The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Pertemuan


__ADS_3

Lautan biru sudah kembali tenang, namun pemandangan yang terlihat untuk pertama kali nya disaat mata nya terbuka setelah melakukan meditasi adalah para Naga yang memenuhi sekeliling nya. Begitu banyak jenis Naga di tempat nya ber meditasi karena tempat itu adalah wilayah Dimensi para Naga, tempat teraman untuk Para Naga. Meskipun Naga Tlexcitly Belenda adalah Naga Suci tapi masih banyak Naga lain yang memang tinggal di Dimensi Naga dimana tempat itu hanya bisa didatangi oleh para pemilik Naga.


Setelah meditasi pertamanya yang memakan satu musuh di dalam gua, membuat Putri Clara mengirim Naga Suci ke Dimensi para Naga. Kekuatan yang berasal dari Aura sang Naga sangat lah menarik perhatian para pemburu dan musuh, dirinya tidak ingin jika Naga Suci harus sibuk melindungi diri dari berbagai sosok yang tidak diinginkan. Kini meditasi keduanya dilakukan di Dimensi para Naga agar sekali lagi tidak mengulang kejadian masa lalu, jiwa dan raga nya kini sudah pulih kembali. Tidak menyangka satu Permata Alam yang sudah menyatu dengan kegelapan mampu melukai nya hingga begitu dalam mungkin jika Permata Alam itu tidak dikeluarkan dari tubuhnya secepatnya , Jiwa nya tidak akan selamat meski pun dirinya seorang Lady CRISTAL tetap saja kekuatan kegelapan tidak bisa bersatu dengan nya.


"My Dragon pergilah dan lindungi Klan Mu hingga Takdir Kita Bersatu. Dari jalan ini kita harus berpisah, Pastikan tidak satu pun dari Klan Naga yang akan keluar dari Dimensi para Naga , Bulan Merah Akan terjadi tidak lama lagi. Pastikan Portal Dimensi para Naga tidak terbuka, Aku akan kembali menemui Pangeran Trish. " ucap Lady Cristal yang bisa didengar oleh para Naga.


"Seperti Perintah anda Lady Cristal. Berhati-hati lah, Naga Hitam masih di luar sana dan pemilik nya sudah berdarah kegelapan. " jawab Naga Suci.


Iringan Naga yang di pimpin Naga Tlexcitly Belenda kini menjauhi Clara dengan membelah cakrawala berselimutkan awan menghilang dalam pandangan secepat kilat. Kekuatannya kini sudah kembali dan lebih terasa kuat hingga di setiap aliran darahnya, namun sejak awal bermeditasi hingga selesai masih belum ada tanda perisai nya dihancurkan.


Wushh....


Menghilang dengan portal nya menuju titik persimpangan didalam gua, perisai itu masih menyelimuti lorong gua yang menjadi tempat pelatihan Pangeran Trish.


"Lebih baik aku biarkan saja, aku harus mengikuti pertemuan itu. Sebaiknya aku meninggalkan pesan di dinding gua, yah itu lebih baik. " gumam Clara.


*Pisau Cahaya* ucap Clara.

__ADS_1


Sebuah pisau Cahaya kini sudah menorehkan kata demi kata untuk Pangeran Trish, dengan pesan di dinding gua ini maka Clara tidak harus menunggu Pangeran Trish kembali. Kini tujuannya adalah menyiapkan Takdir nya, sudah waktu nya untuk kembali.


Wushh..


..........


Ruangan tanpa batas itu kini sudah kembali menjadi tempat pertemuan rahasia, kali ini hanya para sesepuh yang hadir. Para Pangeran yang mengikuti pertemuan tidak ada yang hadir karena tugasnya masing-masing, Achela sudah menyiapkan segalanya seperti yang di perintahkan Tuannya. Semua orang yang menghadiri pertemuan itu berbicara dengan ketegangan, begitu banyak perdebatan hingga berujung ketidak setujuan.


"Hentikan! Apa kalian semua anak kecil hah! Ini masalah serius tapi masih saja kalian mengedepankan keras Kepala dan ego masing-masing. Pendeta bukankah sudah waktu nya semua tahu keadaan yang sebenarnya? " ucap Achela yang sudah muak mendengarkan para manusia yang tidak mau mendengarkan orang lain.


Diwaktu bersamaan Pintu masuk terbuka dengan perlahan, dengan sebuah suara yang sangat dikenali Achela dan sang Pendeta, keduanya sudah menyadari siapa yang akan memasuki ruang pertemuan itu.


"Aku Izinkan! " ucap seseorang dengan terbuka nya Pintu Ajaib itu.


Tap.. Tap.. Tap..


Semua kini beralih memandang Pintu masuk, bayangan itu semakin mendekat dengan Cahaya yang menutupi sosok nya hingga Pintu tertutup. Barulah terlihat seorang gadis cantik berpakaian bangsawan, tubuhnya yang mungil dengan wajah manis nya, mata tajam bak elang pemangsa, gadis yang memiliki aura begitu kuat hingga menggetarkan para mata yang memandang nya tanpa berkedip. Hingga sosok nya sudah berdiri didepannya semua orang, tidak seorang pun mampu mengalihkan pandangan mereka dari gadis itu , seolah semua nya sudah tenggelam dalam sihir pemujaan.

__ADS_1


"Perisai Emas* ucap Achela.


Melihat begitu banyak pandangan yang tidak nyaman membuat Achela melindungi Tuannya dengan sebuah perisai Emas yang menjadi penghalang antara Tuannya dengan para sesepuh yang mengikuti pertemuan itu, dengan perisai itu semua kembali sadar tanpa harus menegur satu per satu. Ada yang tidak percaya dengan penglihatan mereka, ada yang bergumam memuja kecantikan Tuannya, ada pula yang berusaha bersikap biasa saja setelah sadar bahkan hanya Sang Pendeta yang tidak terpengaruh dengan aura Tuannya.


"Sebelum kalian ber tanya, akan ku jelaskan siapa gadis cantik di hadapan kalian ini. Sebelum nya kalian pernah bertemu dengan nya, dia adalah Sang Lady Cristal pewaris Kitab Suci dan Pedang Suci. Sudah waktu nya kalian mengetahui pemimpin baru tiga Alam, sekarang sudah waktu nya untuk mengakhiri kegelapan. " ucap Sang Pendeta.


Para sesepuh mendengarkan itu dengan baik dan berakhir saling pandang, Clara bisa mendengarkan setiap keluhan, keraguan dan hal lain nya dari para sesepuh. Namun tanpa mengubah wajah nya yang datar tanpa senyuman, Clara tidak membuat semua percakapan fikiran dan hati para sesepuh itu menjadi masalah untuk nya.


"Aku tidak akan mengulang kejadian masa lalu! Dimana harus menunjukkan kekuatanku hanya untuk membuat Kalian percaya. Pintu masih terlihat jelas disana, Siapa pun bisa meninggalkan pertemuan ini. Tapi ingat lah satu hal, Sebagai Pewaris Kitab Suci bukan berarti aku tidak membutuhkan dukungan, kekuatan ku akan sempurna bersama kalian. Maka pilihlah jalan kalian, dimana kepercayaan kalian akan berlabuh." ucap Lady Cristal.


Para sesepuh merasa malu karena fikiran mereka masih penuh keraguan, namun mendengarkan Seorang pewaris Kitab Suci yang tidak memaksakan kepercayaan mereka membuat para sesepuh melunak. Terlebih lagi setelah mengingat bagaimana kejadian di pertemuan pertama mereka dengan Lady Cristal yang berakhir dengan pertunjukan kekuatan. Bahkan tanpa dukungan para sesepuh pun, sebenarnya Lady Cristal mampu menyelesaikan setiap masalah yang sedang bergejolak di atas tempat berpijak. Namun kerendahan hati Lady Cristal sudah mencuri rasa hormat dari para sesepuh, Achela pun ikut merasa malu karena dirinya masih mudah mengikuti amarahnya.


"Baik lah seperti nya tidak ada yang ingin pergi. Mari kita selesaikan masalah yang sedang bergejolak panas, Katakan satu per satu dan aku akan mendengarkan kalian." ucap Lady Cristal setelah menunggu beberapa saat untuk memberikan kesempatan pada para sesepuh memutuskan tindakan masing-masing.


Dengan tenang Clara berdiri didepan para sesepuh mendengarkan setiap keluhan para sesepuh tentang setiap masalah yang di anggap serius, tentu saja dengan perisai Emas yang masih menjadi pembatas. Clara sengaja tidak menghancurkan perisai itu hanya untuk menetralkan aura nya yang mampu mengalihkan perhatian para sesepuh, sudah hampir 3 jam para sesepuh mengutarakan setiap masalah yang hanya di didengarkan tanpa senyuman ataupun jawaban.


"Seperti nya semua sudah mengatakan permasalahan yang ada, Anggap lah aku seperti Putri kalian. Mari kita mencari solusi dan jalan setiap masalah yang menghadangi kita, satu permasalahan akan mendapatkan banyak solusi dari kita semua." ucap Lady Cristal.

__ADS_1


__ADS_2