The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Bunga Teratai Biru


__ADS_3

Di tempat lain seorang pria memuntahkan begitu banyak darah dari mulut dan juga hidungnya hingga wajahnya kini tak memperlihatkan ketampanannya nya, hanya ada mata hitam yang semakin tajam dengan kepalan tangan nya yang menghancurkan gelas ditangannya.


"Sumpah mu Menyalahi Keputusan Ku! Maka Akan ku percepat Rencana ku menjadikan Mu Persembahan Utama Ku! " ucap nya dengan membiarkan rasa sakit itu memenuhi dirinya.


Dengan darah yang masih menetes, pria itu meninggalkan tempat nya dan menenggelamkan tubuh nya ke dalam tempat pemandian. Sedangkan di dalam danau mata, Lady Cristal masih menjalankan meditasi nya meskipun guncangan itu membuat reruntuhan bebatuan di dalam tempatnya bermeditasi.


Perjalanan yang singkat namun membuatnya mendapatkan apa yang di cari nya selama ini perjalanan nya tidak sia-sia dan Takdir masa depan akan segera di mulai. Perlahan mata nya terbuka dengan berhenti nya element air yang menyelimuti tubuh nya, pemandangan yang pertama terlihat adalah keadaan yang begitu kacau di dalam goa batu itu bahkan banyak sekali batu yang sudah hancur tak berbentuk mengelilingi dirinya.


"Jiwa Iblis nya sudah bangkit! Ku harap hati nya masih sama, Aku harus memisahkan Takdir masa depan segera." ucap Clara dengan mengelus perutnya dengan tangan kanan nya dan menatap Dua tangkai Bunga Teratai Biru yang di dapatkan dari perjalanan istimewa.


Wusshh...


Dengan portalnya Clara menuju ke sebuah tempat, tempat yang istimewa dengan milik nya yang istimewa. Awan yang indah dengan castil kecil dengan berbagai senjata terbaik dan kitab-kitab terbaik ada di tempat itu, seekor burung elang yang berukuran besar tengah berbaring dengan tenang di atas awan sembari mengamati setiap Pintu dimensi yang sesekali membawa seseorang masuk dan menjadi penghuni baru di dalam wilayahnya.


Aura yang begitu kuat dapat dia rasakan, aura yang sama dengan pintu dimensi di wilayahnya. Pandangannya menangkap sebuah siluet cahaya biru di depan castil, perlahan menampakkan satu sosok dengan gaunnya yang meneteskan air. Melihat sosok itu, sang elang mengubah wujud nya menjadi kecil dan terbang mendekati kastil, sosok yang di lihat hanya berdiri di depan castil tanpa menoleh ke belakang.


"Bagaimana keadaan mu? " tanya Clara setelah mengetahui elang itu sudah ada di belakang nya.


"Lady Cristal? Apa yang membawa mu ke castil Langit? " balik tanya sang elang.


"Takdir Masa depan! Dan siapkah Sang Elang Penjaga menjadi pelindung Masa Depan? " ucap Clara dan berbalik.


Melihat dua tangkai bunga Teratai Biru di tangan Lady Cristal membuat elang itu menatap tajam dan seakan tidak percaya dengan penglihatannya, Teratai Biru bukan lah hal biasa sejak dahulu kala. Bunga itu seperti tempat untuk melindungi hal berharga, apapun yang akan di lindungi dan di jadikan tempat tinggalnya maka Bunga Teratai Biru akan memberikan seluruh keajaiban dan kekuatan luar biasa. Jika seseorang menaruh seekor anak kelinci yang cacat sekalipun dalam Teratai Biru maka dalam waktu yang singkat kelinci itu akan menjadi sembuh bahkan bisa memiliki kekuatan yang tidak pernah di bayangkan,Bunga Teratai Biru seperti sebuah anugrah namun tidak ada yang tahu di mana harus mendapatkan bunga Teratai Biru.

__ADS_1


"Apa ini arti nya Lady Cristal...? " ucap Elang setelah sadar dengan rasa terkejutnya.


"Apakah Masa Depan Bisa Tumbuh disini? " tanya Clara dengan menunjukkan sesuatu kepada sang elang, dan elang melihat kemana arah tangan Lady Cristal.


Sebuah binar kebahagiaan terlihat di mata Clara dan memantul di mata sang elang, menjelaskan apapun alasannya adalah hal yang baik dan juga hal yang tidak bisa di ucapkan. Dengan perasaannya, sang elang mulai terbang mengelilingi castil itu hingga 3 kali dan membuat sebuah pelangi indah menyelimuti atas castil dengan hujan sinar emas yang menjadikan castil seperti sebuah Istana Khayangan.


"Lakukan lah Lady Cristal, Aku berjanji akan melindungi Masa Depan dengan seluruh jiwa dan Raga ku." ucap sang elang dan kembali ke tempat nya semula dengan mengawasi setiap pilihan alam tentang Takdir masa depan di bawah sana.


Tidak begitu banyak yang berhasil memasuki pintu dimensi milik Lady Cristal, bahkan seakan mereka yang memasuki pintu itu sudah memiliki simbol masing-masing. Setiap simbol seakan mengikuti jalan dan mendapatkan tempat nya tanpa terjadi pertemuan dengan simbol lain, seakan mereka buta dan hanya akan melihat apa yang di inginkan oleh sang pemilik Alam, Sedangkan Clara kini mulai melakukan tujuannya.


*Element Air*


*Element Udara*


*Element Api*


*Element Blind*


Setelah mengucapkan setiap element, satu persatu element mulai membentuk satu kelopak demi satu kelopak lainnya, hingga terlihat sebuah bunga Teratai dari berbagai element yang di miliki Clara. Bungai Teratai element itu menyatu dengan sempurna, sinar pelangi yang berhujan sinar emas seakan tertarik dengan Penyatuan Element itu dan mulai menyerap meninggalkan langit awan Castil dan mulai membuat sebuah kubah yang indah.


Bunga Teratai element itu kini di lindungi kubah pelangi dengan sinar emasnya yang memenuhi ruangan di dalamnya, perpaduan semua nya mampu menyebarkan aura pesona dengan kekuatan berkali-kali lipat. Melihat Penyatuan itu membuat Clara menatap sejenak ke dua arah secara bergantian, rasa nya ingin sekali berlari dan membiarkan masa depan itu bersama nya, namun Takdir mungkin berkhianat hingga jalan ini harus tetap terjadi demi Masa depan.


"Ku harap kalian memaafkan ku, Tapi ini demi Masa Depan dan Kalian lah yang akan meneruskan Perjuangan ku. Meskipun ini sebuah ketidakadilan untuk kalian, tapi kalian lah harapan semua makhluk hidup. Aku sangat mencintai kalian, Kalian harus memulai perjalanan tanpa kehadiranku." ucap Clara dan memulai memejamkan matanya.

__ADS_1


*Cristal Kehidupan*


Dengan melepaskan Bunga Teratai Biru dari tangannya dan menerbangkannya ke atas kubah pelangi, sebuah kitab keluar dari ruang tanpa batas di tangannya dan kitab Suci itu bersinar terang dengan getaran yang luar biasa, Cristal Kehidupan yang menjadi segel Kitab Suci kini terlepas dari tempat nya. Cristal itu langsung menerjang Clara dan membuat Clara menahan rasa sakit yang mengoyak ke dalam perutnya, rasa sakit itu seakan membelah kulit nya secara paksa.


Darah segar yang keluar dari bibirnya karena Clara menggigit bibir nya untuk menahan rasa sakit , rasa sakit yang memisahkan sesuatu dari bagian tubuh nya. Koyakan dan pukulan yang begitu menyiksa tetap membungkam bibir nya, apapun yang di pisahkan dari nya seakan menolak untuk berpisah. Namun Cristal kehidupan semakin menguatkan kekuatan nya untuk mendapatkan apa yang di perintahkan oleh sang pemilik Kitab Suci, setelah perjuangan cukup singkat itu , akhirnya Cristal kehidupan keluar dengan sebuah kantung berdarah terbang berdampingan dengan nya.


Dengan sisa energi nya, Clara mengayunkan tangannya ke arah Cristal kehidupan untuk memasuki Bunga Teratai Biru. Hanya satu Bunga Teratai Biru yang di gunakan oleh Clara dan menyatukan Keduanya dengan membuka kelopak Bunga Teratai Biru yang masih menguncup, Cristal kehidupan meletakan apa yang di ambilnya dan dengan lembut meninggalkan kantung berdarah itu di dalam Bunga Teratai Biru. Dan Cristal Kehidupan kembali menyegel Kitab Suci dan tetap kembali ke ruangan tanpa batas bersama satu tangkai Bunga Teratai Biru yang tersisa ke dalam milik Clara.


*Perisai Cahaya Biru*


Perisai dengan cahaya Biru yang selalu mengalirkan element cahaya Suci mulai melindungi Bunga Teratai Biru yang telah menelan sesuatu yang di tinggalkan Clara, dengan perisai itu pula Clara membenamkan Bunga Teratai Biru ke dalam kubah pelangi. Dimana kini Bunga itu sudah menguncup kembali dan mulai mengeluarkan cahaya yang sama dengan perisai cahaya Biru milik Clara, ini seperti perisai di dalam perisai.


*Berdo'a lah agar Takdir bisa memberikan kesempatan untuk kita semua merasakan kebahagiaan di Masa Depan. Maafkan aku yang mengambil hak kalian untuk tumbuh di dekatku. Cinta ini akan selalu bersama kalian." ucap Clara dengan meletakkan telapak tangannya di atas kubah pelangi.


Dag.. dig.. dug..


Seperti sebuah detakan yang memberikan jawaban atas ucapan Clara, getaran itu meloloskan air mata di sudut mata Clara, dimana rasa tidak berdaya dan rasa sakit yang tidak mampu di tahannya kini tersalurkan dengan tetesan air mata.


"Kuharap Dia memaafkan aku dan mengerti semua yang ku lakukan demi Masa Depan." ucap Clara dan berjalan meninggalkan rangkaian Bunga yang indah dengan berbagai element itu dan mendekati sang elang yang masih mengawasi di bawah sana dengan matanya.


"Tugas mu di mulai, Achela akan mendatangi mu di saat yang tepat. Dia akan menjadi partner mu dalam menjaga Masa depan, Kuharap Aku bisa merubah takdir di depanku. Tapi seperti nya semua itu terlambat sekarang! " ucap Clara dengan mengikuti setiap pergerakan orang-orang di bawah sana.


"Takdir sudah berubah meskipun sedikit, bukankah bukti itu ada di depan Anda Yang Mulia! Dua Bukti sekaligus, mungkin Ramalan itu tidak sepenuh nya akan terjadi. Jiwa murni itu sungguh mampu menulis takdir dengan sedikit darah pengorbanan melewati jalan yang berbeda." jawab elang dengan suara parau.

__ADS_1


"Ku harap begitu, Semoga semua ini benar adanya." ucap Clara mengalihkan pandangan menatap kubah pelangi di castil.


__ADS_2