The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Yahela dan Sosok Misterius


__ADS_3

"Akhirnya kembali juga Pedang Azalia, Sekarang sudah waktu nya untuk merebut Pedang itu kembali. Rasa nya tanganku sudah tidak sabar untuk menggenggam Pedang Azalia, Siapapun yang memiliki nya saat ini akan Kupastikan sebagai persembahan utama. " ucap seseorang dengan suara beratnya di balik Kegelapan tempat nya berbaring.


Getaran yang cukup dasyat menguncang Istana nya, membuat pelayan berlarian tanpa arah namun sang Raja tidak peduli dengan teriakan dan guncangan sesaat itu. Senyuman penuh ambisi menghiasi bibir Hitam nya yang seakan memakai arang untuk mewarnai nya, Bunga-bunga keserakahan mulai bermekaran di dalam mata putihnya.


"Sudah waktu nya kesayanganku berburu mangsanya, tapi sebelum itu aku harus mengumpulkan 50 Rusa Jantan untuk membangunkan kekuatan Yahela yang sudah lekang dimakan usia. " batin seseorang.


Langkah nya meninggalkan tempat ternyaman milik nya, menjelajahi lorong demi lorong hingga sebuah pintu besar yang bertiraikan Kain Hitam itu di singkirkan. Ukiran yang sangat menyeramkan terukir di pintu besar itu, ukiran tulang belulang dengan mawar Hitam terselip di setiap ukiran bangkai tulang. Tidak ada seorang penjaga pun di lorong ini, bau darah yang segar akan selalu membangunkan Yahela yang selalu haus darah, sehingga penjaga an hanya ada di sudut persimpangan lorong terakhir.


Patung besi yang menjaga Sisi pintu besar memiliki sebuah Pedang yang mengarah ke atas, seperti sebuah pemandangan yang tidak seharusnya. Pedang itu digeser hingga mengarah ke bawah, sehingga suara derit pintu terbuka mulai terdengar membuat seseorang tersenyum penuh arti.


Grrhhh.... Grrhhh...


"Selamat kembali Yahela, tunggulah hadiah persembahan dari ku. Setelah itu kau bebas berkeliaran di luar sana, dan pastikan bawalah pulang Milik ku itu. " seru orang itu hingga bergema di dalam ruangan yang tertutup rapat tanpa setitik lubang kecil.


Grrhhh... Grrhhh..

__ADS_1


Hanya suara itu yang menjadi jawaban nya dan setelah mengatakan semua keinginan nya kini orang itu kembali meninggalkan tempat itu dengan wajah sumigrah. Pintu besar itu kembali tertutup menyembunyikan satu sosok yang sudah lama di anggap punah oleh semua orang, bisa di katakan sosok itu hanya tersisa satu hingga saat ini yang sengaja di sembunyikan atau sengaja di kurung oleh sang Tuannya.


"Tangkap 50 Ekor Rusa Jantan dalam waktu 3 hari! Siapapun diantara kalian yang berhasil menangkap Rusa Jantan terbanyak maka hadiah ini akan menjadi milik kalian. " seru orang itu di singgasana nya dengan satu peti koin Emas di depan nya.


Prajurit yang melihat hadiah berupa satu peti koin Emas langsung berbinar, niat hati sudah ditetapkan untuk menjadi pemenang. Tanpa mereka sadari ada sebuah senyuman penuh arti yang melihat sinar binar di mata prajurit nya, selalu saja semua orang tergila-gila dengan harta termasuk dirinya sendiri. Tapi dirinya jauh lebih cerdik dibandingkan prajurit nya yang hanya mampu melihat silaunya Emas bukan nya penderitaan yang akan di dapatkan hanya karena Emas, apapun itu tetap lah dirinya merasa di untungkan dengan kebodohan dan keserakahan para pelayan nya yang berharap setelah mendapatkan kekayaan maka bisa bebas menjadi seorang pelayan dan bisa memulai hidup baru.


Sedangkan di Sisi lain, seorang pria dengan wajah nya yang tegas , bibir tipis dengan warna merah muda alami, alis nya yang tebal dengan mata coklat yang kian dalam tatapannya memandangi coretan di dinding gua. Sudah jelas tulisan ber Cahaya di dinding gua itu siapa Pemiliknya, ada rasa rindu yang tertinggal di dalam hati nya ketika menyentuh tulisan kata demi kata itu. Helaan nafas nya kini semakin berat setelah mengetahui pujaan hati nya hanya meninggalkan pesan bukan nya menunggu dirinya kembali, tapi mungkin ini semua tidak akan terjadi jika dirinya yang sangat lama membuat keputusan harus lebih lama tinggal di dalam gua itu hingga tidak menyadari pujaan hati nya sudah melangkah maju tanpa menunda waktu sedikit pun.


𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠


"*Pahami satu hal Pangeran 𝙏𝙧𝙞𝙨𝙝 𝙄𝙡𝙡𝙖𝙧𝙞𝙤𝙣 setiap tindakan yang Ku Ambil sudah menjadi Rencana ku, Aku memang Istri mu tapi Aku pernah mengatakan pada mu. 𝙐𝙣𝙩𝙪𝙠 𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙠𝙪 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝙏𝙖𝙠𝙙𝙞𝙧 𝙆𝙪, 𝘼𝙠𝙪 𝙇𝙖𝙙𝙮 𝘾𝙧𝙞𝙨𝙩𝙖𝙡, 𝙃𝙞𝙙𝙪𝙥𝙠𝙪 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙈𝙞𝙡𝙞𝙠 𝘼𝙡𝙖𝙢." Ucap Clara dan menatap Pangeran Trish.


**Ucapan dari Clara istrinya mampu membungkam bibir nya tanpa sanggup membantah ataupun menyela, semua yang di katakan itu memang benar adanya. Bahkan karena alasan itu pula dirinya ditolak oleh sang Pujaan hati meski sekarang dirinya sudah menjadi suami sah tetap saja itu tidak berarti mengubah semua keadaan, nyatanya sebagai seorang Pangeran Api yang juga memiliki tanggung jawab sebagai Pendamping Lady Cristal mengharuskan dirinya memahami peran dan tanggung jawab masing-masing. Tapi salahkah rasa khawatir nya yang melihat cinta sekaligus pasangan hidup nya sedang terluka parah namun masih saja memikirkan Takdir sebagai Lady Cristal, jika dirinya bisa mengubah ataupun menggantikan posisi istrinya itu, sudah pasti dirinya akan melakukan nya dengan senang hati.


Tapi Takdir tidak bisa di tukar ataupun di kembalikan hanya karena keinginan seseorang, termasuk Takdir istrinya yang memang sangat lah tepat untuk gadis itu. Gadis yang tidak mengandalkan siapapun, gadis yang selalu mengendalikan sikap dan perasaan nya. Setiap rencananya akan selalu menjadi teka-teki termasuk perjalanan kali ini, dimana dirinya dibawa ke tempat yang sama hanya karena tujuannya memang Ada di tempat yang sama. Sudah pasti jika tujuannya di tempat berbeda, istrinya itu akan melakukan perjalanan sendiri tapi semua ini tetap lah di anggap tujuan masing-masing.

__ADS_1


Selama satu hari penuh fikiran ini merenung hingga tanpa di sadari Cahaya Biru keluar dari Liontin kalung dileherku, Satu sosok yang sangat besar dengan tubuh nya yang panjang kini sudah berada di belakang ku menghembuskan nafas yang sangat dingin . Sekali terpaan hawa dingin itu tidak mengusik ketenangan yang masih setia menemani lamunanku, hingga hawa dingin itu berulang kali di rasakan, seketika perhatian ku teralihkan untuk melihat ke belakang dimana hawa dingin itu berasal.


Degg..


Sosok transparan itu seperti hanya sebuah ilusi, namun terlihat nyata di hadapanku dengan Kepala yang sangat besar, tubuh nya yang sangat panjang dengan sisik besar di seluruh tubuh nya dan ekor yang memiliki mahkota kecil. Sosok itu menatap ku dengan penuh kehangatan seakan sudah mengenalku lama, namun jauh di dalam hati ku Ada perasaan tak asing yang ku rasakan ketika menatap sosok itu**.


"**Salam Pangeran Api, Sudah waktu nya anda mengenal Pendamping anda sejak kelahiran anda. Apakah anda siap Pangeran Api. " ucap sosok itu.


"Pendamping sejak aku lahir? Bagaimana itu mungkin? " ucap Pangeran Trish bingung.


"Lady Cristal sendiri bisa melihat dan mengenali siapa aku tapi kenapa anda yang menjadi Tuanku tidak bisa mengenali ku? " ucap sosok itu.


Lagi dan lagi Istrinya yang seorang Lady Cristal sudah mengetahui segalanya yang tersembunyi sekali pun, tidak Ada kah hal yang bisa di sembunyikan dari istrinya itu. Rasa nya seperti sedang bermain petak umpet di Hutan belantara dengan rimbunnya pepohonan namun tidak peduli bersembunyi dimana pun maka Istrinya akan bisa menemukannya dengan mudah seakan Hutan itu hanya terisi rerumputan tanpa ketinggian.


"Ku anggap Diamnya Pangeran Api sebagai jawaban iya. " ucap sosok itu.

__ADS_1


*Permata Alam* seru sosok itu.


Seakan suara itu menjadi alasannya kehilangan jiwa nya sendiri, tubuh nya terasa terbakar dengan penarikan Permata Alam tanpa seizinnya**......


__ADS_2