
Kini Keduanya kembali ke Istana es, Lars ingin menemui Orang tuanya sebelum melanjutkan Perjalanannya kembali. Ntah setelah ini nyawanya masih di dalam raga nya atau tidak tapi Lars akan berjuang sekuat tenaga agar bisa menjadi pelindung Dunia.
Kini Keduanya menuju keruang Keluarga dimana Raja dan Ratu Kerajaan es tengah menghabiskan waktu bersama, kedatangan Lars dan Putri Sisilia semakin menambah kehangatan.
"Nek, tidak adil bukan kalau yang dihukum hanya Leum saja! Seharusnya Ayahanda juga. " ucap Lars .
"Hei datang-datang main kasih hukuman aja! Apa salah Ayah pada mu nak? " tanya Raja.
"Iya nak, apa Ayahanda mu buat suatu masalah? " tanya Ibu yang mulai cemas.
Putri Sisilia hanya tersenyum melihat kejahilan Lars, anak itu tidak akan berani menghukum ayah nya sendiri maka nya sedari dulu yang bisa menghukum Raja hanya neneknya. Mungkin Lars masih kesal karena harus mengelilingi taman hanya karena soal pertunangan yang Raja buat, meskipun Lars bahagia dijodohkan dengan Putri Starla tapi yang tahu soal Starla hanya dirinya dan bukan keluarganya.
Ada rasa bersalah telah membohongi keluarganya, tapi apa yang bisa Lars lakukan jika demi keselamatan banyak orang maka satu kebohongan nya akan membantu tentu bukan hal sulit di lakukan.
"Hey Leum! Kau setuju tidak? Anak ini malah melamun. " ucap Raja menguncang tubuh Lars.
"Eh, Iya. Apa yang Ayahanda katakan? " jawab Lars gugup karena terkejut.
"Nak, kami membicarakan Pernikahan mu, Ayah mu juga sudah mengirim surat pada Raja Lucaz Armadeo untuk menentukan tanggal Pernikahan mu dengan Putri Africiana. Bagaimana pendapat mu tentang ini? " ucap Ratu.
"Baik nya para orang tua saja, Leum akan mengikutinya tapi kuharap ini tidak mengganggu tanggung jawab yang ada di Pundak ku saat ini. Tentu kalian tahu Lady Cristal sudah kembali, maka aku akan lebih mengutamakan tanggung jawab menjadi Pendamping nya untuk keselamatan semua orang. Maafkan Leum Ayahanda, Bunda dan Nenek tapi kuharap kalian memahami keadaanku. " ucap Lars dengan serius.
"Kami akan selalu mendukung mu nak, dan masalah Pernikahan serahkan pada kami. Putra ku hanya perlu datang di acaranya saja dan melakukan Janji Suci, hanya itu yang tidak bisa diwakilkan. " ucap Raja menggoda putranya.
"Baiklah Yang Mulia, Bunda Ratu dan Nenek ku yang tercantik. Leum pamit karena harus kembali melanjutkan Perjalanan, pasti sudah ada yang menunggu kedatangan Putra tertampan ini, hehe. " ucap Leum sambil memeluk Keluarga satu persatu.
"Raja siapkan prajurit mu untuk menyambut Perang esok, pastikan setiap perbatasan juga di jaga ketat. " ucap Putri Sisilia.
"Lalu bagaimana dengan mata-mata yang selalu membocorkan setiap gerakan Kerajaan es? " tanya Raja pelan.
"Biarkan itu menjadi urusan ku, Persiapkan saja Pernikahan Leum dan ingat! Jangan melakukan nya tanpa kehadiranku, jika tidak lihat saja Apa hukuman untuk kalian berdua! " ucap Putri Sisilia dan meninggalkan Raja dan Ratu Es yang masih merinding dengan ancaman sesepuh satu itu yang notabene adalah adik dari Raja sebelum nya.
Seluruh penghuni Kerajaan es akan menghindari membuat masalah dari seorang Putri Sisilia, tapi rakyat dan seluruh penghuni Kerajaan es tetap mencintai ksatria sekaligus penyihir cantik itu meskipun banyak Pangeran dan Raja yang patah hati karena Putri Sisilia memutuskan untuk tidak menikah dan mengabdikan seluruh hidupnya untuk melindungi Keluarga dan Kerajaan es.
....................
Kerajaan Langit
Setiap sudut yang tersisa sudah disusuri oleh Starla bahkan banyak para pelayan yang terkena omelan sang Putri karena mengganggu kesibukannya.
Mendengar para pelayan yang membicarakan kelakuan Starla, Ibu Suri hanya menggelengkan kepalanya meski para pelayan tahu nya itu adalah Putri Clara. Sedangkan Raja Lucas langsung mencari keberadaan Putri nya itu, yang dicari masih mengobrak-abrik beberapa kamar Di Istana.
"Nak apa yang kamu cari? Coba katakan pada Ayahanda. Biar Ayahanda bantu cari. " ucap Raja Lucas menghampiri Starla.
"Emm itu... " jawab Starla yang melirik neneknya yang sudah di belakang Raja Lucas.
__ADS_1
"Nak, Putri mu itu mencari harta karun di Istana, tapi seperti nya putri mu ini tidak tahu jika harta karun tidak di simpan di sembarang tempat. " ucap Ibu Suri dan mendekati cucu nya.
"Harta KARUN? " ucap Raja Lucas dengan alis terangkat.
Selama hidupnya tidak ada yang pernah mengatakan jika di dalam Istana memiliki harta karun, bahkan jika Putri nya memang ingin perhiasan atau pun hal lain nya pasti bisa langsung mendapatkan nya jika pergi ke Bendahara Kerajaan. Lalu harta karun seperti apa yang membuat Putri nya menjadi bahan omongan para pelayan karena sikapnya yang menolak semua bantuan pelayan untuk mencarikan keinginan Putri nya itu.
"Nek apa tidak sebaiknya kita beri tahu Ayahanda. Siapa tahu Ayahanda bisa membantu kita. " bisik Starla pada neneknya.
"Ayahanda tanya kamu nak, malah bisik-bisik begitu! Apa Bunda menyembunyikan sesuatu dari ku? " ucap Raja Lucas.
"Baiklah, seperti nya ini sudah waktu nya kalian bekerja sama. Ayo ikuti nenek. " ucap Ibu Suri dan melangkah keluar kamar.
Ayah dan anak hanya saling pandang mengangkat bahu tanda tidak tahu apa yang akan terjadi dan mengikuti Ibu Suri dari belakangan dengan Diam.
Ketiganya berjalan meninggalkan Istana menuju sebuah danau yang ada di sekitar Istana, Danau yang yang tenang dan sejuk. Terdapat sebuah Bangunan tiang yang menunjukkan arsitektur kuno, di tempat ini tidak ada yang menjaga nya selain di perbatasan setelah hutan di samping danau berakhir.
Melihat lingkungan Danau membuat ketiganya sejenak melepaskan beban fikiran dan tanggung jawab, udara yang begitu sejuk dan tidak ada suara selain burung-burung yang berkicau.
"Kenapa Bunda mengajak kami kemari? Bukan kah tempat ini menjadi kenangan buruk untuk Bunda. " ucap Raja Lucas sedikit pelan.
"Tapi disini lah Harta Karun itu tersimpan. " jawab Ibu Suri menatap danau yang begitu tenang.
"Lupakan itu nak, Tugas mu adalah menyelam di Danau ini dan cari lah tujuanmu. Ingat berhasil atau tidak nya hanya Starla yang tentukan. " ucap Ibu Suri menghadap Putra dan Starla bergantian.
"APA! Bunda tahu danau ini sangat dalam, bagaimana jika terjadi sesuatu pada Putri ku. Tidak, katakan apa yang kamu cari nak biarkan ayahanda yang mencari nya. " ucap Raja Lucas memegang bahu Putri nya.
"Maafkan Starla, tapi yang nenek katakan. Hanya Starla yang bisa menyelesaikan Tugas ini, izinkan Starla Berjuang Ayahanda. Starla tidak mau selalu menjadi beban untuk ka Clara, apa Ayahanda tahu jika ka Clara selalu mengirim ku ke tempat aman jika bahaya ada di depan Kami. Bahkan sebagai seorang Putri Kerajaan saja Starla masih jauh dari kata baik dan memahami Rakyat, apa lagi menjadi seorang saudara. Starla seperti anak kecil yang harus selalu dilindungi oleh orang-orang disekeliling ku, sungguh rasa nya seperti tidak berguna meski Starla bisa menggunakan Senjata dan memiliki kekuatan sendiri. " ucap Starla dengan air mata yang mengalir.
Memang kehidupan Starla semakin dipenuhi orang-orang yang menyayangi dan melindungi nya, tapi ada rasa yang tidak bisa dihilangkan ketika semua orang hanya mau melindungi nya tanpa membiarkan Starla merasakan sakit dan luka karena berjuang dalam kehidupan. Tapi dirinya tidak ingin egois, sejak kehadiran Kakaknya di dalam hidupnya, Kakaknya itu tidak pernah menghabiskan waktu bersama Keluarga dengan benar bahkan setiap waktu hanya di tujukan untuk melakukan tanggung jawab besar.
"Baiklah nak. Ayahanda izinkan tapi ingat lah jalan Pulang ketika Starla merasa tersesat di dalam Sana. " jawab Raja Lucas, disambut senyuman Ibu Suri.
"Ambil Ini Starla, berhati-hati lah. " ucap Ibu Suri memberikan seikat rumput Laut dan sebuah Busur Panah yang ntah sejak kapan dipegang oleh nenek nya itu.
Setelah berpelukan, Starla mengambil Rumput Laut dan memakannya, yah Rumput Laut ajaib itu yang akan membuat starla bisa bernafas di dalam air.
Byuur
Menyelam semakin ke dalam, ikan-ikan sibuk berlarian kesana kemari hingga keindahan di dalam danau nampak terlihat jelas, ntah harus kemana Starla menemukan Permata Alam. Di dalam Danau terlihat ada sebuah Gua, Gua yang bersinar terang hingga kilauan cahaya nya menarik perhatian Starla.
"Aku harus melihat apa yang ada di dalam. " batin Starla mendekati Gua.
Semakin mendekat dan Gua yang tadi terlihat berkilauan kini meredup secara perlahan dengan semakin dekat jarak antara Starla dan Gua maka cahaya itu semakin meredup. Hingga Starla menginjakkan kakinya di depan Pintu Gua, cahaya itu benar-benar hilang tanpa jejak, tentu Starla bersikap lebih waspada dan memastikan dari seluruh sisi jika tidak ada bahaya yang mendekat.
__ADS_1
Starla tetap memasuki Gua dengan mempertajam pendengarannya, namun ada rasa yang aneh, seperti ada sebuah jaring yang membuatnya tidak bisa memasuki Gua itu lebih jauh. Namun sebuah Cahaya terpancar dari belakang Starla, sebuah tangan yang sangat dikenalnya kini melepaskan Starla dari jaring ilusi.
Sekali lagi Starla harus dibantu oleh Saudara kembarnya, Clara datang di waktu yang tepat dimana adik nya membutuhkannya. Senyuman manis yang selalu mengembang ketika di depan Keluarga itu sangat menenangkan dan mampu membuat starla kehilangan rasa khawatir dan ketakutan dari bahaya apapun disekitarnya.
"Ayo masuk Starla, Kakak hanya bisa membukakan jalan masuk. Starla harus menghadapi di dalam Sana sendirian, tugas kakak hanya sampai disini. Cepat lah kembali, Kakak akan menunggu Starla di atas. " ucap Clara dan meninggalkan Starla yang masih terdiam karena kedatangan Kakaknya.
"Aku akan kembali ka. Terimakasih selalu melindungi ku. " ucap Starla dan memasuki Gua yang sudah kembali terang.
Kilauan cahaya itu berasal dari begitu banyak Permata, Cristal dan berbagai jenis perhiasan lain nya, ntah siapa yang menyimpan semua itu di dalam Gua yang tenggelam di Danau. Pertanyaannya adalah Dimana Permata Alam yang Asli di semua tumpukan benda berkilauan itu, perhatian nya teralihkan dengan pusaran air yang tiba-tiba muncul di hadapannya.
Dari dalam pusaran itu nampak seorang manusia yang berpakaian sangat kuno, ntah zaman apa orang itu berasal tapi ada yang menarik perhatian nya. Sebuah Panah yang ada di genggamannya itu, namun tidak ada Busurnya dipundak orang itu Sedangkan Starla memiliki Busurnya tapi tidak dengan Panah nya.
Sebenarnya apa hubungannya kedua benda itu, bahkan wajah orang itu mengarah pada Busur yang di gantung diPundak Starla, Starla mengambil Busur itu dan menunjukkan di depan orang kuno. Mata nya menatap tajam seakan mengatakan itu miliknya, namun segera Starla menurunkan Busurnya.
"Kembalikan Busur ku! " seru orang itu dengan kerasnya hingga bergema di dalam Gua.
"Bisa tidak lembut sedikit! Telinga ku rusak jika suaramu sekeras itu. " ucap Starla dengan kesal menutup telinga nya dengan satu tangan.
Orang kuno tidak mendengarkan celotehan Starla, tatapannya masih tajam dan tidak mau berdebat di Wilayahnya sendiri. Danau ini adalah kekuasaan nya dan Gua ini adalah rumahnya, siapapun yang masuk ke Wilayahnya maka akan pergi dengan izinnya.
wuss... wuss.. wuss
"Hey tidak punya sopan santun! Main serang saja! " seru Starla yang menerima hujan Panah dari orang kuno tapi Panah nya masih ada di tangan orang kuno itu lalu Panah berasal dari mana yang menghujaninya.
"Beraninya kau menghindari serangan ku! " ucap orang kuno murka dan menggulung Tubuh Starla dengan pusaran air.
Starla tidak bisa melepaskan dirinya dari pusaran air yang kuat, kini ditambah lehernya di cengkram oleh lawannya. Tapi lawannya tidak tahu jika Starla ahli bela diri dan senjata, Starla berbalik mencengkram leher lawannya dan membenturkan kepalanya agar orang kuno melepaskan tangan nya dari leher Starla. Karena terkejut tangan nya terlepas, dengan cepat Starla juga melepaskan dirinya dan merebut Panah yang ada di tangan orang kuno.
Setelah membaik orang kuno baru menyadari Panah miliknya sudah tidak di tangan nya, tapi gadis yang masuk ke Wilayahnya sudah memasangkan Panah itu dengan Busurnya yang kini mengarah pada nya.
"Aku datang baik-baik tapi kamu tidak suka cara lembut! Apa masalahmu dengan ku hah. " ucap Starla dengan tegas.
"Siapa kamu sebenarnya? Bagaimana kamu memiliki Busur itu? " tanya orang kuno yang mengabaikan ucapan Starla.
"Tidak penting siapa Aku! Tapi jangan coba halangi jalan ku. Atau terima akibatnya! " ucap Starla.
"Cari lah tujuanmu, Aku tidak akan mengganggu mu. " ucap orang kuno.
Pusaran air itu perlahan memudar di saat bersama an semua benda berkilauan terbang tak beraturan, ntah apa yang terjadi tapi perasaan Starla mengatakan untuk menghancurkan setiap benda berkilauan itu.
Duar.. Duar.. duar..
Begitu banyak ledakan yang terjadi karena banyak benda berkilauan yang hancur lebur, ratusan benda berkilauan pasti akan melelahkan hingga starla melihat ada Permata yang tidak bersinar atau pun terbang dibawah Sana. Dari hati nya itu lah yang dicari nya meski Permata Alam itu terlihat sangat biasa saja tapi hanya 4 Permata itu yang ada di kotak dan tidak memiliki sinar sedikit pun.
Setelah mendapatkan yang Starla inginkan, Starla kembali ke atas meninggalkan Gua dan Danau. Kedatangan nya disambut oleh banyak orang yang sangat dekat dengan nya, ada rasa khawatir jika apa yang di bawa oleh nya itu salah tapi melihat senyuman Kakaknya membuat starla kembali percaya diri.
__ADS_1