The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Pertarungan #Raja Lars vs Putri Sisilia


__ADS_3

Bola cristal menampilkan serangkaian peristiwa dengan perputaran tanpa jeda, Clara masih tenang. Namun, Raja kegelapan menahan rasa sakit. Luka yang tertutup kembali tergores, semua menjadi hitam. Hatinya terbakar.


"Dunia ini fana, untuk apa anda menggebu-gebu menguasainya? Alam pun akan lebur tanpa sisa."


Pedang Azalia semakin tak terkendali, tanpa menunggu. Raja kegelapan melesatkan satu serangan ke arah Clara, senyuman Clara masih mengembang. Kilatan kegelapan dengan aroma darah sangat menusuk, gerakan dengan kecepatan siap menembus jantung Clara.


Traang…..


Kemunculan pedang Suci, membuat pedang Azalia berbalik arah kembali pada sang tuan. Mata raja kegelapan sudah dikuasi raja jiwa Iblis sejati. Clara mengubah ekspresi wajahnya, kini tidak ada lagi senyuman. "Selamat datang Yang Mulia."


"Menyingkirlah! Aku tidak akan melukai mu. Biarkan aku menguasai seluruh dimensi alam." ucap Raja kegelapan dengan suara menggema.


"Apa aku menghalangi anda? Cobalah keluar dari alam pengadilan. Atau anda lupa, apa itu alam pengadilan?" tukas Clara dan menghilangkan pedang Suci.


Siapapun yang ada di alam pengadilan tidak akan bisa keluar, meskipun mengerahkan seluruh kekuatan. Semua akan sia-sia, hanya jiwa yang bisa keluar dari alam pengadilan dan itupun jiwa kebaikan, bukan jiwa terlarang.


Alam neraka tempat para pendosa. Namun alam pengadilan adalah penjara sejati para jiwa terlarang. Ini artinya, apapun hasil akhir perang nanti. Jiwa terlarang miliknya, tidak akan meninggalkan alam pengadilan. Seperti sebuah kutukan tanpa mantra pematah. "Jika aku hancur dan menetap di alam ini. Maka, kamu harus hancur."


Raja Kegelapan mengayunkan tangan kanannya dan Pedang Azalia melayang terbang menuju Clara. Clara mengimbangi dengan melepaskan Pedang Suci dan menghalangi serangan Pedang Azalia. Kedua pedang beradu dengan dentingan demi dentingan, sang pengendali hanya memainkan jari jemari dan gerakan tangannya. Setiap dentingan membakar kabut ilusi.


Kini pasukan dua kubu saling menatap nak singa kelaparan, dendam, api amarah, penyelamatan, perlindungan menjadi satu atap. Tidak ada pembatas yang menghalangi pandangan semua pasukan cahaya dan kegelapan.


Senyuman para iblis dan monster siap melakukan penyerangan, setiap pemimpin memiliki lawan masing-masing. Dari sayap kiri pasukan Kerajaan Es berhadapan dengan sesepuh Putri Sisilia dimana jiwanya di panggil dalam perang akhir oleh Raja Kegelapan. Ada panglima Niel yang dipanggil melalui ritual persembahan adiknya, sementara Naira sendiri kehilangan jiwa dan raganya ditempati salah satu jiwa dari alam lain.

__ADS_1


Tttuuuuffftt……


Ttttttuuuuuffffttt……..


Ttttttttuuuuuuuffffftttttt……


Suara terompet kembali terdengar, Putri Sisilia mengerahkan seluruh pasukan monster manusia mata darah untuk menyerbu dan menyerang. "Seraaaaang."


"Seraaang….." Panglima Niel maju dengan kabut kegelapan.


Putri Sisilia langsung menyerbu dan menyerang Raja Lars, pedang tajam dengan luapan bara api berayun dengan kecepatan tinggi. Raja Lars menangkis dan menyerang balik. Kini semua berbaur menjadi satu, Raja Lars yang sibuk melakukan pertahanan dan penyerangan melawan putri Sisilia. Putri Starla yang berhadapan dengan Ratu Naira dimana jiwanya bukan lagi jiwa si pemilik raga dan Pertapa Delion yang berhadapan dengan Panglima Niel.


Pasukan monster manusiawi mata darah menyerbu dan mencabik para hewan suci dan pasukan. Pasukan kerajaan Es memberikan sihir terbaik untuk melindungi dan membalikkan serangan. Satu persatu terkena goresan, para monster semakin melakukan penyerangan secara brutal. Tidak ada hentinya para monster mencabik hewan suci dan prajurit terlatih. Direwolf selalu menyerang balik tanpa ampun, kilatan matanya mampu membutakan lawan.


Jeritan demi jeritan semakin memenuhi gendang telinga. Dentingan pedang semakin menyayat hati, tetesan darah mulai membasahi tanah kering. Detik demi detik darah tak lagi terhitung. Alam menyerap setiap tetesan darah, menembus hingga ke dalam.


Kedua jiwa dengan dimensi berbeda saling beradu ketangkasan dan kekuatan. Pedang kegelapan di tangan sesepuh Putri Sisilia begitu gelap, berbanding terbalik dengan pedang di tangan Raja Lars yang semakin bersinar. "Kenapa nenek melakukan semua ini? Apakah semua ini hanya karena tahta?"


Traang…


"Tahta itu seharusnya untukku! Bukan ayahmu yang tidak berguna." Putri Sisilia masih menyerang tanpa henti.


Putaran tubuh dan tebasan di lengan Raja Lars.

__ADS_1


Sreet…


Darah mengalir dan jatuh membasahi alam. Tidak peduli dengan rasa perihnya. Raja Lars tetap bertahan dan menangkis setiap serangan sang nenek. Hatinya masih ada, meskipun setelah semua yang terjadi. Bagaimanapun, putri Sisilia telah memberikan ilmunya tanpa perhitungan. Satu gerakan Lars dengan perpindahan teleportasi. Mengubah keadaan, satu kuncian tangan dan pedang di leher putri Sisilia. Menghentikan pergerakan sang nenek.


"Berhentilah. Tidakkah selama ini aku tulus menyayangi nenek. Dimana kekurangan ku? Katakan? Jika iya, aku siap memperbaiki." Raja Lars mencoba untuk terakhir kalinya.


Putri Sisilia memejamkan mata dan merapalkan mantra, mantra yang asing ditelinga Raja Lars. Namun, ada sesuatu yang menahan pergerakannya. Tangannya seakan ada yang menarik dan melepaskan putri Sisilia begitu saja. Satu senyuman putri Sisilia, membuat Raja Lars paham. Sihir dari jiwa yang tiada tak lagi sama seperti sihirnya.


"Semua bukan karena tahta, akan tetapi karena leluhur mu tidak menganggap aku layak dan menyiksa ibuku tanpa ampun!" Putri Sisilia mengayunkan pedangnya dan menusuk Raja Lars.


Wuuss….


Sliiing…..


Bruuug….


Direwolf menerjang para monster manusia mata darah dan melindungi tuannya. Detik terakhir, pedang melayang dan jatuh ke tanah dengan darah sang pendamping. Kini pedang milik sesepuh Putri Sisilia memiliki dua darah penyatuan. Tubuh putri Sisilia ikut terhempas dan terjatuh dengan jarak jauh. Direwolf mendekati Raja Lars dengan mata tajam, sinar matanya menembus mantra sihir jiwa dimensi lain. Perlahan Raja Lars bisa merasakan tubuhnya kembali.


Dengan mengibaskan tangannya. Raja Lars kembali berdiri dengan tegak. Jarak lima meter dari sesepuh Putri Sisilia, membuat jemari Raja Lars memberikan isyarat agar putri Sisilia bangkit dan kembali menyerang. Direwolf yang siap bertarung, berdiri di samping Raja Lars. Sesepuh Putri Sisilia bangkit dan bibirnya merapalkan mantra lagi. Suara bising tiba-tiba datang dan membuat gendang telinga terasa sakit. Aliran darah pun ikut mengalir, sayap-sayap hitam dengan tubuh besar nan bersisik bermunculan.


Kemunculan para Naga Hitam semakin menambah awan kegelapan, Raja Lars memejamkan matanya. Dari balik gelapnya awan, ada terpaan sayap dari dimensi lain. Para Naga dengan pemimpin mereka Naga Tlecxitli Belenda, meskipun masih di dimensi lain. Tetap saja semua akan menyatu tanpa ada penghalang. Senyuman dibibir putri Sisilia terus berkembang, kedatangan para Naga Hitam seakan menjadi sebuah kesombongan.


"Dimanakah jiwa murni? Bahkan alam pun memihak kegelapan. Lihatlah Naga hitam datang tanpa Raja Kegelapan. Bagaimana dengan nasib kalian? Kalian hancur tanpa sisa." Putri Sisilia dengan angkuhnya membanggakan Naga hitam.

__ADS_1


Satu bayangan berkelabat, bayangan dengan siluet cahaya. Semua mata melihat bayangan itu, menembus awan gelap dan membuka jalan di atas awan. Lubang dimensi terbuka. Kepala dengan keanggunan dan kumis panjang, warna putih susu dengan sisik di seluruh tubuh panjangnya. Muncul dari dalam lubang dimensi.


"Bukankah alam adil? Hukum mana yang ingin anda sombongkan?"


__ADS_2