The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Element Udara Dan Air *Kembalinya Pedang Azalia*


__ADS_3

"Ayo kita berlatih sesaat, sebelum berpisah Dan Gerhana Bulan itu menelan semua kebaikan di Alam ini." ucap Clara bangun dari duduk nya dan meninggalkan ruangan tanpa batas diikuti oleh Achela.


Danau Ajaib menjadi pilihan Clara, disinilah Clara bisa menyatukan ke empat element Air, Udara, Tanah dan Api, Namun Clara hanya ingin menyatukan element Air dan Udara dimana Achela pasti bisa menyeimbangkan kedua element itu bersama nya. Dengan element Air Clara melangkah menapaki Permukaan air langkah demi langkah tanpa membekukan air nya, sedangkan Achela harus terbang agar bisa tetap berada di samping Tuannya.


Ayunan demi ayunan dari tangan yang lembut nan gemulai itu mengalirkan Udara disekitar menyatu menjadi sebuah pusaran membawa tetes demi tetes air yang semakin menyatu menjadi pusaran Angin dan Air, dengan tenang Achela mengikuti setiap gerakan Tuannya, sungguh gerakan itu sangat tenang hingga Achela harus mencoba beberapa kali karena tidak mudah mengendalikan element berbeda menjadi satu.


Pertama kali mencoba hanya mampu mengangkat Aliran Udara sekian detik yang berakhir pecah , mencoba lagi dan lagi dengan lebih fokus namun selalu saja usahanya tidak mencapai tujuannya. Ada Kala nya pusaran itu hanya Angin yang semakin membesar dan ada Kala nya Air yang terbawa justru pecah hingga menguyur tubuh mungilnya, Clara yang melihat Achela masih berusaha menyeimbangkan gerakan nya hanya bersabar hingga Hewan Suci itu bisa merasakan Aliran Udara dan Air dari tangan nya sendiri dan mampu menyatukan kedua element itu.


"Pejamkan mata mu Achela dan biarkan Jiwa mu merasakan setiap Aliran Element Udara dan Air dengan tenang, Lepaskan semua yang masih tersimpan di dalam hati dan fikiranmu." ucap Clara sekali lagi menunjukkan pengendalian Element Udara dan Air dengan penuh ketenangan.


Kali ini Clara juga menutup mata nya membiarkan Angin yang berhembus meniup Rambut hitam nya yang terurai, merasakan sentuhan Element Udara dijari jemarinya. Ayunan tangan nya mulai menyapu Aliran Udara dengan irama searah, Udara yang semakin menyelimuti tubuh nya dengan membentuk pusaran perlahan membawa tetes demi tetes air menyatu bersama pusaran Angin. Achela melepaskan semua beban hati dan fikirannya dengan menghembuskan nafas, memejamkan mata nya membiarkan Angin menyapa jemari mungilnya. Sentuhan itu mulai terasa seakan menjadi benang ikatan dengan Aliran yang terasa , Achela memulai gerakan seperti yang Tuannya lakukan, Perlahan pusaran Angin terbentuk dengan air yang menyatu.


Grebb.. Wuss..


Penyatuan Element Udara dan Air dari dua insan berbeda itu saling menyatu menjadi sebuah pusaran bening yang menyelimuti kedua nya. Element Udara itu kini menjadi pertahanan Element Air, kedua Element itu akan menjadi kekuatan yang luar biasa ketika semakin dilatih. Clara membuka mata nya bersama dengan Achela, dimana kini kedua nya sudah ber bagi kekuatan dari kedua element itu.


*Petir Cahaya Biru* ucap Clara Melemparkan kilat menggelegar itu ke pusaran bening didepannya dengan kekuatan terendah milik nya.


Duar... Duar.. Duar...


Beberapa ledakan terjadi dengan adanya benturan Petir Cahaya Biru dan Penyatuan kedua element itu, meski pun kedua insan itu masih di dalam pusaran tak membuat kedua nya terluka sedikit pun akibat ledakan itu.


*Pisau Bintang* ucap Achela dan melemparkan pisau nya ke pusaran bening didepannya, namun pisau Bintang memantul kembali pada nya dengan kecepatan berkali-kali lipat meluncur bagaikan hempasan Angin karena Achela melemparkan pisau itu dengan kekuatan penuh.


Grebb.. Wushh...


Clara dengan secepat Angin pula memeluk Achela dan menghilang dengan portal nya sebelum pisau itu menembus tubuh Hewan Suci itu, hanya dengan satu kedipan mata kini Achela dan Clara sudah di luar pusaran bening.


"Aku baru tahu Hewan Suci yang sudah hidup ratusan tahun menjadi ikut ceroboh karena terlalu sering bersama orang ceroboh. " ucap Clara melepaskan Achela dari pelukannya, melihat Achela yang melepaskan pisau Bintang dengan kekuatan penuh membuat Clara tidak habis fikir.


Brugh...


"Awww.. Ternyata sakit juga jatuh. Eh tapi ini kan air, lalu kenapa tidak tercebur? " ucap Achela seketika menatap di bawah nya.


Air danau sudah membeku dengan pemandangan indah di bawah sana, ini seperti sebuah cermin yang sengaja di tempatkan di atas Permukaan air. Ikan-ikan yang masih bebas berenang, tumbuhan yang meliuk-liuk mengemaskan dan Bunga Teratai Emas yang ikut membeku di atas nya saja, tentu saja semua itu karena ulah Tuannya. Clara yang melihat Achela teralihkan dengan keindahan alam itu hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala, andai saja semua kelebihannya memang hanya untuk digunakan menikmati alam pasti akan ada waktu untuk nya duduk dan memandangi semua karunia Tuhan.

__ADS_1


Namun sekali lagi bayang-bayang masalah di setiap kerajaan dan Wilayah Alam lain yang di ambang kehancuran membuat dirinya harus melepaskan keinginan hati nya demi menyelesaikan tanggung jawab nya. Bahkan akhir-akhir ini kenangan kehidupan sederhana di Hutan Bisu semakin membuat nya rindu akan dunia tanpa kerumitan dan hanya penuh kepolosan dan ketenangan, Tidak ada yang memberikan kepercayaan ataupun harapan disaat itu. Hidup nya hanya tentang belajar ramuan pengobatan dan menikmati waktu bersama sang Nenek tercinta, hingga semua berubah tanpa persetujuan dari nya.


Patut bersyukur atas apa yang di miliki dirinya saat ini meski semua itu tidak lah gratis, mendapatkan keluarga yang selama ini hanya menjadi khayalan masa kecilnya. Memiliki Kekuatan yang tiba-tiba setara dengan Sang Nenek bahkan lebih jika itu dipertanyakan saat ini, namun seiring kehadiran semua yang di miliki nya saat ini, banyak tanggung jawab yang sudah menyertai setiap anugrah yang di dapatkan nya. Terkadang jalan yang sulit harus diambil bukan dengan hati, meski pun begitu banyak Pendamping dan orang-orang yang mencintai dan mendukungnya tetap lah Hanya dirinya sendiri yang akan menapaki duri dijalannya.


"Achela bangkit lah dan lihat lah ke dalam pusaran bening itu! Dari sini kamu bisa mencoba menghancurkan Pusaran itu, aku hanya akan melihat. Kamu bisa mengeluarkan semua kekuatan mu tanpa terkecuali kekuatan tertinggi mu bahkan menggunakan pedang yang selama ini kamu simpan. " ucap Clara.


Gleek...


"(Bagaiman Tuanku melihat pedang itu, bahkan aku sudah menyimpan pedang itu selama puluhan tahun sejak terakhir aku menggunakan nya)" batin Achela.


"Aku juga bisa mengambil semua yang tersimpan di ruang tanpa batas mu ini! Apa mau mencoba nya Pendamping ku? " ucap Clara berjongkok dan menggenggam kaki kanan depan milik Achela.


"Ampun Lady Cristal, Aku tidak bermaksud... " jawab Achela menunduk.


"Hey! Jangan pernah menundukkan Kepala mu di Hadapanku! Kamu itu Pendamping ku bukan tahananku, dan untuk hal ini Aku hanya bercanda. Cepat lah uji Pusaran bening itu, agar kita segera melanjutkan tugas lain nya. " ucap Clara mengelus Kepala Achela dengan lembut.


Hanya sebuah senyuman yang sangat manis muncul di bibir Tuannya , seandainya dirinya bukan seekor Kucing tapi seorang Pangeran sudah pasti akan menjadi kan Tuannya itu pasangan hidup nya. Tapi Takdir nya hanya lah menjadi Hewan Suci yang sudah hidup ratusan tahun karena keabadian, menjadi seorang Pendamping Lady Cristal yang selalu memberikan kepercayaan untuk setiap tugas nya itu pun sudah cukup untuk nya.


*Pisau Bintang*


*Panah Cahaya Emas*


Sling...Sling..Duar ... Duar.. Ctaarr.. Ctaarr...


Dentingan semua kekuatan yang menyerang pusaran bening itu hanya membuat pusaran itu goyah sedikit saja dan kembali seperti semula, bahkan pisau Bintang yang memantul harus di tepis Tuannya dengan tangan nya menggunakan Element Udara agar bisa menyamai kecepatan berkali-kali lipat dari pantulan Pisau Bintang yang sudah berbalik arah. Sedangkan Achela sudah mengerahkan seluruh kekuatan nya kecuali satu senjata yang sudah tersimpan di ruang tanpa batas milik nya, Ada sedikit keraguan untuk kembali menggunakan pedang itu namun penyatuan kedua element itu masih dengan gagahnya berdiri didepannya sedangkan Tuannya menginginkan dirinya untuk menghancurkan pusaran didepannya itu.


*Pedang Azalia* ucap Achela memejamkan mata nya.



Wusss... Traang...


Kilatan Cahaya keluar bersama sebuah kilauan yang sangat tajam, bau darah yang sangat menyengat bisa tercium dengan jelas. Ada getaran yang menggoyahkan tempat kedua nya berpijak, seakan alam menyambut kedatangan Pedang Azalia. Terlihat jelas Keraguan di mata Achela ketika memanggil Pedang nya itu dan itu tak luput dari penglihatan Clara, tapi semua ini harus terjadi demi Masa depan. Bukan nya Clara tidak tahu apa itu Pedang Azalia yang di miliki Hewan Suci nya namun dengan munculnya Pedang Azalia maka musuh-musuh yang masih bersembunyi akan mulai menampakkan diri mereka.


Pedang Azalia adalah Pedang Bertuah yang menjadi lambang awal peperangan, Siapapun yang memiliki Pedang Azalia akan memiliki kekuatan luar biasa dengan darah sebagai makanannya. Jika sang pemilik nya tidak mampu mengendalikan jiwa mereka sendiri maka Pedang Azalia akan mengambil alih kekuasaan sang Pemiliknya, yang berarti hanya akan Ada jiwa iblis yang menghancurkan segalanya.

__ADS_1


Perlahan Achela terbang mendekati kilatan tajam itu dan mengambil kendali Pedang Azalia sebelum Pedang itu lepas kendali, Aliran yang sama dengan Aliran puluhan tahun lalu membuat Pedang Azalia langsung diam menerima Tuannya. Sekali hingga dua kali ayunan Pedang Azalia yang di arahkan ke pusaran bening itu sudah cukup, Kilatan tajam membentuk sebuah Pedang menerjang pusaran itu hingga tembus ke Sisi lain pusaran.


Traang.. Traang.. Wuss.. Jdeuuar...


Ledakan yang menyemburkan Air dan Udara itu membasahi seluruh tempat di atas Danau Ajaib tak terkecuali Clara dan Achela, Achela yang masih gemetar karena kembali nya Pedang Azalia yang sudah susah payah di singkirkan oleh nya itu. Melihat rasa khawatir dan Keraguan Achela membuat Clara sedikit merasa bersalah, tapi ini sudah waktu nya semua Senjata kebaikan dan Kejahatan harus muncul dan kembali berperang satu sama lain.


*Cahaya Biru* ucap Clara menyentuh ujung Pedang Azalia yang masih digenggam Achela.


Seketika Pedang Azalia yang semula mengeluarkan bau darah tersamarkan dengan Aliran Kekuatan milik Clara dengan sebuah Cahaya Biru yang berubah menjadi sebuah benda padat bercahaya perlahan menutupi Pedang Azalia dengan sempurna, Pedang itu terlihat menjadi seperti pedang biasa saja tanpa aura mematikan. Alangkah terkejutnya Achela yang melihat Tuannya menetralkan kekuatan Pedang Azalia, bahkan untuk mengalahkan Pedang Azalia siapapun harus mengorbankan jiwa seseorang tapi dengan mudah nya Tuannya menetralkan kekuatan Pedang Azalia dalam hitungan detik. Sungguh jiwa murni yang sesungguhnya ternyata lebih dari yang dibayangkan oleh nya, semakin bersama Tuannya membuat Achela semakin menghormati Tuannya itu.


"Ingat lah ini Achela, Pedang Azalia akan tetap tenang selama tidak terkena satu tetes darah di setiap kilatan tajam nya. Perisai ini hanya sebagai sarung hidup untuk Pedang Azalia, sekali perisai ini terlepas maka Musuh yang merasakan keberadaan Pedang Azalia akan memburu mu untuk merebut Pedang Kegelapan ini." ucap Clara memberikan peringatan.


"Baik lah. Pergilah bantu Sesepuh Helius di Wilayah Daratan, dengan adanya Pedang Azalia di tangan mu maka siapapun pengikut ilmu Hitam dan pengabdi Kegelapan akan mudah terlihat dengan mata manis milik mu itu. Jaga diri mu Achela,jalan kita semakin sulit dengan awan Hitam disekeliling kita. " ucap Clara dan mengelus Kepala Achela sebelum meninggalkan Hewan Suci nya itu.


......................


"Akhirnya kembali juga Pedang Azalia, Sekarang sudah waktu nya untuk merebut Pedang itu kembali. Rasa nya tanganku sudah tidak sabar untuk menggenggam Pedang Azalia, Siapapun yang memiliki nya saat ini akan Kupastikan sebagai persembahan utama. " ucap seseorang dengan suara beratnya di balik Kegelapan tempat nya berbaring.


Getaran yang cukup dasyat menguncang Istana nya, membuat pelayan berlarian tanpa arah namun sang Raja tidak peduli dengan teriakan dan guncangan sesaat itu. Senyuman penuh ambisi menghiasi bibir Hitam nya yang seakan memakai arang untuk mewarnai nya, Bunga-bunga keserakahan mulai bermekaran di dalam mata putihnya.


...*********...


.


.


. **Hay Reader 😊...


. Salam ya dari Author.. 😁🤭


. Alhamdulillah hari ini up lagi lebih banyak dari sebelum nya, hehe jujur saja nih author nya lagi Kejar target biar bisa selesai novel The Last Sky Kingdom..


.


. Btw nih ya meski lagi kejar target bukan berarti author bakalan nulis asal-asalan loh ya... 😁

__ADS_1


. Tetep pakai alur dan feeling loh.. jadi tetep kasih semangat, lik3, comm3nt ma support ya 🥰**


__ADS_2