The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Menangkap Cahaya 2


__ADS_3

"Ambillah Ragaku! Lepaskan ka Clara. " seru Clara berdiri di depan Trish yang masih berlutut.


"Wah wah tidak percuma kehilangan setengah kekuatan ku hanya untuk muncul menguasai raga ini. Dan lihatlah mendapatkan hadiah yang luar biasa. "


Sosok itu mulai memisahkan diri dari raga Clara, hanya sebuah cahaya yang beraura menyeramkan, perlahan cahaya itu meninggalkan raga Clara dan Clara yang masih belum sadar akan terjatuh namun Trish dengan sigap menangkap gadis pujaannya. Secepat kilat cahaya itu berusaha menerobos dinding raga Starla, namun ada kekuatan yang menolak keinginan nya. Berulang kali mencoba memasuki raga Starla, namun selalu tembus tanpa bisa menempati raga itu.


"Gadis si*al! Rupanya mau bermain denganku. Hah! "


Sling.. Sling.. Sling.. (Hujan pisau cahaya dilemparkan ke arah Starla bertubi-tubi)


Tring.. Tring.. Tring.. (Starla dengan sigap menghempaskan pisau cahaya satu persatu pedangnya)


"Ah.sudah lama tidak berlatih. Mari lanjutkan! " ucap Starla dengan senyuman devilnya.


Sling.. Tring.. Wush.. Brug..


Pertarungan antara Starla dan cahaya itu semakin jauh, keduanya tidak ada yang mau mengalah, sedangkan disisi lain Pendeta memberikan madu kehidupan pada Clara agar kembali sadar dibantu Trish. Perlahan kesadaran Clara bisa dirasakan oleh Trish dan Pendeta.


"Syukurlah." ucap kedua pria itu bersamaan.


"Ayo buka mata mu Clara. Aku tahu kamu gadis yang kuat, sadarlah Clara kami semua membutuhkan mu. " bisik Trish ditelinga Clara dengan lembut.


"Cepatlah bangun nak, Starla tidak akan bisa mengalahkan nya. Hanya dirimu yang bisa nak. " ucap Pendeta menggenggam tangan Clara.


"Dimana Starla? " ucap Clara perlahan masih belum sadar sepenuhnya.


"Bangkit kan kesadaran mu dulu nak. Ini tidak akan mudah. " jawab sang Pendeta yang melihat Clara langsung ingin bangun meski belum sadar sepenuhnya.


"Ayo ku bantu untuk sadar, minumlah ini agar lebih baik. " ucap Trish membantu Clara meminum air putih yang sudah dicampur ramuan oleh Pendeta.


"Auw."


"Starla! " seru Clara yang mendengar Suara starla kesakitan.


"Lepaskan Adikku! " seru Clara sambil berdiri meski kesulitan, namun Trish ada untuk membantunya.


"Hahaha.Rupanya aku dipermainkan. Gadis ini tidak akan ku ampuni! " seru sosok itu yang masih mencoba mengores starla dengan pisau cahayanya.


"Maka tidak ada pilihan lain. Enyahlah dari sisi ku! " ucap Clara melepaskan diri dari pegangan Trish.


Clara menenangkan dirinya, mengumpulkan seluruh kekuatan dan perasaan di pusat kehidupan yaitu jantung nya, perlahan namun pasti aura cahaya sisi baiknya menyelimuti tubuhnya. Cahaya itu semakin lama semakin terang memancarkan aura kehidupan, perlahan cahaya itu melepaskan diri dari raga Clara dan seketika itu tubuh Clara membeku perlahan menjadi es. Cahaya itu melesat mendekati cahaya sosok lainnya, mencengkram sosok itu layaknya kedua cahaya itu memiliki wujud, dan starla masih menahan luka di lengannya, Trish membatu Starla untuk menjauh dari tempat pertarungan cahaya itu. Sedangkan Pendeta segera menyiapkan ramuan herbal untuk starla yang terluka tidak biasa, membiarkan Clara mengalahkan atau menaklukkan sisi lain jiwanya.

__ADS_1


"Pendeta apa ini akan baik akhirnya? " tanya Clara khawatir.


"Percayalah Clara akan menemukan jati dirinya. Jika jiwanya menjadi Suci, maka akan semakin sempurna ikatannya dengan pedang suci. Cahaya itu sudah menyatu dengan seluruh jiwa dan raga Clara, hanya saja keduanya masih belum berdamai. " ucap Pendeta meyakinkan Starla.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Starla meminta ku untuk membiarkan sosok itu menyerang dirinya, agar Clara bisa terlepas dari sosok itu? " tanya Trish yang sudah tidak tahan dengan pertanyaan yang diabaikan olehnya sejak tadi demi menolong Clara.


𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠


"Dengarlah Trish, biarkan sosok itu melepaskan diri dari raga ka Clara dan mencoba mengambil raga ku. Tenanglah Raga ku sudah di bentengi dengan perisai oleh Pendeta, karena sebelum kemari aku sudah memakai kalung perisai sesuai yang tertulis di surat dari Pendeta. Bantulah aku untuk mengeluarkan sosok itu dari raga ka Clara.


Yah begitulah bisikan Clara tadi.


"Setiap manusia memiliki sisi baik dan buruk, jika keduanya bertarung didalam hati dan fikiran, maka dipastikan rasa kacau akan menjadi akhirnya jika tidak mampu memilih untuk menjadi keputusan terakhir. Namun kali ini, Clara gadis yang istimewa, bukan hanya kedua sisi itu memiliki kehidupan tapi kedua sisi itu ingin menjadi yang utama. Raga nya tidak bisa mengatasi masalah ini jika kekuatan cahaya dari dua sisi nya semakin meningkat. Clara hanyalah raga dan kedua entitas itulah jiwanya, maka keduanya harus berdamai atau di taklukkan. " ucap Pendeta menjelaskan dengan mengoleskan obat ke luka Starla.


"Pendeta, apa tidak ada cara lain untuk membuat keduanya berdamai. Seburuk apapun sosok itu, terkadang dibutuhkan untuk situasi tertentu. " tanya Trish yang memikirkan kedepannya.


"Itu benar Pangeran, tapi semua tergantung Clara. Apakah mampu mengendalikan kedua entitas jiwanya, air tenang selalu menghanyutkan. Clara harus menjadi air yang tenang. " jawab Pendeta.


"Aku akan menolong Ka Clara. " ucap Starla dan ingin bangkit.


"Hentikan Starla. Jika salah satu diantara kita mendekati arena pertarungan itu. Tidak ada yang bisa memberikan obatnya. " cegah sang Pendeta.


"Clara pasti akan kembali Starla. Aku percaya gadis ku gadis yang tangguh dan pintar. " ucap Trish mengelus punggung Starla agar tenang.


.................


*Badai cahaya* ucap sosok aura gelap mengayunkan kilatan cahaya ke arah cahaya aura kehidupan.


*Meredup lah! * perintah cahaya aura kehidupan dengan tenang.


Cahaya yang kini semakin berwarna gelap itu hampir membungkus cahaya kehidupan namun langsung menghilang dengan sekali perintah.


*Pisau cahaya* ucap sosok aura kegelapan.


sling.. sling.. sling..


*Hujan Cahaya * perintah Cahaya kehidupan.


Puluhan pisau cahaya yang mengarah padanya berubah menjadi buliran cahaya dan menyatu dengan dirinya. Perlahan semakin menghabiskan kekuatan cahaya kegelapan, dan cahaya kehidupan masih tetap tenang.


"Apa sesama entitas akan melenyapkan? Aku tahu dari sisi mu tidak akan melenyapkan siapapun. " ucap cahaya kegelapan dengan gaya menyindir.

__ADS_1


"Pilihan hanya satu. Keputusan menjadi milikmu. Berdamai atau terbakar tanpa sisa. " jawab cahaya kehidupan semakin lebih mencapai titik ketenangan.


"Apa jika berdamai, akan ada kesempatan untuk ku menikmati kesenanganku? Apa entitas ku akan bebas meski terikat? " tanya cahaya kegelapan, anggap saja sebagai entitas kegelapan melakukan kompromi, karena tingkat kekuatan yang dimilikinya tidak akan bisa sempurna jika raga yang memiliki dirinya menolak kehadirannya.


"Pada saatnya nanti. Seluruh dunia, bukan hanya raga ini, membutuhkan entitas kegelapan untuk menelan kegelapan lainnya. " jawab entitas kehidupan dengan lembut.


"Jika itu benar, mari berdamai. Biarkan entitas ku terlelap hingga waktu yang sudah di tentukan. " ucap cahaya kegelapan setelah memahami tujuannya menjadi bagian sang Pewaris Kitab Suci.


*Melebur lah! * perintah cahaya kehidupan yang disertai bergabungnya kedua entitas cahaya berbeda itu memasuki raga Clara.


Perlahan Clara kembali seperti semula dan tidak membeku lagi, kini dirinya akan menjadi air yang tenang, sosok kegelapan didalam dirinya akan tertidur hingga jiwanya memanggilnya untuk bangkit suatu saat nanti.


"Starla, aku harus segera melihat keadaan adikku. " batin Clara bergegas mencari keberadaan adiknya itu.


................. ...


.


.


.


𝘿𝙞𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙨𝙚𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙩𝙚𝙧𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙙𝙚𝙗𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙛𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖𝙣, 𝙩𝙚𝙧𝙠𝙖𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙖𝙙𝙖𝙥𝙞 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙡𝙞𝙩 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙡𝙪𝙖𝙧, 𝙝𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙙𝙚𝙗𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙟𝙪𝙨𝙩𝙧𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙙𝙖 𝙙𝙞𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙛𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞. 𝙔𝙖𝙝 𝙠𝙚𝙙𝙪𝙖 𝙨𝙞𝙨𝙞 𝙞𝙣𝙞𝙡𝙖𝙝 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙨𝙞𝙨𝙞 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙞𝙨𝙞 𝙗𝙪𝙧𝙪𝙠 𝙩𝙚𝙧𝙠𝙖𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙞𝙢𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙤𝙢𝙞𝙣𝙖𝙨𝙞 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙡𝙖𝙞𝙣. 𝙏𝙚𝙧𝙠𝙖𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙩𝙞 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙨𝙪𝙖𝙩𝙪 𝙠𝙚𝙟𝙖𝙙𝙞𝙖𝙣, 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙥𝙚𝙣𝙚𝙠𝙖𝙣𝙖𝙣. 𝙃𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙖𝙠𝙝𝙞𝙧 𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙪𝙣𝙘𝙪𝙡𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙤𝙨𝙤𝙠 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙢𝙚𝙨𝙠𝙞 𝙧𝙖𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙨𝙖𝙢𝙖.


𝘼𝙣𝙜𝙜𝙖𝙥 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝘾𝙡𝙖𝙧𝙖 𝙙𝙞𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙤𝙨𝙤𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙡𝙪𝙖𝙧 𝙗𝙖𝙩𝙖𝙨 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙗𝙖𝙧𝙖𝙣, 𝙠𝙚𝙩𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙜𝙚𝙡𝙞𝙨𝙖𝙝𝙖𝙣, 𝙙𝙚𝙢𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙏𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪𝙣𝙜 𝙟𝙖𝙬𝙖𝙗 𝙣𝙮𝙖. 𝙎𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙞𝙣𝙞 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙚𝙢𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝘼𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙮𝙖... 😁


.


.


.


. 𝘔𝘢𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘳𝘴 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘶𝘬𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘳𝘺𝘢 𝘬𝘶 😘


. 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘥𝘶𝘬𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘺𝘢 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘢𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳 𝘯𝘺𝘢 ☺


. 𝘚𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘳𝘴.. 🙏


.


𝘎𝘰𝘰𝘥 𝘯𝘪𝘨𝘩𝘵 🌜☺

__ADS_1


__ADS_2