
Hari yang cerah menyinari seluruh penjuru negeri, di dalam Istana Langit terlihat begitu damai dan tanpa masalah apapun, Starla sibuk berlatih dengan sang Raja diruangan senjata, Ayah dan anak itu menghabiskan waktu bersama dengan bertarung setelah sarapan namun Clara pamit untuk kembali ke pondok bersama ibu suri karena ada urusan penting. Starla mencoba untuk ikut pergi ke pondok, tapi untunglah Ibu suri bisa membujuk cucunya yang satu itu untuk menemani Ayahnya agar tidak kesepian. Begitu Raja memberikan izin , Clara langsung kembali ke kamar nya dan ibu suri bersiap dikamarnya pula.
"Nak, ayo semua pasti sudah berangkat ke tujuan itu. " ucap Ibu suri yang masuk ke kamar Clara.
Gaun yang menawan dan elegan terbang tertiup angin dari jendela , rambutnya tergerai nan panjang menyatu dengan balutan gaunnya.
"Clara ayo. " ucap Ibu suri sekali lagi.
"Mari nek. " jawab Clara membalikkan tubuhnya ke arah neneknya.
"Apa ini sudah keputusan mu nak? " tanya Ibu suri melihat penampilan cucunya.
"Iya nek, bukankah masih ada rahasia yang harus tetap tersimpan hingga waktunya nanti nek. Hanya ini jalan keluar nya agar semuanya bisa diatasi. " jawab Clara dengan penuh keyakinan.
"Baiklah nak, Apa yang Clara katakan memang benar. Ayo kita kesana, agar tidak membuat semua orang cemas. " ucap Ibu suri mengulurkan tangannya.
"Mau dengan portal ku atau nenek? " tanya Clara setelah menerima uluran tangan neneknya.
"Bukankah cucu nenek sudah lebih maju. " goda nenek memeluk Clara.
Fiuh...
Clara menggunakan teleportasi setelah mendapatkan kode dari neneknya, tujuan mereka hanyalah satu tempat. Sinar yang berbeda menyapa dirinya dan Ibu suri, keduanya kini berada di Hutan Ajaib, daun daun yang berguguran menambah keindahan hutan dengan kupu-kupu emas dan kunang-kunang emas beterbangan diseluruh penjuru hutan. Keindahan yang sungguh tak disangka, Hutan Ajaib adalah keajaiban yang tersembunyi di mana dijaga oleh Hewan Suci, Achela seekor Kucing yang memiliki kekuatan luar biasa dan Achela dapat berbicara layaknya manusia, tanpa izinnya tak seorang pun bisa memasuki Hutan Ajaib.
"Tunggulah dia Nak. Hanya dia yang bisa membuka Jalan ke tujuan kita. " ucap Ibu suri.
"Tentu nek. " jawab Clara mematuhi neneknya.
Fiuh..
Seketika cahaya keemasan menggembung di hadapan Clara dan Ibu suri, sosok mungil berbulu hitam dengan mata tajam muncul dan terbang di depan mereka.
"Salam Ibu Suri Valera Armadeo. " ucap sosok itu dan mengedipkan tanda hormat.
"Salam untukmu juga Achela. Lihatlah yang bersamaku. " ucap Ibu suri menatap kearah Clara.
"Putri kecil yang mengguncang ketiga Alam, Sangat cantik sekali Yang Mulia. " jawab Achela menatap Clara dengan penuh arti.
Seketika Achela melakukan kontak mata dengan Clara, ntah apa yang terjadi di tubuh Clara ketika matanya terpaut dengan mata Achela, tubuhnya seakan ingin terbang dan rasa hangat mengalir memasuki jantungnya, seakan tubuhnya diberikan sayap dan pelukan hangat namun dirinya tetap bersikap tenang karena ini bukan waktunya untuk mencari jawabannya.
"Ayo ini sudah waktunya Achela, apa ini waktunya untukmu juga? " ucap Ibu suri menatap Ashela dengn penuh arti.
Achela hanya tersenyum dan mulai turun dari posisi terbang nya dan berjalan mengelilingi Ibu suri dan Clara beberapa kali, Ibu suri paham apa yang dilakukan Achela tapi Clara masih belum memahami apa yang Achela lakukan. Bahkan Ibu suri hanya menceritakan bahwa Achela seekor kucing penjaga Hutan Ajaib yang memiliki kekuatan luar biasa, hanya itu saja. Tapi melihat neneknya selalu berbicara penuh arti tentu Clara paham jika Achela bukan hanya penjaga Hutan Ajaib saja.
__ADS_1
"Mari, Selamat Datang Di Rumahku. " ucap Achela dan berjalan di depan setelah melakukan tugasnya.
Dinding keemasan mulai terbuka begitu Achela berdiri didepannya dan perlahan memasuki Jalan yang dihiasi pohon nan rapi disisi kanan dan kirinya, kupu-kupu emas dan kunang-kunang emas menemani perjalanannya ketiganya hingga Achela berhenti tepat didepan sebuah Pintu Ajaib.
"Achela apa semuanya sudah hadir? " tanya Ibu suri saat sampai di tujuannya.
"Siapa yang tidak akan terburu-buru untuk melihat nya, Berita kemunculan dirinya seperti kobaran api. " jawab Achela membalikkan tubuhnya menatap Clara dengan tersenyum.
"Jagalah dia Achela, Bawa dia saat waktunya. " ucap Ibu suri dan melepaskan tangannya dari tangan Clara.
"Ibu Suri, Apa tidak sebaiknya bersama saja? " tanya Clara.
"Tidak nak, Achela harus mengajakmu ke suatu tempat sebelum Semuanya terungkap. " jawab ibu suri agar Clara melakukan perintahnya.
"Baiklah ibu suri. " jawab Clara mematuhi neneknya.
Ibu suri berjalan meninggalkan Clara dan Achela untuk memasuki Pintu Ajaib itu, dan Achela berjalan menjauhi Jalan yang dilewatinya tadi.
"Ikutlah Tuan Putri, akan aku tunjukkan sesuatu yang seharusnya anda miliki sejak dulu. " ucap Achela berjalan lebih dulu dan Clara hanya mengikuti kucing itu tanpa menjawab apapun.
..................
Tiba-tiba pintu itu terbuka dan seorang wanita yang sudah cukup usia memasuki ruangan itu dengan tenang, semua orang tertuju pada Ibu Suri Istana Langit.
"Selamat Datang Ibu Suri Valera Armadeo. " sambut Sang Pendeta dan mempersilahkan Ibu Suri Valeria untuk duduk ditempatnya.
Kini beberapa Pangeran dan para tetua sudah berkumpul di Ruang Ajaib bersama Sang Pendeta, tidak ada bisik-bisik ataupun suara hingga Sang Pendeta membuka suaranya.
"Seperti Undangan yang kalian terima, hari ini Pewaris Kitab Suci akan hadir dan melakukan tanggungjawab nya untuk pertama kalinya. Tapi sebelum itu, mari kita dengarkan setiap informasi yang dimiliki masing-masing untuk membuat keputusan masa depan lebih baik. " ucap Sang Pendeta tanpa basa basi.
𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠
"Clara ini harus segera dilakukan, musuh sudah mulai membuat rencana dan mulai menyerbu berbagai wilayah hanya untuk menemukan mu nak. " ucap Ibu suri gusar dengan setiap informasi yang didapatkan dirinya dari orang-orang kepercayaan nya.
"Benar kata Ibu suri nak, semua sudah mulai cemas karena ulah para musuh yang tidak segan menculik gadis-gadis di beberapa wilayah. " sahut Sang Pendeta.
"Baiklah. Buatlah pertemuan itu tapi Clara memiliki syarat. " jawab Clara setelah memikirkan sejenak situasi yang terjadi.
"Apa Clara? " tanya Ibu suri.
"Biarkan Identitas Clara tetap tersembunyi, jika semua tahu Clara adalah Putri dari Istana Langit tentu itu akan menjadi bumerang. Terutama kita tidak tahu siapa musuh dibalik selimut yang mungkin akan membongkar semuanya secepat kobaran api. " ucap Clara.
__ADS_1
"Akan lebih baik jika mereka hanya mengetahui Clara sebagai Lady of The World. Dan beri peringatan khusus untuk mereka yang sudah mengetahui identitas asli ku untuk tutup mulut, Pendeta paham maksudku bukan? " ucap Clara selanjutnya.
"Baiklah nak, seperti keinginan mu. Ini juga bukan waktunya dunia mengetahui rahasia Starla yang masih hidup, nenek setuju dengan Syarat mu nak. " jawab Ibu suri setelah mengerti apa alasan Clara untuk hanya menggunakan identitas sebagai Lady of the World saja.
Akhirnya Pendeta membuat Undangan untuk para tetua dan para Pangeran yang berada dijalan yang sama, dan setelah Undangan itu jadi, Sang Pendeta mengirimkan setiap undangan ke pemiliknya termasuk Ibu Suri, setelah mendapatkan undangan itu Ibu Suri langsung menghampiri Clara dikamarnya yang termenung di depan jendelanya untuk memberikan gulungan yang terselip di gaunnya.
...Undangan Rahasia...
...Waktu menjadi alasan Terlambat...
...Kini Waktu Akan Mempertemukan Takdir...
...Datang lah...
...Pewaris Kitab Suci Memanggil Para Pendamping nya...
...Sudah Waktunya Takdir Terbuka...
...Salam Pewaris Kitab Suci...
...Lady Of The World...
Yah pertemuan itu diadakan untuk menunjukkan bahwa Sang Pewaris Kitab Suci memang sudah dilahirkan dan siap menjalankan Tanggungjawab nya, dan Sang Pendeta lah yang membuat Undangan itu karena setelah mengetahui kekacauan didalam gua saat Clara bermeditasi yang diceritakan oleh Ibu Suri, tentu saja inilah waktunya untuk menunjukkan Clara di hadapan dunia meski Clara memiliki syaratnya sendiri untuk melakukan rencana nenek dan guru nya itu dan undangan itu dibuat setelah ketiganya berdiskusi.
...................
Semua orang mendengar setiap informasi yang diberikan oleh setiap masing-masing dan disisi lain Clara sudah duduk di sebuah ruangan yang disiapkan Achela, Ruangan ajaib itu adalah Rumah Achela dan Achela bisa melihat dan mendengar apapun yang terjadi di Hutan Ajaib, sama hal nya saat ini Achela membuat Clara bisa melihat dan mendengar segalanya yang terjadi di Ruangan tanpa batas itu melalui cermin di depannya. Awalnya Clara hanya bersikap biasa namun saat Achela membawanya ke rumah yang penuh dengan labu kuning tentu fikirnya rumah itu seperti rumah seorang pemyihir, hingga dirinya diajak masuk kedalam rumah Achela dan meminta dirinya untuk duduk di sebuah bangku untuk melihat segalanya tanpa terlibat langsung hingga waktunya, awalnya Clara terkejut namun ada rasa puas dengan kekuatan Achela, sungguh kucing itu luar biasa.
"Tuan Putri Clara tinggalkan itu dulu, ada hal penting yang harus dilakukan saat ini. " ucap Achela berdiri di depan Clara.
"Hmm baiklah. Katakan apa yang harus aku lakukan? " tanya Clara menatap Achela dengan serius.
*Datanglah* ucap Achela dan seketika sebuah Kitab Suci muncul di depannya.
"Bukankah itu Kitab Suci yang sama? " Ucap Clara terkejut karena terlihat jelas sampul dan ukiran yang sama di Kitab Suci itu.
"keluarkan Kitab Suci mu di meja itu! " Perintah Achela tanpa menjawab pertanyaan Clara.
*Muncullah* ucap Clara dan Kitab Suci muncul di tangannya, Clara meletakkan Kitab Suci di meja seperti permintaan Achela.
Sesuatu terjadi setelah kedua Kitab Suci itu saling berhadapan, Clara tidak memahami apa yang akan dilakukan Achela tapi ntah kenapa hatinya mempercayai Hewan Suci itu, Ada perasaan terikat dengan Hewan Suci itu tapi ntah apa ikatan mereka.
__ADS_1