudah pasti memiliki kekuatan dan keistimewaan lain nya. Hanya saja sikap ceroboh nya dan kekanak-kanak nya membuat dia terlihat payah! Sudah lah lain kali tanyakan saja pada orang nya langsung, ayo akan ku antar kamu kembali ke Istana Langit. " ucap Achela.
Dengan ketenangan yang setengah itu, Starla mengikuti setiap perintah Achela dalam diam meski masih terfikirkan semua yang baru saja terjadi, namun sekali lagi semua akan menjadi jelas diwaktu yang tepat.
wusshh.. (Achela membawa Putri Starla kembali ke Istana Langit dengan portal nya)
__ADS_1