
Matahari mulai terbenam kini perjalanan keduanya di mulai ,Putri Starla menuju ke arah selatan dimana langkahnya kini terasa lebih ringan dengan niat nya. Sudah diputuskan dari dalam hati dan di terap kan dalam fikiran nya jika semua yang di jalani nya saat ini untuk melangkah bersama sang kakak, demi meringankan tanggung jawab kakak nya yang selama ini selalu mengutamakan keselematan adiknya terlebih dahulu dibandingkan keselematan jiwa nya sendiri. Berharap jika dirinya bisa menyatu dengan Permata Alam nya maka setelah perjalanan ini bukan hanya bisa bertarung tapi kekuatan nya juga akan bertambah, apa lagi setelah perpisahan dengan peri nya yang tidak bisa meninggalkan Hutan Cahaya akibat wabah Bangsa Peri.
Sreek.. sreek.. sreek..
Suara benda berat yang di seret terdengar balik rimbunnya pepohonan didepannya, dengan hati-hati Starla mendekati asal suara dan mengintip d'ibalik salah satu pohon besar. Langit yang gelap dan tertutupi rimbunnya pepohonan membuat sekitar tempatnya sangat remang, meski mempertajam penglihatannya tetap saja pandangannya terhalang kegelapan. Hingga sebuah kilauan dari arah depan sedikit memberikan pandangan yang lebih baik, kilauan dari bara api yang dinyalakan itu kini memperlihatkan seorang pemburu yang sedang tersenyum dengan hasil buruannya .
Seekor Rusa berukuran sedang sudah tergeletak di depan pemburu itu, jika melihat sekilas itu akan menjadi pemandangan biasa saja namun semakin diperhatikan ada sesuatu yang janggal. Kepala bertanduk itu memanglah seekor Rusa namun saat sang pemburu bergeser baru saja terlihat hasil buruannya adalah makhluk yang sangat aneh. Kepala nya memanglah seekor Rusa namun tubuhnya adalah manusia biasa nya, bahkan ada sebuah belati yang tergeletak di samping makhluk aneh itu, sedang kan sang pemburu sudah sibuk mempertajam pedang nya dan membuat api unggun.
"Makhluk apa itu? Apa aku harus menolongnya, tapi terlihat pemburu itu sangat berbeda. Tapi tugasku adalah menolong, baiklah aku akan menolong makhluk aneh itu , semoga saja masih hidup. " gumam Starla dan mulai berpindah dari balik satu pohon ke pohon lainnya hingga sampai di pohon terdekat dengan makhluk aneh.
Sang pemburu yang masih fokus dengan mengasah pedang nya dimanfaatkan Starla untuk memeriksa keadaan makhluk aneh itu dengan waspada, masih terasa denyut nadinya namun ada yang salah saat memegang tangan makhluk itu. Kenapa meski ada belati di samping makhluk aneh itu tapi tidak ada bekas darah sedikit pun, disaat masih memikirkan apa yang terjadi tanpa disadari Starla, jika kini sudah ada pedang yang menghadang lehernya dan sedikit saja bergerak sudah pasti pedang itu akan menggores kulit mulusnya.
"Hahaha... Akhirnya dapat juga buruannya. Hey Region cepat bangun, Rasanya sudah tidak sabar mencicipi daging segar! " seru Sang Pemburu.
"Wah wah ternyata mudah sekali mendapatkan makanan di Hutan ini, kita tidak salah masuk Hutan. Belum ada satu bulan disini sudah ada mangsa yang istimewa. " ucap Region bangun dari posisi nya.
"Dasar tidak tahu malu! Percuma saja aku berniat menolong mu makhluk aneh! " ucap Starla memandang tajam makhluk didepannya.
"Hahahaha itu nasib mu Saja! Bukan urusanku, Ayo Ferion sudah waktunya makan. " ucap Region.
Setelah mengikat tangan dan kaki Starla, kedua nya mengikat Starla di salah satu pohon dan meninggalkannya menikmati makan malam yang masih tersisa dari kemarin. Pemandangan didepannya jangan di tanya lagi, siapapun yang melihat nya pasti akan muntah dan tidak berselera makan lagi dalam jangka waktu lama. Bagaimana tidak, jika yang di santap kedua nya adalah tangan dan juga paha manusia, yang mengerikan adalah tangan hidup memakan tangan yang sudah menjadi bangkai hingga aroma busuk nya sangat menyengat. Ntah kenapa Starla tidak mencium aroma busuk itu sejak tadi, bahkan tidak ada gelagat yang aneh dari sang pemburu.
"Arggggh... Makhluk apa kalian itu! " seru STARLA.
__ADS_1
Kedua nya tidak peduli dengan teriakan buruannya disaat makanan sudah ada di tangan mereka, Kedua pemburu itu kini sudah terlihat dengan jelas wujudnya, satu pemburu yang berniat ditolongnya memiliki kepala Rusa dan tubuhnya manusia sedang kan pemburu satu nya lagi yang difikir adalah lawannya memiliki wajah manusia sampai batas pinggang namun kaki nya itu adalah kaki Rusa. Wujudnya tidak terlihat disaat tubuh pemburu itu diselimuti pakaian yang sangat kebesaran, yang lebih aneh dan menjijikkan adalah makanan yang di makan kedua nya itu tersimpan di pakaian nya itu. Kedua nya melepaskan pakaian mereka untuk tempat duduk dan mengambil beberapa bagian manusia di saku pakaian yang ada di dalam , meski kini kedua nya tanpa pakaian tetap menghasilkan pemandangan yang tidak layak bagi siapapun yang melihat mereka, meski di tempat itu hanya ada Starla sebagai penonton utama atau sebagai santapan berikutnya.
Berusaha melepaskan diri dengan cepat, Starla tidak mempedulikan luka yang diakibatkan dari gesekan hingga tanpa disadari aroma darah segar mengalihkan perhatian Pemburu. Kini tatapan kedua pemburu itu sangat lah buas, seakan ingin langsung menerkam mangsa nya dan membuat mangsa nya bersantai di dalam perut mereka.
"Grrgh.. Grrgh.. " Suara pemburu.
Deg...
Suara yang terdengar sangat jelas mengalihkan perhatian Starla yang masih sibuk melepaskan diri, namun rasa penasarannya kini menjadi sebuah jawaban. Suara erangan hewan buas yang di dengar nya tadi berasal dari depan nya, kedua pemburu itu sudah terlihat lebih buruk dengan air liur yang sudah menetes berulang kali. Bahkan makanan busuk yang sedari tadi dinikmati kedua nya kini sudah di buang ke sembarang arah, tatapan kedua nya sangat tajam hingga Starla mencoba mengikuti arah pandangan kedua pemburu itu. Darah di tangan nya yang tidak seberapa, darah yang tidak seberapa itu yang memancing kebuasan kedua pemburu itu, ikatan tali Rotan yang erat membuat Starla tidak bisa melepaskan dengan cepat terlrbih lagi semua senjata sudah di lucuti Region sebelum mengikat diri nya terikat dengan pohon.
Keduanya kini berlari mendekati mangsa nya yang terlihat lebih menggugah selera makan mereka, jarak yang tidak begitu jauh membuat kedua nya cepat menghampiri buruannya. Starla yang melihat pemburu itu lari ke arah nya,, tanpa berfikir lagi starla mengunakan Kekuatan yang masih di jaga nya. Aura merah darah itu kini menyelimuti tubuh Starla dan tali Rotan yang membelenggu nya sudah terbakar tanpa sisa meski pohon tempatnya terikat sama sekali tidak terbakar, Aura merah darah itu membuat kedua pemburu itu terkejut hingga berhenti berlari seketika.
Wuusss... Brakk.. Krieek..
"Ini hukuman Kalian! Makhluk yang tidak bisa menghargai bantuan tulus dari orang lain! " ucap Starla mengambil semua senjata nya dan meninggalkan kedua pemburu yang sudah tidak berdaya.
Perjalanan yang baru di mulai itu kini waktunya sudah berkurang hanya karena dihabiskan mengurusi makhluk aneh yang tidak tahu terimakasih.
.............. ...
.
.
__ADS_1
.
. **hay readers, Salam ya dari author... 😊
.
.
. author mau minta saran nih, gimana ya biar rasa sedih karena patah hati bisa diobati.. 😭😭 rasanya author gak bisa nulis saat sepeti ini, feel nya gak ada sama sekali.
.
.
. Maaf ya kalau part ini juga gak tuntas, hanya bisa segini dulu tapi nanti dilanjut kok.. ✌
.
.
.
. Jangan Lupa Like ya 🙏 Comment juga N tetep baca The Last Sky Kingdom ya ☺**
__ADS_1