The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Khawatir


__ADS_3

Meninggalkan luka jiwa yang teramat dalam bagi seorang anak yang kini sudah menjelma menjadi dewasa atau bakhan lebih dari kata itu, siapapun yang melihat nya tidak ada yang tahu umurnya tidak seperti penampilannya.


...................


Di Sisi lain....


"Baiklah kami akan menjaga nya sampai Anda kembali Yang Mulia. Semoga Perjalanan anda di Lindungi Yang Maha Kuasa. " ucap Peri Zianka .


Kini Clara, Starla dan Achela meninggalkan Hutan Cahaya setelah menyerahkan Tanggung jawab Peri Ghea kepada para Peri. Tujuan ke tiga nya kini adalah wilayah barat menemukan apa yang sudah di diketahui Sang Pewaris Kitab Suci dan Achela.


𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠


Setelah Kitah Suci kembali pada Achela keduanya tersenyum, Disana memberika jawaban dari pertanyaan yang harus dapatkan oleh keduanya. Dikatakan di setiap arah mata angin memiliki Permata, dimana Permata itu memiliki Tuan dan menjadi warisan leluhur dari generasi ke generasi.


"Apa kamu tahu dimana ke empat Permata ini Achela? " tanya Clara.


"Setiap Kerajaan memiliki Permata mereka masing-masing dimana Permata satu warna akan memiliki 4 Permata berbeda bentuk, setiap bentuk memiliki makna dan kekuatan masing-masing. Tapi hanya pemilik nya yang tahu bagaimana dan kekuatan seperti apa yang ada di dalam Permata itu. " jawab Achela tanpa ragu.


"Baiklah, setidaknya kita tahu harus kemana selanjutnya dan kembali lah ke pondok Peri Ghea. Firasatku mengatakan ada hal buruk akan terjadi. " ucap Clara.


.................. ...

__ADS_1


Wilayah barat bukan seperti wilayah lainnya,wilayah ini dikuasai beberapa Gunung yang menjulang. Dalam Perjalanan kali ini Clara masih menggunakan cadar begitu pula Starla yang harus setuju untuk memakai cadar meski awal nya menolak, sedangkan Achela harus menjadi kucing biasa yang imut manis dan berjalan di tanah bukan terbang atau bicara seperti biasa nya Karena Clara tidak ingin menjadi sasaran musuh disaat menjalankan misinya, meski begitu Clara juga menghilangkan Pedang Suci dengan kekuatan nya.


Kini ke tiga nya seperti dua gadis remaja bersama seekor kucing yang terkadang harus menggendongnya agar tidak ketinggalan.


"ka kenapa Si manis berat sekali! Aku tidak bisa mengangkat nya, Kakak kasih makan apa sih! " gerutu Starla yang masih mencoba mengangkat Achela.


"Hentikan Achela! Apa kamu tidak lihat wajah adikku yang mulai kesal Karena sikap usilmu. " ucap Clara melalui batinnya.


"Tenanglah, Coba tarik nafas dan setelah tenang coba angkat Si manis sekali lagi. Jika tetap tidak bisa, Tinggalkan saja disini. " ucap Clara sambil mengusap punggung adiknya dan menatap tajam ke arah Achela yang masih menampilkan wajah imut nya.


"Hehehe Ampun Tuan, jangan marah. Aku hanya suka sikap Manja nya Tuan Putri Starla. " ucap Achela melewati batinnya.


................... ...


Perasaan ini kenapa semakin mendekati ku, rasa nya ada sesuatu yang menungguku tapi apa. Apakah aku sudah benar mengajak Starla bersama ku, atau aku harus membawa Starla kembali ke istana saja. Pertarungan dalam hati dan fikiran Clara mulai tak menentu, antara kembali atau melanjutkan perjalanan.


Sedangkan Starla yang baru menyadari jika kakaknya tidak disampingnya menenggok kebelakang dan benar saja kakaknya berhenti dan hanya memandang ke depan dengan gelisah, akhirnya Starla mendekati kakaknya.


"kak, Ada apa? Ayo. " ucap Starla menggandeng tangan kakaknya.


"Pulanglah! " ucap Clara yang masih belum bergerak meski sudah digandeng adiknya.

__ADS_1


"Apa! Sudah cukup kakak berjuang sendiri, ingat kak. Kita ditakdirkan untuk saling Melindungi dan mencintai. Kekuatan kita ada dalam satu sama lain, apa kakak akan merenggut Hak ku! " ucap Starla dengan mata berkaca-kaca.


Ini lah yang di takutkan Clara, emosi dan perasaan adiknya meski Clara tahu adiknya pandai memainkan senjata tapi hati nya itu selalu mudah tersentuh tapi jika tidak bersikap tegas maka Clara akan lebih tidak rela jika nanti akhirnya adiknya terluka. Hanya menghela nafas yang bisa dilakukan oleh nya ketika adiknya sudah berkaca-kaca seperti itu, semua ucapan Starla memang benar tapi sebagai kakak tentu Clara ingin melindungi adiknya dari semua bahaya.


Apa lagi kini semua Peri tidak bisa meninggalkan Hutan Cahaya, Hingga kehidupan di Hutan Cahaya kembali maka para Peri hanya bisa bergantung dengan Pohon Ajaib.


"Ayo." jawab Clara dan mengusap pipi adiknya dengan tersenyum.


Tanpa disadari di depan mereka ada sebuah Perisai Gaib, Perisai yang mampu Clara rasakan tapi tidak bisa dilihat hingga langkah kedua gadis itu menyentuh garis perisai.


Duar.. Buum...


"Kakak apa yang terjadi. " ucap Starla yang masih menyeimbangkan tubuhnya Karena suara ledakan dan getaran hebat di bawah kakinya.


"Sudah ini hanya gempa Karena letusan di salah satu gunung. Apa adikku masih mau melanjutkan perjalanan? " tanya Clara dengan lembut, tentu saja dalam hati nya berharap Starla mundur dengan sendiri nya.


"Tidak ka! Tapi kenapa masih belum berhenti. " jawab Starla.


Clara kecewa dengan jawaban adiknya tapi mau apa lagi, sekarang yang bisa dilakukan hanya lebih waspada dan hati-hati, sebelum bertindak harus memastikan Adiknya baik-baik saja.


Dengan satu hentakan kakinya,Karena Clara tahu itu bukan gempa seperti apa yang dikatakan oleh nya tapi ada Perisai yang hancur dan pastinya orang yang membuat Perisai itu bukan orang sembarangan tapi clara menghentikan getaran itu hanya untuk menenangkan adiknya. Seketika guncangan itu berhenti, tetapi Clara tidak menyadari apa yang dilakukan nya membangunkan tidur seseorang.

__ADS_1


__ADS_2