
Desas desus sebuah dekrit Kerajaan kini menjadi perbincangan rakyat, ada yang merasa bersyukur atas teratasinya wabah namun ada yang sibuk memikirkan dekrit Kerajaan yang tiba-tiba saja di buat.
...Dekrit Kerajaan Langit...
...Bagi Para Ksatria di Seluruh Kerajaan Langit akan tetap melakukan Tanggung jawab mereka dalam keadaan apa pun....
...Bagi Rakyat Biasa akan di ber lakukan Tahanan Rumah selama Satu Minggu Ke Depan....
...Bagi siapa pun yang melanggar maka hukuman kurungan 1 tahun di dalam penjara istana dan denda 50 koin emas....
...Atas nama Kerajaan Langit....
Semua rakyat berfikir setelah pergi nya wabah maka keadaan akan kembali baik-baik saja namun justru Dekrit Kerajaan di turun kan setelah semua rakyat kembali sehat. Bagi mereka yang memiliki ilmu dan sihir tentu mereka bisa melihat situasi Kerajaan Langit yang semakin memburuk, ntah perisai siapa yang masih bertahan layaknya gelembung air yang terlihat jelas di atas sana. Warna di atas sana semakin menggelap seakan warna darah yang telah mengering dan menggumpal , bagi rakyat hanya melihat Langit yang mendung namun tidak bagi mereka yang bisa melihat kekuatan Alam. Dengan ada nya Dekrit yang memiliki sifat mutlak dari Kerajaan membuat Semua rakyat hanya bisa mematuhi bahkan demi melangsungkan keberhasilan Dekrit tersebut , Pihak Kerajaan Langit memberikan 20 prajurit di setiap desa nya agar bisa memantau semua rakyat tanpa terkecuali.
"Semua sudah seperti keinginan mu nak, sekarang apa lagi? " tanya Raja Lucaz.
"Tidak ada lagi Ayahanda, Clara ingin duduk sejenak bersama Ayahanda dan Nenek." Ucap Clara memeluk Raja Lucaz.
"Nak sampai kapan Starla di Kerajaan Es? " tanya ibu suri.
"Sampai dia tertangkap." Jawab Clara.
"Dia? Siapa yang kamu maksud nak?" tanya Raja Lucaz.
"Biarkan waktu saja yang menjawab, Ayahanda hanya perlu menyiapkan pernikahan Putri Starla." ucap Clara mengusap tangan Ayahanda nya.
"Tapi nak, tidak mungkin identitas kalian masih tertukar. Lalu? " jawab Raja Lucaz.
"Nek, bujuk lah Ayahanda. Jangan fikirkan lain nya selain persiapan pernikahan adik ku!" ucap Clara mengedipkan mata nya dengan manja.
"Iih apaan itu nak? Sejak kapan Putri Sulungku suka menggoda?" keluh Raja Lucaz.
Namun Clara tidak cemberut justru ketiga nya serempak tertawa, hanya waktu sesaat yang bisa Clara berikan untuk keluarga. Gerhana Bulan Darah Merah akan terjadi 5 hari lagi, dan Clara tahu di saat itu akan berhadapan dengan siapa. Mungkin waktu nya tidak banyak lagi namun apa pun yang di ketahui oleh nya, akan lebih baik hanya tersimpan untuk dirinya sendiri. Di tempat lain kini sang pendeta sudah kembali ke tempat dimana semua hasil kerja keras nya berada, Istana Hutan Bisu dan melihat ramuan apa saja yang berkurang. Karena setelah kepegian Clara, dan ramuan yang di buat muridnya itu membuat rakyat sehat kembali, tentu nya hal ini membuat pendeta harus mengetahui bahan apa saja yang di gunakan.
"Hanya bahan-bahan yang langka, tapi apa dia juga menggunakan bahan itu? Akan ku periksa peti pribadi ku. " gumam pendeta.
"Ada catatan? Coba ku lihat. " ucap pendeta.
Salam Pendeta
Maaf kan aku harus mengambil bahan yang sudah kau dapatkan dengan susah payah, tapi aku membutuhkan bahan Ini untuk ramuan ku.
"Sebuk sari Angrek kematian, Daun jari bintang 3 dan air mata duyung. Bahan yang sangat langka tapi bagaimana dia tahu aku memiliki semua itu? Astaga dia itu Lady Cristal bagaimana aku lupa itu. Hahaha. Tapi sungguh dia melebihi seorang Risa. " ucap pendeta yang berbicara sendiri.
Rasa nya hanya bisa mengingat kenangan Risa yang jauh berbeda dari Putri nya, sebelum nya Risa akan selalu mengatakan apa yang akan dilakukan dan ber tanya apa solusinya namun Clara tidak melakukan hal itu. Gadis itu justru penuh misteri, hanya perintah , datang dan pergi sesuka nya dan tidak mengatakan apa yang menjadi beban tanggung jawab nya.
Kerajaan Langit menjadi malam tanpa Bulan dan bintang, Rasa nya seperti sebuah mainan di dalam sebuah bola cristal. Menatap kegelapan di luar sana, beberapa pesan Bintang sudah di dengar kan , setiap masalah dan laporan dari anggota pertemuan sudah mengatakan keberhasilan mereka satu persatu kecuali satu orang yang memang tidak bisa mengirimkan pesan pada nya. Namun disisi orang itu sudah ada keluarga nya, dan Clara tahu jika orang itu sudah melepaskan Permata Alam nya. Dan sebuah pesan Bintang dari Bulan membuat Clara semakin gelisah, kabar yang tidak seberapa itu membuat Clara harus melakukan rencana selanjutnya tanpa di curigai siapa pun.
....................
"Tuan kau memanggilku? " tanya Achela di ruangan tanpa batas.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Di Istana Es? " tanya Clara.
"Semua baik, tapi sulit sekali mendapatkan bukti nya! " keluh Achela.
"Ambillah ini Achela dan pastikan Pangeran Lars memakai nya, Gerhana Bulan Darah Merah akan terjadi sebentar lagi. Awasi dia bagaimana pun caranya dan jauh kan Pangeran Lars dari nya, Nyawa nya menjadi tanggung jawab mu. " ucap Clara dengan memberikan sesuatu pada pendamping nya.
"Tapi Tuan, Bagaimana dengan Putri Starla? Jika dia gagal melakukan rencana nya pasti bisa menyakiti Putri Starla." ucap Achela.
"Tenang lah. Aku sendiri yang akan melindungi adik ku, pastikan lindungi Pangeran Lars. Kembali lah ke Alam sadar mu! " perintah Clara dan memutus komunikasi Alam bawah sadar nya.
..................
"Hhahh rasa nya cukup memusingkan perjalanan sesaat ini.Aku harus meminta bantuan Putri Starla untuk memberikan ini." gumam Achela melihat benda di tangannya.
Di tengah sibuk membaca sejarah Kerajaan Es, Achela yang masih fokus meneliti setiap kejadian yang mengerikan di Kerajaan Es tiba-tiba merasa mengantuk dan tertarik ke dalam mimpi. Di sana sudah ada Tuannya Clara yang berdiri dengan wajah nya yang dingin, terlihat jelas Tuannya itu dalam keadaan tidak baik.
Setelah berbicara sesaat dan mengetahui permintaan Tuannya, Achela kembali sadar dan kembali membaca setelah memutus kan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Selama beberapa hari di Istana Es banyak kejanggalan yang di rasa kan oleh nya meskipun terlihat semua baik-baik saja setelah penangkapan Ksatria Niel dan lain nya tak membuat perasaan Achela tenang terlebih lagi setelah Tuan nya mengatakan hal yang mustahil. Rasa percaya selalu dipertanyakan, benarkah semua yang di dengar nya namun penglihatan yang di dapatkan berbanding terbalik dengan kabar yang di dapatkan membuat nya harus melakukan segalanya sendiri.
Dengan sedikit kejujuran Achela akhirnya berhasil membujuk Putri Starla, meskipun kejujuran nya hanya lah 2 persen namun dengan alasan yang sudah pasti demi keselamatan Pangeran Lars maka Putri Starla membantu Achela dan Kakak nya untuk memberikan sebuah gelang pada Pangeran Lars.
"Starla apa yang kau lakukan di kamar ku? " tanya Pangeran Lars yang masih belum mengenakan pakaian atas nya.
"Shuut! Aku punya hadiah untuk mu." jawab Starla dengan menutupi mulut Pangeran Lars agar diam.
"Hehehe maaf tidak sengaja. " ucap Starla yang mendapatkan tatapan tajam dari Pangeran Lars.
Setelah melepaskan tangan nya, Starla melepaskan sebuah gelang hitam berhias garis biru yang terikat di dalam gaunnya. Dengan tenang Starla memakai kan gelang hitam berhias garis biru itu di lengan kanan Pangeran Lars dimana seperti yang Achela katakan, sedangkan Pangeran Lars hanya diam di perlakuan Starla seperti itu membuat nya di hinggapi tanda tanya. Selama bertunangan keduanya jarang memiliki waktu kebersamaan apa lagi memiliki kenangan yang indah, namun saat ini semua menjadi lebih berat. Pengumuman sah yang dilakukan Pangeran Lars beberapa hari lalu membuat semua beban mahkota menjadi milik nya sepenuhnya, beruntung nya Starla, Achela dan keluarga nya masih berada di sisihnya untuk memberikan dukungan.
Cup...
"Apa itu barusan? Apa sungguhan. Aah mau lagi.. " ucap Pangeran Lars yang baru menyadari Starla benar-benar mencium nya.
Setelah mengatakan tugasnya selesai, Achela membiarkan Starla untuk kembali ke kamar nya dan meminta gadis itu untuk selalu waspada dan memperhatikan setiap anggota Kerajaan. Starla hanya bisa menyetujui apa pun ucapan Achela seperti perintah Kakak nya, meskipun sifat ingin tahu nya sangat besar namun melihat Achela dan Kakak nya yang dalam mode serius sudah pasti lebih baik bersabar dulu.
......................
"Bagaimana kabar Ratu Alona Yang Mulia Azio? " tanya seseorang yang baru saja memasuki kamar Utama Raja.
"Nak kemarilah, masih belum sadarkan diri. Apa ada hal serius Nak? " tanya Raja Azio.
"Boleh kan aku memeriksa Ratu Alona? Tentu nya jika Raja Azio mengizinkan. " tanya Clara dengan hati-hati.
"Tentu nak, bukankah istri ku juga Bunda mu. Seorang Putri tentu di per boleh kan memeriksa keadaan orang tua nya. " jawab Raja Azio dan berdiri memberikan tempat nya untuk Clara.
Dengan perlahan Clara memeriksa kening, mata dan denyut nadi Ratu Alona, memejamkan mata sesaat sebelum menghela nafas nya. Sedangkan di depan pintu seorang pria terkejut mendapatkan pemandangan yang tidak di duga nya, tanpa menunda lagi pria itu langsung berhambur mendekati gadis di Sisi Bunda nya dan memeluk nya dengan erat.
Plug..
"Ekhem! Trish dia bisa berhenti bernafas jika tidak kau lepaskan! " seru Raja Azio menepuk pundak anak nya.
"Hehehe maaf. Apa kau baik-baik saja Clara? " tanya Pangeran Trish menatap istri nya.
__ADS_1
"Hmm.Menjauhlah, yang aku butuhkan tabib disini bukan kau. " jawab Clara melepaskan tangan Trish di pipi nya.
"Tapi... Baik lah aku akan berdiri di samping Ayahanda saja. " ucap Trish setelah mendapatkan tatapan tajam Clara.
Dengan teliti Clara meminta beberapa tabib menyiapkan bahan-bahan yang di butuhkan dan meminta sebuah ruangan untuk membuat ramuan nya, Raja masih menunggu istri nya di kamar sedangkan Pangeran Trish sibuk memandangi Clara yang membuat ramuan tanpa bantuan seorang pun. Para tabib hanya menyiapkan apa yang di perintah kan Clara dan dilarang membantu membuat ramuan bahkan pintu ruangan di tutup rapat, tentu saja hanya Pangeran Trish yang bisa ikut masuk karena tidak mau meninggalkan Istri nya sedetik pun.
"Clara, apa kau ingat pertama kali kita bertemu? Rasa nya hari itu terulang lagi meskipun sekarang keadaan nya berbeda namun aku senang bisa merasakan hal itu lagi. " ucap Trish yang mulai bosan hanya diam mematung di ujung meja.
Hening.. hanya suara bara api dan beberapa bahan tumbuhan yang di patahkan atau di tumbuk yang terdengar.
"Clara apa kau dengar aku. " ucap Trish lagi.
Sesaat Clara menghentikan kegiatannya, meletakkan bahan di tangannya, berbalik dan menatap Trish dengan lembut. Langkah demi langkah membuat nya semakin dekat dengan Trish hingga jarak keduanya hanya 5 cm hingga membuat Trish tersenyum senang namun sedetik kemudian wajah Clara berubah menjadi dingin dengan mata yang lebih tajam terarah tepat di mata Trish.
"Belajarlah Lebih Bijaksana! Aku disini untuk Bunda! Aku harus kembali sebelum Gerhana Bulan Darah Merah. Jangan Menguji Kesabaran ku." ucap Clara dengan penuh tekanan.
Deg.. Deg...
Setelah selesai mengatakan hal itu, Clara kembali ke tempat nya semula membuat ramuan untuk Ratu Alona sedangkan Pangeran Trish hanya menelan ludahnya. Harus kah dirinya bersyukur memiliki istri yang jauh dari kata luar biasa serius nya, atau kah dirinya harus mengeluh, bahkan sejak pernikahan keduanya harus terpisah lagi dan lagi. Tapi sungguh Istri nya itu sudah merebut Seluruh hati nya tanpa sisa, perdebatan di dalam hati dan fikiran nya membuat nya sibuk melamun dengan tatapan ke depan dimana Clara masih sibuk meracik ramuan.
*Bagaimana bisa seorang gadis seperti Lady Cristal memiliki suami yang tidak sabaran. Tuan sadar lah, Lady Cristal di tengah Gerhana Bulan Darah Merah yang akan terjadi sebentar lagi masih memikirkan Ratu Alona. Bersyukurlah istri mu adalah seorang gadis luar biasa.* ucap Raja Argus dalam hati nya.
*Apa itu sebenarnya Gerhana Bulan Darah Merah?* tanya Pangeran Trish dalam hati nya.
"Kalian jika ingin berdiskusi Keluar!. " ucap Clara tanpa melihat ke belakang.
Bukan maksud Clara untuk bersikap tidak baik, namun Clara tidak ingin Raja Argus mengatakan apa pun tentang Gerhana Bulan Darah Merah kepada Trish sebelum waktu nya, tentu saja Clara tahu jika Trish akan lebih memilih diam dan tetap di satu ruangan bersama nya dan menghentikan apa pun yang sedang di bicarakan di dalam hati nya.
*Jangan membuat Pengorbanan ku sia-sia. Sebagai Naga Jiwa sudah tugas mu untuk Merahasiakan Kekuatan Sang Jiwa Murni dan Jiwa Kegelapan! * ucap Clara dalam hati memperingatkan Raja Argus.
............... ...
"Hahahaha akhirnya Aku mendapatkan mu! Sekarang Aku bisa kembali ke Istana Langit." ucap wanita bertudung dengan seringaian yang menakutkan.
"Bawa aku pergi dari tempat ini! " perintah wanita bertudung itu setelah duduk di atas Pendamping baru nya.
...***********...
.
.
. *Alhamdulillah 3 bab hari ini 😁
.
.
. For reader don't forget like, comment, support with favorite 😍💕
.
__ADS_1
.
. Thanks reader yang setia baca karya ku 😊*