The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Sidang Akbar Kerajaan Langit


__ADS_3

"Uhuk... uhuk.. uhuk... " suara batuk terdengar dari dalam kamar mandi.


Wajah itu kini kembali terlihat pucat, darah segar kembali keluar dari mulut nya, namun sinar mata nya masih enggan untuk menyerah. Tak seorang pun mengetahui jika seluruh tindakannya hanya lah sebuah rencana perlindungan, menyingkirkan semua orang ke tempat seharusnya dan meletakkan diri sendiri pada tempat paling terdepan menghadang badai yang siap meruntuhkan seluruh Alam.


"Sekali lagi Clara, ini bukan tentang Takdir. Ini hanya lah tentang Kehidupan seluruh Alam, Tetap lah berjuang seperti mereka yang telah berkorban." batin Clara membasuh wajah nya.


.............


" Nak apa ini harus sekarang?" tanya Raja Lucas memastikan sekali lagi.


"Iya Ayahanda. Sudah waktu nya Starla kembali, dengan pernikahan ini maka adikku bisa hidup dengan normal. Tenang Ayahanda, Permaisuri Adreo tidak akan mengacaukan apa pun lagi." ucap Clara menghilangkan kecemasan Raja Lucas.


Baru saja keadaan membaik dengan berakhirnya Gerhana Bulan Merah Darah, Clara sudah mendatangi Raja Lucas keesokan hari nya dan membahas pernikahan Starla yang membuat Raja Lucas terkejut dan cemas karena Permaisuri Adreo masih belum tahu ada dimana dan masih berkeliaran.


Padahal Clara sudah tahu dimana wanita itu berada dan sedang melakukan apa di luar sana, tapi meskipun mengetahui segala nya tetap lah Clara tidak bisa seenaknya melakukan semua seperti keinginannya. Clara hanya bisa membuat rencana untuk masa depan bukan mengambil Kuasa sang waktu, terkadang rasa nya hanya ingin berteriak untuk meringankan beban di hati nya.


Setelah memastikan Raja Lucas dan Ibu Suri menyetujui rencana nya, Clara mengirim kan pesan pada Achela untuk membawa Starla dan meminta Lars melakukan pertemuan Keluarga di Kerajaan Langit. Dengan begitu rencana pernikahan akan segera di lakukan, sudah waktu nya untuk membuat adiknya lebih kuat lagi.


Dengan sebuah pengumuman Raja Lucas, Rakyat di minta mengirim kan perwakilan setiap Desa nya untuk menghadiri Sidang Akbar Kerajaan Langit. Dimana Sidang ini akan menjadi Sidang terbesar untuk seluruh Kerajaan seluruh Alam, persiapan pun tidak tanggung-tanggung hingga seluruh istana terlihat lebih indah dari biasanya.


Bunga-bunga menghiasi setiap sudut di sepanjang lorong, meja-meja dan kursi-kursi di susun rapi menghadap Menara Utama, dengan ribuan air mancur saling bertautan di sepanjang jalan masuk Istana. Harum berbagai masakan tercium menyebar ke seluruh Istana memanggil untuk dinikmati dengan minuman sari buah yang terbaik.


"Kak? Kenapa aku harus memakai Gaun ini?Tidak bisakah aku memakai baju itu saja?" ucap Starla menunjuk pakaian ksatria nya.


"Pakailah! Tapi kakak tidak akan berdiri di sisih mu." ancam Clara.


"Kok jadi di ancam sih! Baik lah ka, Aku suka dengan gaun ini. Tapi kenapa kakak masih memakai pakaian seperti ini?" tanya Starla memperhatikan kakak nya.


Gaun lengan pendek dengan bawahan mengembang berwarna putih susu kini melekat di tubuh Starla, tapi kakak nya justru masih mengenakan gaun polos seperti baru bangun tidur saja. Pertanyaan Starla hanya di jawab dengan sebuah senyuman tanpa kejelasan, membuat Starla ingin mengeluh tapi dengan cepat Clara membungkam bibir adiknya itu.


"Nek, Starla sudah siap! Biarkan adikku ini bertemu dengan Keluarga baru nya." seru Clara dan menyerahkan adiknya itu pada neneknya yang sudah menunggu di depan kamar.


"Segera bersiap nak, Nenek pasti kan adik mu ini akan berulah jika tidak ada kakaknya." goda Ibu Suri yang berhasil membuat Starla memanyunkan bibir nya.


"Nenek tenang saja, jika berulah langsung jewer saja telinga nya." jawab Clara dengan mengedipkan mata nya.


"Sekali lagi ka, ayoo ka." Pinta Starla yang melihat Clara mengedipkan mata.


"Mau mu itu! Sudah kakak bersiap dulu." jawab Clara menutup pintu kamar nya.


"Hahaha baru kali ini aku melihat ka Clara imut seperti itu." ucap Starla dengan bahagia.

__ADS_1


"Jaga sikap mu Starla! Mau Pangeran Lars kabur karena melihat mu ketawa keras sekali?" ejek Ibu Suri.


Kedua nya berjalan sambil bercanda dan membahas hal-hal yang tidak penting, sementara Clara duduk termenung di kamar nya menenangkan isi hati dan fikirannya. Dipandangnya seluruh isi kamar yang menjadi tempat nya saat ini, ada rasa syukur berselaput rasa bahagia meskipun hidup nya hanya lah menjadi sebuah buku sejarah nanti nya.


"Ayo bangkit lah! Lepaskan semua yang masih tertinggal, semua akan baik-baik saja." gumam Clara dan bangkit mengambil gaun yang sama seperti milik Starla hanya berbeda warna saja.


Warna gaun yang memiliki selendang hitam di pundak kanannya, dengan menjepitkan sebuah bros lambang Kerajaan. Tidak lupa Clara menatap sejenak Mahkota Kerajaan Langit yang selama ini hanya terdiam di atas bantalan lembut di dalam kamar nya, dengan tangannya sendiri Clara memakaikan Mahkota itu di atas kepala nya. Mahkota itu kini melingkar sempurna di kepala nya sebagai Ratu Kerajaan Langit dengan bros Kerajaan Langit di dada atas kanan menyatukan selendang hitam dengan gaun putih peraknya.


"Saat nya menggantikan tanggung jawab Ayahanda." batin Clara.


........................


Para wakil rakyat dari setiap desa sudah menempati kursi-kursi yang disediakan sembari menikmati makanan dan minuman yang tersedia, sedangkan Anggota Kerajaan masih berkumpul di dalam ruangan keluarga. Dimana Pangeran Lars beserta Raja Yourin dan Naira, Raja Lucas beserta Ibu Suri dan Starla masih menunggu seseorang yang membuat semua rencana ini.


Tap... Tap.. Tap..


Terdengar beberapa langkah kaki memasuki ruangan keluarga, semua saling pandang dengan kedatangan orang-orang yang tidak asing. Keluarga Kerajaan Api, Pangeran Trish beserta Ratu Azio dan Ratu Alona, di belakang nya ada Sang Pendeta. Meskipun tidak memahami apa yang di rencana kan Clara tapi semua orang di ruangan keluarga merasa senang bisa berkumpul bersama dengan alasan Sidang Akbar ini, satu langkah lagi memasuki ruangan keluarga dan membuat semua orang terpana dengan penampilan orang yang di tunggu.


Terutama Pangeran Trish yang masih saja tidak berkedip hingga ayah nya kembali harus menepuk pundak nya agar putra nya itu sadar dengan tindakan konyolnya, wajah yang sangat tenang dengan kedataran yang serius, tak segaris pun wajah itu menunjuk kan sebuah senyuman namun aura nya seakan memikat semua orang untuk tetap memandang nya tanpa bosan bahkan Starla yang merupakan kembarannya saja juga ikut terpesona dengan aura kakak nya.


"Ekhem! Jika sudah memandang nya, Ayo di mulai Sidang Akbar nya." ucap Clara dengan nada sedikit di tinggikan agar keluarga kembali sadar.


"Siapa pun cubit aku!" ucap Starla.


"Kenapa kakak mencubit ku, aku jadi sadar kalau ini bukan mimpi kan!" rengek Starla yang langsung di cubit lagi oleh Ibu Suri.


"Kau ini Starla! Ayo nak, Ayo semua nya kita menuju Menara Utama." ajak Ibu Suri menggandeng kedua cucunya.


Semua nya hanya mengikuti dari belakang tanpa sepatah kata pun, Starla masih curi-curi pandang hingga aksinya terhenti ketika tatapan tajam dari neneknya mengarah pada nya.


"Duduk lah kalian di tempat seharusnya, Starla Ayo." ajak Clara mengulurkan tangannya.


"Apa kakak serius dengan ini?" tanya Starla memastikan.


"Sampai kapan kamu akan menjadi bayangan ku? Putri Alvira Starla Armadeo! Ini hari mu, jadi Ayo." ajak Clara sekali lagi.


Uluran tangan Clara di sambut baik oleh Starla meskipun terlihat ada keraguan di mata adiknya itu, Starla menyalurkan enegi positive nya dengan memberikan senyuman. Dengan langkah nya kedua gadis itu berjalan menuju Menara Utama membiarkan prajurit yang menunggu kedatangan nya membuat pengumuman.


"Ratu Africiana Luzca Armadeo memasuki Sidang Akbar." seru prajurit di Sisi kanan.


"Putri Alvira Starla Armadeo memasuki Sidang Akbar." seru prajurit Sisi Kiri.

__ADS_1


Pengumuman itu sontak membuat semua pasang mata memandang ke atas Menara Utama dimana Menara Utama hanya setinggi 10 meter, dua gadis dengan paras yang sama kini berdiri menatap seluruh undangan Kerajaan. Satu gadis memakai Mahkota di atas kepalanya dan satu gadis lain nya tanpa Mahkota, benar-benar bagai pinang di belah dua membuat semua mata mengerjapkan mata dan banyak warga yang tidak percaya jika Putri Starla masih hidup.


"Dalam Sidang Akbar Kerajaan Langit, saya Ratu Africiana Luzca Armadeo mengumumkan Pernikahan Putri Alvira Starla Armadeo bersama dengan Raja Lars Calleum. Hari ini akan di adakan dua perayaan sekaligus, kembali nya Putri Bungsu Raja Lucas Armadeo bersama Pernikahan Putri Alvira Starla Armadeo dengan Raja Lars Calleum." seru Clara yang di sambut tepuk tangan seluruh Rakyat dan para petinggi Kerajaan.


"Mari Sambut Raja Lars Calleum bersama keluarga dan Pendeta yang akan mengikrarkan Janji Suci Kedua mempelai." Seru Clara menoleh ke belakang memberikan Isyarat agar Pernikahan segera di lakukan.


Berdiri nya keluarga Kerajaan Langit dan Keluarga Kerajaan Es di sambut hangat oleh seluruh Rakyat dan Pendeta tengah membantu kedua mempelai untuk berdiri menghadap, sedangkan keluarga Kerajaan Api melihat itu dari pintu tempat yang sudah disediakan Keluarga Clara. Tapi tak seorang pun menyadari jika Clara sudah menghilang dan tidak lagi berada di Menara Utama, semua hanya sibuk memandang ke acara sakral kedua Kerajaan.


Dari barisan kursi paling belakang tampak seorang wanita tua menatap tajam ke Menara Utama dimana kepalan tangannya terkepal begitu kuat, meskipun wajah nya kini terlihat banyak berubah karena semakin menua namun Clara masih mengenali wajah itu dari aura yang melekat di dalam tubuh wanita itu.


"Tenang lah Permaisuri Adreo! Kita berdua sama hanya lah makhluk hidup yang akan ber pulang pada akhirnya, cobalah berfikir ulang. Aku berharap masih ada sedikit nurani di dalam hati mu itu." bisik Clara di samping wanita tua dengan memegang bahu nya.


Wajah yang sangat dibenci nya kini berdiri di samping nya ikut memandang ke atas Sana dengan sebuah senyuman manis membuat hati nya terasa terbakar, namun pandangan mata kedua nya kini terpaut dan membuat nyali Permaisuri Adreo menciut. Tatapan tajam dengan aura yang lebih kuat seakan meruntuhkan jiwa iblis di dalam tubuhnya, tatapan berbeda dari Tuannya namun tetap mematikan seperti Tuannya.


"Kau tidak akan bisa mengalahkan Tuanku! Dialah yang terhebat, kau bahkan masih anak kemarin sore!" cicit Permaisuri Adreo seolah mendapatkan keberanian.


Hanya gelengan kepala yang menjadi jawaban Clara, rasa nya ingin tertawa karena suara dari mulut Permaisuri Adreo berbeda dengan isi hati nya, Clara bahkan tidak ingin menemui Permaisuri Adreo jika bukan untuk mencari sebuah kebenaran, dengan mengadakan acara besar-besaran maka Permaisuri Adreo akan memasuki Istana Langit. Bahkan Clara sengaja membuka perisai di pintu Gerbang Utama Istana Langit agar mangsanya bisa dengan leluasa memasuki Istana Langit, dan benar tujuan nya tercapai.


................


.


.


. Hay reader 👋


.


. Alhamdulillah up 3 bab hari ini ☺.


.


. Selamat membaca dan kasih support nya ya


. like, comment ma favorite nya juga ya 🥺


.


.


. Ayo Reader mampir juga ke karya Author yang lain nya My Secret Life.

__ADS_1


.


. Author Tunggu loh... 🤧


__ADS_2