
Twin Princess hanya bsa mengangguk dan kembali ke kamarnya tanpa berani membantah, terutama Starla yang langsung bersembunyi di belakang kakaknya itu. Bukan karena takut tapi karena tidak mau ditatap tajam oleh neneknya , sedangkan Clara sudah terbiasa dengan tatapan sang nenek. Namun saat ingin kembali ke kamarnya, para pelayan sibuk memperhatikan Putri kerajaan yang sedang berjalan sambil bersembunyi di belakang seorang Asisten Ibu suri, bagaimana terlihat seperti anak kecil yang takut dimarahi ibunya. Sedangkan yang dipandangi hanya acuh saja, berjalan terus menuju kamarnya yang sudah dikawal oleh Neneknya sendiri.
"Jangan lakukan seperti tadi! Bagaimana jika semuanya terbuka di waktu yang salah? "" ucap Ibu suri setelah mengunci kamar ketika kedua cucunya itu sudah masuk ke dalam.
"Sudahlah nek, saya juga memakai cadar, apakah nenek tidak merindukan ku?" ucap Clara mendekati neneknya.
"Bagaimana kabarmu?Apa semua sudah selesai Clara? " balas Ibu suri dan memeluk Clara.
" Masih belajar, sulit sekali menemukan yang dibutuhkan Nek. Tapi saya akan mulai menjelajahi apa yang sudah Bunda tulisan, dengan begitu Ayahanda akan mendapatkan kesembuhan total. " jawab Clara yang sudah menyandarkan kepalanya di pundak neneknya karena berpelukan.
"Kenapa berbisik dan tak ada yang merindukan saya. " seru Starla dengan bibir mengerucut, bersedekap tangan.
"Kemarilah cucu ku yang manis. " ucap Ibu suri merentangkan tangan satunya lagi dan Clara ikut merentangkan tangan nya satu, melihat ktu Starla langsung ikut nimbrung peluk Nenek dan Kakaknya.
Setelah rencana sebelumnya yang berjalan baik , Clara baru bisa datang ke istana setelah mengurus sesuatu. Dan Starla menggantikan posisinya, meski Starla sudah paham segalanya, tetap saja kakaknya sudah melakukan banyak hal dalam waktu singkat, bahkan saat Starla melakukan kunjungan ke sebuah desa, ternyata disana sudah banyak penggemar kakaknya. Tentu bukan karena wajahnya yang cantik tapi melainkan karena kakaknya itu dengan mudahnya mau belajar menjadi rakyat biasa. Anak-anak kecil pun bisa menjadi dekat tanpa ada sekat apapun. Sedangkan dulu dirinya lebih memilih memantau dari jauh, jujur saja dirinya itu tidak menyukai anak-anak. Anggap lah sifat keduanya hampir berbeda tapi tetap keduanya baik hati, hanya saja cara keduanya uang berbeda. Jika Clara akan langsung turun tangan sampai ke titik pusat nya, sedangkan Starla akan memilih untuk memantau dengan jarak yang cukup.
Tapi bukankah selama ini Clara hidup di hutan tanpa sosialisasi dengan orang lain, tentunya ada tantangan dan kesulitan saat tiba-tiba menjadi Tuan Putri dan memiliki banyak tanggung jawab . Namun melihat rakyat dekat dan menyanjung kakaknya tentu saja Starla merasa terkejut, karena disaat menemui rakyat yang sudah di bantu kakaknya justru memberikan Starla begitu banyak hadiah, meski hadiah mereka hanya lah hal sederhana seperti kerajinan tangan, bunga dan beberapa anak-anak justru memberikan gambar yang masih seperti sketsa itu, tapi ketulusan dan rasa hormat untuk kakaknya bisa terlihat dari cara rakyat nya mengapresiasikan perasaan Terima kasih mereka. Tapi apa daya Starla yang tidak tahu bagaimana cara kakaknya mengatasi masalah yang dialami rakyatnya itu, hanya bisa diam dan mendengarkan cerita kehebatan kakaknya sendiri, bahkan di wilayah itu sudah dibangun sekolah kecil untuk anak-anak, dan tentu saja ini ide Clara karena melihat anak-anak yang hanya sibuk bermain tanpa belajar. Dan melihat bagaimana sekarang orang berniaga yang mulai di izinkan untuk memasarkan dagangan mereka di tempat yang sama dengan pedagang kerajaan, meski awalnya mendapatkan penolakan oleh pedagang yang sudah menetap di pasar kerajaan, tapi dengan metode baru yang Clara terapkan alhasil mendapatkan kesepakatan, dimana pedagang baru bisa memasok barang ke pedagang kerajaan dengan perjanjian tertulis untuk tidak merugikan salah satu pihak, dan Kerajaan bisa mengurangi pembelian barang-barang dari luar ketika barang didalam masih bisa dicari, dan barang siapa yang tidak bisa membaca atau memahami apapun soal perjanjian terkait kerja sama perdagangan maka pihak istana sudah menyiapkan seorang Menteri Perhubungan untuk menjadi hakim dan saksi . Selama Starla menjadi Tuan Putri justru dirinya sibuk dengan mengikuti perang atau berburu, jika pun melakukan tugas kerajan maka dirinya memilih dengan cara bertolak belakang dari kakaknya, karena itu tidak ada rakyat yang mengenalnya dengan baik . Seolah istilah * Antara Bumi Dan Langit Tidak bisa Bersentuhan * yah itulah Starla selama menjadi Tuan Putri, sekarang keputusan nya untuk menyerahkan Tahta pada kakaknya adalah hal tepat, lagi pula Tahta itu memang milik kakaknya, dan menjadi seorang Ksatria lebih baik untuk dijalani Starla.
"Apa yang kalian bicarakan? Tidak berbagikah dengan Gadis Cantik? " ucap Starla menunjukkan mata memelas nya setelah ketiganya berhenti berpelukan.
"Gantikan Clara selama Kakakmu melakukan misinya. Apa kamu paham Starla. " perintah Neneknya dengan tegas.
"Kenapa Kakak harus pergi lagi! Bukankah seharusnya kini semua bahagia dan tinggal bersama. Dan kapan Ayahanda akan tahu soal aku ? " tanya Starla dengan sedih.
"Sabarlah Starla. Bukankah Jika Ayahanda bisa berjalan dan sehat seutuhnya, Maka semua menjadi lengkap? " balas Clara mengelus kepala adiknya.
"Tapi, kakak tahu beberapa hari lagi akan ada kunjungan ke wilayah utara, dimana kakak membangun sekolah disana. Terakhir aku menggantikan kakak, tapi kakak tahu mereka sangat menyayangi kakak bukan aku. " ucap Starla dengan pelan.
"Hmm.Baiklah.Lakukan perintah Nenek. Dan Kakak akan datang kesana sebelum memulai perjalanan kakak. Tapi ingatlah, Pembunuh Bunda masih berada diluar sana. " ucap Clara dengan serius.
__ADS_1
"Clara bukankah arah mu ke selatan? Starla bisa menangani masalah kerajaan. Lakukan Tugasmu, waktunya hanya sebentar. " ucap nenek mengingatkan Clara, sedangkan Starla tidak diberi kesempatan untuk bicara selain hanya mendengarkan.
"Tenang nek. Ada yang harus aku lakukan di wilayah utara. Dan meski tujuan ku ke selatan. Aku sudah memiliki rencana, Sebelum bulan Purnama berikutnya pasti pertemuan akan terjadi Nek. " ucap Clara meyakinkan neneknya.
"Hati-hati! Kembalilah dengan Selamat. " ucap neneknya.
"Tentu Ibu Suri. " ucap Clara dengan senyuman manis.
"Aku seperti patung saja. " ucap Starla dengan cemberut karena dirinya seperti tidak paham apapun yang sedang di bicarakan kakak dan neneknya itu.
"Kakak harus mencari obat untuk Ayahanda. Ramuan bunga kematian hanya satu obat untuk menetralkan racun, dan racun yang ada ditubuh Ayahanda itu memiliki campuran darah Naga iblis. Maka obat bunga kematian tidak cukup, karena bagaimanapun racun itu sudah cukup lama menyatu dengan darah Ayahanda. Apa sekarang kamu paham Starla? " ucap Clara dengan serius menatap adiknya.
"APA? Bagaimana bisa racun mematikan itu dibuat. Bahkan aku yang sekilas membaca tentang racun itu sudah tahu, tidak ada obatnya untuk racun itu. Lalu apa Ayahanda akan sembuh total? Bukankah sekarang ayah sudah terbebas dari racun itu? " ucap Starla dengan terburu-buru.
"Tenanglah.Biarkan Kakakmu Clara yang melakukan Perjalanan kali ini, tugasmu dengan bunga kematian sudah, sekarang tanggung jawab kakakmu untuk obat keduanya. Dan tetaplah gantikan kakak mu selama meninggalkan istana, identitas Starla harus disembunyikan karena Musuh utama Kerajaan masih belum tertangkap dan kakakmu bisa dengan jatidiri Bunda kalian." ucap Ibu suri menasehati Starla.
Melihat adiknya tersenyum, tentu Clara dan neneknya tersenyum juga, meski di hati kedua wanita itu masih gelisah karena terpaksa menyembunyikan sesuatu dari gadis didepannya ini. Sesuatu hal yang tersimpan dan masih sangat dirahasiakan, ntah kapan waktu akan membuat keluarga ini terbebas dari rasa sedih, tapi demi melihat senyuman , tidak akan masalah jika Clara yang harus menanggung beban hidup keluarga nya.
ππ‘ππ¨π π½πππ
Setelah kepergian Permaisuri Adreo, Ibu suri menggeledah kamar wanita jahat itu dan dengan bantuan Peri Larein, Ibu suri menemukan setiap hal-hal penting dan Rahasia dikamar nya, bahkan tentang perselingkuhan nya juga. Setiap bukti di amankan dan hal-hal yang dianggap masih rahasia juga di amankan. Saat hendak memasukkan bukti ke ruangan rahasia ibu suri, Clara datang menemui nya setelah memberikan obat kepada Ayahandanya.
"Ada apa nek? Kenapa seperti memikirkan masalah berat? " tanya Clara yang melihat neneknya termenung didepan beberapa barang.
"Nenek salah. Seharusnya tidak meninggalkan kerajaan dulu, lihatlah semuanya menjadi berantakan, hingga Putra satu satunya sekarang harus melawan maut karena wanita kejam itu. " ucap Ibu suri dengan sedih dan menahan dadanya sekaan sesak didalamnya akan berkurang.
" Semua sudah Takdir. Sekarang hanya bisa memperbaiki bukan mengulang ke waktu sebelumnya. Biarkan menjadi tanggung jawab Clara. Nenek bisa memberitahu bagaimana solusi dari setiap jalan berduri yang harus Clara lewati. " ucap Clara memeluk neneknya.
"Racun itu adalah Racun mematikan yang tidak ada obatnya. Namun nenek tahu ada satu yang mustahil tapi bisa menyembuhkan segalanya, tapi dulu hanya Bunda mu yang tahu tempat itu. " ucap neneknya dengan terbang ke ingatan masalalunya.
__ADS_1
Racun Blood Dragon Devil, racun yang terbuat dari akar tumbuhan ribuan tahun, bunga melati hitam, air mata peri, beberapa bahan lain yang sangat langka dan terutama darah Naga Iblis. Sempurna sudah racun ini sangat mematikan, namun jika ada yang berfikir kenapa Raja tidak kunjung meninggalkan jika diberikan racun seperti itu. Tentu tidak semudah itu, karena Raja sendiri sudah penuh dengan racun sejak lama, kebiasaan para Raja adalah memberikan pencegahan sebelum menjadi pusat sasaran pembunuhan dan racun hal yang umum digunakan jika untuk membunuh seseorang dengan cepat. Dan lagi pula Raja juga memiliki Element kekuatan, maka racun yang diberikan Permaisuri Adreo justru perlahan menghilangkan kekuatan dari dalam namun belum cukup untuk membunuh Raja. Bukannya Permaisuri tidak tahu, tapi mau bagaimana lagi, Racun yang menjadi andalannya itu hanya bisa di buat 5 tahun sekali. Pada dasarnya darah Naga tidak bisa diambilnya sesuka hati, ada saat tertentu yang harus diperhatikan. Darah Naga tidak akan memiliki Kekuatan apapun jika waktunya tidak tepat, dan lagi harus Naga itu sendiri yang mau menyerahkan darahnya, cukup satu tetes saja sudah cukup. Dan jika itu diberikan ke sebuah danau dan orang-orang biasa meminum airnya yang sudah diberikan racun racikan Permaisuri Adreo, tamatlah sudah dengan pemakaman massal. Dan tentu saja penyihir Rosea pun tidak tahu jika racun yang diberikan dirinya itu hanya setengah jadi, yang artinya masih ada sentuhan terakhir dari Permaisuri Adreo sendiri.
"Demi Ayahanda dan keluarga kita. Sejauh apapun itu tidak masalah untukku, meski harus menemui dewa neraka pun akan Clara kunjungi. " ucap Clara meyakinkan neneknya.
"Madu Penyembuhan. Bukalah Kitab Suci dan disana akan ada jejak Ibu mu, meski nenek bisa membuka kitab itu, bukan berarti nenek bisa membaca lembar ajaibnya . Terutama tentang catatan dari Bunda mu, setiap perjuangan dan perjalanan Bunda mu, kitab suci itu akan menorehkan tinta emasnya dengan sendirinya. Dan hanya pewarisnya yang mampu membaca lembar rahasianya. " ucap neneknya dengan sendu, didalam hatinya sangat merindukan putri sekaligus menantunya itu, baginya tidak ada wanita sekuat dan sebaik Risa.
"Jika itu Jawabannya. Maka ini tugas ku melanjutkan perjuangan Bunda. Dan Nenek lindungi Keluarga dan Istana, biarkan Clara yang mengahadapi Dunia Luar. " ucap Clara dengan senyuman.
Neneknya menjelaskan bahwa Clara harus menggunakan topeng dan harus ditemani seseorang yang sudah disiapkan oleh nya, dan orang itu tentu seseorang yang dipercaya Ibu suri. Demi melihat ketenangan neneknya, tidak masalah jika harus menemui seseorang sebagai partner perjalanan, meski dirinya berharap bisa bersama adiknya. Setelah percakapan hari itu, Clara sibuk mendalami Kitab Suci dan sudah menemukan apa yang dicarinya, dan tidak perlu menunggu waktu lagi. Obat bunga kematian hanya akan bertahan selama 2 bulan saja, dan tanpa obat penyembuhan, maka Ayahnya tidak akan bisa bangkit lagi seperti sebelumnya. Bukankah sudah dikatakan Permaisuri Adreo selalu melakukan sesuatu dengan usaha terbaiknya ,Rencananya dari menyingkirkan Ratu Risa, Putri Starla dan Meracuni suaminya pun sudah di buat sedemikian rupa, sehingga tanpa ada kesalahan. Bahkan perselingkuhannya pun tersimpan rapi, dan apapun keputusannya selalu mendapatkan dukungan dari kekasihnya itu. Clara dan Ibu suri yang membaca surat- surat rahasia milik Permintaan Adreo merasakan muak, amarah dan banyak perasaan tidak enak, surat rahasia itu menjadi bukti perselingkuhan dan persekongkolan Permaisuri Adreo dengan kekasihnya. Setidaknya ada Peri Larein yang menunjukkan banyak Rahasia Permaisuri Adreo, dengan begitu Ibu Suri membuat rencana dengan lebih jauh ke depan, dan harapannya keluarga nya bisa hidup bahagia seperti dulu lagi.
........... ...
Perpisahan terjadi lagi, namun Starla yang sudah berjanji untuk melindungi keluarga dan melakukan tugas sebagai Tuan Putri harus berlapang dada dengan tanggung jawabnya itu dan Clara harus memulai perjalannya. Perjalanan pertama nya bersama orang asing, bagaimana pun dirinya harus hanya focus dengan misinya. Tidak peduli siapa temannya nanti, tujuannya yang harus dituju, meski neneknya sudah mengatakan dengan jelas bahwa seseorang itu yang akan selalu menjadi pelindungnya dan itu tanggung jawabnya sebagai seorang pendamping. Dan perjalanan Clara bersama Orang itu hanyalah awal dari sebuah Takdir untuk masa yang akan datang. Siapapun dia, dia sendiri sudah mengetahui jika Clara sang pewaris Kitab Cristal Of Life dan tentu saja Ibu suri tidak akan mempercayakan Cucunya pada orang sembarangan, apapun pilihan Ibu suri sudah dapat dipastikan sebagai ikatan pertama yang kuat , layaknya memilih senjata yang sudah dapat dipastikan jika senjata itu akan sangat tajam sekali.
.
.
.
.
Sorry very late up bcz my hand very tired after work.. can't more use mobile for writing.. π₯Ίπ₯Ί
.
.
tetep kasih semangat ya.. masih tetap berusaha buat up..
__ADS_1