The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Story of Risa "part 1"


__ADS_3

Melihat sebuah keajaiban tentu itu menjadi keberuntungannya, Akhirnya Kitab Cristal Of Life menemukan kuncinya. Melihat gadis berusia 10 tahun bisa melihat isi kitab itu, tentu itu menjadi jawaban atas penantian semua orang selama ini, dengan bersatunya Kitab Cristal Of Life dengan Pemilik kunci nya maka Naga Suci dan Pedang Suci pun akan bangkit meski hanya Pemilik kunci lah yang harus mencari dan Menaklukkan Setiap Rintangan untuk menemukan Naga Suci dan Pedang Suci.


Sang Pertapa meminta Risa untuk mengantarkan dirinya ke rumah anak itu, dengan senang hati Risa mengajak pria itu kerumahnya setelah Risa diperbolehkan untuk meminjam Kitab bertinta emas. Perjalanan yang cukup dekat, kini Risa sudah berdiri didepan sebuah Rumah yang cukup luas dan indah meski dirinya bukan dari keluarga kerajaan namun dirinya anak seorang Pemimpin di Desa nya itu sehingga tentu saja dirinya hidup layak.


"Silahkan masuk Tuan, saya akan panggilkan Ayah. " ucap Risa mempersilahkan Orang itu masuk kerumahnya.


"Terimakasih nak." jawab sang Pertapa ikut masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.


"Maaf Tuan mencari saya? " ucap seseorang yang baru muncul dari pintu tengah.


"Apa anda Ayah gadis itu?" tanya sang pertapa sambil memberikan isyarat dari matanya ke arah Risa yang berada di belakang orang itu.


"Iya Tuan. Saya Ayah nya Risa. Apa putri saya melakukan kesalahan Tuan? " tanya pria itu was-was.


"Tidak pak. Boleh saya berbicara serius dengan anda Tuan? " tanya sang pertapa.


"Silahkan." jawab Ayah Risa dengan sedikit tenang.


Risa memasuki kamarnya setelah mendapatkan isyarat dari sang ayah untuk tidak ikut mendengarkan pembicaraan orang tua, kini Ayah Risa dan sang pertapa memulai pembicaraan serius.


"Apakah anak Bapak lahir di Bulan Purnama bersamaan dengan Ribuan Bintang yang bersinar? " tanya sang pertapa.


Bagaimana anda bisa tahu Tuan? Yah saat itu memang Bulan Purnama saat istri saya melahirkan dan setelah Risa dilahirkan Bintang bertebaran dengan sinarnya seakan menyambut Cahaya bulan Purnama yang semakin terang. Namun itu hanya beberapa menit karena setelah melahirkan dan memberikan nama pada Putri kami, istri saya meninggal dan Risa seketika menangis saat itu seakan mengetahui kepergian ibunya. Disaat Risa menangis lah bintang meredup seakan ikut merasakan perihnya bayi yang ditinggal ibunya. " ucap Ayah Risa yang menceritakan kelahiran anaknya hingga matanya berkaca-kaca.

__ADS_1


"Sabarlah Tuan, semua sudah menjadi takdir. Apakah Risa memiliki Tanda Bulan dan Bintang Pak? " tanya sang pertapa sekali lagi.


"Iya Risa memiliki itu di Pundak Kanan nya namun selalu tertutupi dengan pakaiannya. " jawab Ayah Risa.


"Jika saya mengatakan bahwa putri anda memiliki Takdir Dan Tanggung jawab yang besar. Apakah anda akan mendukung Takdir nya , meski taruhannya adalah keselamatan Putri anda sendiri? " tanya sang pertapa serius dengan menatap Ayah Risa.


"Saya tidak terkejut jika itu adalah jalan hidup Putri ku. Saat Risa Berusia 5 tahun saya membawanya ikut serta dalam perjalanan dinas sebagai kepala desa, di sebuah Kuil Kerajaan Es seorang Peramal sudah memberitahu saya bahwa Putri saya berbeda dan saya harus menjaga dan memberikan semua kebahagiaan untuknya sebelum Putri saya memenuhi Takdir nya. " ucap Ayah Risa mengingat masa kecil Risa.


"Risa adalah gadis terpilih untuk menjadi Kunci Kitab Cristal of Life. Untuk memahami dan melakukan Tanggung jawab nya, Putri anda harus bisa mempelajari setiap kata didalam Kitab itu. Dan untuk itu saya akan mengajak Risa tinggal di tempat kami. " ucap sang pertapa.


"Apa? Kenapa sangat mendadak sekali. Apakah anda yaqin Putri ku lah yang memiliki Takdir ini? " tanya Ayah Risa.


"Anda bisa melihatnya sendri. Panggilkan Risa dan saya akan menunjukkan pada anda. " ucap sang pertapa.


"Ada apa Ayah? Apa Ayah membutuhkan sesuatu? " tanya Risa setelah keluar dari kamarnya.


"Duduk lah nak. " perintah Ayahnya.


"Risa bisakah kamu berikan Kitab itu pada ayahmu. " ucap sang pertapa setelah melihat Risa duduk disamping ayahnya.


"Bukalah Dan katakan apa yang anda lihat. " ucap sang pertapa ketika Risa sudah memberikan Kitab itu ke ayahnya.


Ayah Risa diam sesaat memandang Kitab itu, dirinya mencoba membuka nya namun tetap tidak terbuka , Sang pertapa dan Risa hanya mengamatinya saja.

__ADS_1


"Sulit sekali membuka Kitab ini. " ucap Ayah Risa yang sudah mencoba membuka kita itu selama setengah jam.


"Berikan pada ku. " ucap sang pertapa, Ayah Risa memberikan Kitabnya dan sang pertapa mengeluarkan kekuatannya sekali lagi untuk membuka Kitab Cristal of Life, dan itu hanya membuat Ayah Risa melongo karena usahanya saja tidak membuahkan hasil sedangkan sang pertapa hanya dalam waktu hitungan detik sudah berhasil membukanya.


"Bagaimana mungkin? " tanya Ayah Risa.


"Saya ini Seorang Pertapa. Hanya keturunan keluarga saya lah yang bisa membuka Kitab ini. Namun Kitab ini adalah milik Sang pemegang Kunci, dan itu adalah Putri anda. " ucap sang pertapa dengan mengembalikan Kitab itu ke Risa.


"Risa cobalah buka dan tunjukkan Pada ayahmu seperti apa isi Kitab itu!" perintah sang pertapa.


"Ini Ayah. Tinta emas yang indah hanya saja dari tadi Risa tidak paham bagaimana cara bacanya. " keluh Risa sambil memperlihatkan isi Kitab itu pada Ayahnya.


Benar saja Kitab itu bertinta emas dan terlihat indah namun tulisan di Kitab itu sangatlah asing, melihat hal itu Ayah Risa percaya setiap ucapan sang pertapa.


"Apakah sekarang anda percaya Pak? " tanya sang pertapa.


"Bukti sudah menunjukkan. Lalu apa yang bisa saya lakukan sekarang? " tanya Ayah Risa.


"Izinkan Risa tinggal bersama saya untuk memulai pendidikan nya dan memenuhi tanggung jawab yang sudah menjadi takdir nya. " jawab sang pertapa.


Ayah Risa berfikir sejenak dan menimbang setiap hal baik dan buruknya situasi saat ini.


"Biarkan saya mengantarkan Risa hingga ke tempat Tujuannya, Itu syarat saya. " jawab Ayah Risa dengan tegas setelah berfikir.

__ADS_1


"Tentu.Anda tetap memiliki hak sebagai seorang Ayah. Mari kita berangkat setelah 2 Hari, biarkan Risa menikmati masa kecilnya sebelum memenuhi takdirnya. " ucap sang pertapa yang disetujui oleh Ayah Risa.


__ADS_2