The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Keraguan Dan Penerimaan


__ADS_3

"Lady Clara? Apa yang sedang mengganggumu? " tanya Achela dengan tersenyum.


"eh, apa saat ini kamu membaca fikiranku? " tanya Clara menatap Achela dengan serius.


"Akan ku jelas kan satu hal. Lady Clara setelah kita melakukan kontrak darah maka sebagai Pendamping , aku tidak bisa membaca fikiran Tuanku tapi Tuanku bisa membaca fikiranku. Karena aku Hewan Suci yang hidup lebih dari seratus tahun dan sudah melihat Beberapa jiwa Murni maka aku terbiasa membaca fikiran semua orang tanpa permisi. Namun tanda dari Jiwa Murni yang Sempurna tercipta di saat kelahiranmu Lady Clara bahkan untuk menemukan mu, seekor Hewan Suci harus meninggalkan Hutan Ajaib dan berkelana ke seluruh kerajaan. " ucap Achela menjelaskan bagaimana perjuangan nya.


"Baik lah. kita lanjutkan ini lain waktu, seperti nya di tempat lain sudah tidak sabar menunggu kedatangan mu Lady Clara. " ucap Achela sekali lagi dan menyadarkan Clara apa tujuannya berada di Hutan Ajaib .


Tanpa memberikan jawaban Clara berdiri dan berjalan meninggalkan pondok milik Achela dan Achela mengikuti Clara tanpa banyak kata, Pintu Ajaib penuh kunang-kunang emas dan kupu-kupu emas itu terbuka secara perlahan membuat seisi ruangan menjadi tenang menghentikan diskusi yang sedang mereka lakukan, pandangan semua orang beralih ke cahaya yang menyilaukan perlahan seseorang melangkag melewati Pintu Ajaib itu dan setelah Beberapa langkahnya pintu tertutup kembali dan kini wajahnya yang tertutup cadar berhasil membuat seisi ruangan diam, dibalik cadar nya tetap saja mengalir kan aura yang sangat kuat, Jiwa Murni itu sungguh terpancar dari dirinya dan mampu menghipnotis semua yang ada disana, berjalan dengan penuh ketegasan dan ketenangan diiringi Achela yang setia berjalan dibelakang nya. Hingga dirinya sudah berdiri di depan semua nya tapi tak seorang pun mengalihkan pandangan mereka pada dirinya, bahkan Ibu Suri dan sang Pendeta pun tak luput terikat dari aura Clara saat ini.


"Ehkem! " dehem Clara mencoba membuyarkan tatapan semua orang pada nya.


"Lady Clara Lepas kan aura yang mengikat mereka, mereka masih belum terbiasa dengan aura sekuat ini. " ucap Achela batin nya.


"Apa yang harus aku lakukan? " tanya Clara melalui batin nya.


"Tenangkan jiwa Lady Clara, maka aura tidak akan sekuat ini, semakin tajam Lady menatap maka aura iTu akan semakin kuat. " ucap Achela dari batinnya.


Perlahan Clara memejamkan matanya dan menetralkan segalanya yang difikirannya dan di hatinya, kembali membuka matanya dan akhirnya perlahan semua orang memiliki kesadaran mereka dan pandangan mereka kini penuh tanya tanda dengan kehadiran wanita bercadar diruangan rahasia iTu tentu Saja kecuali Ibu Suri, sang Pertapa dan beberapa Pangeran yang sudah tahu indetitasnya.



"Pendeta apa gadis kecil ini yang menjadi pewaris? " tanya seorang sesepuh yang tidak percaya dengan Clara yang dianggapnya tidak layak menjadi Pewaris Kitab Suci Cristal Of Life.


"Apa yang anda ragukan Sesepuh Helius? " tanya Achela kini menunjukkan dirinya di depan semua nya.

__ADS_1


"Lord Achela. Bukan aku meragukanmu tapi lihatlah dia masih sangat muda, bahkan Pewaris sebelumnya yang lebih dewasa Saja harus tiada Karena pengorbanan. " jawab Sesepuh Helius tidak mau dianggap tidak hormat dengan Seorang Lord Achela.


"Jiwa Murni tidak ditentukan oleh usia atau kekuasaan! Jangan membuat kesimpulan hanya Karena usia atau penampilan. " ucap Achela memandang Sesepuh Helius dengan tajam.


"Sudah cukup! " ucap Sang Pertapa dengan nada tinggi.


"Salamat datang Lady! Niatmu sepertinya tidak dihargai oleh para Sesepuh, apa masih akan melanjutkan niatmu? " tanya sang Pertapa dengan lembut ke Clara.


"Takdir ini memilihku dan Perjuangan ku tidak akan ku sia-siakan. Jika ada keraguan di hati Siapapun diantara kalian, silahkan meninggalkan tempat ini. Hanya untuk menunjukkan jika aku memang Pewaris Kitab Suci Cristal of Life, aku tidak harus menunjukkan seberapa kuat diriku. Tapi jiwa dan Raga ku siap menjadi pelindung Siapapun yang membutuhkan diriku, jika masih tetap tidak mempercayai diriku maka aku akan berjuang dengan caraku untuk melindungi kedamaian dunia. " ucap Clara dengan tenang.


"Apa jaminan jika semua akan aman di dalam perlindunganmu? " tanya Sesepuh Helius yang masih sinis menatap Clara.


"Jangan kurang ajar Sesepuh Helius! Aku sudah melihat bagaimana Lady membuat damai kerajaan lebah. " ucap Seorang Pangeran, yah iTu pembelaan yang dilakukan Pangeran Lars.


"Tunjukkan seperti apa kekuatanmu! " ucap Sesepuh Helius yang masih enggan menerima Clara sebagai Pewaris Kitab Suci Cristal of life, sedangkan yang lain hanya menyimak dan Clara hanya tersenyum dibalik cadarnya.


*Datanglah* ucap Clara membuka matanya dan kini Sebuah Pedang muncul di tangannya.


Sling... (Seketika Clara menancapkan pedangnya di air yang tenang iTu)


Semua orang terkejut Karena tindakan Clara namun tidak ada yang bertanya apa yang dilakukan olehnya, hingga gadis iTu berbalik dan menatap semua orang, mengeluarkan sedikit aura nya untuk menyadarkan Sesepuh Helius atas keraguan di hatinya iTu.


"Cabutlah Pedang Suci ini jika Sesepuh Helius meragukanku dan kalian yang berada di sini boleh mencobanya. " ucap Clara dengan tersenyum manis dibalik cadarnya.


Achela hanya menikmati apa yang dilakukan oleh Tuannya itu, dirinya tahu tidak Seorang pun mampu memikul kekuatan Pedang Suci selain Jiwa Murni, sedangkan Pangeran Lars dan Trish bersama Ibu Suri dan Sang Pertapa hanya menggelengkan kepala Karena tindakan Sesepuh Helius.

__ADS_1


Sebagai Seorang ksatria tentu Saja Sesepuh Helius tidak mau diragukan kekuatan nya, memang benar sebagai salah Satu Sesepuh, dirinya memiliki kekuatan yang luar biasa dibandingkan orang biasa tapi dirinya tidak tahu jika kekuatan nya iTu sangat jauh dari kekuatan Clara saat ini, dengan penuh ketegasan Sesepuh Helius berjalan mendekati Pedang Suci yang tertancap di Air, menyalurkan kekuatan nya untuk mendapatkan Pedang Suci iTu, perlahan dan sedikit demi sedikit kekuatan dirinya semakin dikeluarkan namun usaha nya seperti sia-sia . Pedang Suci tidak bergeser seinci pun, Clara tidak tega melihat Sesepuh Helius semakin terkuras kekuatan nya namun melihat kegigihan nya Clara membiarkan Sesepuh Helius melakukan keinginannya iTu agar tidak membuat kesalahan yang sama kedepannya.


"Sudah lah Sesepuh Helius! Bukan waktunya untuk membuang kekuatan sia-sia seperti ini! " seru Sang Pertapa dengan tegas.


Bukan nya mendengarkan tapi justru semakin ber usaha untuk mencabut Pedang Suci, Clara yang semakin tidak tega akhirnya mendekati Sesepuh Helius dan dengan tenang menatap Sesepuh Helius yang semakin lemah.


"Sudah lah! Sesepuh Helius tidak kah kasian yang lain sudah menunggu untuk membahas masa depan, jika benar keraguan iTu masih di hatimu, maka bimbinglah aku seperti putri mu maka keraguan mu akan tergantikan dengan tanggung jawab ku untuk menjadi lebih baik. " ucap Clara dengan lembut.


Sekejap Sesepuh Helius menatap Clara dengan penuh selidik namun dimata nya tidak menemukan kebohongan atau keangkuhan dan yang dirinya temukan hanya lah mata seperti Seorang putri yang mencoba membujuk orang tuanya dan, sungguh dirinya merasa bersalah sudah bersikap egois kepada Clara. Dengan hati yang lebih tenang Sesepuh Helius melepaskan tangannya dari Pedang Suci dan membalikkan tubuhnya berhadapan dengan Clara.


"Maafkan aku Lady, sungguh aku silau akan kekuatan hingga aku tidak menerima Takdir yang sudah digariskan. " ucap Sesepuh Helius dengan lirih.


"Ayolah Sesepuh Helius. Aku masih membutuhkan bimbinganmu, tugasku masih sangat jauh dan masih membutuhkan banyak bimbingan. " jawab Clara dengan lembut membantu Sesepuh Helius untuk kembali duduk di tempat nya.


Kini semua kembali ke tempat masing-masing dan Clara masih berdiri di dampingi Achela, mendengarkan setiap masalah yang tengah melanda dan mencari solusi bersama-sama, begitu banyak masalah yang harus segera diselesaikan hingga membuat Clara harus mengambil keputusan yang tepat.


"Pangeran Trish dan Pangeran Lars pegilah ke selatan selesaikan masalah penculikan para gadis di wilayah iTu sebelum semakin meraja lela dan pastikan sampai ke akarnya, dan biarkan para Sesepuh melakukan tugas menjaga setiap benteng pertahanan seperti biasa, dan Sang Pertapa akan kembali melanjutkan membuat ramuan untuk pengobatan yang lebih mujarab, dan untuk masalah kaum Peri, Aku sendiri dan Achela yang akan menanganinya. " ucap Clara dengan serius setelah mempertimbangkan semua nya.


Tentu Saja dirinya sudah berdiskusi dengan Achela melalui batinnya sebelum membuat keputusan iTu, dan semua orang setuju dengan keputusan iTu tanpa perdebatan Karena Clara memberikan tanggung jawab sesuai dengan kekuatan masing-masing. Pertemuan Pertama berjalan dengan baik dan dengan kepergian para Sesepuh dan yang lain nya dan hanya meninggalkan dirinya, sang Pertapa, Ibu Suri dan dua Pangeran yang masih enggan pergi dari tempat rahasia iTu.


............... ...


"Pergi lah kalian! " ucap Clara menatap kedua Pangeran yang masih terlihat enggan meninggalkan tempat iTu.


"Aku ingin bicara denganmu Clara! " ucap Pangeran Trish yang tidak ingin menyiakan kesempatan apa pun untuk menghilangkan kesalahpahaman yang lalu.

__ADS_1


"Selesaikan tanggung jawab mu dan temui aku di Hutan Bisu. " jawab Clara melepaskan cadarnya dan menjauhi tempat perundingan, berjalan mendekati Pedang Suci yang masih tertancap di Sana.


Sang Pertapa memberikan isyarat agar Pangeran Trish tidak memaksa Clara Karena Sang Pertapa tahu jika saat ini Clara tidak dalam situasi yang harus diajak berdebat setelah mengetahui banyak rahasia yang mungkin sedang dicerna oleh gadis iTu , dirinya tahu benar bagaimana perjuangan Clara dari gadis yang polos dan sekarang harus terjun di kerumitan sang Takdir.


__ADS_2