The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Story of Risa "Part 8"


__ADS_3

Deby kembali istirahat setelah menangis dipelukan Lafy Cristal, sedangkan kini Lady Cristal pergi keluar dari penginapan, berjalan di sekeliling penginapan mencari informasi yang dibutuhkannya.


"Lady , bukankah ini waktunya pergi dari wilayah ini? " tanya Peri Henna


"Tugasku masih belum selesai , Biarkan Deby mendapatkan kehidupan layak. " jawab Lady Cristal dengan batinnya.


Peri Henna masih hanya menjadi bayangan tanpa wujud, karena tidak ingin ada kehebohan melihat seorang peri, disaat membantu menghilang Lady nya dan juga Deby pun dirinya juga hanya menjadi bayangan saja . Mendengar jawaban dari Pendamping nya tentu dirinya hanya bisa menuruti nya selama itu demi Tanggung Jawabnya yang sekarang menjadi jalan hidupnya.


"Pergilah, Masalah yang akan datang biarkan aku yang menyelesaikan. Kembalilah ke penginapan dan bawa Deby pergi dari sana, kamu tahu kan kemana dia harus tinggal. " perintah Lady Cristal.


"Bagaimana aku meninggalkan Lady sendirian? " jawab Pery Henna dengan nada protesnya.


"Apakah aku begitu lemah untukmu? " tanya Lady Cristal dengan serious.


"Bukan itu maksudku Lady. " jawab peri Fryra berdecak sebal karena perdebatan nya dengan Lady Cristal.


"Sekarang pergilah! Sebelum terlambat. " perintah Lady Cristal dengan sebuah peringatan tegas.


"Aku akan kembali. " jawab Pery Henna langsung menghilang tanpa menunggu jawaban dari Lady nya.


"Hmm syukurlah pergi juga. Saatnya aku melakukan tugasku. " gumam Lady Cristal.


.................


Di sebuah Rumah yang dijadikan tempat hiburan malam, banyak pria dari berbagai kalangan, target nya seseorang yang berasal dari keluarga bangsawan, tatapan semua pria yang tengah asyik menikmati minuman dan tarian para penghibur, seketika teralihkan karena kehadiran seorang wanita bertopeng, auranya sangat terlihat mengagumkan dan membuat siapapun berkhayal akan kecantikan wajah di dalam topeng itu. Dengan tergesa-gesa seorang wanita Tua yang menjadi pemilik tempat itu menghampiri Wanita bertopeng itu.

__ADS_1


"Permisi nona, ada yang bisa saya bantu? " tanya wanita Tua itu dengan lembut.


"Satu jalan menuju Istana. Dia lah yang ku inginkan. " ucap wanita itu dengan penuh kelembutan, membuat siapa saja yang mendengarnya berfantasi liar.


"Tunggulah, belum datang nona. Silahkan duduk dulu. " ucap wanita tua itu.


"Kamar kelas atas . Disini menjadi tontonan gratis. " jawab wanita bertopeng itu dengan nada malasnya.


Wanita tua pemilik tempat hiburan malam hanya tersenyum dan memberikan isyarat agar wanita bertopeng itu mengikutinya ke dalam,Aura dan barum parfum yang ditinggalkan wanita bertopeng membuat setiap pria disana mabuk kepayang terkecuali satu orang yang sedari tadi hanya diam duduk mengawasi tanpa memberikan Ekspresi.


"Aura nya sama tapi apa yang dia lakukan di tempat seperti ini. " batin orang itu.


.................


Sebuah kamar yang indah namun tetap saja ntah berapa banyak gadis yang menjadi pelampiasan ***** laki-laki tidak bermoral, meski terkadang pekerjaan itu menjadi pilihan masing-masing, tapi bukan itu yang ingin dicarinya, tugasnya yang mengharuskan dirinya turun tangan dengar caranya, meskipun harus masuk ke dalam tempat seperti surga dan neraka kedua sisi. Surga bagi para kaum yang mencintai dunia ***** dan penyimpanan dan neraka bagi para kaum yang terpaksa memberikan surga. Penjelasan dari wanita tua itu dengan memberi tahu kan beberapa info tentang para pelanggan yang mungkin akan diminati oleh Wanita didepannya ini.


Wanita tua itu keluar dari kamar wanita bertopeng tadi dan kembali ke ruang hiburan berharap pelanggan nomer satunya datang malam ini.


"Permisi.Saya ingin bermalam dengan wanita bertopeng tadi. " ucap seorang pria tanpa basa basi.


"Apa kamu berasal dari Kerajaan. " tanya wanita tua itu dengan seksama melihat penampilan pria didepannya.


Pria itu menunjukkan sebuah segel sebuah kerjaan dan wanita tua itu berbinar melihat itu, tentu saja karena wanita bertopeng tadi sudah membayarnya dengan cukup banyak dan keinginan pelanggan nya juga akan terpenuhi.


"Hmm.Sekarang bisakah? " ucap pria itu memastikan kembali.

__ADS_1


"Mari." ucap wanita tua itu mengantarkan ke kamar wanita bertopeng.


...............


Setelah sampai didepan kamarnya, sang pemilik tempat hiburan pergi dan membiarkan sesama tamunya bercengkrama.


"Siapa kamu? Urusan apa! " ucap Wanita bertopeng ketika melihat seorang pria didepannya.


"Apakah harus sedingin itu? Untuk apa wanita baik berada ditempat seperti ini. " jawab pria itu dengan memandang intens ke wanita bertopeng.


"Hmm.Siapa dirimu hingga aku harus menjawabnya! " balas wanita bertopeng.


"Percuma berdebat. Alasan mu pasti sangatlab kuat. " ucap pria itu menghela nafasnya.


"Masih ada hal lain? " tanya wanita bertopeng itu.


"Panggil aku Luzca. Jangan anggap aku tidak mengenali mu Risa! " ucap pria itu mendekati wanita bertopeng.


"Pergilah! Bukan waktunya untuk kehidupan ku. Jika Takdir memang ada, kita akan bertemu lagi. " jawab wanita bertopeng itu dengan memalingkan wajahnya ke arah lain.


Melihat keseriusan wanita didepannya tentu membuat nya paham jika wanita itu sedang melakukan sesuatu yang sangat penting, seperti dirinya yang sedang melakukan tugas nya juga. Dengan berat hati pria itu meninggalkan gadis didepannya, namun bukan berarti melepaskan gadis itu ditempat dunia gelap seperti itu. Membiarkan dan mengawasinya hanya itu jalannya, ntah kenapa hati nya tidak rela melihat gadis itu menjadi tontonan banyak pria meski wajahnya tidak terlihat oleh siapapun, tetap saja aura gadis itu sudah membuat pria berfantasy tidak karuan.


................


"Tuan maaf wanita jal*ng dan penolongnya itu sudah tidak ada di penginapan. " ucap orang yang baru saja datang dengan raut wajah ketakutan .

__ADS_1


"APA! Cari kemanapun Gadis Tidak Tahu Diri itu! Aku mau Peri yang bersamanya! " perintah orang yang mendapatkan informasi dengan nada tingkat tinggi membuat orang-orang yang mendengarnya langsung menciut nyalinya. Dengan buru-buru semua keluar mencari kemana-mana , asalkan menemukan sasarannya, atau justru kepala mereka yang menjadi korbannya.


__ADS_2