The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Perjalanan Ke Utara


__ADS_3

Kini langkah nya akan kembali di tempat rahasia milik Permaisuri Adreo, ingin melihat betapa kacaunya buruannya itu.


Sedangkan di Hutan Ajaib kini Putri Starla dan Pangeran Lars saling berhadapan disisi yang berbeda, Danau yang dipenuhi Bunga Teratai Emas menjadi Penghalang keduanya. Setelah kedua nya melewati banyak rintangan yang di ciptakan oleh Achela kini tugas keduanya membawa Bunga Teratai Emas sebelum matahari terbit, kekuatan yang semakin meningkat bisa di rasakan keduanya meski tubuh mereka banyak mengalami luka yang tidak serius.


Busur panah kini terarah kedalam tenang air, dengan kepastian Starla melepaskan panah nya hingga menembus air, beberapa Bunga Teratai Emas kini terombang ambing.


*Cahaya Merah* ucap Starla.


Kilauan cahaya merah kini muncul dari telapak tangan Starla, dengan mengalirkan cahaya itu pada Bunga Teratai Emas yang sudah terpisah dari kawanannya. Kini Starla sudah menggenggam Beberapa tangkai Bunga Teratai Emas, Melihat itu Lars juga tidak ingin ketinggalan.


*Membeku* ucap Lars mengarahkan kekuatan nya yang bersinar merah muda ke danau, perlahan air danau menjadi membeku layaknya di Istana nya.


Dengan membeku nya danau, Lars sudah bisa berjalan di atas nya dan mendekati Bunga Teratai Emas yang ada di tengah Danau, Pedang Calius kini sudah ada di tangannya.


Sreeeet...... (Lars membuat sebuah lingkaran yang sudah membekukan Bunga Teratai Emas)


Lingkaran itu sudah tercampur dengan kekuatan Permata Alam, hanya di dalam lingkaran itu kini air kembali mencair dan dengan mudah nya Lars bisa mengambil beberapa Bunga Teratai Emas. Meninggalkan Danau yang masih membeku dan menyusul Starla yang sudah kembali ke tempat semua di mulai.


.....................


Keduanya kini terkejut karena Achela tidak mau menerima Bunga Teratai Emas yang sudah didapatkan dengan susah payah, apakah ada kesalahan ketika melakukan tugas itu. Dengan mata tajam nya, Achela seakan ingin memakan Kedua manusia dihadapannya, bagaimana tidak dirinya marah ketika mengetahui apa yang sudah di lakukan oleh Pangeran Lars dan Putri Starla.


"Bunga Teratai Emas yang kalian bawa itu tidak berguna lagi! Apakah kalian tidak sadar kesalahan yang kalian lakukan hah! " seru Achela.


"Apa salah kami? Bukankah ini yang menjadi tujuan kami setelah melewati setiap rintangan yang sudah kamu siap kan! Lalu dimana kesalahan kami? " ucap Pangeran Lars sambil menunjukkan Bunga Teratai Emas.


"Katakan Kesalahan ku, Akan ku coba perbaiki. " ucap Putri Starla dengan tenang.


"Tapi Starla, kita sudah membawa Bunga Teratai Emas. Dan itu tujuan dari pelatihan kita, tapi kenapa malah di salah kan. " ucap Pangeran Lars protes.


"Diam lah! Lihatlah keseriusan di mata Achela, pasti ada alasannya. Katakan Kesalahan kami? " jawab Putri Starla memandang Achela.


"Bunga Teratai Emas yang kalian bawa, kalian dapatkan dengan mengorbankan Mahkluk hidup lain nya! Kalian seharusnya melindungi bukan melukai Mahkluk hidup lain nya! Terutama kau Pangeran Lars,Banyak Mahkluk hidup yang akan berhenti bernafas jika aku tidak langsung memperbaiki kesalahan mu!" ucap Achela menghela nafas.

__ADS_1


Keduanya kini saling pandang tanda tak mengerti apa yang yang dimaksud Achela,karena keduanya tidak merasa menyakiti siapa pun kecuali penghalang perjalanan mereka, Achela yang memahami arti sikap keduanya itu harus menghela nafas. Hanya Tuannya yang bisa selalu bertindak dengan rencana dan tanpa mengorbankan Mahkluk hidup lain nya, sedang kan dua manusia dihadapannya ini masih harus banyak belajar agar sebelum melakukan sesuatu sudah mempertimbangkan akibat dari tindakannya.


𝙛𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠


Matahari mulai terbenam kini perjalanan keduanya di mulai , Pangeran Lars ke arah utara dimana Hutan Ajaib itu menyambut nya dengan hawa panas. Baru saja melangkah beberapa langkah dirinya sudah disambut dengan angin yang semakin memberatkan langkah kaki nya untuk berjalan maju, ntah angin itu terbuat dari apa , seakan setiap terpaannya adalah benteng yang kokoh.


Perlahan dirinya mulai menguatkan raga nya dengan meningkatkan aura di dalam Pedang Calius yang menjadi tumpuannya untuk berjalan maju, setelah angin itu berhenti kini berganti dengan hujan yang begitu mengejutkan.


*Perisai Es* seru Lars.


Begitu banyak panah yang melesat ke arah nya, bahkan perisai es yang di buat nya mulai retak setelah terhantam banyak anak panah, namun sesuatu seperti mengalir di dalam tubuhnya. Perlahan satu permata Alam dari sisi depan memancarkan cahaya merah muda melapisi Perisai es yang sudah mulai retak, ada kekuatan yang semakin mengalir ketika permata Alam itu menunjukkan aura nya. Hujan panah berhenti, dengan aliran kekuatan yang masih terasa di dalam tubuhnya kini melanjutkan perjalanannya, Waktu yang beranjak semakin larut membuat Pangeran Lars lebih berhati-hati.


Gelap nya malam tak mengubah Hutan Ajaib menjadi mencekam, semakin melangkah maju semakin terasa ada banyak yang mengawasi setiap langkahnya. Ntah apa yang menantinya, hingga disaat berhenti sesaat sudah ada yang menyambutnya. Bayangan itu terlihat tidak jelas, hanya terlihat besar dan tinggi, namun saat suaranya terdengar bisa dipastikan itu binatang buas.


Gerggh.. Gerggh..


"Apa itu, Kenapa bayangan itu tidak bergerak sedikit pun. Apa aku harus melewati jalan ini. " gumam Lars.


Berfikir untuk menghindari pertarungan Lars memutuskan untuk mencari jalan lain, namun satu langkahnya belum dilakukan , tiba-tiba bayangan itu sudah berlari kearahnya.


Dengan sigap Lars mulai menghindar dan sesekali menyerang Beruang itu, tanpa disadari olehnya kekuatannya semakin meningkat dan menyatu dengan Permata Alam di tubuhnya. Pertarungan semakin sengit, keduanya sudah mengalirkan darah namun tak ada yang mau mengalah. Hingga disaat Pedang Calius tertancap di jantung sang Beruang, Beruang itu memudar menjadi asap emas.


"Hah apa yang barusan ku lawan, kenapa Beruang itu tidak nyata. " ucap Pangeran Lars yang tidak menyadari melawan Ilusi.


Beberapa luka kini sudah didapatkan , hanya saja jika lawan nya tidak nyata tapi kenapa luka nya nyata. Tak ingin memusingkan hal itu , akhirnya melanjutkan perjalanannya dimana Waktu sudah terlewat hingga setengahnya. Bulan di langit masih setia menemami malam, angin yang mengiringi nya tampak tenang.


Sshh.. Sshh.. Sshh..


Suara itu seakan mengikuti nya dari belakang, mencoba berhenti dan berjalan lagi untuk memastikannya. Benar saja suara itu akan terdengar setiap kali langkahnya berjalan namun akan diam di saat dirinya berhenti, setiap berbalik ke belakang tidak melihat apapun selain kegelapan. Namun setelah ketiga kali nya menoleh dan akan melanjutkan perjalanannya, tiba-tiba tubuhnya tidak bisa bergerak, tubuhnya terasa seperti terlilit. Semakin lama lilitan itu semakin erat membuat nya sulit bernafas, namun apa yang menjerat nya tidak bisa dilihat, jika ada yang melihat nya saat ini, pasti hanya akan melihat tubuhnya yang melayang bagaikan patung.


*Bersatulah Permata Alam* batin Pangeran Lars.


Seketika tubuhnya di selimuti cahaya merah muda, semakin lama cahaya itu semakin bersinar terang hingga mengalirkan kekuatan yang luar biasa. Permata Alam yang sudah menyatu dengan raga nya itu kini mengalir di setiap darah nya, bahkan luka nya tidak lagi mengalirkan darah segar. Pandangannya kini tertuju pada warna merah darah yang sudah membungkus tubuhnya dengan erat, sisik yang begitu besar dengan warna yang tidak biasa, Dengan kekuatan Permata Alam kini tubuhnya bisa terbebas dari jeratan yang hampir membuat nya tidak bisa bernafas.

__ADS_1


*Badai Cahaya* Seru Lars dan mengarahkan tangannya ke atas.


Seketika cahaya merah muda menyelimuti langit hingga menerangi tempat nya berada, warna merah darah yang tadi melilit nya kini semakin memperdengarkan suaranya, mahkluk yang sangat jelas dengan ukurannya yang sangat besar, lidahnya yang panjang selalu diperlihatkan dengan dua taring yang tajam itu ada dihadapannya.


Sshh.. Sshh.. Sshh..


"Wow! Siapa yang memelihara mahkluk ini? Rintangan macam apa yang harus berurusan dengan berbagai macam mahkluk. " gumam Lars.


Ular merah darah itu sangat besar dibandingkan dengan ukuran tubuhnya sendiri yang manusia, namun kenapa ular itu tidak menyerang nya selain menjerat nya tadi, apakah ada yang menghalanginya. Melihat


diamnya ular itu, Membuat Pangeran Lars curiga namun ular itu tetap tidak bergerak dari tempat nya selain suara nya yang masih saja ditunjukkan. Hingga sesuatu membuat Pangeran Lars sadar, ular itu bukannya tidak bisa bergerak tapi memang tidak nampu bergerak akibat terselimuti aura Permata Alam miliknya.


*Perisai Permata Alam* ucap Pangeran Lars.


Dengan perisai itu , ular akan terkurung dan dirinya dengan tenang melanjutkan perjalanannya, hingga rindangnya pepohonan berganti dengan rerumputan yang rendah, sinar rembulan menerangi tempat itu dengan sempurna.


Akhirnya tujuannya ada didepannya, Danau Ajaib yang kini terlihat dengan Bunga Teratai Emas di atas nya, namun di Seberang Sana ada seseorang yang sangat dikenalnya. Dengan panahnya gadis itu mendapatkan Bunga Teratai Emas, setelah kepergian gadis itu, Dengan kekuatan Permata Alam nya Pangeran Lars membekukan air danau. Pedang Calius yang sudah tertancap dan digoreskannya hingga membentuk lingkaran dan mencairkan sedikit air yang membeku hanya untuk mendapatkan Bunga Teratai Emas. Tanpa menengok ke belakang, Pangeran Lars meninggalkan Danau Ajaib yang masih membeku, berfikir tujuannya sudah didapatkan maka Waktu nya untuk kembali ke tempat awal semuanya di mulai namun ada yang aneh dari perjalanan pulangnya. Ular merah darah yang sudah dikurungnya dengan perisai beberapa Waktu lalu sudah tidak ada di tempat nya, bahkan perjalanan pulangnya hanya ada kesunyian dan dinginnya malam yang hampir berganti pagi.


.....................


.


.


. Salam Reader's, maaf ya kalau part ini sedikit kacau. Beneran deh author lagi kacau hati nya, dari kemarin pagi usaha buat nulis tapi gak bisa pas feel nya. Bahkan udah coba cara lain biar dapet feel nulis nya tapi tetep aja kosong rasa nya.


.


.


. Semoga author cepet hilangin rasa sakit 💔👈


.

__ADS_1


.


. Thanks ya buat para reader's yang masih setia buat nunggu cerita selanjutnya dari The Last Sky Kingdom ☺


__ADS_2