
Jamuan makan siang sudah disiapkan untuk semua anggota keluarga, sejak kembalinya Ibu Suri kebiasaan kerajaan kembali lagi seperti makan bersama diruang makan. Begitu banyak hidangan yang sudah disiapkan dan Anggota kerajaan sudah kumpul kecuali Putri kerajaan yang belum kelihatan sejak kemarin.
"Ibu Suri, dimana Putri Africiana? Sejak 2 hari tidak kelihatan? " tanya Permaisuri Adreo.
"Melakukan Tugas seorang Putri. " jawab ibu Suri singkat.
"Bukankah seharusnya lebih banyak menghabiskan waktunya dengan keluarga agar bisa lebih dekat. " sindir permaisuri Adreo.
"Tentu Permaisuri Adreo. Keluarga juga penting untuk saya. " jawab seseorang dari arah pintu masuk dengan tegas dan tenang.
"Nak, kamu kembali. " ucap Ibu Suri yang melihat cucunya .
"Salam Ibu Suri. Salam Yang Mulia Raja. " ucap Starla setelah berada didepan keluarga nya.
"Kemarilah nak, mari kita makan bersama. " ucap Ibu Suri memberikan isyarat agar Starla duduk disamping nya.
"Tentu nek. " jawab Starla dengan senyuman.
Makan siang pun dimulai namun Ibu Suri tidak langsung makan karena harus menyuapi Anaknya terlebih dahulu, yah meski Raja sudah mulai membaik tapi tubuhnya masih seperti mayat hidup, tidak bisa berbicara ataupun bergerak sampai sembuh total dan akhirnya Ibu Suri selalu merawat anaknya seperti dulu saat masih bayi, melihat neneknya menyuapi ayahnya tentu sebagai seorang anak itu juga tanggung jawab nya.
"Nenek, makanlah. Saya yang akan menyuapi Ayahanda. Saya juga mau menjadi anak berbakti. " ucap Starla bangun dari duduknya dan memberikan isyarat pada pelayan agar memberikan kursi satu lagi didekat ayahnya.
"Baiklah Nak. " jawab nenek dengan senang.
Makan siang pun berjalan dengan nikmat, Sang Raja juga tampak senang disuapi putrinya sehingga terlihat tersenyum sedikit, Starla yang melihat itu membalas ayahnya dengan senyuman termanis nya juga. Sedangkan Permaisuri Adreo yang melihat drama seperti itu rasanya muak ingin pergi tapi tidak bisa, sejak kedatangan Ibu Suri gerak nya menjadi terbatas karena Ibu Suri membuat beberapa peraturan baru dimana hal-hal penting harus mendapatkan persetujuan dari Ibu Suri terlebih dahulu sebelum dilakukan. Tentu saja itu membuat Permaisuri Adreo menjadi menahan amarah, setelah mendapatkan kebebasan justru tiba-tiba seperti dipenjara terbuka.
..........
"Nak kemarilah. " ucap Ibu Suri yang sudah dikamar nya bersama Starla.
"Aku rindu nenek. " jawab Starla yang sudah duduk disamping neneknya dan memeluk neneknya.
__ADS_1
"Nenek juga merindukanmu Starla, bagaimana kabar clara? " tanya nenek.
"Kakak baik nek, Tapi tidak memberi izin agar aku tetap bersamanya. " keluh Starla memanyunkan bibirnya.
"Cucuku ini yah. Kalian harus bekerja sama. Saling mendukung dan memberi kekuatan serta kepercayaan. " nasehat neneknya sambil mengelus kepala Starla.
"Siap nenek ku sayang. " balas Starla dengan tersenyum.
"Bagaimana dengan tugasmu nak? " tanya sang nenek.
"Ka Clara sudah mengambil semua tugas ku nek. Dan mengirim aku kembali kesini. " jawab Starla dengan sedikit kesal.
"Jangan cemberut, Kerajaan juga membutuhkan mu sayang. Bukankah kamu juga mau menolong Peri mu Starla? " tanya sang nenek mengalihkan perhatian cucunya.
"Bagaimana nek, Bukankah Peri Gracia dikurung di tempat tersembunyi? " tanya balik Starla.
"Malam ini pergilah dengan Peri Zianka. Dia akan membantu membebaskan Peri Gracia. Dan Biarkan orang lain yang akan mengalihkan perhatian Penyihir itu, kamu cukup membebaskan Peri mu. Mengerti Starla! " ucap neneknya.
.........
Penampilan yang berbeda seperti dulu saat ingin menaklukkan Naga Suci, dengan pakaian seperti ksatria membawa pedang membuat Starla telihat garang dan imut, yah saat ini Starla selesai bersiap untuk misi penyelamatan Perinya dan tentu saja itu membuat dirinya antusias dan bahagia jika perinya bisa bersamanya lagi secepat ini.
"Tuan Putri sudah waktunya. " ucap Peri Zianka yang tiba-tiba muncul disampingnya dan terlihat di pantulan cermin.
"Astaga.Zia! Tidak bisakah permisi dulu. Untung aku masih muda. " seru Starla yang sedikit terkejut karena sibuk melamun.
"Maaf Tuan Putri. Tapi Ibu Suri tidak pernah terkejut seperti anda. " jawab Peri Zianka dengan tenang.
"Baiklah.Ayo." ajak Starla tanpa mau berdebat lagi, saat ini yang utama adalah misi nya.
Ditengah malam yang gelap kini Starla dan Peri Zianka sudah di depan sebuah gua penyihir, yah Putri Starla tahu itu penyihir siapa karena dirinya sudah diberi tahu oleh neneknya sebelum melakukan misinya. Seorang penyihir bernama Rosea yang memiliki sifat licik dalam melakukan segalanya, termasuk penyihir yang cukup kuat tetapi serakah akan kekuasaan dan harta. Penyihir inilah yang membantu Permaisuri Adreo di saat penyerangan beberapa bulan lalu saat hari penobatan. Peri Zianka memberi perintah bahwa Mereka berdua bisa masuk setelah pengalihan dilakukan, Starla dan Peri Zianka hanya harus menunggu ditempat tersembunyi saat ini dan melihat pintu masuk gua, 20 menit kemudian Sebuah panah menerobos masuk ke pintu gua yang membuat benturan karena gua itu dilapisi mantra pelindung.
__ADS_1
"Siapa yang berani mengganggu ku! " teriakan terdengar dari dalam dan suara itu semakin dekat.
Sebuah panah kembali membentur pintu masuk gua, seketika panah itu patah karena seseorang muncul dari dalam gua dan menghilangkan pelindung guanya.
"Kur*ng Aj*r. Tunjukkan Wajahmu Bedeb*ah! " seru penyihir Rosea dengan geram.
Seseorang muncul dari jarak 5 meter , penampilan bak pencuri bertopeng dan membawa panah ditanganya dengan gagah menampakkan wujudnya tanpa ragu.
"M*ti kau Bedeb*h!" seru penyihir Rosea sambil mengayunkan tangannya mengeluarkan magicnya.
Sebuah kilatan petir keluar dari tangannya dan hampir saja menyentuh tubuh orang bertopeng itu, namun sepersekian detik sebelum menyentuhnya justru hanya mengeser tubuhnya dan itu membuat Penyihir Rosea geram, serangan demi serangan di luncurkan namun tidak mengenai sasaran sekali pun sampai penyihir itu kelelahan.
"Sudah habiskan kekuatan mu penyihir jelek! " seru orang bertopeng itu dengan nada mengejek.
"Apa kau bilang! " jawab penyihir dengan suara yang tinggi.
"Jika kamu penyihir hebat, tangkap lah aku! " seru orang bertopeng dengan segera berlari ke arah hutan.
Penyihir yang tidak Terima langsung mengejar orang bertopeng itu tanpa ingat jika dirinya sedang membuat racun didalam.
"Ayo ini waktu nya. " ucap Peri Zianka yang membuyarkan lamunan Starla yang terkesima melihat orang bertopeng tadi.
"Baik.Ayo." jawab Starla dengan sigap setelah sadar.
Memasuki gua tanpa pelindung lebih mudah dan apa lagi pemiliknya masih sibuk dengan pengalihan, dilihat nya sekeliling dalam gua, sangatlah kotor dan penuh dengan binatang yang disandera untuk dijadikan racun atau dimanfaatkan untuk hal lain.
Saat melihat keseluruhannya dalam gua, Starla melihat sebuah bola cristal yang berada di sebuah bantal kecil seakan menjaga agar bola itu tidak jatuh ke bawah. Dengan hati-hati Starla mendekati bola cristal itu dan menyentuhnya perlahan, saat tangannya menyentuh permukaan bola cristal itu bersinar dan perlahan permukaannya retak. Putri Starla merasa cemas melihat itu namun saat sebuah sayap terlihat samar-samar dan tubuh kecil yang cantik dan seperti seorang ksatria muncul membuatnya lega.
"Peri Gracia. " ucap Starla dengan bahagia.
"Tuanku." jawab Peri Gracia dengan suka cita.
__ADS_1