The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Ikatan benang Takdir II


__ADS_3

"Apa kini hatimu lega?" tanya Clara dengan tenang.


"Apa perang ini harus terjadi? Bagaimana perang ini akan berakhir?" tanya Starla menatap sang kakak sendu.


Clara menggelengkan kepala dengan kekehan kecil, adik kembarnya masih saja memiliki pertanyaan yang sama setelah semua yang terjadi. Kekehan Clara membuat bibir Starla maju beberapa senti, Clara menghentikan sikap manusiawi nya dan menatap sang adik dengan serius. "Alam ini sekarat, tidak ada harapan lagi. Kegelapan sudah menyebar, lihatlah perubahan alam. Jika Alam bisa diperbaiki, apakah reinkarnasi jiwa murni menetap di tubuh kakak? Tentu tidak, jiwa murni terlahir untuk menyelamatkan alam. Bukankah kakak sudah membawamu untuk melihat dunia baru. Atau kakak harus membawamu kesana lagi?"


"Tidak! Kakak pasti akan meninggalkanku seperti meninggalkan Achela." Starla menolak dengan tegas.


"Semua yang lahir pasti akan mati, semua yang datang pasti akan pergi! Tidak ada yang menetap untuk selamanya, bukankah ini hukum alam. Kakak hanyalah wujud alam, bukan Tuhan. Kakak menyayangimu Starla, boleh peluk?" tutur Clara dengan lembut.


Greeb…


Dengan masuknya tubuh Starla dalam pelukan Clara, Clara membuka portal untuk melepaskan sang adik pada takdir yang telah menantinya. Clara membisikkan sesuatu sebelum tubuh Starla menghilang bersama portal miliknya.


Alam, apakah ini adil? Pertemuan dan perpisahan. Tuhan memberikan aku kekuatan dan kekuasaan, namun tangan dan kaki ku terikat pada takdir. Aku pembuat takdir, tapi takdir ku sendiri terpenjara. ~ batin Clara dan kembali melakukan tugasnya dengan mendekati Raja Lars.

__ADS_1


Dengan satu jentikan jari didepan wajah Lars, pria itu kini tersadar dan Clara sudah ada di hadapannya. "Apa perintah anda Yang Mulia?"


"Bersabarlah. Masih ada waktu sebelum kamu pergi, bagaimana dengan musuh kerajaan Es?" tanya Clara dan memainkan jemarinya seakan menghitung sesuatu.


Pertanyaan Clara, membuat Lars mengingat kejadian menghebohkan di Kerajaannya. Dimana ibu tirinya ketahuan melakukan sebuah perkumpulan ilmu sesat. Atas tindakan dan mengakuan sang ibu tiri, membuat Lars memutuskan seluruh hubungan dengan wanita itu. Dan Raja Yourin memilih menjadi pertapa di bukit cinta, kerajaan es menjadi kerajaan tunggal yang hanya memiliki satu anggota kerajaan saja.


Bagaikan pohon tanpa akar, Lars berusaha yang terbaik untuk mengayomi dan melindungi rakyatnya. Pengusiran sang ibu tiri, membuat seluruh rakyat terluka ketika menyadari fakta bahwa ratu yang selama ini duduk ditahta hanyalah ratu palsu. Dan ratu asli telah meninggal dunia. Duka rakyat seakan menghanguskan semangat kehidupan di kerajaan es, beruntung Clara mengirimkan Pertama Delion untuk membantu Lars dimasa kritis.


Puk……


"Lepaskan masa lalu, yang terjadi sudah berakhir. Semua hanyalah rangkaian benang takdir hingga titik penyatuan, benang akan bertemu dan menjadi abu." ucap Clara setelah menepuk bahu Lars.


"Pangeran yang selalu ceroboh berubah menjadi Raja yang pendiam, sisakan sedikit kenakalan mu. Jangan pernah lupakan siapa dirimu, meskipun dunia runtuh." tukas Clara.


Lars terkekeh, sungguh tidak bisa dibayangkan. Bagaimana jika dulu atas kecerobohannya, maka dirinya menjadi manusia lebah seutuhnya. Pastinya Clara membutuhkan pendamping baru. "Anda benar. Mahkota di kepalaku menenggelamkan jati diriku, akan ku ingat nasehat anda. Bagaimana takdir akan berlalu setelah semua pergi tanpa perpisahan?"

__ADS_1


"Semua pergi ke tempat seharusnya, bagaimana dengan pendamping mu?" tanya Clara.


Mata Lars kembali menatap Clara, tapi kakak iparnya itu hanya tersenyum penuh arti. Mau tidak mau, Lars menyebutkan satu nama dari dalam hatinya. Hembusan angin menerpa, jendela arah utara istana terbuka. Siluet bayangan dengan gerakan cepat menerjang dan berlari menuju ke arah Lars. "Kenalkan, Direwolf pendamping ku."


Hewan buas dengan bulu lembut nan tebal menutupi seluruh tubuh hewan itu, mata hitam dengan gigi tajam. Tingkatan sihir level 10, sudah pasti termasuk hewan suci berumur ratusan tahun. Hewan suci dari Kerajaan Es satu ini tidak akan keluar dari meditasinya, ketika alam dalam keadaan baik. Clara mengulurkan tangan kanannya, dan Direwolf mendekat kearahnya. "Sihir murni, terimakasih atas kedatanganmu."


"Aku akan menjalankan takdir seperti anda Yang Mulia, kita berdua sama. Hanya memiliki perbedaan takaran tanggungjawab. Semoga alam memaafkan kita semua." Direwolf berbicara dengan bahasa hewan suci, namun Clara memahami itu.


Clara mengangguk dan menarik tangannya kembali. "Pergilah bersama pendamping mu, Direwolf berjuanglah bersama Lars. Selamat tinggal Lars."


Clara membuka portal dari belakang tubuh Lars, membuat Direwolf melompat ke arah Lars hingga tubuh keduanya tenggelam dan menghilang begitu saja. Kini, tinggal Raja Lucas karena pertapa Dezan dan Delion menghilang bersamaan dengan kepergian Trish dan Starla.


Satu kedipan mata Clara, mengembalikan waktu. Istana kembali terdengar banyaknya langkah kaki yang hilir mudik dari berbagai arah, wajah penuh tanda tanya terlihat jelas terpampang di wajah Raja Lucas. Clara menghampiri sang ayah dan menjatuhkan tubuhnya untuk duduk di lantai. Dengan perasaan yang tersisa, Clara menyadarkan kepalanya di pangkuan sang ayah. "Pasti berat menjadi Lady Cristal. Akan tetapi, ayahanda percaya. Lady Cristal akan melindungi seluruh umat tanpa pilih kasih, seperti bunda mu."


"Apakah Clara bisa meminta sesuatu?" tanya Clara tanpa menatap Raja Lucas, karena Clara masih menikmati menyandarkan kepalanya di pangkuan sang ayah.

__ADS_1


Dengan penuh kasih sayang, Raja Lucas mengelus kepala Clara. "Katakan! Ayahanda hanya memiliki nyawa, ketika perang sudah dipastikan. Maka tak ada hal lain lagi yang bisa di berikan."


"Clara ingin….."


__ADS_2