
"Aku ingin melihat apa yang terjadi pada Guru ku Dan Kenapa guru ku memberikan Batu bulan ini padaku." ucap Cleo dengan melihat batu bulan yang digunakan nya untuk penerangan saat menunggu Clara di belakang Istana.
...**********...
_Warna merah dan putih itu jawaban mu gadis bulan_
Ada rasa ragu di dalam hati nya, mungkin kah keinginannya untuk mengetahui penyebab kematian guru nya akan menghilangkan rasa penasarannya atau justru membuat nya terjatuh. Akan kah rahasia itu membuat nya lebih kuat atau justru mewujudkan keputusasaan, namun jika tidak mengetahui rahasia itu pasti hidup nya akan selalu dipenuhi rasa penasaran, ingatannya masih jelas ketika banyak orang yang di tanya tentang kematian guru nya hanya bungkam dalam mata kepasrahan, hingga akhirnya dirinya memutuskan untuk berhenti mencari tahu tentang kematian guru nya.
Di genggam nya Bola Waktu warna Merah , sebuah aliran hangat terasa merasuki telapak tangannya, seakan kehangatannya membakar kulit nya secara perlahan, rasa sakit yang sangat itu menjalar dengan cepat hingga rasa itu perlahan menarik kesadarannya. Jiwa nya kini telah meninggalkan raga nya, di lihat nya ber ulang kali tempat nya berdiri, sebuah ukiran nama perguruan terlihat jelas di atas batu besar itu.
Cleo dengan langkah bimbang akhirnya mulai berjalan memasuki perguruan itu,suasana aneh karena sangat sepi untuk sebuah perguruan dimana seharusnya dipenuhi murid namun dari segala sudut tidak terlihat ada satu murid pun, padahal setahu nya perguruan ini juga menjadi perguruan semua Pangeran dari seluruh Kerajaan.
Krumpyang.... (suara barang jatuh dari arah pondok yang agak masuk ke dalam, pondok dengan obor 1 di ditiang samping pintu)
Suara itu membuat nya bergegas mendekati pondok, mencoba mencari celah untuk melihat apa yang terjadi di dalam pondok, namun pintu tertutup rapat. Dengan berfikir cepat akhirnya Cleo memutari rumah hingga menemukan sebuah jendela yang sedikit terbuka, letak jendela yang lumayan tinggi membuat nya harus berjinjit untuk mengintip ke dalam.
"Nak bertaubat lah!! Semua yang kamu lakukan itu sudah termasuk perbuatan Iblis! Bagaimana bisa sesama wanita kamu menghilangkan nyawa wanita lain!" seru Seorang pria yang tengah membelakangi jendela dan suara itu sangat di kenali Cleo.
"**Berhenti menceramahi ku! Semua ini Gara-Gara kau pria Tua! Hidup ku hancur karena keputusanmu, jadi Kau yang membunuh wanita itu Bukan Aku! " teriak seseorang yang tertutup tubuh pria di dalam pondok.
"Nak, Aku ini ayah mu, ayah yang membesarkan mu, Aku berfikir bersama dengan Pangeran Langit sifat mu akan berubah tapi nyata nya ayah salah, Suami mu harus tahu apa yang sudah di lakukan oleh istrinya." ucap pria itu dengan berjalan meninggalkan tempat nya berdiri.
__ADS_1
Seorang wanita yang sudah dewasa dengan wajah nya yang tidak begitu cantik namun terlihat garis kedewasaan seakan jiwa ke ibu an terpancar dari wanita itu, melihat pria yang notabene nya adalah ayah kandungnya itu ingin memberitahukan semua kejahatannya pada Pangeran Langit suami nya, maka wanita itu langsung mengambil belati yang ada di atas meja dan langsung melemparkannya ke arah pria yang hampir mendekati pintu.
Wuuus... Jleb...
"Aku tidak peduli meskipun Kau AYAH KU! Bagi ku hanya tahta itu yang penting bagi ku, Dan Ya Terimakasih berkat diri mu Aku bisa memiliki kekuatan yang lebih dari sebelum nya. Selamat tinggal Ayah." seru wanita itu mengambil belati yang menancap di dada ayah nya dan bergegas meninggalkan pondok setelah kembali menusuk ayah nya beberapa kali.
Semua yang Cleo lihat membuat air mata nya mengalir begitu saja, kepergian wanita itu membuat Cleo segera berlari ke arah pintu pondok dan masuk melihat pria yang terkulai lemah bersimbah darah.
"Guru! Banguun guru! Hiks.. hiks.. Ku mohon bangun lah Ayah." seru Cleo dengan menopang pria paruh baya yang sudah memberikan banyak ilmu dan juga mengajari nya untuk hidup mandiri meskipun hidup nya hanya sebatang kara.
"Nak, tolong penuhi permintaan terakhir ku. Uhuk.. " ucap pria itu dengan menahan rasa sakit nya.
"Jangan tinggal kan Aku guru, Aku masih membutuhkan bimbingan mu. Ku mohon.. " pinta Cleo dengan air mata yang mengalir deras.
"Guru... "
"Aku serahkan tanggung jawab Putri ku di tangan mu, cobalah sadar kan Putri ku Dan jika dia masih dalam jerat Iblis di hati nya maka lenyapkan lah dia.." ucap pria itu dengan nafasnya yang terlihat semakin berat.
" Guru ku mohon bertahan lah, Aku akan mencari bantuanm. Ku mohon." pinta cleo dengan tangannya mencoba meletakkan kepala guru nya ke lantai untuk mencari bantuan, namun sayang belum sempat mengerakkan kepala guru nya itu justru tangan guru nya sudah terjatuh karena lemas tak berdaya.
Dengan tangan gemetar Cleo mengecek hidung Dan nadinya namun tidak ada sapuan hangat dari hidung dan denyutan dari nadinya, habis sudah harapan Cleo nenolong guru nya. Dengan perasaan sakit, hancur dan kecewa membuat Cleo melakukan sebuah sumpah yang tidak bisa diputuskan oleh siapapun, sumpah nyawa dengan perjanjian darah.
__ADS_1
Sreet.. Tes.. Tes..
"Aku Cleo Murid Guru Mahadev bersumpah untuk membalaskan setiap darah yang mengalir di hari kematian nya dan dengan darah Ku sebagai buktinya." ucap Cleo dengan lantang dan mengoreskan jari terluka nya di dahi sang Guru**.
Perlahan kesadarannya kembali tertarik dan di lihat nya Clara masih diam dengan wajah serius nya, Raja Dexter yang masih menutup mata dengan wajah nya yang bercucuran keringat dan Pangeran Trish yang baru menyentuh Bola waktu ke dua nya.
Dengan rasa campur di hati Ku, Aku mengulurkan tangan Ku kembali ke arah Bola waktu berwarna putih, hampir bola waktu itu menyentuh ujung telapak tangan Ku, namun sebuah tangan lembut menarik kembali tangan Ku. Ku pandang wajah serius itu , kini menatap Ku dengan tajam, sungguh aura nya seakan mencekik leher Ku.
Cekraman tangannya seakan tak mengizinkan Ku untuk melanjutkan mencari jawaban atas Pertanyaan Ku, mata nya begitu dalam dengan warna Hitam.
"Lady Cristal tolong lepaskan tangan Ku, Masih ada satu Bola waktu lagi! " pinta ku dengan memelas.
"Lepaskan saja! Jawaban mu akan ku beri tahu setelah kita keluar dari tempat ini, dengarkan kan Aku baik-baik, jika kamu ingin semua tidak semakin rumit." ucap Clara melepaskan cengkraman tangan nya dan memejamkan mata untuk melihat sesuatu yang mengganggu fikirannya.
Melihat ada sesuatu yang salah, akhirnya Cleo memutuskan untuk mengalah dan tidak melanjutkan mencari jawaban lagi meskipun rasa penasarannya masih begitu besar. Namun ingatan yang baru saja di lihat beberapa detik lalu seakan mengiris hati nya, mencoba melihat apa yang terjadi pada kekasihnya untuk mengalihkan rasa hancur di hati nya. .
Keringat masih terus mengalir dari wajah Raja Dexter, sekarang wajah nya mirip seperti air terjun tebing Hitam dimana tebing bebatuan itu selalu mengalir kan air yang menempel dengan bebatuan nya, dengan menarik ujung gaun yang memiliki ikatan selendang di perutnya. Dengan ujung selendang itu lah kini keringat di wajah Raja Dexter di usap nya agar keringat itu tidak semakin banyak namun usaha nya seakan sia-sia.
"Apa yang terjadi pada Raja Dexter? kenapa keringat nya tak mau berhenti, Lady Cristal ada apa dengan kekasihku?" tanya Cleo Panik.
"Tunggu lah Pangeran Trish kembali, Setelah itu akan ku jelas kan! " jawab Clara yang juga memperhatikan Raja Dexter.
__ADS_1
Pakaian nya itu kini sudah basah seperti tersiram hujan dengan wajah nya yang seperti baru saja terendam air lama, bukan itu saja, Wajah Cleo yang ikut menjadi pucat karena rasa cemas nya, mata nya masih terus mengawasi Raja Dexter dengan satu tangannya masih menyeka keringat yang mengalir di wajah kekasihnya itu tanpa peduli lagi dengan selendang nya yang sudah semakin basah.