
Dalam keheningan, suara kicauan burung terdengar jelas dari dalam gua, tidak ada percakapan apa pun selain kesunyian dalam bahasa isyarat.Dengan telaten seorang gadis mengobati luka kecil di tangan Lars akibat jatuh dari pohon tadi, sedang kan Trish sibuk memejamkan mata untuk beristitahat setelah melumpuhkan Tuan Penculik yang angkuh.
Setelah beberapa jam berlalu , seorang gadis memberanikan diri mendekati Trish yang masih terpejam dengan membawakan makanan berupa Ikan yang sudah dibakar di daun pisang.
"Tuan, bangun lah pasti perut tuan merasa lapar. " bisik gadis itu ditelinga Trish.
"Hmm." Jawab Trish dengan malas dan membuka mata nya namun nafas gadis itu terasa hangat membuat Trish tidak nyaman.
"Maaf saya hanya ingin membangunkan Tuan. " ucap gadis itu menunduk karena tatapan Trish yang tidak bersahabat.
"Berikan.Siapa nama mu? " tanya Trish mengalihkan rasa tidak nyaman nya.
"Viola.Tuan sendiri? " ucap Viola yang balik bertanya.
"Terimakasih sudah mau bekerja sama Viola dan juga makanan ini. " ucap Trish tanpa memperdulikan pertanyaan Viola.
Dengan berat hati Viola hanya bisa tersenyum masam karena orang yang menjadi penolong itu tidak mengatakan namanya, namun ada perasaan senang karena tuan itu mau memakan makanan nya. Disisi lain Lars yang sudah membaik menghampiri Trish yang masih memakan Ikan bakarnya, melihat gadis yang dianggap pemimpin oleh gadis tahanan lain di dekat Trish membuat nya tidak ingin kedua manusia itu hanya ber dua an saja.
"Apa kau sudah baik-baik saja? " tanya Trish yang merasakan kedatangan Lars.
"Yah ini hanya luka kecil, bagaimana dengan mu sendiri? " ucap Lars duduk di depan Trish.
"Yah tenaga ku sudah pulih, Viola kembalilah ke para gadis! " ucap Trish tanpa memandang ke arah Viola.
"Baik Tuan, saya permisi. " jawab Viola menunduk, di hatinya ada rasa tidak enak karena sikap Trish yang begitu dingin tanpa memandang dirinya sedikit pun dan berbeda pada saat di penjara dulu, Trish sangat manis bahkan dalam hitungan detik dirinya merasakan nyaman dan tenang atas sikap perlindungan yang di berikan oleh Trish, boleh kan dirinya meminta untuk tetap di penjara saja agar bisa melihat sikap manis sang Penyelamat.
Sedang kan Lars hanya menggelengkan kepala karena sikap dingin sahabatnya itu, bahkan Lars bisa melihat kesedihan dari Viola. Namun Trish hanya acuh, bagaimana pun menjaga sikap harus di lakukan seorang Pangeran tapi hal itu tidak berlaku untuk orang-orang yang mereka cintai.
"Kasihan itu anak orang Trish. " goda Lars menyenggol lengan Trish.
"Ambil saja, Atau mau aku adukan pada Starla! " jawab Trish melirik Lars.
__ADS_1
"Hehe bercanda, jangan kasih tahu gadis ku ya, kau sahabatnya juga kan. " ucap Lars tersenyum manis.
"Sudahlah. Ayo kita buat rencana berikutnya, untuk sementara para penculik pasti tidak akan melakukan aksinya sampai mendapatkan Pemimpin baru. " ucap Trish dengan tenang.
Melihat keseriusan Trish membuat Lars ikut serius, keduanya akan kompak disaat memenuhi tanggung jawab. Beruntunglah kini Lars tidak seceroboh dulu seperti disaat bersama Clara tapi tetap saja perasaan nya kesal baik bersama Clara atau Trish hanya dirinya menjadi seperti tidak ada gunanya. Pasti nya Trish dan Lars adalah pasangan yang serasi, coba saja jika dirinya yang menjadi pasangan Clara pasti nya hanya akan menjadi penghambat dan tidak bisa melindungi gadis itu. Mengingat kebiasaan Clara yang suka meninggalkan dirinya disaat perjalanan membuat Lars berfikir puluhan kali jika ingin memikirkan untuk memiliki gadis itu dan untung saja dirinya dijodohkan dengan Starla, gadis yang manja, manis dan pandai memainkan senjata.
"Ekhem! " dehem Trish untuk menyadarkan Lars yang justru melamun.
"Hehe maaf aku terbang ke dunia lain. " ucap Lars bergurau tanpa merasa bersalah.
"Dengarkan aku mengenai rencana berikutnya... " ucap Trish.
"Tunggu dulu. Cerita kan pada ku bagaimana Pemimpin para Penculik bisa dikalahkan, baru strategi selanjutnya. " ucap Lars memotong ucap Trish dengan tatapan penuh harap, melihat tampang memelas dari sahabatnya itu membuat Trish menghela nafas.
𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝 𝙗𝙖𝙘𝙠
Awan hitam mulai muncul seperti asap menyelimuti Tuan itu bersamaan dengan perubahan warna mata nya yang menjadi hitam pekat. Ketajamannya mencengkram setiap manusia disekitrarya terkecuali Trish yang tidak terpengaruh sama sekali, Aura kegelapan sudah menguasai Tuan itu hingga raganya kini dikuasai kegelapan. Dengan tetap tenang dan lebih waspada agar tidak terkecok akan ilusi yang bisa saja menjadi bumerang untuknya, Tuan itu dengan cepat bangun dari tempatnya langsung berlari menuju Trish dengan kekuatan kegelapan yang siap digunakan. Melihat hal itu membuat Trish dengan cepat menghindar didetik terakhir hingga membuat Tuan itu kembali terjatuh dengan keras, kepala pun terluka tapi darah hitam yang mengalir dari luka nya.
*Perisai Api* ucap Trish mengayunkan tangan kanannya kearah para penculik yang dianggap pelayan itu, lihat saja mereka semakin seperti mayat hidup karena energi mereka terserap oleh Tuan nya.
"Argh.. Panas.. Bajing*n! Apa yang Kau Lakukan. Panas.. " teriak Tuan itu dengan wajahnya yang menghitam penuh kepanikan.
"Aku akan mengampunimu, jika Tuan berhenti melakukan penculikan! " ucap Trish dengan santai.
"Hahaha Bod*h! Tuanku lebih hebat dari mu Tikus. " jawab Tuan itu .
"Baiklah jika itu keputusanmu. " jawab Trish dan tersenyum man is sesaat, Tuan itu yang melihat senyuman Trish bisa merasakan jika senyuman itu senyuman maut bukan senyuman pertanda baik.
*Petir Api* ucap Trish setelah mengambil pedang dipunggungnya.
Kilatan demi kilatan membuat pedang itu semakin menakutkan, petir yang mengalir siap menyambar segalanya yang tersentuh pedang itu. Ada rasa kengerian melihat pedang itu tapi pantang bagi nya untuknya menunduk, sedangkan pemilik Pedang masih diam terpaku tanpa melakukan pergerakan apa pun.
__ADS_1
"Hahaha seperti nya Kau ini tidak bisa menggunakan Pedang. Berikan padaku, akan kuajarkan padamu." Ucap Tuan itu yang masih berusaha mengalihkan rasa sakit nya dengan menghina Trish.
Tanpa kata Trish mendekati Tuan itu hingga jarak semakin dekat, perlahan Trish mengulurkan pedang nya ke Tuan Itu seakan menyerah dan dengan perasaan penuh kemenangan Tuan itu ingin langsung mengambil pedang itu hingga sebelum menyentuh, Trish memutar tubuh nya dan mengunci tubuh Tuan itu dengan pedang nya didekat leher Tuan itu.
"Aku tidak peduli siapa Tuan mu itu! Yang Aku tahu, kejahatanmu sudah cukup sampai disini. " ucap Trish di telingat Tuan itu .
SREET... Tes.. Tes..
Pedang Trish sudah menebas kepala Tuan itu hingga darah nya menetes dari pedang nya, tubuh itu masih utuh tidak terpisah karena Trish tidak ingin membiarkan Tuan itu mati dengan mudah. Semua kawanan penculik yang masih didalam Perisai Api hanya bisa melongo dan gemetar, Mereka memang sadis selalu berpesta dengan para gadis dan menyiksa para gadis tapi setiap melakukan eksekusi pada tawanan pasti akan datang para pembunuh bayaran yang akan datang setiap seminggu sekali. Melihat wajah ketakutan para kawanan penculik tidak membuat Trish melepaskan Perisai Api pada mereka, justru Trish meninggalkan mereka dan menggeledah tempat peristirahan Pemimpin para penculik. Setiap sudut di periksa dengan sangat teliti, semua nya sudah berpindah dari tempat seharusnya, Trish tidak menemukan apa pun selain botol minuman yang cukup mahal bagi seorang Pemimpin para penculik atau bisa saja itu juga hasil jarahan para penculik.
"Argh.. Tidak ada Apa pun sebagai Petunjuk. " ucap Trish dan melemparkan satu botol ke sembarang arah.
Prang... (Sesuatu pecah dari arah botol minuman dilempar)
Dengan langkah beratnya Trish ingin meninggalkan tempat itu tapi saat berjalan ke arah pintu, ada sesuatu yang menarik perhatiannya .
"Akhirnya, Aku harus segera menyelesaikan misi untuk Tujuanku selanjutnya. " batin Trish menyimpan Apa yang ditemukannya dan meninggalkan tempat itu tanpa membebaskan para kawanan penculik yang masih diselimuti Perisai nya, anggap saja itu hukuman mereka. Keselamatan para penculik itu tergantung dengan nasib mereka, selama Perisai Api masih terjaga dan tidak ada yang menghancurkannya maka para penculik akan hidup bagaikan didalam penjara luar biasa.
Para penculik masih bisa bernafas karena hanya oksigen yang tidak memiliki penghalang, sedangkan makanan atau minuman jangan berharap. Anggap lah mereka berpuasa tanpa persiapan dan menikmati panas nya terik matahari dan dinginnnya malam , hanya alam yang selalu bisa mendengarkan teriakan, rintihan, penyelasan dan umpatan para penculik yang perlahan mulai putus asa.
..................
"Bisa kita buat strategi selanjutnya! " ucap Trish setelah menceritakan yang terjadi di tempat para penculik.
"Apa nasibku akan sama seperti mereka. " gumam Lars bergidik ngeri melihat sahabanya lebih memilih menyiksa para penculik dibandingkan menghabisi semua nya.
"Apa? Kenapa menatapku seperti itu! " ucap Trish yang dipandang Lars dengan ekspresi tidak jelas.
"Ayo buat strategi selanjutnya. " jawab Lars mengalihkan pertanyaan Trish.
"Hmm."
__ADS_1
Keduanya mulai membuat strategi dengan beberapa ide meski saling menemui ketidak cocokan tapi keduanya cukup bisa bekerja sama dan membuat strategi selanjutnya dengan serius. Sedangkan di tempat lain kini Clara, Starla
Dan Achela sedang berunding dengan beberapa Peri untuk menitipkan Peri Ghea agar ada yang menjaga selama saudara kembar dan Hewan Suci itu akan berburu keberadaan Giel dan menyembuhkan keduanya.