
Meninggalkan bagian awal masa lalu dan beralih ke masa kini , dimana Sang Raja Lucaz telah sembuh meskipun tubuhnya masih harus istirahat total, tapi tetap saja terbebas dari racun mematikan sudah sewajarnya jika bersyukur. Terlebih lagi kini Ibundanya sudah kembali, padahal selama bertahun-tahun dirinya membuat pencarian ibunya itu tapi seperti hilang ditelan bumi, tidak ada jejak sedikitpun dari ibunya yang tiba-tiba menghilang dari istana hingga ada desas desus bahwa ibu suri sudah tiada. Sejak terbongkarnya kejahatan Permaisuri Adreo, kini Starla dan Clara tinggal di Istana meski keduanya harus selalu seperti bermain petak umpet, bagaimana tidak begitu karena kenyataannya identitas Starla yang masih hidup belum di bongkar, Namun keduanya cukup bahagia bisa dekat kembali, meski terkadang harus bertukar tempat dan berpindah di Hutan Bisu. Clara yang masih harus belajar soal Tanggung jawabnya sebagai putri kerajaan dibimbing dengan baik oleh adiknya dan Ibu Suri. Bahkan Starla selalu menyiapkan waktu 2 jam setiap harinya untuk mengajari Clara tentang kerajaan dan siapa saja orang-orang penting di Kerajaan Langit dan kerajaan Lainnya.
"Kakak aku bosan dikamar, mari kita jalan-jalan. " ucap Starla yang memainkan kertas di tangan nya.
"Hmm.Keluar lah. Ramuan ku masih harus disempurnakan Starla. " jawab Clara dengan sibuk memilah tumbuhan di depannya.
"Tinggalkan ini. Aku mau kita keluar bersama, masa kita kembar tapi tidak pernah pergi bersama untuk jalan -jalan
__ADS_1
. " gerutu Starla dan memaksa Clara melepaskan apa yang di kerjaan nya itu.
Tanpa menjawab, Starla sudah menarik kakaknya menuju taman istana, untung saja, Clara sudah mengambil cadar yang selalu berada di dekat pintu sebelum keluar dari kamar tadi , jika tidak pasti semua orang yang melihat putri kerajaan langit yang sudah meninggal hidup lagi akan menjadi berita terhits di telinga setiap kalangan yang mendengarkan hal itu.
Begitu banyak bunga mawar warna-warni, bunga anggrek dan bunga lainnya yang sengaja dirawat dan setiap jenis bunga itu selalu memiliki beberapa warna,.
"Semua sudah Takdir, Syukuri dan ikhlaskan, semua pasti ada hikmah nya. " jawab Clara dengan mengelus kepala Starla.
__ADS_1
Bagaimana pun kehidupan keduanya jauh berbeda selama ini, namun tentu saja penuh kasih sayang meski satu mendapatkan kasih say6 palsu dari ibu tirinya dan satunya mendapatkan kasih sayang tulus dari neneknya. Lihatlah perbandingan keduanya, Starla yang menjadi seorang putri kerajaannya dimanjakan tapi juga dididik keras untuk tanggung jawabnya, sedangkan Clara di penuhi kasih sayang neneknya, tidak begitu dimanja namun jangan ditanya soal pendidikan karena meski hanya neneknya yang mengajarinya dari berjalan, membaca dan menulis, tentu semua pengetahuan berasal dari neneknya, hanya saja Clara seperti sebuah buku yang masih tertulis sangat rapi, dimana tidak memasuki sebuah masalah atau tanggung jawab . Meski tidak mengalami pengkhianatan seperti yang dialami Starla, bukan berarti dirinya tidak merasakan sakit bagaimana pun ikatan darah diantara keduanya menghubungkan satu sama lain.
Dengan baik dan bersabar Clara mendengarkan curhatan adiknya, menghapus air mata di pipi adiknya, memeluk dan mengelus kepala Starla, seperti seorang ibu kepada anaknya.
"Kalian harus melihat tempat untuk membicarakan hal seperti ini! " ucap seseorang dari belakang yang membuat Clara melepaskan pelukannya dan menoleh ke belakang bersamaan dengan Starla.
"Nenek." ucap keduanya.
__ADS_1
"Masuk, Jangan disini. Ingat apa yang menjadi jalan Kalian! " perintah Ibu suri dengan tatapannya yang tegas.