
Sedang kan disisi lain Achela yang baru selesai membantu Sesepuh Helius memisahkan para manusia dari yang memiliki jiwa manusia, setengah Iblis atau pemuja kegelapan. Dengan ada nya Pedang Azalia membuat tugasnya kali ini lebih ringan dibandingkan aslinya meski begitu ntah kenapa rasa gelisah begitu dalam di hatinya bahkan fikirannya semakin dibayangi dengan pertanda buruk. Sejak mengeluarkan Pedang Azalia dari ruang tanpa batasnya, justru itu mendatangkan perasaan yang sudah lama terlupakan olehnya, meskipun sudah banyak yang dikalahkan dan tahu dirinya abadi tetap saja hatinya tidak bisa meninggalkan rasa gelisah itu, ntah kenapa bayangan sosok hewan yang sudah lama tidak di bicarakan oleh siapa pun membuatnya tidak bisa memejamkan Mata meskipun sejenak saja.
"Yahela! Hhaah ini hanya rasa takut yang semu. Monster itu sudah lama lenyap, semua pasti baik-baik saja. " gumam Achela yang melihat bayangan sosok hitam dengan taring panjangnya.
Di tempat lain setiap prajurit sedang berburu rusa jantan di hutan, dimana populasi rusa nya lebih sedikit dibandingkan pemburu nya namun hal ini tak menyurutkan semangat para prajurit ketika mengingat satu peti emas yang menanti mereka. Ini seperti sebuah sayembara harta karun, ada yang saling menjatuhkan dan ada yang hanya fokus pada tujuannya menangkap rusa jantan sebanyak mungkin. Tentu hal ini sulit karena Tuan mereka hanya akan menghitung Rusa jantan yang masih hidup bukan yang sudah mati jika pun terluka tidak masalah asalkan masih hangat karena masih ada kehidupan di dalam rusa itu, ada yang sengaja membuat kelompok agar mempermudah menangkap rusa jantan. Hingga beberapa hari berburu sudah banyak yang membawa Rusa jantan ke hadapan Tuan nya, setiap prajurit yang berhasil membawa Rusa akan dicatat nama dan jumlah tangkapannya sedang kan Tuan nya hanya menunggu hingga jumlah Rusa sesuai dengan harapan nya.
"Salam Tuan. Rusa jantan yang ditangkap sudah 50 ekor. Dan Prajurit Hyun yang menangkap rusa jantan paling banyak. " lapor seorang prajurit pencatat sayembara.
"Pulangkan semua prajurit agar berisitirahat setelah perburuan mereka dan biarkan Prajurit Hyun berisitirahat di salah satu kamar Istana ku. Itu hadiah kecil dari ku untuk kerja kerasnya. " perintah orang yang duduk di tahtanya.
"Baik Tuan. Salam. " jawab prajurit dan meninggalkan ruangan aula.
"Sebentar lagi Pedang Azalia akan di tangan ku, beruntungnya aku menjaga moster itu selama ini akhir nya berguna juga hahaha. " ucap orang yang duduk di tahta.
Waktu berganti malam dimana Prajurit Hyun sedang merasakan kelembutan kasur yang kini ditempati nya, bau harum aroma mawar menyerbu ke dalam rongga hiding nya, rasa nya seperti mimpi bisa menikmati kemewahan seperti para Pangeran. Pasti prajurit lain nya merasa iri dan cemburu setelah mendengar hadiah yang didapatkan nya ini, belum lagi bayang-bayang petir koin emas yang menjadi hadiah utama, setelah mendapatkan hadiah itu dirinya akan membuat rumah yang indah dan membuat usaha sebagai saudagar tentu nya berhenti menjadi seorang prajurit.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk! " seru Prajurit Hyun dengan kesal karena ketukan itu membuyarkan angannya.
"Yang Mulia memanggilmu untuk makan malam bersama Prajurit Hyun. " ucap seorang pelayan Istana.
"Hah Apa! Sungguh? Ayo.. Ayo.. " seru Prajurit Hyun kegirangan.
"Sebelum itu mata anda harus ditutup, karena ini hadiah tambahan dari Yang Mulia. " ucap pelayan itu.
__ADS_1
"Emm.Baik baik.. cepat aku tidak sabar makan bersama Yang Mulia. " jawab prajurit Hyun.
Setelah menutup mata Prajurit Hyun, pelayan itu menuntun nya untuk menuju ke tempat dimana Raja nya menunggu, tidak ada suara sedikit pun di dalam perjalanan nya bahkan hembusan nafas pun hanya terdengar dari dua makhluk. Sekitar 15 menit perjalanan baru berhenti, namun ada sesuatu yang aneh dimana suara-suara seperti koyakan, remukan dan kunyahan itu terdengar jelas, Suara itu sangat keras seolah bukan manusia namun sesuatu yang lain.
Kraus.. kRaak.. Kraus.. Grggh...
"Tenang lah Prajurit Hyun jangan buru-buru, Ayo biar aku tuntun ke meja makan. " ucap lembut Raja dengan mencegah tangan Prajurit Hyun untuk melepaskan penutup mata.
Suara yang tadi terdengar kini lebih jelas lagi bahkan seakan menggema namun bau amis darah seakan menusuk hidungnya, perutnya yang belum terisi apa pun rasa nya mual tanpa mampu menahannya. Menutupi hidungnya dengan satu tangannya berharap bau amis itu menghilang namun bau itu semakin menyengat, pijakannya kaki nya seakan dikubangan air rasa nya ada sesuatu yang merembes di sepatunya namun sungkan untuk bertanya pada Raja nya yang dengan lembut menuntun nya ke meja makan.
Bruugh..
"Aarghh.. " seru Prajurit Hyun.
"Huueek.. Huueek.. " Prajurit Hyun tidak lagi mampu nenahan rasa mual nya.
"HAHAHAHA Selamat menikmati Yahela. Persembahan terakhir mu, Nikmatilah. " seru Raja dan menutup pintu besar itu.
"Yang Mulia keluar kan akuu.. Ampuun.. Jangaan Makan Aku.. " seru Prajurit Hyun dengan sekuat tenaga mencoba bangkit.
Haap.. Kraus.. Kraus..
Tanpa mempedulikan teriakan manusia di depannya, moster itu langsung menggenggam nya dan melahapnya tanpa jijik dengan darah yang berceceran dimana-mana. Dengan persembahan 50 rusa jantan dan satu manusia membuat moster itu kembali segar bugar, tanpa peduli bulu-bulunya yang kini lembek bermandikan darah, moster itu menjilati jemari nya dengan seringaian buas.
__ADS_1
................... ...
"Pergi lah dan temukan Pedang Azalia! Siapa pun pemilik Pedang Azalia dia menjadi santapan mu berikutnya dan jangan kecewakan Perawatan ku selama ini! " seru Raja itu setelah kembali memasuki ruangan Yahela.
Yahela adalah moster yang memakan makhluk hidup lain dalam keadaan hidup-hidup dengan makanannya itu membuatnya semakin buas, setiap kali darah makhluk lain masuk ke dalam tubuh nya maka ketajaman indra penciuman nya akan semakin tajam terlebih lagi selama ini moster ini dikenal dengan jiwa iblis. Namun setelah pertempuran terakhir dikabarkan bahwa moster Klan Yahela sudah musnah, namun tanpa disadari siapa pun bahwa seseorang yang tertarik menjelajahi wilayah Klan Yahela secara tidak sengaja menemukan sebutir telur utuhyang sangat besar didalam reruntuhan bebatuan, banyak telur lain namun sudah retak dan hancur. Orang itu membawa telur utuh ke dalam Istana nya dan selama bertahun-tahun merawat telur yang berubah menjadi moster tanpa sepengetahuan siapa pun namun melalui sejarah yang tersimpan di Kerajaan nya membuat orang itu tahu tentang Pedang Azalia dimana diterangkan jika Pedang Azalia mendapatkan tetesan darah Yahela akan menjadi Pedang terkuat setelah Pedang Suci.
.................. ...
"Tidaak... Tidaak akan ku lepaskan. " seru Achela dalam mimpi nya.
Puk.. puk..
"Hey bangunlah! " ucap Clara sambil menepuk pipi Achela.
Karena merasakan ada yang tidak beres maka dengan sengaja Clara menemui pendamping nya namun disaat sampai ke wilayah daratan masalah nya sudah bisa diatasi dan Achela sedang berisitirahat di ruangan yang disediakan sesepuh Helius. Tentu Clara cemas ketikamelihat pendamping nya itu mengigau tanpa hentinya dengan mencengkram tubuh nya sendiri seakan terjadi pergulatan di dalam mimpinya, berjuang kali mencoba memanggil Achela namun tetap masih mengigau hingga akhir nya Clara menepuk pipi Achela dan benar saja pendamping nya itu langsung tersadar.
"Tuan Putri Anda disini? " ucap Achela terkejut.
"Apakah mimpi itu mengusiikmu Achela? " tanya Clara dengan pandangannya yang lembut.
"Ntah lah, jika ini pertanda buruk tapi sudah jelas Makhluk itu sudah punah lalu... " ucap Achela mengambang.
"Terkadang kita berfikir semua nya sudah berakhir tapi kenyataan nya semua nya kembali pada titik awal, Pedang Azalia sudah waktu nya kembali pada Pemiliknya. Aku tahu kamu merebut pedang itu untuk mengakhiri kejahatan seseorang tapi Achela Pedang itu di Takdirkan untuk menjadi lawan bukan kawan jadi jangan menyimpan senjata yang akan membuat mu terbelenggu. " ucap Clara sambil mengelus kepala Achela.
"Tapi.... " jawab Achela.
__ADS_1
"Sudah lah! Ayo kita pamit ke Sesepuh Helius.Sudah waktu nya bertemu dengan gadis bulan. " ucap Clara memotong ucapan Achela.