The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Terpaksa


__ADS_3

Mendengar kalimat yang memang sudah di tahan lama oleh Permaisuri Adreo, kini Raja Dexter tersenyum penuh arti dan mendekati Permaisuri Adreo yang masih menatap nya dengan tatapan tidak suka.


Dengan cepat Raja Dexter menarik tangan Permaisuri Adreo, memutar nya hingga seperti menari, kini Permaisuri Adreo berada dalam pelukan Raja Dexter dengan tangan di belakang.


"Maka pergilah sesukamu! Mulai detik ini, Kuputuskan Ikatan mu dengan Naga Hitam ku! " ucap Raja Dexter dan menggoreskan pisau di lengan Permaisuri Adreo.


Tanpa menunggu jawaban, Raja Dexter menghilang begitu saja meninggalkan Permaisuri Adreo yang ternganga akibat ucapan Raja Dexter yang mampu seperti mencabut nyawanya itu.


"Argh.. Si*l! Pasti akan kudapatkan Naga Hitam tanpa bantuan Mu. Jika perlu akan aku gunakan cara lain! " seru Permaisuri Adreo.


Melihat wanita yang paling dibencinya, membuat sosok tak kasat mata itu senang dengan penderitaan Permaisuri Adreo yang masih belum seberapa dibandingkan dirinya. Sedangkan di Istana Langit beberapa orang yang baru saja masuk ke Istana untuk mengikuti seleksi sebagai pelayan sudah disambut oleh Ibu Suri di ruang pelatihan.


Disisi lain kini Achela sudah membawa pergi Putri Starla dan Pangeran Lars kedalam Hutan Ajaib, tugas nya kini mengawasi kedua nya untuk melatih kekuatan Permata Alam dan senjata nya. Hanya tempat inilah yang bisa menjadi tujuan nya, agar tidak ada musuh yang mencoba untuk mengganggu tugas nya, hanya Hutan Ajaib yang menjadi wilayah milik nya seutuhnya.


Begitu banyak jebakan yang sudah di siapkan oleh Achela di dalam Hutan Ajaib, kini Achela meminta Putri Starla dan Pangeran Lars untuk menuju arah berbeda dan melakukan misi masing-masing. Dimana Pangeran Lars ke arah Utara dan Putri Starla ke arah Selatan, kedua nya hanya memiliki satu tujuan yaitu Bunga Teratai Emas Di Danau Ajaib.


"Hutan ini adalah wilayah ku dan semua yang terjadi di dalam Hutan ini pasti aku ketahui, Tujuan kalian disini untuk melatih kekuatan Permata Alam dan senjata kalian. Jika tujuan kalian menjadi Pendamping Lady Cristal maka kalian harus bisa melindungi diri sendiri dan melindungi orang lain." Ucap Achela.


"Apakah semua ini yang kakakku inginkan? " tanya Starla.


"Ini Takdir Putri Starla, di jalan ini kalian semua harus saling melindungi. Kita tidak tahu siapa saja musuh yang menikam dari depan atau belakang, bahkan Penguasa Kegelapan semakin menunjukkan kekuasaannya akhir-akhir ini. " jawab Achela.


"Dimana Pangeran Trish dan Lady Cristal saat ini? " tanya Pangeran Lars.


"Di tempat seharus nya, perjalanan kalian dimulai dari terbenamnya matahari dan Berakhir hingga matahari terbit lagi! " ucap Achela dan menghilang meninggalkan kedua nya.

__ADS_1


"Hey ada apa Starla? Tenang lah. " ucap Lars yang melihat tunangannya masih menyorotkan kesedihan.


"Apakah bisa aku menjadi kuat seperti ka Clara, setiap kali ka Clara yang melindungi ku. Sedangkan aku hanya membuat nya terluka saja. " ucap Starla menunduk.


"Ayo kita lakukan ini bersama, Kakakmu pasti akan baik-baik saja. " ucap Lars memeluk Starla.


Kedua nya saling menguatkan dan mendukung sebelum memulai pelatihan, sedangkan dalam Kegelapan ruang bawah tanah seseorang tengah meronta meminta pengampunan dari siksaan yang selalu menghampiri nya.


Tap... Tap.. Tap


Suara langkah yang selalu membuat nya meringkuk ketakutan bergema di sepanjang lorong bawah tanah, sorot cahaya kian mendekati nya. Hingga sosok itu berhenti tepat di depan jeruji besi, menurunkan pandangannya untuk melihat kedalam.


"Aammpuun.. Berhentii.. Berhentii.. " racau seseorang yang sudah menundukkan kepala dengan memeluk lututnya sendiri.


"DIAM! Putri mu itu ntah menghilang kemana! Tunggu lah sampai aku berhasil menemukan nya. " ucap sosok itu dan pergi menjauh dari ruangan gelap itu.


Andai saja dulu dirinya juga berfikir licik, mungkin hal mengerikan tidak akan terjadi pada nya, namun semua sudah terjadi. Dirinya hanya menjadi budak nafsu keegoisan Permaisuri Adreo, namun berkat ramuan yang baru saja diciptakan olehnya, kini dirinya tahu dimana harta berharga nya di sembunyikan.


*Bola Api* ucap sosok tak kasat mata .


Beberapa bola Api di lemparkan ke atas untuk menerangi tempat bawah tanah itu, di dalam penjara itu ada rantai besar yang mengikat tangan dan kaki seseorang. Pakaiannya sangat lusuh, rambut yang di biarkan panjang tak terurus namun saat wajah itu terangkat. Wajah nya sangat mengerikan, begitu banyak goresan menghiasi di wajah nya, mata satu nya sudah menghilang ntah kemana, wajah itu sudah tak secantik dulu. Namun dia lah harta berharga Milik nya, wanita yang membesarkannya tanpa mengeluh sedikitpun, dia lah wanita yang mengajarkan banyak hal dalam hidupnya hingga hari petaka itu datang.


𝙁𝙡𝙖𝙨𝙗𝙖𝙘𝙠


"Pergi Dari Rumahku! Aku tidak ingin mengotori tanganku untuk Tujuan Anda, Keluar! " ucap ku.

__ADS_1


"Hahaha, akan kulihat kesombonganmu ini saat kau memohon ampun atas tindakanmu! " jawab tamu ku dan meninggalkan rumahku.


"Nak, sebaiknya ber hati-hati untuk sementara. Ibu bisa melihat kebencian dan dendam yang sangat dalam dari wanita itu. " ucap ibu ku yang melihat semua kejadian hari itu.


"Iya bu, jagalah diri ibu dirumah. Rosea harus mencari beberapa bahan untuk ramuan baru. " ucap ku sambil mencium tangan ibu ku dan meninggalkan rumah dengan diiringi senyuman manis sang ibu.


Hingga malam hari akhirnya pencarian beberapa bahan ramuan sudah ada di kantung Kain, dengan senang nya langkah kaki ku berjalan kembali ke rumah namun semua nya seakan menjadi hancur dunia ku ketika melihat kekacauan di dalam rumah ku. Aku berteriak memanggil ibu ku di setiap ruangan dan di halaman rumah, keadaan rumah yang sangat hancur sudah pasti ada yang sengaja menghancurkan nya namun dimana ibu nya dan bercak darah siapa yang menghiasi lantai rumah nya. Perasaan nya sungguh tidak karuan, air mata nya luruh tanpa penghalang, berharap dalam hati nya ibu nya akan baik-baik saja dan ditemukan.


"Ibuuuu.. Hiks.. Hiks.. " teriakku dengan duduk diatas tanah kering.


"Hahahaha malang sekali nasib ibu mu. " seru seseorang dihadapannya .


Suara tawa yang sama, pandangan ku langsung tertuju seseorang di depan ku dan benar saja wanita egois itu sudah berdiri di depan ku.


Wuss.. Hap..


Benda kecil yang di lemparkan ke arah ku, ku tangkap dan kuperhatikan. Cincin bermata hijau itu sangat ku kenali, cincin kesayangan ibu nya namun ada darah di cincin itu, rasa takutnya kini kembali menyerangku. Hingga suara wanita egois itu mampu membuat ku merasakan mati ribuan kali, bahkan bibir ku tak mampu mengucapkan satu kata.


"Jadilah Budak ku! Jika kau menuruti semua Perintahku, Maka Hidup Ibu mu akan selamat. Satu Penolakan dari mu, maka Ibu mu yang akan menerima hukumannya." Ucap wanita egois itu dengan nada ancaman.


Dengan terpaksa aku menyetujui semua nya tanpa terkecuali, bahkan menghilangkan nurani nya demi keselamatan nyawa seorang ibu .


................ ...


"Ibu, ini aku Putri mu Rosea. " ucap sosok tak kasat mata yang perlahan menunjukkan dirinya.

__ADS_1


Air mata yang membasahi wajah penuh luka itu membuat sosok tak kasat mata tertunduk di depan jeruji besi di depan nya hingga kedua nya saling menatap memancarkan rasa rindu yang dalam.


__ADS_2