The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Aku Hanya Boneka


__ADS_3

Dan kini dirinya berada di penginapan dengan beberapa pondok yang digunakan para tabib untuk membantu yang membutuhkan dan membuat ramuan untuk mengobati para rakyat yang terkena wabah, meskipun sudah mendapatkan penolakan tetap lah Clara membantu untuk membuat ramuan meskipun harus membuat tabib tua yang angkuh diam karena ancamannya. Dengan menetap di tempat itu maka Clara akan mendapatkan apa yang di cari nya seperti suara hati seorang ibu yang selalu menyebutkan nama Putri nya, pertemuan yang sudah di nantikannya untuk langkah selanjutnya.


"Nak kemarilah makan bersama ku. " ucap ibu itu dengan menyiapkan makanan dua pincuk daun pisang di meja kecil di dalam kamar nya.


"Terimakasih sudah baik kepada saya bu, Mari makan bu. " jawab Clara dan duduk di hadapan ibu itu.


Dengan makan bersama sambil mendengarkan cerita sang ibu tentang putri nya yang sangat disayangi nya, tanpa terasa makanan diatas pincuk daun pisang itu sudah habis tak tersisa. Bahkan tanpa di sadari Clara yang biasa nya tidak menyentuh makanan kali ini memakan makanan nya seakan jamuan paling nikmat, tanpa terasa ada rasa rindu di hati nya di sertai kesedihan mengingat apa yang sudah di lihatnya saat meditasi. Ungkapan cinta seorang ibu yang mampu membuat Clara merasakan kesendirian dalam mencari kehangatan sosok seorang ibu, menghindari jatuhnya air mata didepan wanita tua itu Clara berpamitan keluar untuk kembali membuat ramuan.


Air mata nya mengalir tanpa di minta, membasahi pipi dan juga cadar nya membuat Clara mencari tempat aman agar tidak ada yang melihat wajah nya. Belakang pondok yang paling ujung menjadi tempat persembunyiannya meluapkan segala sesak di dada, seandainya ada Nenek nya atau Starla dan lain nya sudah pasti air mata yang mengalir di matanya akan terpendam dalam diam. Jauh di dalam hati nya ada rasa kehilangan dan kesendirian namun setiap bayangan orang-orang di dalam hidup nya menyadarkan dirinya arti bersyukur dan iklhas serta bersabar, melupakan perasaan nya demi menjalankan tanggung jawab nya sudah menjadi kebiasaan untuk nya. Kelemahan yang selalu tersembunyi di dalam dirinya seakan tidak ada yang bisa merasakan itu, senyuman, ketenangan dengan sikap tegas nya yang menjadi topeng nya selama ini.


"Hey , apakah kau yang membantu ibu ku? " seru seseorang dari belakang.


"Ayo katakan! Ibu ku sangat cemas mencari mu! " ucap orang itu lagi.


"Katakan pada ibu mu, aku akan menemui nya besok. " jawab Clara tanpa membalikkan badannya.


"Seperti nya kau ada masalah, apa kau tahu melihat senyuman ibu ku, aku bersyukur dan tidak ada hal lain yang lebih membahagiakan untuk ku. Karena kau membuat ibu ku nyaman, akan ku bantu apa masalah mu. " ucap orang itu.


"Apakah kau tidak akan menyesal? " tanya Clara.


"Tidak akan! Aku bisa merasakan kau orang baik, Ayo temui ibu ku. Aku hanya kesini malam ini saja. " jawab orang itu.


Dengan cadar yang basah karena air mata Clara menutupi wajah nya kembali, bangkit dan menghampiri orang yang mengajak nya bicara. Matanya melihat dari wajah hingga kaki orang itu, sesuai harapannya orang itu yang di tunggu oleh nya. Senyuman manis yang menghiasi bibir gadis itu membuat Clara ikut tersenyum meskipun tidak kelihatan, mengikuti langkah sang gadis menemui ibu nya. Setelah perbincangan Singkat gadis itu membawa ibu nya kembali ke kamar dan menemaninya beristirahat hingga mata sang ibu terpejam, gadis itu berbalik ke arah Clara dan seketika matanya melotot dengan membungkam mulut nya sendiri agar tidak berteriak karena rasa terkejut nya.


Wushh....


Tanpa meminta persetujuan gadis itu, Clara mendekati nya dan membawa nya pergi ke tempat yang lebih aman untuk berbicara dan tentu nya tidak seorang pun yang akan melihat wajah nya yang sudah terlepas dari cadar nya.


"Ampuun.Jangaan sakiti ibu ku. Hukum Sajaa aku atas kejahatanku tapi lepaskan ibu ku.. ku mohon Tuan Putri. " ucap gadis itu dengan suara gemetarnya.

__ADS_1


"Hhmm.Artinya kau tahu siapa aku, benar bukan Penyihir Rosea! " ucap Clara.


Hanya anggukan kepala jawaban gadis itu.


"Katakan semua nya tanpa ada rahasia apa pun! Hukuman mu akan sesuai dengan seberapa besar kejahatanmu! " ucap Clara dan duduk bersila di bawah rumput.


"Kau bisa mencoba lari dari ku, tapi aku bisa mendatangi ibu mu untuk... " ucap Clara.


"Jangaan.. Jauhi ibu ku! Aku hanya boneka seseorang. Jangan bawa ibu ku dalam kejahatanku. " ucap Penyihir Rosea menangkupkan tangannya di dada.


"Aku menunggu cerita mu Penyihir Rosea. " jawab Clara dengan tatapan tajam nya.


Dengan tubuh yang gemetar Penyihir Rosea menceritakan kehidupan nya dari seorang gadis kecil yang gemar mendalami ilmu sihir, mengumpulkan bahan-bahan untuk ramuan menjadi berubah kehidupan nya lebih buruk setelah kedatangan seorang wanita dewasa yang sudah memiliki niat jahat itu. Awal dari sebuah penolakan yang dilakukan Rosea menjadi kan hidup nya seperti penjara darah, atas nama kehidupan sang ibu membuat Rosea melakukan semua perintah wanita itu tanpa bisa menolak sedikit pun namun setelah bertahun-tahun kesabarannya membuahkan hasil dengan kembali nya sang ibu maka kini tujuannya balas dendam di mulai.


Clara mendengarkan cerita Rosea dengan santai dan tenang, karena pada dasarnya Clara tahu rasa sakit dan penderitaan Ibu nya Rosea apa sebab nya dan siapa pelakunya meskipun begitu pertemuan nya dengan Penyihir Rosea harus terjadi karena untuk menghentikan niat gadis yang lebih tua dari nya itu. Tanpa disadari Rosea jika niat nya hanya akan menghancurkan kehidupan nya sekali lagi, Clara hanya ingin Rosea menyadari me maaf kan akan lebih baik dari pada melakukan balas dendam.


"Tinggallah bersama Ibu mu! Lepaskan dendam mu itu. " ucap Clara.


"HENTIKAN KEGILAAN MU! Bahkan kau tidak tahu siapa musuh yang kau incar! " bentak Clara.


"Aku tidak peduli. Bagi ku dia lah wanita iblis yang menghancurkan kehidupan ku dan ibu ku! " seru Rosea**.


"Tenang kan dirimu Penyihir Rosea! Wanita itu memang iblis karena dia lah Sang Ular, tapi tidak kah menjalani hidup tenang bersama ibu mu jauh lebih penting? Apakah ucapan ku ini salah? " tanya Clara menurunkan nada bicara nya.


Dari dalam hati Rosea menyetujui ucapan dari Tuan Putri di depannya namun kenangan kehilangan ibu nya, melakukan banyak kejahatan dan luka yang tergambar jelas pada tubuh ibu nya membuat darah nya kembali panas dan mendidih. Akal sehat yang seharusnya menenangkan justru hilang ditelan api balas dendam, Clara yang masih setia mendengarkan perdebatan hati Rosea hanya bisa menghela nafas dan merasakan meluluhkan niat Rosea harus lebih keras lagi.


*Cahaya Bintang*


"Keputusan di tangan mu! Simbol ini akan membuat mu berbicara dengan ku kapan pun kau ingin kan! Aku berharap Kau lebih bijak dan melepaskan Api yang membakar jiwa mu. " ucap Clara.

__ADS_1


Wushh


Kepergian Clara membuat air mata Rosea keluar, ada dilema di dalam hati dan fikirannya, sungguh semua perbuatan jahat nya bermunculan seperti sebuah ledakan menyadarkan dirinya betapa buruk dirinya selama ini. Bayangan rasa bersalah membuat tubuh nya kian bergetar karena tangisan yang semakin menjadi, malam gelap menjadi semakin gelap karena pandangan matanya yang kabur akibat derasnya air mata.


.................


Sedang kan di Kerajaan Es, Pangeran Lars masih ikut berpatroli bersama pasukan nya diluar Istana tanpa mengetahui kedatangan Achela di dalam Istana nya.


...*********...


.


.


. Hay Reader 👋


. Alhamdulillah hari ini up lumayan banyak 😁


. Ampe up 4 Bab loh☝️..


. Niat nya sih cuma up 2 Bab tapi masih ada feels buat nulis jdi lanjuuut trus 😅


.


.


. Makasih ya yang masih setia buat jadi Reader's Karya ku..


.

__ADS_1


. Jangan lupa ya dukungan like, comment ma kritik dan Saran nya 😊 apa lagi di jadiin favorite ❤️ eem senengnya author 🥰


. Biar author nya makin cemangat ☺✌


__ADS_2