
Kerajaan Api
Pangeran Trish Illarion kini sudah berada di perpustakan kerajaan, dimana buku dan kitab serta sejarah kerajaan Api juga tersimpan di tempat itu. Tanpa menemui keluarga, Pangeran Trish segera mencari apa yang dibutuhkan oleh nya, Kitab sejarah kerajaan Api adalah tujuannya.
Bahkan dengan sengaja Trish menyuruh penjaga perpustakan pergi dari ruangan nya, karena pengusiran itu sang Penjaga perpustakan pergi menemui Ratu Alona mengabarkan jika putra kesayangannya sudah kembali ke istana , mendengar putra nya kembali tentu Ratu Alona segera pergi menemui belahan jiwa nya tanpa menunggu lama.
"Trish sayang! Dimana kamu nak? " panggil Ratu Alona melihat deretan kayu tempat buku dan Kitab tersusun rapi.
"Awas kau jika bercanda! Akan ku buat kau menyesal! " ucap Ratu Alona yang tidak mendapatkan jawaban dari putranya.
"Ampun Ratu, tapi benar Pangeran Trish tadi ada disini. " ucap penjaga perpustakan dengan gugup karena Ratu Alona sudan berkacak pinggang dengan tatapan menerkam.
Ada Sepasang tangan yang melingkar diperut Ratu Alona, rasa hangat dan aroma tubuh yang sangat dikenali nya itu mampu menenangkan kemarahannya yang sudah memuncak, Melihat Bunda nya sudah tenang setelah pelukan darinya, Trish melepaskan pelukan dan memberikan isyarat pada semua pengawal dan dayang Bunda nya untuk pergi dengan melambaikan tangan nya.
"Tenang dulu Bunda, sekarang ayo duduk dan minum ini. " ucap Trish dan memberikan air untuk Bunda nya.
"Apa Bunda sudah tidak penting untuk putra kessayangan Bunda? sampai-sampai kembali ke Istana tidak menemui Bunda. " ucap Ratu Alona memandangi wajah putra nya.
"Maaf sudah melukai hati Bunda tercinta, Trish tidak akan mengulangi lagi lain kali. " ucap Trish mencium tangan Bunda nya.
"Baiklah, tapi tetap harus dihukum Karena sudah membuat Bunda khawatir! " ucap Ratu Alona.
".... " Trish tidak menjawab.
"Bunda akan menjodohkanmu dengan salah satu Putri Menteri yaitu Tifanny. Apa kau ingat Tiffany anakku? " ucap Ratu Alona.
"Bunda boleh meminta seluruh waktu nya Trish atau meminta nyawa dan dengan senang hati Trish akan berikan, itu tidak masalah. Tapi satu yang tidak bisa aku berikan, Hati ku pada wanita lain.Maaf Bunda. " jawab Trish memandangi Bunda nya penuh harap.
"Apa Tiffany tidak cantik nak? Bukankah kalian saling mengenal sudah lama. " ucap Ratu Alona.
__ADS_1
"Trish sudah memilih Pasangan Hidup sendiri dan Trish hanya ingin menghabiskan sisa Hidup Trish bersama nya Bunda, Trish janji saat dia menerima Putra mu ini. Akan kubawa dia pada Bunda. " jawab Trish dengan senyuman manisnya.
Mendengar hal itu Ratu Alona hanya menyetujuinya asalkan putra nya bahagia, meski Ratu Alona tidak tahu jika Putra nya harus berjuang keras untuk mendapatkan cintanya itu. Setelah membuat Bunda nya setuju Trish mengatakan tujuannya kembali ke Istana, Karena dikerajaan Api hanya orang tua nya lah yang paling mengenal Setiap tempat di kerajaan.
"Temuilah Sesepuh di Pondok belakang Istana nak, Beliau yang lebih mengetahui sejarah Kerajaan Api dan Beliau juga sahabat kakekmu dulu. " ucap Ratu Alona.
Sesepuh Barbarus adalah sahabat kakeknya sekaligus satu perguruan dan menjadi orang kepercayaan kakeknya selama ini meski menjadi bagian Penting Didalam Kerajaan Api tetap saja sesepuh Barbarus hanya bersedia tinggal di Pondok belakang Istana yang sengaja di bangun oleh Kakeknya Trish. Sesepuh Barbarus adalah penasehat Kerajaan sejak Kakeknya Trish menjadi seorang Raja, dan segala rahasia milik Kakeknya tersimpan dengan aman dalam persahatannya.
"Silahkan masuk Pangeran, Sudah lama tidak bertemu.Bagaimana perjalanan mu Pangeran? " ucap Sesepuh Barbarus yang sudah mengetahui kedatanngan Pangeran Trish.
"Hehehe Kakek tahu saja aku yang datang. Padahal Trish sudah berjalan dengan sangat hati-hati. " jawab Trish dan langsung memeluk sesepuh Barbarus.
"Aroma mu saja kakek tahu apa lagi langkah kaki mu . " jawab sesepuh Barbarus dan mengelus punggung Trish.
"Baiklah Kakek ku sayang. Apa Kakek tahu Dimana Permata Alam Kerajaan Api? " tanya Trish.
"Hati-hati dengan angin nak, angin bisa membawa suara mu ke tempat musuh . Ikutlah dengan Kakek biar kita bicarakan di tempat seharusnya. " jawab sesepuh Barbarus dan mengajak Trish untuk kembali ke Istana utama.
*Segel Api* ucap sesepuh Barbarus.
Pintu yang tadinya biasa-biasa saja kini berubah menjadi sebuah pintu dengan gembok yang sangat besar, sesepuh Barbarus mengeluarkan sesuatu dari jubahnya . Sebuah kunci ber kepala Naga, dengan kunci itu pintu akhirnya terbuka dan sesepuh Barbarus memberikan isyarat agar Trish masuk terlebih dahulu disusul oleh nya.
Kamar Kakeknya kini berubah menjadi ruang senjata dan perpustakan, beberapa Peti tersimpan di satu sudut dan di sudut lainya ada sebuah almari yang begitu besar. Almari yang mirip seperti tempat pakaian Kakeknya, Sesepuh Barbarus berjalan mendekati susunan buku dan Kitab langka yang hanya di simpan di tempat itu dan mengambil sebuah Kitab yang memiliki simbol Permata Alam.
"Ini yang Pangeran Trish cari? Bacalah, Kakek akan berlatih, sudah lama Kakek tidak kemari. " ucap sesepuh Barbarus memberikan Kitab kepada Trish.
Trish mulai membaca Kitab dan sesepuh Barbarus mulai bermain pedang yang ada di tempat senjata, didalam Kitab menjelaskan seperti apa Permata Alam dan apa kekuatan di setiap bentuk Permata Alam. Pertanyaan nya adalah dimana Permata Alam itu yang seharusnya ada di Istana, dan kenapa selama ini tidak ada yang membicarakan Permata Alam. Justru yang ada Pangeran Trish dilatih dan di dididik untuk menjadi ksatria dan mencari tahu tentang Kerajaan Iblis, misinya selama ini adalah mencari kelemahan dari Kerajaan Iblis dan mencari tahu apa saja yang direncanakan oleh Kerajaan itu, karena menurut para sesepuh dimasa depan nanti kemungkinan Kerajaan Iblis lah yang akan memulai peperangan.
Melihat Trish yang sudah selesai membaca Kitab, sesepuh Barbarus mendekati nya dan memegang bahu Trish sebagai bentuk dukungan kepada Pewaris Tahta Kerajaan Api satu-satunya.
"Ayo nak, Tunjukkan ketangkasanmu, sudah lama Kakek tidak menguji mu. " ucap sesepuh Barbarus dan menunggu Trish di tengah-tengah Ruangan itu.
__ADS_1
Sebenarnya banyak sekali yang ingin Trish tanyakan tapi ajakan dari sesepuh Barbarus yang sudah seperti Kakeknya itu dan selalu mengajari nya bertarung secara diam-diam, tidak mungkin ditolaknya. Pilihannya jatuh pada sebuah Tombak yang terletak di atas sebuah Peti, Tombak yang memiliki ukiran di tengah-tengah dengan Cristal Biru terang, melihat Trish memilih tombak maka sesepuh Barbarus juga mengganti pedang nya dengan tombak juga.
Hiya.. Trang.. Hap.. Sling..
Keduanya bertarung dengan gesit dan hampir seimbang, tapi masih tetap kuat sesepuh Barbarus dibandingkan Trish. Pertarungan yang cukup melelahkan tanpa diketahui Trish tombak yang dijadikan senjata itu memberikan aliran element dan kekuatan ke dalam tubuhnya sehingga rasa lelah nya menghilang secara perlahan. Cristal Biru terang menyala dan mengubah tombak itu menjadi sebuah Tongkat yang lebih istimewa, sesepuh Barbarus yang sudah melihat perubahan itu tersenyum, itu lah tujuannya mengajak Trish bertarung.
Kini Janji nya sudah di tepati, Janji seorang sahabat untuk menjaga Pewaris Tahta Kerajaan Api, dan Pusaka Kerajaan Api sudah ditangan orang yang tepat.
Pangeran Trish Illarion POV
Rasa nya raga ini semakin Ringan, kaki ku masih menginjak lantai tapi seperti melayang di udara, ada kekuatan yang menyelimuti setiap aliran darah ku . Semakin kuat dan menghilangkan rasa lelah ku, Cristal Biru di tombak semakin bersinar hingga menarik sesuatu yang tersimpan di dalam Peti, Peti itu bergerak dengan kencang nya hingga tutupnya membuka sendiri. Benda berkilauan dengan Cahaya Biru terang terbang mendekati nya dan mengelilinginya, satu Permata berbentuk hati berada di depan nya, satu Permata persegi panjang berada di samping kanan, satu Permata berbentuk lingkaran berada di belakang dan Permata terakhir disamping kiri.
Keempat Permata saling mengeluarkan garis yang saling terhubung satu sama lain hingga membentuk lingkaran penuh, Trish yang merasakan Tombak itu semakin Kuat dan berat akhirnya dilepaskan. Tombak itu terbang meninggalkan lingkaran Permata Alam, rasa nya lingkaran itu semakin erat dan terasa sesak di dadanya disaat bersamaan tombak yang terbang melesat cepat ke arahnya namun tubuhnya tidak bisa digerakkan untuk menghindar dari serangan tombak.
Tepat disaat tombak akan menyentuh Permata Alam, disaat itu pula Permata Alam memasuki tubuhnya yang tidak bisa dikendalikan oleh dirinya, Penyatuan yang membuat tubuhnya bergetar hebat, rasa nya meledak dari dalam namun perlahan mulai kembali normal setelah Cahaya Cristal Biru di Tombak meredup dan hilang.
"Tenanglah nak, Mulai sekarang hati-hati. Banyak yang mengicar Permata Alam, meski sekarang Permata itu sudah menyatu dengan mu tapi orang yang lebih kuat bisa mengambil nya dari mu tanpa izin mu. Lanjutkan perjalanan mu nak, Gadis yang ada di hati mu bukanlah gadis biasa bukan? " ucap sesepuh Barbarus yang melihat proses penyatuan Permata Alam dengan Pangeran Trish.
"Apa kakek menjadi mata-mata sekarang? " goda Trish.
"Kakek harus menjaga mu, apa lagi Saat ini satu-satunya cucuku sudah jatuh cinta.Siapa tahu gadis nya berniat buruk pasti kakek akan memberikan pelajaran terlebih dahulu haha" jawab sesepuh Barbarus dengan memeluk Trish.
"Bisa saja kakek, Trish akan menemui Bunda, seperti nya Ayahanda masih belum kembali ke Istana. " ucap Trish.
"Pergi lah nak dan bawa Tombak itu karena itu sudah menjadi milikmu. Sampaikan Salam untuk Ratu Alona. " ucap sesepuh Barbarus.
Trish meninggalkan sesepuh Barbarus di ruang rahasia yang baru pertama kali didatanginya itu untuk menemui Bunda nya sebelum kembali melakukan perjalanan nya.
*Sampai kapanpun aku akan melindungi mu, pilihanmu adalah jalan tersulit tapi takdir mu memang digariskan bersama nya. Sejauh apapun kalian terpisah, ikatan kalian akan menjadi kuat di dalam penyatuan. Melindungi masa depan juga adalah tugasku, Siapapun gadis itu juga memiliki kekuatan melebihi diriku* batin sesepuh Barbarus.
__ADS_1