
Dari sebuah tempat penginapan seseorang yang bercadar dan hanya menampakkan mata nya menyewa 3 kamar untuk kelompok nya, sebelum melakukan rencana nya , orang itu akan memeriksa bagaimana keadaan Istana yang sudah lama ditinggalkan olehnya itu.
............. ...
Didalam sedang diadakan acara perpisahan secara tertutup disebuah tempat rahasia, sedang kan diluar Istana seseorang sedang mengamati keadaan sekitar terutama pandangan nya pada Pintu gerbang Istana yang sangat besar dan megah. Begitu banyak penjagaan yang melebihi Penjagaan dimasa lalu, seperti semua nya memang sudah diperhitungkan.
Cahaya yang terpancar dari Istana membuat dirinya tidak sabar untuk memasuki Istana itu, dengan rencana nya seharusnya semua akan berjalan sesuai rencana. Malam ini sudah cukup pengintaiannya, setidaknya saat ini sudah mengetahui jika Istana Langit lebih bersiaga. Tanpa disadari nya setiap gerakan nya di amati oleh sosok tak kasat mata, ada senyuman manis dan tatapan tajam terpendam dari sorot mata nya.
Tanpa suara, Tanpa jejak sosok itu tak melepaskan orang yang bercadar dari pandangan nya hingga mengikuti sampai ke tempat penginapan kembali, dirinya berharap akan menemukan titik terang keberadaan Harta berharga nya.
Brugh...
"Sampai kapan aku harus memakai semua pakaian ini! Argh ini sangat panas. " ucap nya setengah ditahan agar tidak terdengar orang lain.
Setelah melempar semua pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya hingga hanya menyisakan mata saja yang tak tertutup, wanita itu kini melangkah ke dalam pemandian yang disediakan di setiap kamar penginapan. Meredakan amarahnya didalam air hangat yang berbusa, tidak mungkin di tempat yang sangat kecil ini dirinya akan melampiaskan kemarahan nya dengan menghancurkan barang-barang penginapan. Keributan yang akan menjadi sebuah kesalahan besar, jika ada yang mengenali nya nanti.
Sosok tak kasat mata itu hanya diam dan memperhatikan apa saja yang wanita itu lakukan, ada rasa ingin menghancurkan atau bahkan lebih baik melenyapkan wanita di hadapannya itu tapi selama Milik nya masih bersama wanita itu bagaimana dirinya akan menyentuh wanita itu.
Disisi lain kini Clara dan Pangeran Trish sudah meninggalkan Istana Langit dengan Portal milik Achela karena Clara tidak di perbolehkan menggunakan kekuatannya hingga meditasinya selesai. Achela dengan senang hati mengantar Tuannya kemanapun tujuannya agar selamat meski setelah itu harus kembali untuk tugas yang sudah diberikan oleh Tuannya. Setidaknya masih ada Pangeran Trish yang akan melakukan apapun untuk melindungi Tuannya itu, meski berat keluarga tetap membiarkan Clara pergi setelah melihat darah segar yang ditutupi gadis itu.
................... ...
Wush...
Sebuah tempat yang sangat jauh dari kehidupan manusia, di antara bebataun yang sangat besar terdapat sebuah gua yang cukup untuk dimasuki manusia. Gua itu memiliki lorong yang sangat panjang namun dengan diam Pangeran Trish tetap membantu Clara berjalan hingga sebuah lorong bercabang.
__ADS_1
"Achela kembali lah, Ajari kedua nya dengan kesabaran. Buat lah mereka menjadi satu, dan pastikan kamu mengikuti pertemuan berikutnya jika aku masih belum kembali. " ucap Clara .
"Kenapa Tuan tidak membiarkan aku mengantarkan sampai Tujuan? " protes Achela.
"Mengeluh itu boleh Achela, Tapi kita harus bertarung melawan diri kita sendiri sebelum menjadi lebih kuat.Pergilah! " ucap Clara dengan tenang.
Wush....
Dengan berat hati Achela hanya bisa menerima Perintah dari Tuannya, meski Tuannya tidak menyembunyikan banyak hal dari nya tapi tetap saja dirinya ingin berguna bagi Tuannya itu. Tapi Tuannya selalu membuat sebuah kerja sama yang mengharuskan seorang Pendamping terpisah dari Tuannya, meski setiap rencana Tuannya hanya untuk satu tujuan.
"Kita akan berjalan ke kiri, Ayo. " ucap Clara memulai langkah nya.
"Kenapa kamu tidak memberitahu aku jika Luka mu separah itu? " tanya Trish yang masih setia membantu menjaga keseimbangan istri nya itu.
"Dengan mengatakan pada mu, pasti kamu akan memaksa ku untuk segera meditasi. Tapi adikku sangat membutuhkan ku, Luka ini tidak sebanding dengan penderitaan adikku. " ucap Clara.
"Jika satu nyawa berkorban hanya untuk menggantikan duka dan Luka orang yang sangat dicintai tentu itu bukanlah hal umum lagi bukan? Aku menjaga kebahagiaan adikku dengan cara ku, dengan satu tindakan yang aku lakukan hanya untuk melihat senyuman di wajahnya. " jawab Clara.
"Kita akan melakukan hal sama untuk keluarga Kita Trish, Jangan ber tanya kenapa aku mengabaikan rasa sakit ku. Pahami saja bagaimana kita mengambil pelajaran dari setiap keputusan yang kita ambil. " ucap Clara selanjutnya.
Tanpa terasa kini kedua nya sudah memasuki gua semakin dalam hingga ada suara gemericik air terdengar , lorong itu berakhir pada gua yang cukup luas. Dari bebatuan mengalir air yang tak bermuara, Clara melepaskan tangan Trish dari pinggangnya.
"Berlatih lah disini! Pastikan Permata Alam mu bisa menyatu dengan Kekuatan mu dan latihlah Senjata mu itu. " ucap Clara dan berbalik.
"Apa maksudmu Clara? Aku kesini untuk menjaga mu! " seru Trish yang tidak terima dengan ucapan Clara.
__ADS_1
"Pahami satu hal Pangeran 𝙏𝙧𝙞𝙨𝙝 𝙄𝙡𝙡𝙖𝙧𝙞𝙤𝙣 setiap tindakan yang Ku Ambil sudah menjadi Rencana ku, Aku memang Istri mu tapi Aku pernah mengatakan pada mu. 𝙐𝙣𝙩𝙪𝙠 𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙠𝙪 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝙏𝙖𝙠𝙙𝙞𝙧 𝙆𝙪, 𝘼𝙠𝙪 𝙇𝙖𝙙𝙮 𝘾𝙧𝙞𝙨𝙩𝙖𝙡, 𝙃𝙞𝙙𝙪𝙥𝙠𝙪 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙈𝙞𝙡𝙞𝙠 𝘼𝙡𝙖𝙢." Ucap Clara dan menatap Pangeran Trish.
"Sebagai seorang Pangeran Api, tidak perlu aku jelaskan apa Tanggung jawab seorang Pewaris Kitab Suci. Karena seorang Pangeran Trish juga berada dijalan yang sama, aku tahu kamu menyamar menjadi seorang iblis hanya untuk mencari informasi di Kerajaan Iblis. Apakah sekarang dengan memiliki Permata Alam maka ramalan akan berhenti atau tidak akan ada yang mencoba memiliki Permata Alam? Permata Alam tidak akan menjadi Milik mu meski pun kamu yang Menakhlukkan nya . Lihatlah Pedang Suci dan Naga Tlexcitly Belenda, aku harus menyempurnakan penyatuan kami agar bisa memiliki ikatan sebenarnya. Jika kamu ingin menyelamatkan banyak kehidupan, satu kan lah Permata Alam dengan jiwa mu dan tentang meditasi ku, aku bisa melakukan nya sendiri. " ucap Clara selanjutnya yang membuat Pangeran Trish bungkam.
Melihat tidak ada jawaban, Clara melangkah menjauh dari Pangeran Trish, membiarkan pria itu memikirkan semua nya dan memutuskan apa yang akan di lakukan olehnya. Tak terasa langkah kaki nya tiba dipersimpangan cabang sebelum nya, dengan tenang Clara melihat lorong yang baru saja dilewatinya.
*Perisai Petir Cahaya* ucap Clara mengayunkan tangan nya di Pintu lorong menuju Pangeran Trish.
Dengan perisai itu Trish tidak akan keluar, sebelum menguasai Kekuatan Permata Alam dan Senjata Milik nya. Siapapun yang akan menghancurkan perisai nya, Clara akan tahu nanti nya, kini jalan nya menuju satu lorong di sisi kanan hingga perjalanan beberapa waktu itu kini berakhir pada mulut Gua yang mengarah pada Lautan lepas.
Kini Clara menatap luas nya Lautan dan birunya Langit, jika ada yang melihat tempat nya berdiri dari Lautan maka orang hanya akan melihat sebuah lubang besar di tebing batu yang begitu tinggi. Angin yang menerpa wajah dan seluruh tubuhnya sangat lah berbeda dari kesejukan hutan, dengan batinnya Clara memanggil sebuah nama yang akan mendapingingi nya kali ini.
*My Dragon Datang lah* ucap Clara dalam hatinya.
Setelah mengucapkan itu, pendengaran dan perasaan nya dapat mengetahui kedatangan sang pemilik nama, dari kejauhan ada sesuatu tang terbang membelah awan Putih, disaat melintasi warna birunya Langit sosok itu terlihat semakin jelas. Naga Tlexcitly Belenda kini memenuhi Panggilan Tuannya, sudah lama menanti di tempat tersembunyi akhirnya Tuannya memanggil nya.
.............. ...
.
.
.
. InsyaAllah author akan up meski sehari sekali, Alhamdulillah sebagai wujud bersyukur karena Novel The Last Sky Kingdom masuk List Dipromosikan sebagai Novel berpontensial 🤲
__ADS_1
. Kasih semangat terus ya Readers, 😊