The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Menangkap Cahaya


__ADS_3

Dentingan suara pedang terdengar sayup-sayup di telinga Trish, mengikuti asal suara itu hingga berjalan ke ujung lorong istana, terang benderang itu yang langsung menyapa penglihatannya. Sekali mengedipkan mata masih terasa silau hingga berjalan ke depn beberapa langkah, menyesuaikan cahaya mata sekitar.


"Luas sekali tempat ini, tapi dimana suara pertarungan tadi? Kenapa tiba-tiba menghilang, apa aku salah tempat. " ucap Trish sambil berfikir.


Sling.. Sling.. Sling.. (Suara lemparan pisau cahaya dari arah depan Trish)


Hap.. Hap.. (Trish melompat menghindari serangan itu)


"Hmm ingin bermain rupanya. " gumam Trish meningkatkan kewaspadaan, menelusuri seluruh tempat itu dengan matanya.


Ting.. Ting.. Ting.. ( suara benda dibenturkan layaknya kode)


"Marilah tunjukkan dirimu! Tidak adil jika bermain petak umpet." seru Trish yang bersiap dengan pedangnya.


Sebuah siluet cahaya muncul didepannya dan perlahan menunjukkan sosok yang amat dikenalnya.


"Clara? Apa artinya penyerangan tadi? " gumam Trish melihat pujaannya yang berpenampilan berbeda, seluruh tubuhnya menyatu dengan cahaya.


"Pergilah! Gadis ini milikku! " seru Sosok itu dan membuka matanya menatap tajam Trish.


"Siapa kamu! Jangan sakiti Clara, Dia hidupku!Kembalikan Clara ku! " seru Trish yang sadar mata itu bukan Clara tapi sosok lain, cahaya itu bukan hanya menyilaukan tapi perlahan memberikan aura kegelapan.


"Hahaha, Memiliki gadis ini menghabiskan setengah kekuatan ku, lalu seenaknya aku lepaskan! Cu.ih! Jangan mimpi! " jawab sosok itu sambil bermain rambut.


"Sepertinya tidak ada cara lain.Baiklah." ucap Trish.


Wush..


Brugh..

__ADS_1


"Auw.. Kep*rat! Rupanya nyali mu besar Pangeran. Aku akan sangat senang bisa menikmati aura mu yang menggiurkan itu. " ucap sosok itu menjilat bibir nya sendiri.


"Jangan Mimpi! " jawab Trish dengan senyuman sinis.


Srak.. Trang.. Brugh..


Serangan demi serangan di lakukan Trish namun sosok itu dengan mudah menghindari ataupun membalikkan serangan. Bagaimana pun Trish juga tidak mau melukai Clara, tapi apa yang harus dilakukan jika sosok itu menguasai tubuh Clara.


"Pangeran hentikan! " seru seseorang dari belakang.


"Pendeta? Sosok itu akan mengambil Clara, bagaimana aku hentikan! " jawab Trish yang melihat Pendeta sudah di ruangan itu.


"Jangan gegabah, Dia sisi lain Clara. Sisi yang harus di musnahkan atau ditaklukkan oleh Clara sendiri. Tak seorang pun bisa melepaskan itu jika Clara tidak bangkit dari alam sadar nya. " ucap Pendeta menjelaskan apa yang terjadi.


"Tapi Clara membutuhkan bantuan kita, apa kita akan diam saja Pendeta? " tanya Trish tidak tahan melihat Clara yang dikuasai sosok lain.


"Tenanglah.Gunakan Hati bukan pedang. Bujuk lah Clara agar mau bangun dari alam sadarnya. Aku akan memanggil yang lainnya. " ucap Pendeta dan mengirimkan surat ajaib ke tempat seharusnya.


"Sangat manis Pangeran. Tapi apakah dirimu pantas bersama dengan gadis ini! Hatinya lemah, selimut kekuatan hanya lah topeng. Aku punya tawaran untukmu. " jawab sosok itu dengan manja.


"Lepaskan Clara, ambil saja diriku jika itu bisa. " ucap Trish dengan wajah serius.


"Bo*doh! Satu tubuh dua sisi, aku juga Clara! " jawab sosok itu dengan kesal.


"Kembalikan Clara ku! Apapun bayarannya akan aku penuhi. " ucap Trish tanpa memikirkan hal lain.


"Wow, sungguh Clara beruntung dicintai oleh mu, tapi Pantaskah cinta mu itu untuk sang Pewaris Kitah Suci? Apakah aura yang hanya sedikit itu mampu melindungi Sang pewaris? Hahaha tidak sepadan. " ucap sosok itu angkuh.


"Katakan apa mau mu? " tanya Trish tanpa menjawab hinaan sosok itu, baginya Clara lebih penting dari hal sekecil itu.

__ADS_1


"Serahkan jiwamu! Aku sangat lapar, jiwamu bisa menghilangkan rasa lapar ku. " jawab sosok itu semakin menjilat bibirnya sendiri.


"Ka Clara. " seru seseorang yang baru datang.


"Akhirnya kamu datang nak. Bantulah Kakakmu pada waktunya. " ucap Pendeta yang di jawab anggukan kepala.


"Apa cukup hanya dengan satu raga? Pasti menyenangkan memiliki raga lain untuk berganti. " ucap Pendeta memancing sosok itu dengan tawaran menggiurkan.


"Gadis itu, wah wah. " ucap sosok itu menatap Starla yang tenang berdiri di dekat pintu.


"Hentikan! Kembalilah Clara, jangan berfikir mengambil Starla juga! " seru Trish dan menutupi tubuh Starla dengan berdiri didepan Starla.


Sling.. Sling..


"Awas Trish. " seru Starla menarik tubuh Trish untuk menghindari pisau cahaya.


Brugh


"Kamu baik-baik saja Starla? " tanya Trish yang jatuh bersama Starla.


"Tenanglah.Kamu ingin Ka Clara selamat bukan? " bisik Starla didepan Trish.


"Dengarlah....... " bisik Starla agar sosok itu tidak mendengar.


"Baiklah." jawab Trish setelah mengerti rencana Starla dan Pendeta.


"Serahkan gadis itu! Atau aku lenyapkan Clara sekarang! " seru sosok itu semakin tidak sabar.


"Jangan! Biarkan Clara tetap hidup, dan ambillah jiwaku. Jangan Clara atau Starla. " seru Trish dengan meletakkan pedangnya ke lantai.

__ADS_1


"Ck..ck.. Ck.. Tidak ada gunanya nyawamu itu! Dia lebih berharga, darahnya mengalir darah yang sama dengan Clara. " jawab sosok itu.


__ADS_2